Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Abdurrauf Science and Society

Peningkatan Sikap Nasionalisme Melalui Mata Pelajaran Sejarah di Kelas X DKV SMK Cokroaminoto Kotamobagu Kodarasi, Febri; Umbase, Ruth Sriana; Pangkey, Itje
Abdurrauf Science and Society Vol. 1 No. 4 (2025): Abdurrauf Science and Society
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/asoc.v1i4.324

Abstract

This study aims to determine and analyze the increase in nationalism attitudes through history subjects in class X students of SMK Cokroaminoto Kotamobagu. The main focus of the study includes understanding students' nationalism attitudes, the role of history teachers, obstacles faced, and efforts made to instill nationalism. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The subjects of the study were class X students and history teachers at SMK Cokroaminoto Kotamobagu. The results of the study indicate that students' nationalism attitudes still need to be improved, as seen from the low participation in activities that reflect love for the country. The role of teachers is very important in instilling nationalist values ??through history teaching methods that touch on students' emotional and intellectual aspects. The main obstacles in fostering nationalism come from the influence of globalization, foreign cultures, and lack of student discipline. Efforts made include increasing history learning activities that contain national values, strengthening the role of teachers as motivators, and involving students in activities that foster a spirit of nationalism. This study suggests that collaboration between schools and parents be strengthened in shaping students' nationalist character. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peningkatan sikap nasionalisme melalui mata pelajaran sejarah pada siswa kelas X SMK Cokroaminoto Kotamobagu. Fokus utama penelitian mencakup pemahaman tentang sikap nasionalisme siswa, peran guru sejarah, kendala yang dihadapi, serta upaya yang dilakukan untuk menanamkan nasionalisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X dan guru sejarah di SMK Cokroaminoto Kotamobagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap nasionalisme siswa masih perlu ditingkatkan, terlihat dari rendahnya partisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang mencerminkan cinta tanah air. Peran guru sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme melalui metode pengajaran sejarah yang menyentuh aspek emosional dan intelektual siswa. Kendala utama dalam menumbuhkan nasionalisme berasal dari pengaruh globalisasi, budaya asing, dan kurangnya kedisiplinan siswa. Upaya yang dilakukan antara lain adalah peningkatan kegiatan pembelajaran sejarah yang bermuatan nilai kebangsaan, penguatan peran guru sebagai motivator, serta melibatkan siswa dalam kegiatan yang menumbuhkan semangat nasionalisme. Penelitian ini menyarankan agar kolaborasi antara sekolah dan orang tua diperkuat dalam membentuk karakter nasionalis siswa. Kata kunci: Peningkatan,  Sikap Nasionalisme, Mata Pelajaran Sejarah
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung Domensili, Christina; Pangkey , Itje; Terry , Hetreda; Tuerah, Paulus Robert
Abdurrauf Science and Society Vol. 1 No. 4 (2025): Abdurrauf Science and Society
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/asoc.v1i4.326

Abstract

The purpose of this study was to analyze the perceptions of teachers in the implementation of the independent learning curriculum at SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung and the factors that hinder the implementation of the independent learning curriculum at SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung. The research method used in this study is qualitative research with data collection techniques through observation, documentation, and interviews. The data sources are the principal and teachers at SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung. The results of the study indicate that the perceptions of teachers in the implementation of the independent learning curriculum at SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung obtained positive conclusions because the teachers at SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung were able to implement the independent learning curriculum and were able to adapt to the independent learning curriculum. In addition, the perceptions of teachers at SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung have several indicators in the implementation of the independent learning curriculum, including: teacher perceptions of learning planning, learning implementation, assessment techniques in the independent learning curriculum and factors that hinder the implementation of the independent learning curriculum are the quality of human resources that are less than optimal, lack of teacher readiness in implementing the independent learning curriculum and the lack of training that can be followed by teachers Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang persepsi guru dalam implementasi kurikulum merdeka belajar di SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung dan faktor-faktor yang menghambat implementasi kurikulum merdeka belajar di SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Sumber data adalah kepala sekolah dan guru di SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi guru dalam implementasi kurikulum merdeka belajar di SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung didapatkan kesimpulan yang positif karena guru yang ada di SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung mampu menerapkan kurikulum merdeka belajar dan mampu menyesuaikan diri dengan kurikulum merdeka belajar. Selain itu juga persepsi guru di SMP Katolik Santu Petrus Tumaluntung memiliki beberapa indikator dalam implementasi kurikulum merdeka belajar antara lain: persepsi guru terhadap perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, teknik penilaian pada kurikulum merdeka belajar dan faktor–faktor yang menghambat dalam implementasi kurikulum merdeka belajar adalah mutu sumber daya manusia yang kurang maksimal, kurangnya kesiapan guru dalam implemetasi kurikulum merdeka belajar dan masih kurangnya pelatihan yang dapat diikuti oleh guru. Kata Kunci: Implementasi, Kurikulum Merdeka Belajar, Persepsi Guru
Pergeseran Nilai-Nilai Budaya dalam Kehidupan Masyarakat Desa Kauditan 1 Kabupaten Minahasa Utara: Kajian Tentang Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Mapalus Katuuk, Dessy Trully Caterine; Kerebungu, Ferdinand; Pangkey, Itje; Tuerah, Paulus R.
Abdurrauf Science and Society Vol. 1 No. 4 (2025): Abdurrauf Science and Society
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/asoc.v1i4.327

Abstract

This research examines the shift of Mapalus cultural values in the life of the people of Kauditan 1 Village, North Minahasa Regency. The focus of the research includes identification of Mapalus values, analysis of its shift, and efforts to preserve it. Qualitative research method with the determination of research subjects by purposive method. Data collection techniques are observation, interviews, documentation using qualitative analysis according to Milles and Hubberman. The research results are as follows: 1) The types of Mapalus activities that exist in the life of the Kauditan 1 Village community, namely: Mapalus activities in farming, Mapalus activities in social life: helping when there is a natural disaster, death, or accident, Mapalus activities in building houses, repairing roofs, digging wells, Mapalus activities in terms of parties, such as weddings, circumcisions, and Mapalus activities to make irrigation, bridges, and build or repair roads. 2) Mapalus culture that is considered important in the life of the community, namely: Mapalus farming, Mapalus culture in social activities such as death, marriage, and repairing public facilities or what is known as social service. 3) Shifts or changes in cultural values in Mapalus activities, namely Changes in Mapalus work replaced with money (paying services and wages), The existence of organic solidarity, which considers hiring labour more practical, The fading of the value of togetherness in society, and Changes in social behaviour, and 4) Efforts to preserve cultural values in Mapalus or mapalus activities in community life, namely: as follows: a) Providing learning mapalus values to the general public, b) Socialisation process to the community about the values of togetherness, c) Strengthening existing Mapalus or mapalus activities, and d) Reviving Mapalus or mapalus activities. Abstrak: Penelitian ini mengkaji pergeseran nilai-nilai budaya mapalus dalam kehidupan masyarakat Desa Kauditan 1 Kabupaten Minahasa Utara. Fokus penelitian meliputi identifikasi nilai-nilai Mapalus, analisis pergeserannya, dan upaya pelestariannya. Metode penelitian kualitatif dengan penentuan subyek penelitian dengan cara pusposive. Teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dokumentasi menggunakan analisis kualitatif menurut Milles dan Hubberman. Hasil penelitian sebagai berikut: 1) Jenis-jenis kegiatan mapalus yang ada dalam kehidupan masyarakat desa kauditan 1, yakni: kegiatan mapalus dalam bercocok tanam, kegiatan mapalus dalam kehidupan sosial: membantu saat ada bencana alam, kematian, atau kecelakaan, kegiatan mapalus dalam membangun rumah, memperbaiki atap, menggali sumur, kegiatan mapalus dalam hal pesta, seperti pernikahan, khitanan, dan kegiatan mapalus membuat irigasi, jembatan, dan membangun ataupun memperbaiki jalan. 2) Budaya mapalus yang dianggap penting dalam kehidupan masyarakat yakni: mapalus bercocok tanam, budaya mapalus dalam kegiatan sosial seperti kematian, pernikahan, dan memperbaiki fasilitas umum atau yang dikenal dengan kerja bakti sosial. 3) Pergeseran atau perubahan nilai-nilai budaya dalam kegiatan mapalus yakni terjadi perubahan kerja mapalus diganti dengan uang (membayar jasa dan upah), adanya solidaritas organik, yang menganggap sewa buruh lebih praktis, lunturnya nilai kebersamaan dalam masyarakat, dan perubahan perilaku sosial, dan 4) Usaha melestarikan nilai- nilai budaya dalam kegiatan mapalus atau mapalus dalam kehidupan bermasyarakat yakni: a) Pemberian pembelajaran nilai-nilai mapalus pada masyarakat umum, b) Proses sosialisasi kepada masyarakat tentang nilai-nilai kebersamaan, c) Penguatan kegiatan mapalus atau mapalus yang ada, dan d) menghidupkan kegiatan mapalus atau mapalus. Kata kunci: Pergeseran nilai, Nilai budaya, Mapalus