Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Kajian Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Beras Analog Berbahan Dasar Tepung Gembili (Dioscorea aculleata. L), Tepung Jagung (Zea mays, L) dan Pati Sagu (Metroxylon sp) Rosalia Rachma Oktavianasari; Damat Damat; Hanif Alamudin Manshur
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v5i2.21911

Abstract

Beras analog adalah produk olahan berbentuk butiran seperti beras terbuat dari bahan pangan non beras, yang dapat dihasilkan menggunakan metode ekstrusi. Beberapa bahan lokal yang memiliki potensi tersebut yaitu tepung gembili, tepung jagung dan pati sagu. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) sederhana yaitu perbandingan tepung gembili, tepung jagung dan pati sagu dengan total 10 unit percobaan yang menggunakan parameter uji kadar air, kadar serat kasar, kadar amilosa, waktu pemasakan, indeks penyerapan air, volume pengembangan, tekstur gumminess (kelengketan) serta uji organoleptik hedonik. Formulasi terbaik yang dihasilkan pada penelitian ini adalah F2 yang terdiri dari tepung gembili 40% + tepung jagung 20% + pati sagu 40% dengan kadar air sebesar 6,357%, kadar serat kasar 5,454%, kadar amilosa 22,20%, waktu pemasakan 6,09 menit, indeks penyerapan air 170%, rasio volume pengembangan 2,89 cm3, tekstur (kelengketan) 2,91 N, aroma dengan skor 3,53 (suka), rasa dengan skor 3,51 (suka), warna dengan skor 2,84 (netral) dan keseluruhan dengan skor 3,53 (suka).
PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PENGOLAHAN TEH HITAM ORTODOX MENGGUNAKAN METODE DMAIC DI PT. PAGILARAN Yusrina Maghfiro; Damat Damat; Hanif Alamudin Manshur
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 7, No 1 (2023): AGRISAINTIFIKA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i1.3635

Abstract

Unit Produksi Pagilaran (PT. Pagilaran) yang terletak di Desa Keteleng, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah merupakan perusahaan yang memproduksi jenis teh hitam (ortodox) yang di didistribusikan baik di dalam negeri maupun luar negeri. Namun, terdapat beberapa permasalahan terkait proses produksi yang dapat menyebabkan adanya penurunan kualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis terhadap proses pengolahan teh hitam di PT. Pagilaran dengan menggunakan metode DMAIC serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengolahan dan kualitas produk akhir produk teh hitam Penelitian ini menggunakan metode analisis data yang sesuai dengan tahapan pelaksanaan lean six Sigma. Tahapan pelaksanaan Six Sigma adalah DMAIC (Define – Measure - Analyze – Improve - Control). Berdasarkan analisis terhadap cacat produk pada PT. Pagilaran menggunakan metode DMAIC diketahui penyebab dari timbulnya cacat produk pada proses pengolahan teh hitam dipengaruhi 5 faktor yaitu man (manusia), mechine (mesin), materials (material), methods (metode) dan mileu (lingkungan) sehingga perlu dilakukan peningkatan untuk meningkatkan kualitas menggunakan alat berupa five M-checklist sehingga dapat dilakukan upaya perbaikan untuk mengurangi penyebab terjadinya cacat produk
Performance Analysis of Sugar Production in Ngadirejo Sugar Factory Afifa Husna; Desiana Nuriza Putri; Hanif Alamudin Manshur
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 9 No. 3 (2023): Jurnal Agroindustri Halal 9(3)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v9i3.6513

Abstract

The Ngadirejo Sugar Factory (PG) in Kras District, Kediri Regency is one of the business units whose productivity ranks second highest among the 9 PG subsidiaries of PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) X, which reached 6,250 tons of sugar cane per day. With this high productivity, the quality of sap must always be maintained. This study aims to determine the performance of PG Ngadirejo sugar production from the aspect of raw sap, namely from the solution color value (ICUMSA), %brix, %pol, reducing sugar value, and pH to produce high-quality white crystalline sugar as well. Sap quality data from the quality assurance (QA) section of PG Ngadirejo for five days were taken and analyzed descriptively on the performance of the factory based on these parameters. %brix performance value; %pol; reducing sugar; pH; yield; ICUMSA; BJB; and the moisture content is 64 °Brix, respectively; 46 %; 6.2%; 5; 6-7%; 168.86-179.86 IU; 1.010 mm; and 0.02%. Based on the results obtained, the value of %brix, %pol, reducing sugar, ICUMSA, BJB, and water content have met the standards set by SNI. However, what needs to be improved is the yield value of white crystal sugar produced for 5 days which is still below the average value.
PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PENGOLAHAN TEH HITAM ORTODOX MENGGUNAKAN METODE DMAIC DI PT. PAGILARAN Maghfiro, Yusrina; Damat, Damat; Manshur, Hanif Alamudin
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 7 No 1 (2023): AGRISAINTIFIKA
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i1.3635

Abstract

Unit Produksi Pagilaran (PT. Pagilaran) yang terletak di Desa Keteleng, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah merupakan perusahaan yang memproduksi jenis teh hitam (ortodox) yang di didistribusikan baik di dalam negeri maupun luar negeri. Namun, terdapat beberapa permasalahan terkait proses produksi yang dapat menyebabkan adanya penurunan kualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis terhadap proses pengolahan teh hitam di PT. Pagilaran dengan menggunakan metode DMAIC serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengolahan dan kualitas produk akhir produk teh hitam Penelitian ini menggunakan metode analisis data yang sesuai dengan tahapan pelaksanaan lean six Sigma. Tahapan pelaksanaan Six Sigma adalah DMAIC (Define – Measure - Analyze – Improve - Control). Berdasarkan analisis terhadap cacat produk pada PT. Pagilaran menggunakan metode DMAIC diketahui penyebab dari timbulnya cacat produk pada proses pengolahan teh hitam dipengaruhi 5 faktor yaitu man (manusia), mechine (mesin), materials (material), methods (metode) dan mileu (lingkungan) sehingga perlu dilakukan peningkatan untuk meningkatkan kualitas menggunakan alat berupa five M-checklist sehingga dapat dilakukan upaya perbaikan untuk mengurangi penyebab terjadinya cacat produk
Studi Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Bubuk Kopi dari Biji Cacat Hitam Kopi Robusta dengan Perbedaan Suhu Penyangraian Anggraini, Arisca Putri; Damat, Damat; Manshur, Hanif Alamudin
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v6i2.28307

Abstract

This research studied the effect of the level of black coffee bean defects and roasting temperature on the physicochemical content of coffee powder and the organoleptic content of robusta coffee brewing. This research used a factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with two replications. Parameters in this study, namely moisture content, ash content, pH, caffeine content, color intensity, and sensory. Data analysis in this research used ANOVA at the 5% level and a DMRT follow-up test. The research result show that there is an interaction between the treatment of the type of defective beans and roasting temperature on moisture content, ash, pH, color intensity of robusta coffee powder, and organoleptic brewing of robusta coffee. Different types of defective beans significantly affected the moisture content, ash, pH, caffeine, and color intensity of robusta coffee powder, while differences in roasting temperature significantly affected the water content, ash, pH, caffeine, and color intensity of robusta coffee powder. The best treatment for all physicochemical and organoleptic parameters is partially black beans with a roasting temperature of 180 °C.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG JAGUNG KUNING (Zea mays L.) DAN PUREE WORTEL (Daucus carota L.) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK MIE BASAH Olivia, Dita Rizma; Damat, Damat; Manshur, Hanif Alamudin
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v6i1.28374

Abstract

Wet noodles are food products made from wheat flour that are not dried. Every year, the production and consumption of noodles in Indonesia is increasing. So, there is a need for food diversification in the raw material by utilizing local food ingredients such as corn flour. The use of carrot puree aims to increase the carotenoid content which acts as a good antioxidant for the body. This research was conducted using a simple Randomized Block Design (RBD) method. There were 6 treatments and 4 replication, P0 (100% wheat flour), P1 (50% wheat flour: 50% corn flour), P2 (50% wheat flour : 45% corn flour: 5% carrot puree), P3 (50% wheat flour: 40% corn flour: 10% carrot puree), P4 (50% wheat flour: 35% corn flour: 15% carrot puree), P5 (50% wheat flour: 30% corn flour: 20% carrot puree). The best wet noodles were obtained from treatment P5 (50% wheat flour: 30% corn flour: 20% carrot puree) with moisture content of 70.05%, ash content of 0.26%, fat content of 6.94%, protein content of 4.65%, carbohydrates content of 18.08% and carotenoids content of 3.02 mg/100g, brightness 63.5, yield 172.44%, organoleptic color 4.13 (attractive), aroma 3.63 (quite like), taste 3.80 (good), and texture 2.65 (not chewy).
Kajian Mutu Fisikokimia dan Sensoris Dodol Apel Rome Beauty dengan Penambahan Ekstrak Rosella dan Mawar Merah sebagai Pewarna Alami Febrinasari, Salsabilla; Saati, Elfi Anis; Manshur, Hanif Alamudin
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v6i1.28376

Abstract

Dodol apel termasuk salah satu produk oleh-oleh dari beberapa kota yang tergolong makanan tradisional semi basah. Rangkaian proses pemasakan menghasilkan dodol apel dengan warna kecokelatan yang mana kurang menarik secara sensoris sehingga perlu perbaikan pada warna. Kandungan pigmen antosianin pada kelopak bunga rosella dan bunga mawar merah membentuk warna ungu kemerahan yang menarik sehingga berpotensi digunakan sebagai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi terbaik dan pengaruh penambahan ekstrak dari kelopak rosella dan mawar merah terhadap karakteristik fisikokimia dan sensoris dodol apel. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan dua (2) kali ulangan. Faktor proporsi ekstrak rosella dan mawar terdiri atas 6 level, yaitu P0 (kontrol); P1 (8% rosella : 0% mawar); P2 (0% rosella : 8% mawar); P3 (4% rosella : 4% mawar); P4 (3% rosella : 5% mawar) dan P5 (5% rosella : 3% mawar). Setiap faktor perlakuan dilakukan terhadap 100 gram dodol apel. Data yang diperoleh berdasarkan hasil penelitian di analisa secara statistik dengan sidik ragam (α = 0,05) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan perlakuan terbaik pada perlakuan P3 (4% rosella : 4% mawar) yang menghasilkan dodol apel dengan rerata nilai pH 3,43; nilai aktivitas air (Aw) 0,84; intensitas warna dengan tingkat kecerahan (L) 42,7; tingkat kemerahan (a+) 12,3 dan tingkat kekuningan (b+) 12,4; aktivitas antioksidan 76,54% (meningkat 31,05% dari kontrol / dodol apel pada umumnya); kekenyalan 0,63 N dan organoleptik pada parameter warna 4,28 (suka); parameter aroma 4,23 (suka); parameter rasa 4,13 (suka) dan parameter tekstur 4,33 (suka).
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK PERMEN JELLY DARI SARI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora P.) BIJI KOPI DEFECT Sumiati, Niken; Damat, Damat; Manshur, Hanif Alamudin
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v7i1.28395

Abstract

Biji kopi cacat ketika diseduh akan mengalami penurunan citarasa dibandingkan biji kopi normal, sehingga perlu usaha untuk memperbaiki citarasa dari biji kopi cacat. Biji kopi cacat bisa diolah menjadi produk permen jelly dengan menambahkan beberapa bahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sari kopi robusta biji kopi defect terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik permen jelly serta menentukan konsentrasi sari kopi robusta defect yang menghasilkan permen jelly dengan mutu terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sederhana dengan faktor yaitu konsentrasi sari kopi robusta biji kopi defect (6%, 10%, 19%, 23%, 33%). Parameter yang diuji adalah kadar air, kadar abu, gula reduksi, tekstur kekenyalan, intensitas warna, dan uji organoleptik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian sari kopi robusta biji kopi defect memiliki pengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar gula reduksi dan tekstur kekenyalan permen jelly kopi. Penambahan sari kopi robusta tidak berpengaruh nyata terhadap nilai L (kecerahan), tetapi memiliki pengaruh nyata terhadap tingkat kemerahan (a) dan tingkat kekuningan (b). Hasil uji organoleptik didapatkan bahwa tidak terdapat pengaruh nyata ke warna dan tekstur, tetapi memiliki pengaruh nyata ke rasa dan aroma permen jelly kopi. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah permen jelly kopi yang diberi perlakuan K4 (Sari kopi robusta 23%).
Karakteristik Fisiko Kimia dan Organoleptik Bakso Vegetarian Berbasis Tempe Kacang Kedelai dan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) Murni, Lissa; Manshur, Hanif Alamudin; Saati, Elfi Anis
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v7i1.28527

Abstract

Meatballs are one of the foods that are much liked by the people of Indonesia. Meatballs are generally made from meat, such as chicken, beef or fish. Vegetarians tend to consume meat analogues to replace animal flesh. Analog meat is usually made from legumes such as soybeans and red beans, where protein is an important nutrient needed by a vegetarian. Research using a simple randomized block design (RBD) with 7 treatment levels. The control treatment consisted of 50g of soybean flour and 50g of red bean flour. While the other 6 treatments used a comparison between soybean tempeh and red bean flour, namely 50:50; 55:45 ; 60:40 ; 65:35 ; 70:30 and 75:25. The results showed that the comparison of soybean tempeh and red bean flour had a significant effect on proximate levels (moisture content, ash content, fat content, protein content, carbohydrates), yield and meatball elasticity and had no significant effect on water holding capacity meatball. Treatment using 65g soybean tempeh and 35g red bean flour was the best treatment, with an average moisture content of 56.24%, ash content of 2.21%, fat content of 9.15%, protein content of 11.02%, carbohydrates 21.35%, water holding capacity 117.26%, yield 108.09%, elasticity 100.61gf, aroma 3.06 (rather like), color 3.06 (rather like), texture 3.33 (rather like) and taste 3.53 (towards like).
Evaluasi Dan Perbaikan Penerapan Cara Produksi Pangan Yang Baik Pada Pembuatan Keripik Tempe Di Umkm Keripik Tempe Kota Batu Octavia, Cindy Salsabila; Manshur, Hanif Alamudin; Elianarni, Dahlia
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 7 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v7i1.35949

Abstract

Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) merupakan persyaratan dasar bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) makanan sebelum memperoleh S-PIRT. Beberapa UMKM Keripik Tempe di Kota Batu menghadapi permasalahan terkait penerapan CPPB, sehingga observasi terhadap implementasinya diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan memberikan saran perbaikan terhadap penerapan CPPB pada proses produksi di UMKM Keripik Tempe yang berada di Kota Batu, serta membandingkan tingkat kepahaman dan kesadaran pekerja sebelum dan setelah diberikan edukasi mengenai pentingnya penerapan CPPB pada proses produksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian survei dan penelitian eksperimen. Objek penelitian ini meliputi 15 UMKM Keripik Tempe yang berada di Kota Batu yang sudah memiliki S-PIRT. Hasil observasi penerapan CPPB terdapat 11 aspek yang memenuhi persyaratan dan 3 aspek yang masih harus diperbaiki. Hasil uji validitas kuisioner pengetahuan memiliki 1 pertanyaan yang valid, sedangkan kuisioner perilaku memiliki 3 pertanyaang yang valid. Uji reliabilitas kuisioner pengetahuan memiliki nilai 0,109 dan kuisioner perilaku memiliki nilai 0,451 yang menunjukkan kategori kurang reliabel. Hasil uji T memiliki nilai t hitung 1,00069 yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang nyata antara nilai pre-test dan post-test pada UMKM Keripik Tempe di Kota Batu.