Articles
UPAYA UNTUK MENCAPAI KEBERHASILAN BERWIRAUSAHA DI KOPERASI
Ria Herdhiana
EDUCARE Vol. 2 No. 2, Agustus 2004
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1111.917 KB)
Koperasi memiliki peluang yang besar untuk menjadi sebuah institusi yang dapat diandalkan didalam membangun serta mengembangkan faktor ekonomi dan sosial masyarakat. Peluang tersebut dapat terwujud jika dalam pengelolaan koperasi ditunjang dengan kepemilikan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan yang menunjang dalam upaya menuju keberhasilan koperasi. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh pengelola koperasi baik itu pengurus ataupun manajer yaitu tentang kemampuan menjadi seorang wirausaha koperasi yang handal yaitu dengan memiliki sifat–sifat wirausaha yang disikapi dengan baik dan benar. Kondisi tersebut akan membawa khususnya anggota koperasi dan umumnya seluruh rakyat Indonesia kepuncak keberhasilan.
PARTISIPASI ANGGOTA SEBAGAI UPAYA PENCAPAIAN KEMANDIRIAN KOPERASI
Ria Herdhiana
EDUCARE Vol. 4 No. 1, Agustus 2006
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1713.709 KB)
Meningkatkan partisipasi anggota adalah suatu upaya yang baik dalam menuju koperasi mandiri, karena dengan adanya partisipasi anggota dalam posisi sebagai pemilik ataupun sebagai pemakai jasa secara optimal, maka kemandirian koperasi akan tercapai. Tentu saja hal itu tidak mudah karena memerlukan waktu yang cukup panjang untuk mencapainya. Meningkatkan kualitas partisipasi anggota dengan cara mengubah sikap anggota koperasi untuk yakin dan percaya bahwa sebagai individu mereka mempunyai kemampuan untuk memperbaiki dirinya melalui kerja sama dan kesetiakawanan dalam wadah koperasi. Merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan oleh manajemen untuk mencapai koperasi mandiri yaitu dengan membuat program operasional koperasi yang senantiasa memenuhi keinginan dan kebutuhan anggota sehingga anggota akan melakukan partisipasi total untuk koperasinya.
ASPEK HUKUM PEMERIKSAAN KOPERASI
Ria Herdhiana
EDUCARE Vol. 4 No.2, Februari 2007
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1265.83 KB)
Koperasi dapat meminta jasa audit kepada akuntan publik yang dilakukan dalam rangka peningkatan efisiensi, pengelolaan yang bersifat terbuka, dan melindungi pihak yang berkepentingan dengan cara pemeriksaan (audit) terhadap laporan keuangan dan laporan lainnya sesuai dengan keperluan koperasi. Pemeriksaan Koperasi ini dilaksanakan dalam rangka Good Corporate Governance yang bertujuan untuk menciptakan nilai tambah bagi semua pihak yang berkepentingan. Oleh karena itu, perangkat koperasi khususnya pengurus dan pengawas haruslah yang benar-benar memahami tentang akuntansi koperasi yang sesuai standar yang berlaku umum, begitupun dengan anggota koperasi sebagai penerima pertanggungjawaban manajemen koperasi. Sedangkan untuk audit internal yang terdapat dalam suatu organisasi koperasi harus benar-benar memahami Standar Auditing yang berlaku umum dan haruslah berjiwa independen.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Tai (Team Assisted Individualization) Terhadap Aktivitas Belajar Siswa
Sinta Aprilianti;
Rita Zahara;
Ria Herdhiana
EDUCARE Vol. 10 No. 2, Desember 2012
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.775 KB)
The method used in the research is the method of the experimental method. The nature of the research used in this study is quantitative research. The sample in this study was students of class XI IPS 3 into the experimental class and XI IPS 4 became the control class. This experimental study measures attitudes, so using data collection techniques done with non-tests, namely through observation or observation, obtained the interpretation of the observations of student learning activities in the experimental class is 75% with a good category compared to the control class. These results directly prove that in the experimental class with the application of the TAI Cooperative Learning Model there is an increase compared to the experimental class. In accordance with the. the results of the processing of the difference test are obtained t count table 11.208> t table (40; 0.05) is 1.684, then H1 is accepted and H0 is rejected.
Implementasi Metode Pembelajaran Drill dengan Teknik Inquiry untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa
Ariesma Andriyanti;
Ria Herdhiana;
Cucu Lisnawati
EDUCARE Vol. 11 No. 2, Desember 2013
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (236.598 KB)
This research is motivated by the low activity and learning outcomes of students in accounting subjects. In accounting subjects students are expected to carry out learning activities so that they can influence student learning outcomes. In addition to understanding accounting is a subject that requires special expertise that must be practiced. The material chosen is journal material, because the journal is the basis for making the next financial report. A teacher must be able to create learning that can facilitate the creation of student learning activities. In this study used Drill Learning Method with Inquiry Technique. The method used is the experimental method, while the nature of the research used in this research is quantitative research. The results showed that the use of the method in the learning activities is important, therefore teachers should be able to choose, design and implement learning method in accordance with the characteristics of the subjects, the students 'characteristics, the characteristics of the learning objectives so as to create an atmosphere of learning that can facilitate the students' learning activities and can help improve student learning outcomes.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Nurdiani Priarana;
Ria Herdhiana;
Popon Mariam
EDUCARE Vol. 12 No. 2, Desember 2014
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.192 KB)
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan siswa dalam ranah kemampuan berpikir kritis seperti kemampuan memberikan arugmentasi, silogisme dan penalaran yang propesional.Mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada siswa mengharuskan guru untuk mencari model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis salah satunya adalah mengunakan model pembelajaran inquiry. Metode penelitian adalah metode quasi eksperimental design. Populasi dari penelitian seluruh siswa kelas XI SMK Bina warga. Pemilihan sampel dilakukan dengan purposive sampel dimana kelas XI AK1 dijadikan kelas eksperimen yang diberikan perlakuan sedangkan kelas XI AK 2 dijadikan kelas kontrol. Analisis data menggunakan Uji-t dan indeks gain. Kesimpulan menunjukan bahwa terdapat pengaruh kemampuan berfikir kritis siswa setelah diberikan model pembelajaran Inquiry.
Efektivitas Metode Pemberian Tugas Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Dalam Belajar
Hana Ika Nurmayani;
Ria Herdhiana;
Ilyas
EDUCARE Vol. 12 No. 2, Desember 2014
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (151.035 KB)
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektifivitas metode pemberian tugas, sehingga diketahui apakah dapat meningkatkan kemampuan disiplin belajar siswa atau tidak. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Quasi Eksperimen Tipe Nonequvalent Control Group Design. Dalam penelitian ini siswa dibagi kedalam dua kelas, yaitu kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan menggunakan metode pemberian tugas dan kelas kontrol menggunakan metode ceramah. Penelitian ini dilakukan dikelas XII IPS 1 dan kelas XII IPS 4 di SMA Negeri 1 Banjaran dengan jumlah sampel 36 orang dari masing-masing kelas. Hasil penelitian ini menunjukan peningkatan kemampuan menganalisis siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan metode pemberian tugas memiliki nilai awal rata-rata kelas sebelum diberikan perlakuan adalah 114,58 dari jumlah siswa 36 orang pada kelas eksperimen. Namun, setelah diberikan perlakuan dengan metode pemberian tugas nilai akhir disiplin belajar siswa meningkat menjadi 126,30 dari total siswa yang berjumlah 36 orang. Sedangkan pada kelas kontrol dengan jumlah siswa yang sama ketika dilakukan nilai awal rata-rata kelas 112,36 dari total 36 siswa. Setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan metode ceramah, nilai rata-rata kelas dan nilai akhir adalah 118, 97. Kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki kenaikan dari hasil awal ke akhir. Namun peningkatan kelas kontrol tidak sebaik kelas eksperimen.
Pendampingan pada Guru Kewirausahaan dengan Business Plan di SMK Bina Warga Bandung
Rita Zahara;
Ria Herdhiana;
Bella Anantha Sritumini
EDUCARE Vol. 16 No. 2, Desember 2018
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (387.872 KB)
Membuka lapangan pekerjaan adalah sebuah tantangan bagi setiap individu, khususnya siswa SMK, mereka harus memiliki jiwa wirausaha dan berfikir kritis dan kreatif untuk menciptakan peluang usaha, mereka harus belajar tidak bergantung pada orang lain ataupun pemerintah. Dengan ilmu dan kreatifitas yang dimiliki pada saat sekolah terutama mendapatkan ilmu tentang kewirausahaan yang merupakan bagian dari pembelajaran diharapkan setiap siswa SMK memiliki kemampuan berwirausaha agar bisa membuka lapangan kerja sendiri. Sebagai langkah awal dalam memulai usaha diharuskan mampu membuat rencana usaha yang dituangkan dalam Business Plan adalah suatu rencana tertulis yang memuat rencana miniature bisnis dan tujuan bisnis, cara kerja dan rincian keuangan/ permodalan serta susunan para pemilik Modal, dan manajemn yang dipilih untuk mencapai tujuan Usaha. Kegiatan yang telah dilakukan meliputi (1) persiapan sumber daya yang diperlukan dalam PKM Pendampingan guru kewirausahaan dengan Business Plan di SMK Bina Warga Bandung. (2) melaksanakan program dengan model diskusi materi kewirausahaan antara tim Dosen PKM dari UNLA dengan Guru-Guru Kewirausahaan SMK Bina (3). Setelah materi kewirausahaan dan prsentasi hasil praktik dan refleksi; (3) Diskusi materi Business Plan dengan berpedoman pada materi ajar kewirausahaan yg telah disepakati bersama, (4). Penetapan buku Business Plan hasil kesepakatan (5) pelaporan kegiatan.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Group Investigation Berbantuan Media Video Powtoon Terhadap Minat dan Hasil Belajar Peserta Didik
Elisa Dianawati;
Ria Herdhiana;
Cucu Lisnawati
EDUCARE Vol. 16 No. 2, Desember 2018
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (674.139 KB)
This study aims to (1) knowing the differences in the interest of students in the experimental class using the investigation group learning model assisted by powtoon video media with the control class using the CPTT method (2) knowing the differences in learning outcomes of students in the experimentalclassusingthe investigation group learning model assisted by powtoon video media with the control class using the CPTT method (3) knowing the positive relationship between interest with the learning outcomes in the experimental class using the group investigation learning model assisted by powtoon video media.This type of research is an experimental study with noequivalent pretest posstest controlgroupdesign.The study population was X AP class 3 Bandung Vocational High School with a sample of class X AP 4 andXAP5. The instruments used in the study were interest questionnaires and learning outcome tests. Theresults showed that there were differences between students 'interests and learning outcomes after thetreatment,the learning outcomes of students in the experimentalclass using different group investigation models with the control class using the CPTT method, and there wasa positive relationship between interest in students' learning outcomes.
Pengaruh Implementasi Model Pembelajaran SAVI Terhadap Kreativitas Peserta Didik Dalam Tari Kaulinan Barudak di Sekolah Dasar
Kamilia;
Ria Herdhiana;
Ludi Hermawan
EDUCARE Vol. 17 No. 1, Juni 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (172.997 KB)
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kreativitas Perserta didik dalam tari kaulinan barudak dikelas eksperimen yang mengimplementasikan model pembelajaran SAVI (Somatic, Audiotory, Visual, Intellectualy) dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya kreativitas belajar perserta didik dalam pembelajaran seni tari, terutama dari dalam diri Perserta didik masih kurangnya pengetahuan tentang pembelajaran seni tari. Populasi dalam penenlitian ini yaitu Perserta didik SDN 128 Haurpancuh kelas III B 26 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas III C 26 orang sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi terdapat lembar observasi guru yaitu lembar observasi yang menerapkan model pembelajaran SAVI dan lembar observasi perserta didik yaitu lembar observasi penilaian kreativitas perserta didik yang telah di judgement expert kepada dosen yang ahli dalam bidangnya. Hasil penenlitian dapat diperoleh rata – rata post test pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan rumus Independent sample t-test dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kreativitas perserta didik dalam tari kaulinan barudak dikelas eksperimen yang mengimplementasikan model pembelajaran SAVI (Somatic, Audiotory, Visual, Intellectualy) dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional.