Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri serta Pembuatan Sediaan Krim dari Ekstrak Etanol Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) Mustaruddin Mustaruddin
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7101

Abstract

Bunga kecombrang (Etlingera elatior) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian adalah untuk membuat sediaan krim antibakteri yang mengandung ekstrak etanol bunga kecombrang dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri terhadap bakteri staphylococcus epidermidis. Sediaan krim dipilih karena praktis, kemampuannya melekat pada permukaan kulit, melembabkan, mudah tersebar merata, mudah berpenetrasi pada kulit, mudah diusap dan mudah dicuci dengan air. Metode penelitian yang dilakukan meliputi karakterisasi dan pembuatan ekstrak etanol bunga kecombrang dengan cara maserasi mengunakan pelarut 96%, uji aktivitas antibakteri ekstrak dengan metode disc diffusion, formulasi sediaan krim dan evaluasi sediaan krim. Hasil karakterisasi terhadap simplisia bunga kecombrang memiliki kadar air 3,33%, kadar sari larut dalam air 21,33%, kadar sari larut dalam etanol 16,3 %, kadar abu total 6,67%, dan kadar abu tidak larut asam 1,01 %. uji aktivitas antibakteri ekstrak pada konsentrasi 200 mg/ml menunjukkan zona hambat sebesar 14 mm pada bakteri staphylococcus epidermidis. Sediaan krim ekstrak bunga kecombrang dibuat dengan konsentrasi 20%, secara fisik stabil selama penyimpanan 4 minggu pada suhu kamar, homogen, memiliki nilai pH 7 dan mempunyai aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Kata kunci: bunga kecombrang, krim antibakteri, Staphyloccus epidermidis
Hubungan Pengetahuan dan Status Ekonomi Thu Hamil dengan Pemnfaatan Pelayanan Antenana; Care (ANC) di Desa Beringin Raya Wilayah Kerja Puskesmas Pematang Raya Kabupaten Simalungun Mustaruddin Mustaruddin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2020): December 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.953 KB)

Abstract

Kematian Ibu di negara maju berkisar antara 3-5 per 100 000 kelahiran hidup. sedangkan di negara berkembang berkisar antara 50-800 per 100 000 kelahiran hidup Negara dengan jumlah AKI terbesar menurut data WHO tahun 2011 adalah India, Nigeria, Pakistan, Republik Kongo dan Ethiopia, Tanzania, Afganistan, Banglades Cina, Kenya, Indonesia dan Uganda Nega-negara penyumbang 67% dan seluruh kematian ibu di dunia Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Status Ekonomi thu Hamil Dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenanal Care (ANC) di Desa Baringin Raya Wilayah Kerja Puskesmas Pamatang Raya Kabupaten Simalungun Tahun 2016 Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita 1-5 tahun Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita 1-5 tahun yang berkujung ke Puskesmas Ujung Padang Hasil penelitian berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square Ada hubungan Pengetahuan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenanal Care (ANC) di Desa Baringin Raya Wilayah Kerja Puskesmas Pamatang Raya Kabupaten Simalungun Tahun 2016 Didapatkan hasil dan Uji statistik Chi-Square diperoleh p value 0,004 (0.05) Ada hubungan status ekonomi Dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenanal Care (ANC) di Desa Baringin Raya Wilayah Kerja Puskesmas Pamatang Raya Kabupaten Simalungun Tahun 2016 Didapatkan hasil dan Uji statistik Chi-Square diperoleh p value 0,000 ? a (0,05) Diharapkan hasil penelitian dapat menjadi bahan masukan dan saran untuk masukan dan saran untuk petugas kesehatan dan sebagai wacana baru dalam memberkan meningkatkan cakupan kunjungan ibu hamil agar target prorgam pelayanan ANC dapat terpenuhi
Hubungan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Kajadian Bblr Di Nadan Pengelola Rumah Sakit Umum Perdagangan Kabupaten Simalungun Tahun 2018 Mustaruddin Mustaruddin
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2022): Oktober: Health Journal "Love That Renews"
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia di dalam kehamilan adalah masalah yang umum di negara-negara berkembang. Menurut World Health Organization (WHO) anemia pada ibu hamil adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb) dalam darahnya « 11,0 g%. Anemia dalam kaitannya dengan defisiensi zat besi adalah masalah kesehatan yang fungsional dan serius yang merupakan masatah gizi yang dapat diawasi dengan biaya yang sangat tinggi. Anemia di dalam kehamilan mempunyai risiko yang tinggi terhadap kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR), kelahiran preterm dan kematian janin. Jenis penelitian ini adalah p enelitian survei yang bersifat deskriptif analitik " dengan rancangan penelitian cross sectional dengan menggunakan data sekunder dari butan ApritDesember 2008 pada bayi yang dilahirkan di Badan Pengetota Rumah Sakit Umum Perdagangan. Hasil analisis bivariat diperoleh faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR adalah anemia (p - 0,000), penyakit yang diderita ibu (p - 0,000), kehamilan " hidramnion (p - 0,000), dan komplikasi hamil (p - 0,000). Dan hasil analisis multivariat terdapat tiga variabel yang berhubungan secara bersamaan terhadap terjadinya BBLR yaitu anemia (p “ 0,002), lower 2.420 dan upper 58.581, penyakit yang diderita ibu (p F 0,004), lower 2.158 dan upper 52.183 dan komplikasi hamil (p - 0,001) lower 1.946 “ upper 14.397. Ibu hamil diharapkan memeriksakan kehamilannya secara teratur untu mendeteksi dini keadaan kesehatannya dan petugas kesehatan memberi penyuluhan untu menambah pengetahuan ibu tentang BBLR sehingga AKI dan AKB dapat diturunkan.
Faktor –Faktor Penyebab Kejadian Hipertensi Pada Lansia Umur 65-70 Tahun Di Puskesmas Raya Kota Pematang Siantar Tahun 2018 Mustaruddin Mustaruddin
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2022): April : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55912/jks.v10i1.77

Abstract

Salah satu hasil pembangunan kesehatan di Indonesia adalah meningkatnya angka harapan hidup (life expectancy). Semakin meningkatnya UHH penduduk, menyebabkan jumlah penduduk lansia terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan UHH dari 45 tahun di awal tahun 1950 menjadi 65 tahun pada saat im (Fatmah, 2010). Hal ini berarti kelompok resiko dalam masyarakat kita menjadi lebih tinggi. Meningkatnya populasi lansia ini bukan hanya fenomena di Indonesia saja tetapi juga secara global (Notoatmodjo, 2007). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor-faktor penyebab kejadian Hipertensi pada Lansia umur 65-70 Tahun di Puskesmas Raya Kota Pematangsiantar Tahun 2018. Hasil penelitian diperoleh yaitu ada hubungan riwayat keluarga dengan kejadian Hipertensi pada Lansia umur 65-70 Tahun di Puskesmas Raya Kota Pematangsiantar Tahun 2018 dengan p value 0,000, ada hubungan riwayat merokok dengan kejadian Hipertensi pada Lansia umur 65-70 Tahun di Puskesmas Raya Kota Pematangsiantar Tahun 2018 p value 0,043, ada hubungan kebiasaan olah raga/aktifitas fisik dengan kejadian Hipertensi pada Lansia umur 65-70 Tahun di Puskesmas Raya Kota Pematangsiantar Tahun 2018 p value 0,012, ada hubungan konsumsi alkohol dengan kejadian Hipertensi pada Lansia umur 65-70 Tahun di Puskesmas Raya Kota Pematangsiantar Tahun 2018 p value 0,004, Ada hubungan pola makan dengan kejadian Hipertensi pada Lansia umur 65-70 Tahun di Puskesmas Raya Kota Pematangsiantar Tahun 2018 p value 0,048. Diharapkan untuk tempat penelitian menyusun suatu perencanaan program upaya pencegahan Hipertensi pada Lansia dan melakukan penyuluhan kesehatan khusus kepada Lansia
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Yang Memiliki Bayi 0-6 Bulan Terhadap Pemberian MP ASI Di Nagori Pulau Pitu Marihat Kecamatan Ujung Padangkabupaten Simalungun Shofian Syarifuddin; Mustaruddin Mustaruddin
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2021): April : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55912/jks.v9i1.96

Abstract

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan tambahan selain ASI yang diberikan kepada bayi setelah bayi berusia 6 bulan. Selain MPASI ASI harus tetap diberikan kepada bayi, paling tidak sampai 24 bulan. Penyebab terjadinya gangguan tumbuh kembang bayi adalah karena pemberan MP-ASI oleh ibu yang belum sesuai dengan ketepatan waktu pemberian, frekuensi, jenis, jumlah bahan makanan, dan cara pembuatannya Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan ketepatan pemberian MP-ASI pada bayi di Nagori pulau pitu marihat kecamatan ujung padang Kabupaten Simalungun. Jenis Penelitian adalah survei yang bersifat analitik dengan menggunakan cross sectional, populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan yaitu sebanyak 60 bayi dan dijadikan sebagai total sampel Data diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Dari hasil uji chi-square (a<0,05), menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pemberian MP-ASI pada bayi diperoleh nilai p=0,002 Dan ada hubungan yang signifikan antara sikap ibu dengan ketepatan pemberian MP-ASI pada bays diperoleh nilai p=0,029. Diharapkan kepada petugas kesehatan yang bekerja di Puskesmas di Nagori Pulau Pitu Ujung Padang lebih rutin melakukan penyuluhan tentang MP-ASI yang tepat kepada ibu-ibu secara personal. Juga kepada ibu yang mempunyai bayi untuk lebih sering mengikuti kegiatan posyandu dan penyuluhan yang diadakan didesa tersebut serta lebih meningkatkan pengetahuan dan mencari informasi kesehatan terutama pemberian MP-ASI.
Studi Terapi Pemberian Obat Pada Pasien Gastritis Di Puskesmas Pematang Raya Kabupaten Simalungun Periode April-Juni 2017 Meyana Marbun; Dian Permata Nasution; Beta Hanindiya; Mustaruddin Mustaruddin; Yulia Delfahedah; Arsiaty Arsiaty
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2021): Oktober : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55912/jks.v9i2.126

Abstract

Drug administration therapy is aimed at improving the quality or maintaining the patient's life, there are things that cannot be expected in drug administration, namely the possibility of treatment results not being as expected. Inaccurate diagnosis makes sufferers do not get the right treatment so that their condition worsens. This research is a quantitative descriptive study, the purpose of this study was to determine the combination of drug administration in gastritis patients at the Pematang Raya Public Health Center. The data used was obtained from the medical records of Dulalowo National Health Center patients, including data on the patient's name, age, date of admission, patient complaints, and type of drug given. After the data is obtained, it is then summarized and processed in a quantitative descriptive manner. From the results of a study of the medical records of patients at the Pematang Raya Public Health Center, it was shown that 15 patients received a combination of 4 drugs, namely a combination of antacids, CTM, Ratinidin and vitamins. 6 patients received a combination of 3 drugs, namely a combination of antacids, Ratinidin and vitamins. 5 patients received a combination of 2 drugs, namely a combination of antacids and ratinidin. While 2 patients received a combination of 5 drugs namely a combination of mefenamic acid, Cotrimoxazole, Captopril, Lansoprazole and HCT.