Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERENCANAAN TEMPAT PENYIMPANAN SEMENTARA LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN JENIS PADATAN DI PT WIRASWASTA GEMILANG INDONESIA CABANG SEMARANG Sri Subekti; Widi Astuti
urn:nbn:de:00001miji.v2i027
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Wiraswasta Gemilang Indonesia Cabang Semarang (PT WGI) merupakan perusahaan pada jasa pengelolaan limbah B3 di bidang transportasi dan pengumpulan limbah jenis minyak pelumas bekas. Seiring semakin meningkatnya kesehatan pada suatu perusahaan rekanan PT WGI, maka limbah B3 yang dihasilkan semakin bervariasi, yaitu limbah aki bekas dan limbah kain majun terkontaminasi B3. Berdasarkan kondisi eksisting pengelolaan limbah B3 di PT WGI pada saat ini hanya berupa TPS limbah cair (minyak pelumas bekas), belum terdapat bangunan khusus sebagai sarana penyimpanan sementara limbah B3 jenis padatan. Dengan kondisi tersebut maka perlu dilakukan suatu kajian perencanaan TPS limbah B3 yang sesuai dengan peraturan. Pada penelitian ini menggunakan data primer yaitu dengan melakukan pendataan timbulan limbah B3. Adapun untuk perencanaan TPS limbah B3 di PT WGI melalui beberapa perlakuan yaitu dengan cara mengidentifikasi pada jenis dan karakteristik limbah, jumlah limbah, kemudian pengukuran densitas limbah sesuai dengan SNI 19-3964-1994 tentang metode pengambilan dan pengukuran timbulan dan komposisi sampah perkotaan, perencanaan kebutuhan palet, dan kebutuhan kemasan. Pengolahan data yang dilakukan menghasilkan berupa denah TPS limbah B3. Adapun hasil yang diperoleh yaitu bahwa TPS limbah B3 yang direncanakan adalah berukuran 7,41 m x 4,59 m untuk dapat memenuhi pengelolaan limbah B3 yang diperoleh dari berbagai sumber.
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA MASYARAKAT KELURAHAN PEDURUNGAN TENGAH Sri Subekti; Rita Andini; Sinta Petri Lestari; Sukaryo Sukaryo
urn:nbn:de:00001miji.v2i027
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Perilaku Hidup Bersih dan Sehat menjadi salah satu kegiatan dalam upaya mencegah stunting pada suatu masyarakat. Beberapa aspek yang menyebabkan stunting adalah buruknya fasilitas sanitasi di permukiman, minimnya pada akses pemenuhan air bersih, kurangnya kebersihan lingkungan menjadi pemicu penyebab stunting. Kondisi kebersihan lingkungan yang kurang terjaga menyebabkan tubuh harus secara ekstra melawan sumber penyakit sehingga menghambat penyerapan gizi. Metode pelaksanaan yang dilakukan dengan melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Pandanaran Semarang dengan kegiatan penyuluhan cara menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah stunting para masyarakat. Adanya beberapa aksi yang saling keterkaitan dalam beberapa kegiatan yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan stunting dan terpantau oleh dinas kesehatan dan dinas terkait lainnya.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENJADI KOMPOS UNTUK PUPUK TANAMAN OBAT DI DESA BANDUNGREJO MRANGGEN DEMAK Sri Subekti; Adi Sasmito; Sinta Petri Lestari; Niyar Candra Agustin; Fariz Nizar
urn:nbn:de:00001miji.v3i11
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk menimbulkan dampak negative bagi lingkungan karena limbah yang meningkat dan bervariasi. Perlunya pengelolaan sampah rumah tangga memanfaatkan sampah organic diolah menjadi kompos. Kompos dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman obat keluarga yang ditanam di pekarangan atau dalam pot. Metode pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan, menjelaskan pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga. Pemilahan sampah basah dan sampah kering menjadi kunci utama dalam proses pengomposan. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga sebagai salah satu upaya gerakan peduli lingkungan dengan melibatkan masyarakat secara keseluruhan, pemerintah setempat, pendidik pada usia dini sampai perguruan tinggi. Dengan memanfaatkan sampah dan diolah menjadi kompos dan hasil panen dari tanaman obat menjadi lebih aman karena meggunakan kompos dari sampah organic rumah tangga. Perlunya sosialisasi secara berkesinambungan dalam pengelolaan sampah sehingga tidak memberikan dampak negative terhadap lingkungan.
KAJIAN KINERJA LAYANAN JASA EKOSISTEM PENYEDIA PANGAN DAN AIR BERSIH BERBASIS MITIGASI BENCANA PADA BWP II KOTA PALU Widi Astuti; Sri Subekti
urn:nbn:de:00001miji.v3i11
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan sumber daya alam untuk pembangunan dapat merubah alih fungsi lahan sehingga harus diperhitungkan ketersediaannya agar dapat berkelanjutan. Pembangunan di Kota Palu memunculkan isu lingkungan yang berpengaruh terhadap daya dukung dan daya tamping sumber daya alam yang dimiliki oelh Kota Palu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya dukung daya tampung lingkungan hidup di BWP II Kota Palu yang dianalisa dengan menggunkan pendekatan jasa ekosistem penyedia pangan dan air bersih. Dari hasil analisis terhadap Kebijakan Rencana Program (KRP), daya dukung dan daya tampuing berpengaruh terhadap jasa ekosistem penyedia air dan jasa penyedia pangan pada BWP II terdeferensi pada kelas sedang sampai dengan sangat tinggi.
PEMANFAATAN SAMPAH DI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) JATIBARANG SEBAGAI SUMBER ENERGI BARU TERBARUKAN Sri Subekti; Adi Sasmito; Boby Rahman
urn:nbn:de:00001miji.v3i11
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bertambahnya penduduk menyebabkan peningkatan volume sampah setiap tahunnya, mengakibatkan bertambah luas tempat penampungan sampah di TPA. Metode penelitian dengan mengumpulkan data sekunder, studi literatur agar terpenuhi kajian terhadap konsep dalam pemanfaatan sampah menjadi tenaga listrik. Pengelolaan sampah yang berkelanjutan merupakan bentuk tanggung jawab atas konsumsi dan produksi yang dilakukan (SDG’s 12). Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada ekosistem laut (SDG’s 14) Sampah yang tidak dikelola memberikan pengaruh negatif pada ekosistem darat dan tidak dapat di urai di tanah sehingga banyak sampah terutama plastik yang menyumbat saluran air maupun sungai, dapat tertelan oleh hewan (SDG’s 15). Pemilahan sampah organik dan anorganik merupakan suatu tahapan sehingga tidak menghambat proses dekomposisi anaerob. Inovasi yang dapat diterapkan adalah dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) dengan memanfaatkan sampah organik sebagai upaya mengurangi emisi gas karbon di lingkungan, perlunya kajian tentang inovasi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) sebagai alternatif pengelolaan sampah.
Pengelolaan Mangrove Berkelanjutan Sebagai Upaya Pemenuhan Ekonomi Masyarakat Kawasan Pesisir Betahwalang Kecamatan Bonang Demak Sri Subekti; Widi Astuti; Maria Magdalena Minarsih
E-Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Akuntansi STIE Semarang (SNMAS) Vol 3 No 1 (2023): STIESEM 2023 (International Webinar & Call for Paper) “Utilization of Technology
Publisher : STIE Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Demak merupakan salah satu wilayah pesisir yang sering terkena banjir pasang surut air laut atau banjir rob. Banjir pasang surut air laut di pesisir Demak makin parah pemukiman warga termasuk fasilitas umum. Mangrove merupakan komunitas tumbuhan di tepi pantai yang mempunyai kemampuan tumbuh pada daerah pasang surut pantai berlumpur. Ekosistem mangrove mempunyai peranan penting dalam pembangunan berkelanjutan secara ekologis, ekonomis, sosial. Permasalahan dari penelitian ini adalah seberapa besar keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan mangrove secara berkelanjutan, bagaimana masyarakat lokal berperan aktif dan memberikan kontribusi positif berupa masukan dan kegiatan dalam pengelolaan mangrove. Tujuan dari penelitian mengetahui keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan mangrove sehingga terpenuhi kebutuhan pangan alternative secara mandiri menyerap aspirasi kearifan lokal. Metode penelitian pendekatan diskriptif dan kualitatif dengan metode kepustakaan. Kesimpulan masih kurangnya keterlibatan masyarakat nelayan dalam pengelolaan mangrove, Perlunya pembentukan kelompok petani Mangrove dalam upaya untuk pengelolaan secara berkelanjutan. perlunya upaya keberlanjutan pada usaha penangkapan, pembatasan atau dengan memberikan wawasan dan keterampilan untuk petani mangrove dan nelayan dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, masyarakat menjadi salah satu pengawas yang efektif dalam pengelolaan mangrove secara berkelanjutan. Saran memaksimalkan olahan makanan dari buah mangrove yang bervariasi dan menjalin pihak ke tiga sehingga produk terdistribusi, pengolahan sisa dari olehan kulit ikan, rajungan salah satu kegiatan untuk meminimalkan limbah, limbah kulit rajungan dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran semen pada pembuatan batako, perlunya penelitian lebih lanjut terhadap limbah sisa olahan menjadi bahan campuran bangunan ramah lingkungan dengan harga efisien.