Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pencegahan Stunting pada Balita di Desa Waturalele Wilayah Kerja Puskesmas Induk Dolo Kabupaten Sigi: Factors Related to Preventing Stunting in Children in the Waturalele Village, the Region Dolo Head Puskesmas Work at Sigi Regency Irmawati; Munir Salham; Muhammad Jufri
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v5i8.2703

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pencegahan stunting pada balita di Desa Waturalele Wilayah Kerja Puskesmas Induk Dolo. Penelitian ini adalah jenis penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Study dimana data yang menyangkut data variabel independen dan variabel dependen akan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 39 orang semua ibu yang mempunyai balita berkunjung ke posyandu Desa Waturalele Wilayah Kerja Puskesmas Induk Dolo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga faktor independen mempunyai hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan nilai p = 0.022 (p < 0.05), pola asuh dengan nilai p = 0.001 (p < 0.05), dan imunisasi dasar lengkap dengan nilai p = 0.001 (p < 0.05) terhadap pencegahan stunting di Desa Waturalele Wilayah Kerja Puskesmas Induk Dolo Kabupaten Sigi. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu dari ketiga faktor independen yang diteliti (pengetahuan, pola asuh, dan imunisasi dasar lengkap) didapatkan memiliki hubungan dengan variabel dependen (pencegahan stunting), saran bagi pihak Puskesmas Induk Dolo, agar selalu meningkatkan sosialisasi tentang stunting atau melakukan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan agar ibu yang mempunyai balita dapat mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan lain-lain yang mendorong dirinya untuk aktif mencegah terjadinya stunting pada balitanya.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Matako Kecamatan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una-Una : Relationship of Mother's Knowledge and Attitude with Antenatal Care Visits at the Matako Health Center, West Tojo District, Tojo Una-Una Regency Irmawati; Munir Salham; Sriwahyudin Moonti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 5: MEI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i5.3584

Abstract

Pemeriksaan kehamilan (antenatal care) adalah asuhan yang diberikan kepada ibu hamil secara berkala untuk menjaga kesehatan ibu dan janinnya. Salah satu pemanfaatan pelayanan antenatal oleh seorang ibu hamil dapat dilihat dari cakupan antenatal yang kurang dari standar minimal. Laporan PWS-KIA Puskesmas Mataka Kecamatan Tojo Barat Kabupaten Tojo Unauna, deteksi resiko tinggi oleh tenaga kesehatan pada tahun 2020. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan kunjungan antenatal care di Puskesmas Matako Kecamatan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una- una. Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini menggunakan total populasi dengan jumlah 35 orang ibu hamil. Analisis yang digunakan analisis univari- at dan bivariat. Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu dengan kunjungan ante- natal care di Puskesmas Matako Kecamatan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una-Una dengan nilai p 0,000 <0,05. Ada hubungan pengetahuan sikap ibu dengan kunjungan antenatal care di Puskesmas Matako Kecamatan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una-Una dengan nilai p 0,022<0,05. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan kunjungan antenatal care di Puskesmas Matako Keca- matan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una-Una. Diharapkan dapat meningkatkan promosi kesehatan mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan melalui kunjungan antenatal terpadu di puskesmas.
Perbedaan Pengetahuan Sikap Sebelum dan Sesudah Edukasi Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Remaja di Sekolah MTs Negeri 4 Kota Palu: Differences in knowledge and attitudes before and after health education on reproductive health among adolescents at State Islamic Junior High School 4 (MTs Negeri 4) in Palu City Munawir; Munir Salham; Ahmad Yani; Siti Aisyah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10500

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman dan sikap positif remaja terhadap kesehatan reproduksi. Edukasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja krusial mencegah masalah kesehatan akibat kurangnya informasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Perbedaan edukasi kesehatan dengan pengetahuan dan perubahan sikap remaja mengenai kesehatan reproduksi di MTs Negeri 4 Kota Palu. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain one-group pretest-posttest. Sampel adalah remaja di MTs Negeri 4 Kota Palu yang diambil secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan oleh media video edukasi. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada perubahan signifikan pada pengetahuan remaja setelah penyuluhan video edukasi (p=0.662>0.05). Ini mengindikasikan intervensi belum efektif meningkatkan pengetahuan. Namun, terdapat perubahan signifikan pada sikap remaja (p=0.011<0.05), menunjukkan penyuluhan media video edukasi berhasil membentuk sikap lebih positif dan bertanggung jawab. Kesimpulan dari penelitian ini adalah meskipun penyuluhan media video edukasi belum signifikan meningkatkan pengetahuan, intervensi ini berhasil membentuk sikap positif terhadap kesehatan reproduksi. Rekomendasi diberikan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan strategi edukasi kesehatan, mungkin dengan kombinasi metode atau intensitas lebih tinggi, guna mencapai peningkatan pengetahuan komprehensif di samping perubahan sikap positif.