Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Abdimas Dewantara

Menuju desa wisata ramah lingkungan dan tanggap bencana melalui pemberdayaan masyarakat Kepulauan Mentawai Lolom Evalita Hutabarat; Efendy Tambunan; Pinondang Simanjuntak
ABDIMAS DEWANTARA Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v6i1.14343

Abstract

Salah satu dari lokasi potensial pariwisata berada di Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang termasuk wilayah provinsi Sumatera Barat dengan ibukota Tuapejat yang berada di Kecamatan Sipora Utara dan berjarak 153-kilometer dari Padang. Hal ini menjadi penyebab industri pariwisata di Mentawai masih jauh tertinggal akibat buruknya infrastruktur jalan dan jembatan serta pengelolaan lingkungan yang masih kurang tertata dengan baik termasuk kesiapan menghadapi bencana. Langkah strategis adalah dengan mengacu kepada pembangunan berwawasan lingkungan, kelestarian lingkungan dapat tetap terjaga disertai dengan meningkatkan ketahanan terhadap bencana. Tim PkM Prodi Teknik Sipil UKI berkolaborasi dengan pemerintah setempat dalam mendukung hal ini berupa bimbingan teknis dan pendampingan kepada Masyarakat dan Perngkat desa setempat di Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk mempersiapkan desa wisata ramah lingkungan dan tanggap bencana. Tim Prodi Teknik sipil UKI menyediakan materi bimbingan teknis yang terkait dengan lingkungan berkelanjutan sesuai konsep desa wisata ramah lingkungan dan tanggap bencana melalui pemberdayaan masyarakat secara swadaya dan swadana.     Abstract: One of the possible tourism destinations is the Mentawai Islands Regency, located in the province of West Sumatra and has the capital city of Tuapejat in the Sipora Utara District, 153 kilometers from Padang. This is why the tourism business in Mentawai currently needs to catch up due to poor road and bridge infrastructure and poorly structured environmental management, particularly disaster preparedness. The strategic step is to refer to environmentally sound development to ensure ecological sustainability while strengthening resilience to calamities. The PkM UKI Civil Engineering Study Program team worked with the local government to prepare eco-friendly and disaster-responsive tourism villages in the Mentawai Islands Regency by providing technical guidance and assistance to local residents and village officials. Through self-help and self-funding community empowerment, the UKI Civil Engineering Study Program team delivers technical guidance material connected to a sustainable environment based on the notion of an eco-friendly and disaster-responsive tourism town.
Assesmen kerusakan rumah tinggal Pasca Gempa Cianjur November 2022 mengacu kepada Standar PUPERA Lolom Evalita Hutabarat; Pinondang Simanjuntak; Efendy Tambunan; Candra Christianti
ABDIMAS DEWANTARA Vol 6 No 2 (2023): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v6i2.14777

Abstract

Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang dahsyat yang sangat mengganggu aktivitas manusia. Secara geografis, Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra. Seperti diketahui bersama bahwa Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik semuanya melewati Indonesia. Potensi pergeseran kerak bumi inilah yang memicu terjadinya gempa saat terjadinya patahan atau patahan bergerak. Akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat pada Senin 21 November 2022 jam 13.21 WIB telah mengakibatkan 268 korban jiwa dan lebih dari 2000 bangunan rusak parah bahkan hancur sama sekali berdasarkan data BMKG. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kerjasama dengan beberapa instansi terkait untuk melakukan assessment kerusakan bangunan di daerah yang terdampak bencana gempa bumi. Lokasi yang di asses adalah desa Cikancana kampung Babakan Bandung Kabupaten Cianjur. Masalah utama adalah bahwa bangunan rumah dan bangunan fasilitas umum di lokasi ini belum memenuhi standar bangunan tahan gempa menurut peraturan terbaru SNI 1726:2019 khususnya pada sambungan sambungan.   Assessment of residential house damage after Cianjur Earthquake November 2022 Based on PUPERA Standard   Abstract: Earthquake is one of the most catastrophic natural catastrophes, significantly impacting human activity. Indonesia is situated physically between two continents and two oceans. As we all know, the Indo-Australian, Eurasian, and Pacific Plates travel through Indonesia. Earthquakes are caused by potential movement in the earth's crust caused by faults or fault movement. The earthquake that rocked Cianjur Regency in West Java Province on Monday, November 21, 2022, at 13.21 WIB killed 268 people and damaged or destroyed about 2,000 buildings, according to BMKG data. This community service activity is a collaboration with numerous associated entities to survey building damage in earthquake-affected communities. Cikancana Village, Babakan Village, Bandung, and Cianjur Regency were the locations evaluated. The fundamental issue is that this site's dwellings and public facility buildings must fulfill earthquake-resistant building standards based on the most recent SNI 1726: 2019 regulations, particularly for joints.