Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF COLD CHAIN SYSTEM IN PEELED DEVEINED TAIL-ON VANNAMEI SHRIMP (Litopenaeus vannamei) PRODUCTS Panjaitan, Fenny Crista Anastasia; Samanta, Pinky Natalia; Utari, Siluh Putu Sri Dia; Br. Sitepu, Gressty Sari
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 12 No. 2: April 2024
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2024.012.02.2

Abstract

Vannamei (Litopenaeus vannamei) Peeled Deveined Tail-On (PDTO) shrimp is frozen shrimp product consumers highly preferred. However, shrimp products are easily perishable that require a proper cold chain system to preserve their quality, shelf life, and nutritional value. This study investigated the cold chain implementation of PDTO shrimp processing in the fishery industry. The temperature of shrimp products, water, and rooms was monitored during processing. Results showed that the shrimp temperature measured in each process was below 5°C. However, abusive temperatures were detected in water used in the peeling and deveining step and soaking process, while water and shrimp temperatures altered each other. Moreover, room temperatures were recorded under 20°C, conforming to Ministry of Marine and Fisheries regulations. Air Blast Freezer and cold storage temperatures revealed that ABF and CS could not meet the company’s temperature standards. These findings may help shrimp companies monitor steps indicating to have temperature abuse attentively.
Mutu fisik, kimia, dan sensori ikan lemuru (Sardinella sp.) kaleng di PT X, Pengambengan, Bali: Physical, chemical and sensory quality of canned lemuru (Sardinella sp.) during the storage period at PT X, Pengambengan, Bali Utari, Siluh Putu Sri Dia; Khairunnisa, Anis; Agustin , Novita
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 6 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(6)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i6.52502

Abstract

Canning is a method used to prepare and preserve fish by sealing them in airtight containers and sterilizing them. Ensuring uniformity of quality is crucial and continuously supervised to uphold the high standards and food safety of canned fish products. The objective of this study was to assess the stability of chemical properties (pH and histamine), physical properties (viscosity), and sensory quality of canned lemuru fish (Sardinella sp.) in tomato sauce throughout a 12-day storage period. The study included samples of canned lemuru fish from the BTN brand, which is one of the items manufactured by PT X, Pengambengan. These samples were examined in triplicate over a period of 12 weeks to measure pH, histamine levels, viscosity, and sensory attributes such as appearance, texture, taste, scent, and color. Data analysis employed analysis of variance and Duncan's advanced test to determine if there were significant differences at the 5% significance level. The findings indicated that the 12-week observation period had a notable impact (p<0.05) on the acidity level of the tomato sauce medium and the histamine level of the BTN samples. However, the storage duration did not have a significant effect (p>0.05) on the viscosity of the tomato sauce or the sensory quality (appearance, texture, taste, aroma, and color) of the BTN samples. This indicates that the BTN brand-canned lemuru manufactured by PT X demonstrates consistency in terms of the viscosity and sensory attributes of its tomato sauce. However, it lacks consistency in terms of the acidity of the tomato sauce and the level of histamine.
Pemanfaatan insang ikan tuna (Thunnus sp.) dan lemuru (Sardinella lemuru) sebagai bahan baku pengolahan keripik: Utilization of tuna (Thunnus sp.) and Bali sardinella (Sardinella lemuru) fish gills as raw materials for chips processing Budiadnyani, I Gusti Ayu; Dewi, Resti Nurmala; Panjaitan, Fenny Crista Anastasia; Febrianti, Desy; Utari, Siluh Putu Sri Dia; Khairunnisa, Anis; Nugraha, I Made Aditya
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 6 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(6)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i6.63268

Abstract

Insang merupakan hasil samping perikanan bernilai rendah namun kandungan gizi tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, yaitu keripik. Mengingat insang berfungsi sebagai penyaring zat kimia (logam berat), maka aspek keamanan pangan menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan karakteristik insang ikan tuna dan lemuru dalam kondisi segar dan beku sebagai bahan baku keripik, berdasarkan kandungan proksimat, cemaran logam berat, mikrobiologi, dan tingkat penerimaan konsumen. Penelitian menggunakan empat perlakuan, yakni insang dari tuna segar, tuna beku, lemuru segar, dan lemuru beku (duplo). Analisis proksimat meliputi kadar abu, air, lemak dan protein. Analisis logam berat meliputi Hg, Pb dan Cd. Analisis mikrobiologi terdiri atas TPC, E. coli, Salmonella sp., dan V. cholerae. Tingkat penerimaan konsumen menggunakan uji hedonik dengan parameter ketampakan, aroma, rasa, tekstur, aftertaste dan keseluruhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa insang ikan memiliki kadar protein 14,15–17,62%, lemak 1,61–5,79%, air 65,36–69,19%, dan abu 10,81–14,93%. Pengolahan insang menjadi keripik menghasilkan kadar protein 8,04–9,52%, kadar lemak 19,33–26,75%, kadar air 4,12–4,67%, dan kadar abu 4,66–6,19%. Keripik insang lemuru segar mengandung lemak tertinggi (26,75%) dan keripik tuna beku memiliki protein tertinggi (9,52%). Kandungan logam berat pada insang berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan SNI 7387:2009, dengan kadar Hg 0,01 ppm, Pb 0,02–0,15 ppm, dan Cd 0,02–0,05 ppm. Kandungan mikrobiologi menunjukkan seluruh keripik insang aman dikonsumsi. Analisis hedonik oleh panelis terlatih menunjukkan keripik insang sangat disukai, dengan skor keseluruhan di atas 8,00 dan keripik insang tuna beku memperoleh skor rasa tertinggi (8,90).
Identifikasi Kandungan Formalin Pada Beberapa Ikan Segar Dan Olahannya Di Pengambengan, Jembrana, Bali Utari, Siluh Putu Sri Dia; Agustin, Ni Kadek Tiara Dwi
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 1 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v1i1.15357

Abstract

Formalin adalah zat kimia yang biasanya digunakan sebagai pengawet tetapi penggunaannya dalam makanan dilarang atau dibatasi di berbagai negara. Hal ini dikarenakan potensi dampak negatifnya terhadap kesehatan manusia. Formalin biasanya disalahgunakan oleh pedagang agar memperoleh keuntungan dan minim biaya kerugian dari ikan yang dijual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan formalin pada ikan segar dan olahannya di pengambengan. Kategori penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah sampel ikan dan olahannya. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data ini dilakukan secara deskriptif kualitatif menggunakan uji tes kit formalin. Perubahan warna kertas uji berwarna kuning menjadi warna ungu maka sampel tersebut positif mengandung mengandung formalin. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2023 di Kampus Politeknik KP Jembrana. Penelitian ini menggunakan 15 sampel yang berasal dari 3 pasar tradisional di wilayah Pengambengan. Hasil pengujian menunjukkan kandungan formalin dari 5 sampel ikan dan olahannya memperlihatkan terdapat sampel yang menggunakan formalin. Ikan teri yang diperoleh dari satu lokasi tersebut mengandung 10 ppm formalin. Sedangkan 15 sampel lainnya terindikasi negatif mengandung formalin.
Bimbingan Teknis Diversifikasi Olahan Udang di Smart Fisheries Village (SFV) Pengambengan Kabupaten Jembrana Bali Perceka, Medal Lintas; Khairunnisa, Anis; Budiadnyani, I Gusti Ayu; Utari, Siluh Putu Sri Dia; Astiana, Ika; Farida, Iftachul; Samanta, Pinky Natalia; Cesrany, Mahaldika; Dewi, Resti Nurmala; Panjaitan, Fenny Crista A; Nugraha, I Made Aditya
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 6 No. 1 (2025): February
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v6i1.13554

Abstract

This community service activity aimed to increase knowledge and understanding of the Processing and Marketing Group regarding the diversification of processed shrimp, packaging, and online product marketing. The method of implementing this service used technical guidance with 10 participants from Wijaya Fish Processing and Marketing Group. The evaluation instruments used were pre-test and post-test questions. Pre-test and post-test values were analysed using a t-test at 95% confidence intervals (α = 0,05). The results showed that there was an increase in knowledge and understanding of Wijaya Fish Processing and Marketing Group (P<0.05) regarding the diversification of vannamei shrimp processing, packaging, and online product marketing.
Kawasan Konservasi Mangrove sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat Desa Budeng Kabupaten Jembrana Bali Budiadnyani, I Gusti Ayu; Utari, Siluh Putu Sri Dia; Astiana, Ika; Farida, Iftachul; Samanta, Pinky Natalia; Perceka, Medal Lintas; Panjaitan, Fenny Crista Anastasia; Dewi, Resti Nurmala; Khairunnisa, Anis; Cesrany, Mahaldika; Febrianti, Desy
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.3.386-394

Abstract

Budeng Village, located in Jembrana Regency, is home to a significant mangrove conservation area featuring 32 species of mangroves with substantial potential for utilization. Conservation activities in this region are led by the Wana Merta Group, which aims to engage the local community of Budeng Village in these deeds. However, the residents have yet to show much interest due to the lack of perceived economic benefits from conservation activities. The purpose of the community service activities conducted in Budeng Village is to enhance the knowledge and skills of the community in transforming mangroves into economically valuable enterprises. These activities comprised three stages: technical guidance, training sessions, and questionnaire distribution. The activities were attended by 15 participants from the Wana Mertha Forest Farmer Group (KTH), which manages the mangrove conservation area in Budeng Village. The technical guidance included institutional strengthening materials for the group. The training sessions covered topics such as mangrove product diversification, processing Brugueira sp. into mangrove chips, processing Xylocarpus granatum into scrubs, processing shrimp and fish into siomay, as well as packaging and digital marketing to support the group's business endeavors. Throughout the technical guidance and training, participants actively engaged in discussions and followed the sessions diligently. The questionnaire results indicated a significant increase in participants' knowledge, from 40% to 73.76%, reflecting an improvement of 34.67% after the activities.
Pengaruh jenis kemasan dan posisi penyimpanan terhadap kualitas surimi ikan swanggi selama penyimpanan suhu chilling: The impact of packaging and storage position on the chilling temperature for surimi quality from purple-spotted bigeye fish (Priacanthus tayenus) Cesrany, Mahaldika; Farida, Iftachul; Khairunnisa, Anis; Astiana, Ika; Perceka, Medal Lintas; Panjaitan, Fenny Crista Anastasia; Febrianti, Desy; Budiadnyani, I Gusti Ayu; Utari, Siluh Putu Sri Dia; Dewi, Resti Nurmala; Samanta, Pinky Natalia; Bharata, Made Tisna Adhi; Pradnyani, Ni Made Anggun
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.45662

Abstract

Ikan swanggi (Priacanthus tayenus) merupakan salah satu jenis ikan yang berpotensi sebagai bahan baku surimi. Surimi adalah produk antara bernilai tinggi yang banyak digunakan dalam pembuatan fish cake. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh jenis kemasan dan posisi penyimpanan terhadap kualitas surimi ikan swanggi melalui pengujian sensori, kadar air, dan mikrobiologi. Surimi ikan swanggi dikemas menggunakan tiga jenis plastik yang berbeda, yaitu polietilen (PE), polipropilen (PP), dan nilon. Surimi disimpan selama 28 hari di dalam freezer dengan suhu penyimpanan sebesar 2-8°C, dan posisi penyimpanan yang berbeda. Parameter yang dianalisis meliputi penilaian sensori, kadar air, dan angka lempeng total. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Data sensori dan kadar air diolah menggunakan SPSS 26.0 dengan analisis sidik ragam, jika terdapat perbedaan yang signifikan, dilakukan uji Duncan dan Tukey pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surimi yang dikemas dengan plastik nilon memiliki atribut kenampakan uji gigit, dan uji lipat yang lebih baik dibandingkan surimi yang dikemas plastik PE dan PP. Rata-rata kadar air surimi yang dikemas dengan ketiga jenis plastik berkisar antara 70-78% selama penyimpanan 28 hari dengan posisi penyimpanan yang berbeda. Kadar air pada surimi yang dikemas menggunakan ketiga jenis kemasan mengalami peningkatan seiring lamanya waktu penyimpanan. Angka lempeng total surimi menunjukkan nilai yang melebihi standar SNI 2694:2013. Semakin lama penyimpanan, maka semakin bertambah pula jumlah mikroba pada surimi.
Optimasi pembuatan garam Ulva lactuca menggunakan response surface methodology: Optimization production process of Ulva lactuca salt using response surface methodology Listyaningrum, Niken Prawesti; Khairunnisa, Anis; Cesrany, Mahaldika; Farida, Iftachul; Astiana, Ika; Utari, Siluh Putu Sri Dia; Niken Prawesti; Lailatussifa, RR Radipta; Kurniawati, Made Devi; Kusuma, Ni Kadek Sita Anyaniti; Murtiningsih, Ni Made Ayu Meylia
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 2 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i2.62123

Abstract

Rumput laut Ulva lactuca merupakan bahan baku potensial dalam pengembangan garam fungsional. Kendala yang dihadapi ialah rendemen yang masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kondisi proses optimum pada produksi garam U. lactuca berdasarkan persentase rendemen tertinggi, mutu kimia, dan sensori menggunakan metode Response Surface Methodology dengan desain Box-Behnken (BBD). Metode pembuatan garam rumput laut menggunakan tiga variabel dengan tiga tingkatan, yakni rasio penambahan tepung U. lactuca dan pelarut akuades (A = 1:5, 1:10, 1:15), waktu ekstraksi (B = 10, 15, dan 30 menit), dan suhu ekstraksi (C = 40, 55, dan 70oC). Kombinasi ketiga faktor tersebut menghasilkan 15 percobaan. Model persamaan diuji dengan analisis varian (ANOVA) dengan α = 0.05. Garam U. lactuca hasil optimasi diuji mutu kimia, cemaran logam berat, dan karakteristik sensori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan optimum dalam menghasilkan rendemen garam rumput laut tertinggi, yakni rasio tepung dan pelarut sebesar 1:13,5, waktu ekstraksi selama 12 menit, dan suhu ekstraksi 70oC. Perlakuan tersebut menghasilkan respons rendemen sebesar 31,81±1,63%, yang memiliki perbedaan 0,82% dibandingkan respons prediksi 31,55%. Garam U. lactuca yang dihasilkan memiliki kadar abu 59,970%, protein 3,586%, lemak 0,25%, karbohidrat 15,46%, dan air 10,49%, kadar NaCl 27,31%, yodium <0,35%, kadmium 0,07 mg/kg, merkuri <0,002 mg/kg, dan timbal 3,6 mg/kg. Nilai respons sensori garam U. lactuca untuk atribut warna butiran, warna larutan, rasa, aroma, mouthfeel, flavor, aftertaste, dan overall berkisar pada rentang 4,2±1,69 (agak tidak suka) hingga 4,8±1,21 (netral).
PENILAIAN SERTIFIKAT KELAYAKAN PENGOLAHAN (SKP) PADA PEMBUATAN MINYAK IKAN TUNA (THUNNUS SP.) DI PT. XYZ, BANYUWANGI-JAWA TIMUR Perceka, Medal Lintas; Miranda, Gadis Elza; Utari, Siluh Putu Sri Dia
Jurnal Pendidikan Perikanan Kelautan (Journal of Fisheries and Maritime Studies) Vol 4, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jppk.v4i1.90863

Abstract

Industri tuna kalengan menghasilkan limbah yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk. Salah satu produk sampingan dari industri pengolahan tuna kalengan adalah minyak ikan. Minyak ikan dapat digunakan untuk pakan ternak, makanan, dan produk farmasi. PT XYZ memproduksi minyak ikan menggunakan bahan baku dari limbah air rebusan tuna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses pengolahan minyak ikan tuna dan mengevaluasi Sertifikat Kelayakan Pengolahan untuk memproduksi minyak tuna (Thunnus sp.) di PT XYZ, Banyuwangi-Jawa Timur. Data diolah secara deskriptif. Tahapan pembuatan minyak ikan tuna di PT XYZ meliputi penyimpanan air rebusan ikan tuna di tangki penampungan, dilanjutkan penyimpanan di tangki stok, tangki pemisah, dan akhirnya tangki minyak. Penilaian Sertifikat Kelayakan Pengolahan menunjukkan adanya 6 penyimpangan utama, 2 penyimpangan minor, dan 2 penyimpangan serius. Penilaian SKP pada produksi minyak ikan tuna di PT XYZ dikategorikan pada peringkat B (baik).
Identifikasi Penerapan Rantai Dingin Pada Proses Pembekuan Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) Cooked Peeled Deveined Tail On (CPDTO) Di PT. X Situbondo-Jawa Timur Arobi, Nanda; Perceka, Medal Lintas; Utari, Siluh Putu Sri Dia
Jurnal Pendidikan Perikanan Kelautan (Journal of Fisheries and Maritime Studies) Vol 1, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jppk.v1i2.90814

Abstract

This research discusses the application of the cold chain in the freezing process of cooked deveined tail on (CPDTO) vanamei shrimp at PT. X, Situbondo - East Java, focuses on each process line's temperature regulation. Data collection methods include direct observation, interviews, and analysis of related documents. The resulting data is then processed through descriptive analysis. The research results show that the application of the cold chain in the process of freezing vanamei shrimp, which is carried out using the individual quick freeze (IQF) method to maintain the quality of the shrimp by paying attention to temperature, shows that the CPDTO shrimp freezing process is suitable by company standards. This research contributes to increasing food safety and consumer confidence in shrimp products produced by PT. X, Situbondo - East Java.