Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Implementasi Alat Penetas Telur Full Otomatis Guna Meningkatkan Produksi Sektor UMKM di RAKTA FARM Desa Gelgel Klungkung I Made Sastra Dwikiarta; I Putu Yudi Prabhadika; Ida Ayu Trisna Yudi Asri
Postgraduated Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pcsj.5.1.2024.22-28

Abstract

Society in general and small entrepreneurs in particular have enormous potential to develop Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). This will be one of the main factors driving the growth and development of the Indonesian economy amidst the current flow of globalization. The Community Service Partner is RAKTA FARM where this partner has a chicken farming business in Br. Tangkas, Gelgel Village - Klungkung. The problem with partners who will expand their business into the Balinese free-range chicken hatching sector is that they still use conventional methods. The Balinese Hindu community generally uses Balinese free-range chickens for religious ceremonies and for personal consumption. The methods that will be used in implementing this Community Service are interview methods, face-to-face methods, and workshops on how to use/operate fully automatic egg incubators. The solution that will be implemented is to increase the chicken population relatively quickly and ensure the availability of seeds for continuous production. The fact is that automatic hatching machines help parents hatch eggs to produce chicks. Hatching with a hatching machine can also increase the production scale and hatchability of eggs because the environmental temperature and humidity can be regulated precisely at RAKTA FARM Br. Tangkas, Gelgel Village - Klungkung.
Pemberdayaan Yayasan Sehati Bali Melalui Digital Marketing dan Komputerisasi Pencatatan Akuntansi I Gusti Agung Ayu Mas Suariedewi; Ida Ayu Trisna Yudi Asri; Kadek Diviariesty
Postgraduated Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pcsj.5.1.2024.35-39

Abstract

The partner in implementing PkM is located at the Yayasan Sehati Bali North Denpasar District. The target of this community service is managers who will be given training by the implementation team. The background to the implementation of this activity is due to social media content being less than informative and understanding of digital marketing not being optimal and not yet understanding the computerized accounting cycle of financial transactions. The aim of this training is so that Yayasan Sehati Bali managers can manage social media content more interestingly and effectively and partners are able to carry out computerized accounting records with modifications to Microsoft Excel. Implementation of activities is provided in the form of training using socialization methods regarding the importance of implementing digital marketing and computerization in accounting records for foundations since their inception. Coaching is accompanied by helping create content for marketing on social media platforms and introducing several applications or social media that can be used to promote the foundation easily. Apart from that, training will be provided in carrying out accounting records using simple Microsoft Excel to help foundations in carrying out neat accounting records. So that administrators are expected to be able to carry out promotions and administrative records, especially in accounting, better. The output target to be achieved is improving social media content management skills and accounting records by Yayasan Sehati Bali.
Pemberdayaan UMKM dalam Kondisi Pandemi Covid-19 Di Desa Siangan, Gianyar I Gusti Agung Ayu Mas Suariedewi; Kadek Dian Jatiwardani; Ida Ayu Trisna Yudi Asri
Community Service Journal (CSJ) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.4.1.2021.106-110

Abstract

UMKM di Kabupaten Gianyar mengalami penurunan omzet yang signifikan di masa pandemi corona virus (Covid-19) yang merebak sejak tahun 2020. Kendala utama yang dihadapi UMKM saat ini adalah aspek pemasaran yang sulit dan akses ke lembaga keuangan yang terbatas. Hal ini disebabkan karena masih banyak pelaku UMKM yang belum menyadari pentingnya pencatatan keuangan dan pembukuan yang benar dan pemasaran produk secara digital. Dalam rangka mempermudah proses penyusunan laporan keuangan dan pemasaran produk, Sekolah Vokasi Universitas Warmadewa mengadakan pelatihan untuk mengajak pelaku UMKM agar dapat memanfaatkan teknologi dengan menggunakan aplikasi sederhana yang sudah terkomputerisasi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan ini adalah metode wawancara, penyuluhan, diskusi dan latihan dengan pendekatan pembelajaran kooperatif. Tahapan kegiatan tersebut akan lakukan seperti: Pertama, pengusul akan mengadakan penyuluhan mengenai konsep dasar pentingnya pengetahuan akuntansi dan pemasaran. Kedua, pengusul akan memberikan pelatihan langsung dengan memberikan beberapa kasus transaksi untuk proses penyusunan laporan keuangan dan cara memasarkan produk secara digital. Ketiga, pengusul akan memberikan pelatihan penggunaan aplikasi pendukung dalam penyusunan laporan keuangan dan pemasaran produk yang sudah terkomputerisasi. Keempat, jika kegiatan PkM akan berakhir kami akan menyebarkan kuesioner sebagai bahan evaluasi dalam kegiatan ini. Hasil dari kegiatan ini, target luaran yang ingin dicapai yaitu peserta pelatihan memahami proses penyusunan laporan keuangan dan pemasaran dengan menggunakan aplikasi yang sudah terkomputerisasi.
A Literasi Keuangan UMKM Wanita Sejahtera Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida; Kadek Diviariesty; Ida Ayu Trisna Yudi Asri; Aldi Purnama
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1755

Abstract

Topik ini penting untuk dibahas karena laporan keuangan berperan penting pada kemajuan bisnis. Laporan keuangan digunakan untuk menunjukkan akuntabilitas manajemen dan menyediakan informasi tentang posisi keuangan serta kinerja entitas bagi pengguna laporan dalam pengambilan keputusan ekonomik. Namun, masih banyak UMKM yang belum menyusun laporan keuangan sesuai standar keuangan yang berlaku. Mereka cenderung membuat catatan dengan format sendiri yang dianggap lebih mudah, tetapi hal ini bertentangan dengan prinsip akuntansi berterima umum yang memungkinkan timbulnya bias informasi.  Sesuai dengan arahan Ikatan Akuntan Indonesia, standar akuntansi keuangan untuk UMKM diatur dalam Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk Entitas Mikro Kecil Menengah (SAK Indonesia untuk EMKM) yang isinya lebih sederhana dibandingkan standar keuangan lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman penyusunan laporan keuangan, pengendalian internal dan perpajakan. Metodenya adalah workshop focus discussion group. Akibatnya, peserta telah menerapkan pencatatan keuangan namun belum menyiapkan pelaporan keuangan sesuai standar EMKM. Peserta merespon kegiatan dengan sangat baik. Kemampuan pengelolaan dalam hal mengatur dan mengalokasikan uang yang dimiliki pada peserta sudah sangat baik. Mereka memiliki banyak ide kreatif dan pengelolaan uang yang beragam. Namun kesulitan yang dialami adalah konsistensi dalam mencatat dan format pencatatan yang belum sesuai dengan standar akuntansi keuangan.
Analysis of Tax Volunteers Experiences and Challenges in Bridging Taxpayers Digital Divide During the Implementation of the Coretax Administration System Ida Ayu Trisna Yudi Asri; Kadek Dian Jatiwardani; Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida
Journal of Governance, Taxation and Auditing Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Governance, Taxation and Auditing (July - September 2026)-In Progres
Publisher : PT Keberlanjutan Strategis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/jogta.v5i1.2034

Abstract

The digital transformation of tax administration through the implementation of the Coretax Administration System requires taxpayers to adapt to digital-based tax services. However, disparities in digital literacy remain a significant challenge that affects the effectiveness of the system implementation. This study aims to analyze the experiences, challenges, and strategies of tax volunteers in bridging the digital literacy gap among taxpayers during the implementation of Coretax. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through in-depth interviews, observations, and a literature review involving five tax volunteers from Universitas Warmadewa assigned to the West Denpasar Tax Office. The findings reveal that tax volunteers play a crucial role as digital facilitators by providing direct assistance, simplifying complex information, demonstrating the use of the system, and coordinating with tax officers to resolve technical issues. The main challenges identified include low levels of digital literacy among taxpayers and technical problems associated with the Coretax system. Therefore, strengthening the competencies of tax volunteers, improving taxpayers' digital literacy, and optimizing system quality are essential factors in supporting the successful digital transformation of tax administration.
Peningkatan Literasi Keuangan Keluarga melalui Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Nilai Ekonomis Ida Ayu Trisna Yudi Asri; Ida Ayu Rosa Dewinta; I Putu Gede Satria Wiraharja
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 3 (2026): Edisi September - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Kemenuh menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan pemahaman mengenai pengaturan keuangan rumah tangga, rendahnya pengolahan limbah domestik yang berpotensi menghasilkan keuntungan, serta belum adanya keterkaitan antara tata kelola sampah dan penyusunan rencana keuangan keluarga. Sebagai respons terhadap persoalan tersebut, program pengabdian kepada masyarakat diterapkan dengan metode edukatif-partisipatif melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan praktis, dan pendampingan secara langsung. Pelaksanaan program diarahkan untuk memperkuat kesadaran sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan mengelola keuangan secara teratur dan memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai komoditas bernilai ekonomi. Program ini berhasil meningkatkan kemampuan peserta pada ranah pengetahuan dan keterampilan, yang terlihat dari pemahaman mereka mengenai pencatatan transaksi menggunakan buku kas sederhana, penyusunan anggaran keluarga, serta pengakuan hasil penjualan sampah sebagai sumber pemasukan tambahan maupun simpanan. Selain itu, kegiatan tersebut mendorong pergeseran cara pandang masyarakat terhadap sampah yang dihasilkan dari aktivitas domestik. Masyarakat mulai menilai sampah sebagai sumber daya potensial yang dapat memberikan manfaat finansial apabila dipilah, diolah, dan dimanfaatkan melalui mekanisme yang sesuai.
Peningkatan Literasi Keuangan Keluarga melalui Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Nilai Ekonomis Ida Ayu Trisna Yudi Asri; Ida Ayu Rosa Dewinta; I Putu Gede Satria Wiraharja
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 3 (2026): Edisi September - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i3.9385

Abstract

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Kemenuh menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan pemahaman mengenai pengaturan keuangan rumah tangga, rendahnya pengolahan limbah domestik yang berpotensi menghasilkan keuntungan, serta belum adanya keterkaitan antara tata kelola sampah dan penyusunan rencana keuangan keluarga. Sebagai respons terhadap persoalan tersebut, program pengabdian kepada masyarakat diterapkan dengan metode edukatif-partisipatif melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan praktis, dan pendampingan secara langsung. Pelaksanaan program diarahkan untuk memperkuat kesadaran sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan mengelola keuangan secara teratur dan memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai komoditas bernilai ekonomi. Program ini berhasil meningkatkan kemampuan peserta pada ranah pengetahuan dan keterampilan, yang terlihat dari pemahaman mereka mengenai pencatatan transaksi menggunakan buku kas sederhana, penyusunan anggaran keluarga, serta pengakuan hasil penjualan sampah sebagai sumber pemasukan tambahan maupun simpanan. Selain itu, kegiatan tersebut mendorong pergeseran cara pandang masyarakat terhadap sampah yang dihasilkan dari aktivitas domestik. Masyarakat mulai menilai sampah sebagai sumber daya potensial yang dapat memberikan manfaat finansial apabila dipilah, diolah, dan dimanfaatkan melalui mekanisme yang sesuai.