Setiawati Setiawati
Dosen Keperawatan Universitas Malahayati

Published : 51 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengabdian Kepada Masyarakat Penangganan Tersedak Pada Orang Dewasa Tomi Saputra; Erna Yulianti; Umi Romayati Keswara; Djunizar Djamaludin; Setiawati Setiawati; Linawati Novikasari; Lidya Ariyanti
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3338

Abstract

Data menyebutkan penyebab tersedak yaitu sebesar (59,5%) berhubungan dengan makanan, (31,4%) tersedak karena benda asing, dan sebesar 9,1% penyebab tidak diketahui (Committee onin jury, 2010). Penanganan  yang  dilakukan  secara tepat akan memberikan hasil yang baik dan menghasilkan   tingkat  kelangsungan   hidup dapat mencapai 95%.Penanganan dengan keterampilan dan pengetahuan yang penuh merupakan hal yang paling penting. Penanganan  berdasarkan pengetahuan yang dimiliki dapat juga menyelamatkan nyawa seseorang dengan masalah-masalah medis akut. Tujuan setelah dilakukan penelitian dan pendidikan kesehatan diharapkan Masyarakat Desa Margorejo Dusun 6 dapat mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan pertolongan pertama saat tersedak dirumah  maupun ditempat sekitar. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan. hasil yang didapatkan menunjukan sebagian besar masyarakat (80%) belum memahami dan mengerti tentang penanganan Tersedak Pada Orang Dewasa dan sebagian kecil masyarakat sudah memahami tentang Penanganan Tersedak Pada Dewasa namun masih belum sempurna cara mengatasinya. Kata Kunci : tersedak, dewasa, makanan  ABSTRACT The data stated that the causes of choking were (59.5%) related to food, (31.4%) choking due to foreign objects, and 9.1% of the causes were unknown (Committee onin jury, 2010). Handling that is done appropriately will give good results and produce a survival rate of up to 95%. Handling with full skill and knowledge is the most important thing. Knowledge based treatment can also save the life of a person with acute medical problems. The goal after conducting research and health education is that the people of Margorejo Dusun 6 Village can find out things related to first aid when choking at home or in the vicinity. This activity is carried out by extension methods. The results obtained show that the majority of people (80%) do not understand and understand the treatment of choking in adults and a small proportion of people already understand the treatment of choking in adults, but how to deal with it is still not perfect. Keywords: choking, adult, food
Pengaruh Pemberian Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Pada Usia 36 Bulan Pada An. K Di Kelurahan Sumberejo Kemiling Bandar Lampung Setiawati Setiawati; Reni Aprilia Binhar; Linawati Novikasari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.2850

Abstract

ABSTRAK Keterlambatan perkembangan anak pada aspek tertentu saat ini masih menjadi slah satu masalah kesehatan bagi anak di Indonesia yang dapat mengurangi kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Melakui pendekatan famly cantered-care orang tua anak dapat melakukan intervensi dini terhadap masalah keterlambatan perkembangan anak sebagai upaya pencegahan terhadap keterlambatan perkembangan anak lebih lanjut dengan pemberian stimulasi perkembangan terarah selama 2 minggu. Stimulasi adalah perangsangan dari luar lingkungan anak dimana dengan mengasah kemampuan anak secara terus-menerus kemampuan anak dimana dengan mengasah kemampuan anak secara terus-menerus kemampuan anak akan meningkat. Kata kunci : Anak Praskolah, Keterlambatan Perkembangan Anak, Stimulasi Perkembangan  ABSTRACT The delay in children's development on specific aspects is still one of the health problem for Indonesian children which can reduce the quality of the human resources in the future. Through a family-centered-care approach, parents will be able to do early intervention for the delay in children development problem prevention against further delay in children development with a directional development stimulation for 2 weeks. Stimulation was an external environment stimulation inability. Keyword: Preschool Children, Children’s Delay Development, Development Stimulate
TERAPI KOMPLEMENTER SENAM KAKI DIABETIK PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL LANJUT USIA TRESNA WERDHA NATAR LAMPUNG SELATAN Umi Romayati Keswara; Eka Trismiyana; Prima Dian Furqoni; Setiawati Setiawati
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i1.1165

Abstract

ABSTRAK Lansia dikatakan sebagai  tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia. Proses menua merupakan proses sepanjang hidup, tidak hanya dimulai pada satu waktu tertentu, tetapi dimulai sejak permulaan kehidupan. Diabetes Melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa darah atau hiperglikemia dan sering terjadi pada lansia. Komplikasi yang paling sering dialami pengidap diabetes adalah komplikasi pada kaki (15 persen) yang kini disebut kaki diabetik. Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki. Tujuan kegiatan setelah mengikuti terapi komplementer lansia dapat berespon terhadap stimulus yang diberikan oleh perawat yaitu mampu memahami dan mempraktekkan kembali senam kaki diabetik pada penderita diabetes mellitus. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 07 Desember 2018 Pukul 08.30 WIB s/d selesai. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, simulasi. Berdasarkan hasil evaluasi terdapat perubahan pengetahuan dan ketrampilan lansia setelah diberikan penyuluhan dan simulasi senam kaki diabetik. Dengan demikian pemberian penyuluhan dan simulasi dapat memberikan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan khususnya yang berkaitan dengan terapi komplementer senam kaki diabetik. Kata kunci: Lansia, Senam Kaki Diabetik 
Penggunaan Terapi Senam Otak Pada Anak Dengan Masalah Penurunan Konsentrasi Belajar Di Desa Rawajitu Selatan Lidya Ariyanti; Redia Indira Putrianti; Setiawati Setiawati
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 2 April 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i2.2813

Abstract

ABSTRAK Kosentrasi merupakan keadaan pikiran atau asosiasi terkondisi yang diaktifkan oleh sensasi di dalam tubuh. Cara mengaktifkan sensasi di dalam tubuh adalah dengan membuat tubuh berada dalam keadaan yang rileks dan suasana yang menyenangkan, karena dalam keadaan yang tegang seseorang tidak akan dapat menggunakan otaknya dengan maksimal oleh karena pikiran menjadi kosong. Fenomena yang terjadi di lapangan diketahui bahwa penurunan konsentrasi belajar pada anak belum mendapatkan penanganan yang maksimal. Selama ini teknik yang digunakan memiliki kelemahan tersendiri yang tentunya tujuan dari peningkatan konsentrasi belajar belum dapat dirasakan oleh semua siswa, seharusnya teknik peningkatan konsentrasi belajar di buat lebih mudah dan efektif. Salah satunya adalah teknik Brain Gym. Tujuan setelah diberikan terapi senam otak diharapkan dapat meningkatkan konsentrasi belajar pada anak. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan dan demonstrasi terapi senam otak. Terdapat peningkatan konsentrasi belajar pada anak setelah diberikan terapi senam otak di Desa Rawajitu Selatan. Dengan demikian, pemberian terapi senam otak efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar. Kata Kunci: Konsentrasi, Senam Otak, Peningkatan Konsentrasi Belajar  ABSTRACT Concentration is a state of mind or conditioned association that is activated by sensations in the body. How to activate sensations in the body is to make the body in a relaxed state and pleasant atmosphere, because in a tense situation a person will not be able to use his brain to the maximum because the mind becomes empty. The phenomenon that occurs in the field is known that the reduction in the concentration of learning in children has not gotten the maximum treatment. During this time the technique used has its own weaknesses which of course the purpose of increasing concentration of learning can not be felt by all students, the technique of increasing the concentration of learning should be made easier and more effective. One of them is the Brain Gym technique. The goal after being given brain exercise therapy is expected to increase the concentration of learning in children. The activities carried out in the form of counseling and demonstration of brain exercise therapy. There is an increase in the concentration of learning in children after being given brain exercise therapy at Rawajitu Selatan Village. Thus, the administration of brain exercise therapy is effective in increasing concentration of learning. Keywords: Concentration, Brain Exercise, Increased Learning Concentration
PENYULUHAN TENTANG HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS BERNUNG PESAWARAN Eka Trismiyana; Rahma Ellya; Setiawati Setiawati; Endah Susilawati
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 1 Nomor 1 April 2018
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v1i1.22

Abstract

ABSTRACT The prevalence of hypertension in Indonesia was 9.4 percent, diagnosed with health personnel or taking medication at 9.5 percent. So, there were 0.1 percent who take their own medication. Respondents who had normal blood pressure but were taking hypertension drugs were 0.7 percent. So the prevalence of hypertension in Indonesia is 26.5 percent. The purpose of this activity was increasing knowledge of participants abaout hypertension. The education was done at Wednesday, December 13, 2017. Education was done by discussing.  Direct evaluation using question and answer about hypertension, causes of hypertension, signs and symptoms and also a free health check up. Therefore, education about hypertension ie needed to prevention Keywords: Hypertension, Counseling, Society.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KANKER PAYUDARA Ledy Octaviani Iqmy; Setiawati Setiawati; Dhiny Easter Yanti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i1.3581

Abstract

ABSTRACT RISK FACTORS RELATED TO BREAST CANCER Background The trend of breast cancer incidence in Abdoel Moeloek Regional General Hospital increased in 2015 by 5.62% (101 people) compared to the incidence of breast cancer in 2014. In 2014 breast cancer patients treated in the women's operating room were 1797 (49.3 %) of the total 3645 inpatients, while in 2015 the incidence of breast cancer was recorded as much as 1,898 (52.4%) of a total of 3795 patients (Women's Surgical Room at Abdul Moeloek Hospital, Lampung Province).The purpose of this study was to know the risk factors associated with breast cancer at Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung Province, 2016.Methods This type of research uses quantitative methods with cross sectional research design. The study population was all mothers who had children and were treated in the Women's Surgery Room Dr. Hi. Abdul Moeloek in June 2015 with 265 patients. The research sample was 159 people. The sampling technique used simple random sampling method. Data analysis was performed using chi square and logistic regression.The results showed that there was a relationship between age and breast cancer OR = 26,667, there was a relationship with a history of using hormonal contraceptives with breast cancer OR = 5,000. There was a relationship between history of breastfeeding and breast cancer OR = 6,473, there was a relationship between the age of menarche and breast cancer and OR = 5,163, there was a relationship between family history and breast cancer OR = 11,711, there was a relationship between obesity and breast cancer OR = 6,473, there was a relationship between the age of first child birth with breast cancer OR = 6,473.Conclusion, the most dominant risk factor associated with breast cancer is a history of hormonal contraceptive use.Suggestion, the results of this study can be used as input for health workers at Dr. H. Abdul Meoloek, Lampung Province to provide direction and counseling regarding the selection of contraceptives with low risk of breast cancer Key words: risk factors, breast cancer                                                                                               ABSTRAK Latar Belakang Tren kejadian kanker payudara di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek meningkat pada tahun 2015 sebanyak 5,62% (101 orang)  dibandingkan kejadian kanker payudara pada tahun 2014. Pada tahun 2014 pasien kanker payudara  yang dirawat di ruang bedah wanita adalah 1797 (49,3%) dari total pasien rawat inap 3645 orang, sedangkan pada tahun 2015 kejadian kanker payudara tercatat sebanyak 1.898 (52,4%) dari total 3795 pasien (Ruang Bedah Wanita RSUD Abdul Moeloek Propinsi Lampung).Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya fakto risiko yang berhubungan dengan kanker payudara di RSUS Dr. H. Abdul Moeloek Propinsi Lampung Tahun 2016.Metode Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian seluruh ibu yang telah memiliki anak dan dirawat  di Ruang Bedah Wanita RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek pada bulan Juni 2015 dengan jumlah pasien 265 pasien. Sampel penelitian adalah 159 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan chi square dan regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan usia dengan kanker payudara OR = 26.667, ada hubungan riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal dengan kanker payudara OR = 5.000. Ada hubungan riwayat pemberian ASI dengan kanker payudara OR = 6.473, ada hubungan usia menarche dengan kanker payudara danOR = 5.163, ada hubungan riwayat keluarga dengan kanker payudara OR = 11.711, ada hubungan obesitas dengan kanker payudara OR = 6.473, ada hubungan usia melahirkan anak pertama dengan kanker payudara OR = 6.473.Kesimpulan,  faktor risiko yang paling dominan berhubungan dengan kanker payudara adalah riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal.Saran, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi tenaga kesehatan di RSUD Dr. H. Abdul Meoloek Propinsi Lampung untuk memberi  arahan dan konseling mengenai pemilihan alat kontrasepsi yang berisiko rendah terhadap kejadian kanker payudara Kata kunci : Faktor risiko, kanker payudara
HUBUNGAN RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-59 BULAN Trio Subroto; Linawati Novikasari; Setiawati Setiawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i2.4140

Abstract

HISTORICAL RELATIONSHIP OF INFECTIOUS DISEASE WITH STUNTING EVENTS IN CHILDREN AGED 12-59 MONTHS  Background:Stunting events in the highest Central Lampung district are in Pubian Sub-District, Kecamanatan Anak Tuha, Seputih Agung Sub-District, and Seputih Raman Sub-District, In Seputih Raman sub-district there are 2 Working Areas of Puskesmas Seputih Raman with 4 villages stunting data obtained as many as 153 children, and Rama Indra Health Center with 5 villages with the number of stunting children as many as 183 childrenPurpose : Known to know the history of infectious diseases with stunting events in children aged 12-59 months Methods : Type of quantitative research, design of analytical survey research with cross sectional approach, population and sample is stuntinng child, sampling technique using purposive sampling. Analysis of univariate and bivariate data using chi square test.Results : Incidence of infection in children aged 12-59 as many as 65 respondents (31.9%) and 139 respondents (68.1%). Stunting incidents, as many as 102 respondents (50%) 102 respondents (50%). P-Value = 0.000 to P-Value <α (0.000<0.05) Conclusion: It can be concluded there is a history of infectious diseases with stunting events in children aged 12-59 months in the Working Area of Rama Indra Kec. Seputih Raman Kab.Lampung Tengah Year 2019. Based on the results and discussions, researchers suggest that health promotion related to the prevention of infectious diseases in children needs to be improved to address the problem of toddler stunting in Rama Indra Health Center Working Area.    Suggestion As input for mothers to provide exclusive breastfeeding and nutritious food as well as maintaining the cleanliness of drinking food and a place to live for many people to avoid stunting. Based on the results and discussion, the researchers suggest that health promotion related to the prevention of infectious diseases in children needs to be improved again to overcome the problems of toddlers. stunting in the working area of Rama Indra Health Center. Keywords : Infection, Stunting, Child 12-59 Months  ABSTRAK Latar Belakang: Kejadian stunting di kabupaten Lampung Tengah tertinggi berada di Kecamatan Pubian, Kecamanatan Anak Tuha, Kecamatan Seputih Agung, dan Kecamatan Seputih Raman, Pada Kecamatan Seputih Raman terdapat 2 Wilayah Kerja Puskesmas yaitu Puskesmas Seputih Raman dengan 4 desa data stunting diperoleh sebanyak 153 anak, dan Puskesmas Rama Indra dengan 5 desa dengan jumlah anak stunting sebanyak 183 anakTujuan: Diketahui mengetahui hubungan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulanMetode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi dan sampel adalah anak yang mengalami stuntinng, teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisa data univariat dan bivariat mengguankan uji chi square.Hasil : Kejadian  infeksi pada anak usia 12-59 sebanyak 65 responden (31.9%) tidak infeksi sebanyak 139 responden (68.1%). Kejadian stunting, sebanyak 102 responden (50%) tidak stunting sebanyak 102 responden (50%). P-Value = 0,000 sehingga P-Value <α (0,000<0,05)Simpulan : Ada hubungan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan  Berdasarkan hasil dan pembahasan maka peneliti menyarankan promosi kesehatan terkait pencegahan penyakit infeksi pada anak perlu ditingkatkan lagi untuk mengatasi permasalahan balita stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Rama Indra.Saran Menjadikan masukan bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif dan makanan yang bergizi serta menjaga kebersihan makanan miunuman dan temnpat tinggal bagi banak agar dapat terhindar dari stunting.Berdasarkan hasil dan pembahasan maka peneliti menyarankan promosi kesehatan terkait pencegahan penyakit infeksi pada anak perlu ditingkatkan lagi untuk mengatasi permasalahan balita stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Rama Indra. Kata Kunci      : Infeksi, Stunting, Anak 12-59 Bulan
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PEMBERIAN KOMPRES HANGAT DAN TEPIDSPONGE TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH ANAK YANG MENGALAMIDEMAM RSUD dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Aryanti Wardiyah; Setiawati Setiawati; Dwi Setiawan
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.42 KB)

Abstract

Demam dapat berdampak kejang dan penurunan kesadaran. Data rekam medik RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2014 jumlah anak yang menderita demam dengan bronkopneumonia 442 anak, typhoid 279 anak dan DHF 46 anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan efektifitas pemberian kompres hangat dan tepid sponge terhadap penurunan suhu tubuh anak yang mengalami demam diruang Alamanda. Jenis penelitian kuantitatif, desain quasi eksperiment dengan rancangan penelitian pre test andpost test designs with two comparison treatments. Populasi adalah anakyang mengalami demam dengan penyakit bronkopnuemonia, typhoid, dan DHF yang berjumlah 185 anak. Sampel dibagi 2 kelompok masing-masing 15 orang, yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan uji T dependen dan uji T independen. Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan penurunan suhu tubuh antara kompres hangat dengan mean 0,5 °C dan tepid sponge dengan mean 0,8°C (p value ˂ α, 0,003 ˂ 0,05). Saran untuk Rumah Sakit hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk standar operasional prosedur dalam menurunkan suhu tubuh anak yang mengalami demam secara non farmakologis.Kata kunci      : Kompres hangat, tepid sponge, demam
Faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada masa pandemi Covid-19 Herlina Anggraini; Setiawati Setiawati; Rilyani Rilyani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 3 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i3.5132

Abstract

Background: Obesity is the accumulation of excess fat due to an imbalance in energy intake (energy intake) with energy used (energy expenditure). Obesity and overweight are two different things, but both of them show the presence of excess fat accumulation in the body which is indicated by an increase in body mass index (BMI) above normal as measured using the formula of body weight (Kg) divided by height (m²). The incidence of obesity in Malahayati University students in 2019 with data on obese students as many as 60 (34%) from 175 students with research results there is a relationship between sleep patterns and junk food on the obesity level of Malahayati University students in Bandar Lampung.Purpose: Known factors related to obesity during the Covid-19 pandemic to the incidence of obesity in students at the Faculty of Medicine, Malahayati University, Bandar Lampung.Method: type of quantitative research with cross sectional approach design. The sampling technique used was the quota sampling technique. The population in this study were students of the Faculty of Medicine of the Nursing Science Study Program who had a history of obesity with a total of 175 students at Malahayati University, Bandar Lampung. Measurement using a questionnaire and analyzing data using chi-square.Results: Of the chi square test show that the obesity factors that are significantly related and become a factor in the occurrence of obesity in students are the genetic factor of the student's father (p-value = 0.42; OR = 2.444); mother (p-value = 0.000; OR = 28,000); consumption of fast food (p-value = 0.000; OR = 21,500); physical activity (p-value = 0.000; OR = 2,032). Students who have obese parents have a higher risk of obesity, frequent fast food consumption and light physical activity factors are 3 times more likely to be at risk of obesity than students who do moderate physical activity.Conclusion: There is a relationship between genetic factors, diet and physical activity of students with the incidence of obesity in students. Keywords: Genetic; Dietary; Physical Activity; Obesity; Covid-19 PandemicPendahuluan: Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebih akibat ketidak seimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure). Obesitas dan overweight adalah dua hal yang berbeda namun keduanya sama-sama menunjukkan adanya penumpukan lemak yang berlebih dalam tubuh yang ditandai dengan peningkatan indeks masa tubuh (IMT) di atas normal yang diukur menggunakan rumus berat badan (Kg) dibagi tinggi badan (m²). Kejadian obesittas pada mahasiswa Universitas Malahayati tahun 2019 dengan data mahasiswa obesitas sebanyak 60 (34%) dari 175 responden dengan hasil penelitian terdapat hubungan antara pola tidur dan makanan junk food pada tingkat obesitas mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung.Tujuan: Diketahui faktor-faktor yang berhubungan  dengan obesitas selama masa pandemi Covid-19 terhadap kejadian Obesitas pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung.Metode: jenis penetian kuantitatif dengan desain pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik jenis sampling kuota. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa fakultas Kedoteran Prodi Ilmu Keperawatan yang memiliki riwayat obesitas dengan jumlah 175 responden di Universitas Malahayati Bandar Lampung. Pengukuran menggunakan kuesioner dan menganalisa data menggunakan chi-square.Hasil: Dari uji chi square menunjukan faktor-faktor obesitas yang secara signifikan hubungan dan menjadi faktor  terjadinya obesitas pada mahasiswa adalah faktor genetik ayah mahasiswa (p-value = 0,42; OR = 2,44); ibu (p-value = 0,000; OR = 28,000); konsumsi fast food (p-value = 0,000; OR = 21,500); aktifitas fisik (p-value = 0,000; OR 2,032). Mahasiswa yang memiliki orang tua yang gemuk memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas, konsumsi fast food yang sering dan faktor aktifitas fisik  yang ringan memiliki kemungkinan 3 kali lebih berisiko mengalami obesitas berisiko dibandingkan dengan mahasiswa yang melakukan aktifitas fisik sedang.Simpulan: Terdapat hubungan faktor genetik, pola makan dan aktifitas fisik mahasiswa dengan kejadian obesitas mahasiswa. 
Pemberian Air Kunyit terhadap Nyeri Akut Akibat Dispepsia pada Lansia di Dusun 07 Mutun Kabupaten Pesawaran Rahma Elliya Elliya; Setiawati Setiawati; Rita Purnama Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7353

Abstract

ABSTRAK Pada tahun 2020 menurut World Health Organization sudah di prediksi bahwa prevalensi angka sakit 59% serta prevalensi angka mortalitas penyakit yang tidak menular (PTM) bisa terjadi kenaikan menjadi 72% diberbagai Negara. Sedangkan Negara SEARO (South East Asian Regional Office) ditahun 2020 memiliki prevalensi angka kesakitan disebabkan penyakit yang tidak menular akan terjadi kenaikan 42% serta angka mortalitas terjadi kenaikan menjadi 50% (Octaviana & Anam, 2018). Tujuan:  melakukan intervensi pemberian air kunyit terhadap nyeri dyspepsia pada lansia sehingga nyeri bisa berkurang atau hilang. Metode: pemberian air kunyit dilakukan selama 2x sehari dalam waktu 3 hari sebanyak 4 rimpang kunyit dan air hangat sebanyak 60ml. Hasil: didapatkan hasil bahwa nilai mean skala nyeri sebelum diberikan penerapan terapi 6 sedangkan sesudah dilakukan penerapan terapi skala nyeri 6. Skala nyeri hari kedua sebelum dilakukan penerapan 6 sesudah dilakukan terapi 5. Skala nyeri hari ketiga sebelum dilakukan penerapan terapi skala nyeri 5 sedangkan setelah dilakukan penerapan terapi skala nyeri 4. Kesimpulan: penerapan pemberian air kunyit terhadap nyeri dyspepsia pada lansia terbukti efektif dikarenakan tanaman kunyit memiliki dampak terapeutik guna penurunan asam lambung dikarenakan adanya kandungan curcumin yang ada di dalam kunyit. Kata Kunci: Kunyit, Nyeri, Dyspepsia.  ABSTRACT In 2020 the World Health Organization has predicted that the proportion of morbidity will be 60% and the proportion of mortality due to non-communicable diseases (NCD) will increase to 73% in the world, while for SEARO (South East Asian Regional Office) countries in 2020 it is predicted that morbidity because non-communicable diseases will increase by 42% and the mortality rate will increase to 50% (Octaviana & Anam, 2018). Purpose: to intervene giving turmeric water to dyspeptic pain in the elderly so that pain can be reduced or lost. Methods: giving turmeric water twice a day for 3 days with 4 turmeric rhizomes and 60 ml of warm water. Results: it was found that the mean value of the pain scale before the application of therapy was 6 while after the application of therapy the pain scale was 6. The pain scale on the second day before the application was 6 after the therapy was carried out 5. The pain scale on the third day before the application of therapy was the pain scale 5 while after the treatment was carried out application of pain scale therapy 4. Conclusion: the application of turmeric water to dyspepsia pain in the elderly has proven to be effective because turmeric has a therapeutic effect for gastric disease through the curcumin compounds contained in it. Keywords: Turmeric, Painful, Dyspepsia.