Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Kawasan Konservasi Mangrove sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat Desa Budeng Kabupaten Jembrana Bali Budiadnyani, I Gusti Ayu; Utari, Siluh Putu Sri Dia; Astiana, Ika; Farida, Iftachul; Samanta, Pinky Natalia; Perceka, Medal Lintas; Panjaitan, Fenny Crista Anastasia; Dewi, Resti Nurmala; Khairunnisa, Anis; Cesrany, Mahaldika; Febrianti, Desy
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.3.386-394

Abstract

Budeng Village, located in Jembrana Regency, is home to a significant mangrove conservation area featuring 32 species of mangroves with substantial potential for utilization. Conservation activities in this region are led by the Wana Merta Group, which aims to engage the local community of Budeng Village in these deeds. However, the residents have yet to show much interest due to the lack of perceived economic benefits from conservation activities. The purpose of the community service activities conducted in Budeng Village is to enhance the knowledge and skills of the community in transforming mangroves into economically valuable enterprises. These activities comprised three stages: technical guidance, training sessions, and questionnaire distribution. The activities were attended by 15 participants from the Wana Mertha Forest Farmer Group (KTH), which manages the mangrove conservation area in Budeng Village. The technical guidance included institutional strengthening materials for the group. The training sessions covered topics such as mangrove product diversification, processing Brugueira sp. into mangrove chips, processing Xylocarpus granatum into scrubs, processing shrimp and fish into siomay, as well as packaging and digital marketing to support the group's business endeavors. Throughout the technical guidance and training, participants actively engaged in discussions and followed the sessions diligently. The questionnaire results indicated a significant increase in participants' knowledge, from 40% to 73.76%, reflecting an improvement of 34.67% after the activities.
Pengaruh jenis kemasan dan posisi penyimpanan terhadap kualitas surimi ikan swanggi selama penyimpanan suhu chilling: The impact of packaging and storage position on the chilling temperature for surimi quality from purple-spotted bigeye fish (Priacanthus tayenus) Cesrany, Mahaldika; Farida, Iftachul; Khairunnisa, Anis; Astiana, Ika; Perceka, Medal Lintas; Panjaitan, Fenny Crista Anastasia; Febrianti, Desy; Budiadnyani, I Gusti Ayu; Utari, Siluh Putu Sri Dia; Dewi, Resti Nurmala; Samanta, Pinky Natalia; Bharata, Made Tisna Adhi; Pradnyani, Ni Made Anggun
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.45662

Abstract

Ikan swanggi (Priacanthus tayenus) merupakan salah satu jenis ikan yang berpotensi sebagai bahan baku surimi. Surimi adalah produk antara bernilai tinggi yang banyak digunakan dalam pembuatan fish cake. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh jenis kemasan dan posisi penyimpanan terhadap kualitas surimi ikan swanggi melalui pengujian sensori, kadar air, dan mikrobiologi. Surimi ikan swanggi dikemas menggunakan tiga jenis plastik yang berbeda, yaitu polietilen (PE), polipropilen (PP), dan nilon. Surimi disimpan selama 28 hari di dalam freezer dengan suhu penyimpanan sebesar 2-8°C, dan posisi penyimpanan yang berbeda. Parameter yang dianalisis meliputi penilaian sensori, kadar air, dan angka lempeng total. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Data sensori dan kadar air diolah menggunakan SPSS 26.0 dengan analisis sidik ragam, jika terdapat perbedaan yang signifikan, dilakukan uji Duncan dan Tukey pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surimi yang dikemas dengan plastik nilon memiliki atribut kenampakan uji gigit, dan uji lipat yang lebih baik dibandingkan surimi yang dikemas plastik PE dan PP. Rata-rata kadar air surimi yang dikemas dengan ketiga jenis plastik berkisar antara 70-78% selama penyimpanan 28 hari dengan posisi penyimpanan yang berbeda. Kadar air pada surimi yang dikemas menggunakan ketiga jenis kemasan mengalami peningkatan seiring lamanya waktu penyimpanan. Angka lempeng total surimi menunjukkan nilai yang melebihi standar SNI 2694:2013. Semakin lama penyimpanan, maka semakin bertambah pula jumlah mikroba pada surimi.
Shrimp Product Innovation in Smart Fisheries Village Kombading, Jembrana, Bali Anis Khairunnisa; I Gusti Ayu Budiadnyani; Siluh Putu Sri Dia Utari; Desy Febrianti; Iftachul Farida; Ika Astiana; Pinky Natalia Samanta; Resti Nurmala Dewi; Fenny Crista Anastasia Panjaitan; Mahaldika Cesrany; Medal Lintas Perceka; Made Tisna Adhi Bharata; Ni Made Anggun Pradnyani Putri
Altifani Journal: International Journal of Community Engagement Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/altifani.v4i1.7174

Abstract

Kombading village is Smart Fisheries Village (SFV) area from Shrimp Cluster of Devisa Village under Jembrana Marine and Fisheries Polytechnic and Indonesian Export Financing Institute Denpasar guidance. This technical guidance aims to supporting one of SFV concept development as priority program of Blue Economy based by Ministry of Marine and Fisheries. The technical guidance attended by 20 participants from Processing and Marketing groups of Mina Jaya Pertiwi (10 person) and teachers-parent of Early Childhood Education School Darul Ulum Kombading. There are 3 substances was given to participants i.e. (1) benefits of consuming the fish product, (2) shrimp products diversification (crispy shrimp head, fried shrimp meatball, and shrimp head broth powder), and (3) introduction of PIRT Certification for home industry products. Sensory evaluation shows that crispy shrimp head and fried shrimp meatball needs improvement in texture and appearance. Moreover, this technical guidance was able to increase participants knowledge significantly (p<0,05).
Kajian Manajemen Risiko K3 pada Proses Produksi Pemindangan Ikan di Sentra Pengolahan Kusamba I Gusti Ayu Budiadnyani; I Ketut Sumandiarsa; I Made Aditya Nugraha; Siluh Putu Sri Dia Utari; Ika Astiana; Iftachul Farida; Pinky Natalia Samanta; Mahaldika Cesrany; Anis Khairunnisa; Medal Lintas Perceka; Putri Yuliana Masrin
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 19, No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v19i3.625

Abstract

Sentra Pengolahan Ikan Kusamba merupakan pusat industri pemindangan tradisional yang berperan penting dalam perekonomian masyarakat pesisir Kabupaten Klungkung. Namun, proses produksinya masih memiliki berbagai potensi risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama akibat paparan panas, penggunaan peralatan konvensional, serta kondisi kerja yang belum ergonomis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber bahaya, menilai tingkat risiko kerja, dan menentukan upaya pengendalian menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 15 pekerja pada setiap tahapan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap perebusan memiliki risiko tertinggi (84,42%), diikuti penyiangan (74,03%), sementara pengemasan dan pendinginan tergolong risiko rendah. Sebanyak 73,3% pekerja telah menggunakan APD, namun kepatuhan dan ketersediaannya masih perlu ditingkatkan. Faktor risiko dominan meliputi lingkungan kerja panas dan lembap (60%), keterbatasan APD (26,67%), kerusakan peralatan (20%), serta tata letak kerja yang kurang aman (26,67%). Meskipun seluruh pekerja telah mengikuti pelatihan K3, penerapannya masih bersifat individual. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem K3 melalui penyusunan SOP, peningkatan APD, pengawasan rutin, serta perbaikan fasilitas kerja untuk mendukung keselamatan, produktivitas, dan keberlanjutan industri.
PENILAIAN SERTIFIKAT KELAYAKAN PENGOLAHAN (SKP) PADA PEMBUATAN MINYAK IKAN TUNA (THUNNUS SP.) DI PT. XYZ, BANYUWANGI-JAWA TIMUR Perceka, Medal Lintas; Miranda, Gadis Elza; Utari, Siluh Putu Sri Dia
Jurnal Pendidikan Perikanan Kelautan (Journal of Fisheries and Maritime Studies) Vol 4, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jppk.v4i1.90863

Abstract

Industri tuna kalengan menghasilkan limbah yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk. Salah satu produk sampingan dari industri pengolahan tuna kalengan adalah minyak ikan. Minyak ikan dapat digunakan untuk pakan ternak, makanan, dan produk farmasi. PT XYZ memproduksi minyak ikan menggunakan bahan baku dari limbah air rebusan tuna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses pengolahan minyak ikan tuna dan mengevaluasi Sertifikat Kelayakan Pengolahan untuk memproduksi minyak tuna (Thunnus sp.) di PT XYZ, Banyuwangi-Jawa Timur. Data diolah secara deskriptif. Tahapan pembuatan minyak ikan tuna di PT XYZ meliputi penyimpanan air rebusan ikan tuna di tangki penampungan, dilanjutkan penyimpanan di tangki stok, tangki pemisah, dan akhirnya tangki minyak. Penilaian Sertifikat Kelayakan Pengolahan menunjukkan adanya 6 penyimpangan utama, 2 penyimpangan minor, dan 2 penyimpangan serius. Penilaian SKP pada produksi minyak ikan tuna di PT XYZ dikategorikan pada peringkat B (baik).
Penilaian Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) Pada Pembuatan Minyak Ikan Tuna (Thunnus sp.) di PT. XYZ, Banyuwangi-Jawa Timur Perceka, Medal Lintas; Miranda, Gadis Elza; Sri Dia Utari, Siluh Putu
Jurnal Pendidikan Perikanan Kelautan (Journal of Fisheries and Maritime Studies) Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jppk.v2i2.90828

Abstract

Industri tuna kalengan menghasilkan limbah yang dapat dimanfaatkan untuk berbagaiproduk. Salah satu produk sampingan dari industri pengolahan tuna kalengan adalah minyakikan. Minyak ikan dapat digunakan untuk pakan ternak, makanan, dan produk farmasi. PTXYZ memproduksi minyak ikan menggunakan bahan baku dari limbah air rebusan tuna.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses pengolahan minyak ikan tuna danmengevaluasi Sertifikat Kelayakan Pengolahan untuk memproduksi minyak tuna (Thunnussp.) di PT XYZ, Banyuwangi-Jawa Timur. Data diolah secara deskriptif. Tahapan pembuatanminyak ikan tuna di PT XYZ meliputi penyimpanan air rebusan ikan tuna di tangkipenampungan, dilanjutkan penyimpanan di tangki stok, tangki pemisah, dan akhirnya tangkiminyak. Penilaian Sertifikat Kelayakan Pengolahan menunjukkan adanya 6 penyimpanganutama, 2 penyimpangan minor, dan 2 penyimpangan serius. Penilaian SKP pada produksiminyak ikan tuna di PT XYZ dikategorikan pada peringkat B (baik).
Identifikasi Penerapan Rantai Dingin Pada Proses Pembekuan Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) Cooked Peeled Deveined Tail On (CPDTO) Di PT. X Situbondo-Jawa Timur Arobi, Nanda; Perceka, Medal Lintas; Utari, Siluh Putu Sri Dia
Jurnal Pendidikan Perikanan Kelautan (Journal of Fisheries and Maritime Studies) Vol 1, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jppk.v1i2.90814

Abstract

This research discusses the application of the cold chain in the freezing process of cooked deveined tail on (CPDTO) vanamei shrimp at PT. X, Situbondo - East Java, focuses on each process line's temperature regulation. Data collection methods include direct observation, interviews, and analysis of related documents. The resulting data is then processed through descriptive analysis. The research results show that the application of the cold chain in the process of freezing vanamei shrimp, which is carried out using the individual quick freeze (IQF) method to maintain the quality of the shrimp by paying attention to temperature, shows that the CPDTO shrimp freezing process is suitable by company standards. This research contributes to increasing food safety and consumer confidence in shrimp products produced by PT. X, Situbondo - East Java.