Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah Tangga dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 0-60 Bulan Tya Nadila; Linawati Novikasari; Setiawati Setiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i12.11753

Abstract

ABSTRACT Stunting is a disorder of the linear growth of a child's body to become short or very short based on height for age with a threshold (Z-score) <-2 SD. Data on children attending posyandu at the Karang City Health Center by looking at the number of children aged 0 months to 5 years there were 162 children, with the distribution of the number based on the age of 5 years 36 children, 4 years 25 children, 3 years 35 children, 2 years 40 children, aged 1 year 16 children, aged <12 months 12 children. Know the correlation between household environmental sanitation and the incidence of stunting in toddlers aged 0-60 months in the Working Area of the Karang Bandar Lampung Health Center in 2022. This study used quantitative method. The design in this study used an analytical survey design with a cross sectional approach. The sample in this study were all toddlers aged 0-6 months. The sampling technique in this study was random sampling. Analysis on univariate and bivariate tests using the chi square test. Household environmental sanitation in the Working Area of the Karang Bandar Lampung City Health Center in 2023 was 163 respondents (68.8%) in the healthy sanitation category. The incidence of stunting in toddlers aged 0-60 months in the Work Area of the Karang Bandar Lampung City Health Center in 2022 was 64 respondents  (39.3) and 99 respondents (60.7%) with the category of not stunting.  P-Value = 0.006 <0.05, it can be concluded that there is a relationship between household environmental sanitation and the incidence of stunting in toddlers aged 0-60 months in the Working Area of the Karang Bandar Lampung Health Center in 2022. Parents are expected to maintain the cleanliness of drinking water sources and sanitation sources, maintain cleanliness and pay attention to clean water sources and latrines with a distance according to health standards. Keywords: Environmental Sanitation, Stunting, Toddlers  ABSTRAK Stunting adalah gangguan pertumbuhan linear tubuh anak menjadi pendek atau sangat pendek yang didasarkan pada tinggi badan menurut umur dengan ambang batas (Z-score) < -2 SD. Data anak yang mengikuti posyandu di Puskesmas Kota Karang dengan meihat banyaknya anak usia 0 bulan hingga 5 tahun terdapat sejumlah 162 anak, dengan pembagian jumlah berdasarkan usia 5 tahun 36 anak, usia 4 tahun 25 anak, usia 3 tahun 35 anak, usia 2 tahun 40 anak, usia 1 tahun 16 anak, usia < 12 bulan 12 anak. Diketahui hubungan sanitasi lingkungan rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita usia 0-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Karang Bandar Lampung Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, Rancangan dalam penelitian ini menggunakan desain Survei Analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini seluruh anak balita usia 0-60 bulan. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah random sampling. Analisa pada uji univariate dan bivariate menggunakan uji chi square. Sanitasi lingkungan rumah tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Karang Bandar Lampung Tahun 2023 sebanyak 163 responden (100,0%) dengan kategori sanitasi sehat. Kejadian stunting pada balita usia 0-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Karang Bandar Lampung Tahun 2022 sebanyak 64 responden (39,3) dan 99 responden (60,7%) dengan kategori tidak stunting. P-Value = 0,006 <0,05 maka dapat disimpulkan terdapat hubungan sanitasi lingkungan rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita usia 0-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Karang Bandar Lampung Tahun 2022. Bagi orangtua diharapkan menjaga kebersihan sumber air minum dan sumber sanitasi, menjaga kebersihan serta memperhatikan sumber air bersih dan jamban dengan jarak yang sesuai standar kesehatan. Kata Kunci: Sanitasi Lingkungan, Stunting, Balita
Deteksi Perkembangan Anak Dengan DDST (Denver Development Screening Test) Di Poskeskel Pasir Gintung Wardiah Aryanti; Linawati Novikasari; Setiawati Setiawati; Dewi Kusuma Ningsih; Riska Wandini; Elpi Ulandari; Taufik Sofa; Veni Andriyani; Ratna Susanti; Leni Marlena; Riri Anjeli; Ria Mu'alifah; Rachmat Rizkiawan
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 3 No. 1 (2024): Februari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v3i1.3444

Abstract

Introduction: The toddler years mark an important phase of fundamental growth that significantly shapes and influences a child's subsequent development. During this period, children's brains experience rapid growth which is often called the Golden Age. This phase is very important, so it requires careful attention to the child's growth and development to detect abnormalities as early as possible. Data collected at the Pasir Gintung Health Post shows that there were 12 children aged 2-4 years.Objectives: The main objectives include increasing parents' understanding in monitoring children's development, providing education regarding screening methods using the DDST approach, and actively monitoring children's development using the DDST method.Method: This Community Service was carried out using DDST (Denver Development Screening Test) measurements at the Pasir Gintung Health Post on Friday 5 January 2024. Results: The results of the DDST examination on 12 children showed that 10 children (83.4%) were declared normal, while 2 children (16.6%) had suspected development. Evaluation of children's overall growth and development includes gross motor skills, fine motor skills, speech, language, socialization and independence.Conclusion: These findings underline the important role of parental involvement in facilitating early detection of children's growth and development activities. Implementing a collaborative approach ensures that children's growth and development is a shared responsibility between parents and educators. It is very important for parents to be actively involved in monitoring their child's progress, encouraging the development of four main aspects: personal-social, adaptive-fine motor, language, and gross motor skills.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung Wayan Aryawati; Bella Kurniane Hartono; Dhiny Easter Yanti; Nurul Aryastuti; Setiawati Setiawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49515

Abstract

Masalah kesehatan ibu dan anak merupakan isu global dalam SDGs 2030, menargetkan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) ≤70 per 100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB) ≤12 per 1.000 kelahiran hidup. Pada 2021, kematian balita di Indonesia mencapai 27.566, turun dari 28.158 pada 2020, dengan 73,1% terjadi pada masa neonatal, terutama usia 0–6 hari (79,1%). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab asfiksia neonatorum di RS Bhayangkara Bandar Lampung pada 2024. Menggunakan desain case control, penelitian kuantitatif analitik ini melibatkan 276 bayi (138 kasus dan 138 kontrol) dari 394 persalinan, dengan data sekunder dari rekam medis. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara asfiksia dengan usia kehamilan (p=0,000; OR=2,361), hipertensi (p=0,001; OR=2,255), anemia (p=0,002; OR=2,144), ketuban pecah dini (p=0,004; OR=2,040), dan berat lahir (p=0,016; OR=1,795). Faktor dominan adalah usia kehamilan (OR=2,629). Disarankan ibu hamil rutin memeriksakan kehamilan untuk memantau usia kehamilan dan mencegah risiko kelahiran prematur atau postterm. Kata Kunci: neonatus, asfiksia dan usia kehamilan
Co-Authors Andoko Andoko Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Aryawati, Wayan Bella Kurniane Hartono Budiarti Dea Pratiwi Dewi Kusuma Ningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Sartika Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Dwi Gustiani Dwi Setiawan Easter Yanti, Dhiny Eka Nurul Iswanti Eka Trismiyana Eka Trismiyana Elliya, Rahma Elpi Ulandari Endah Susilawati ERNA RAHMA YANI Erna Yulianti Erni Hidayanti Eva Listiyo Putri Evi Martha Sihombing Fajar Septriwanti Fransisca Melyana Gunawan, M. Ricko Gustini Gustini Heni Kartika Sari Herlina Anggraini Husnil Hayati Iit Imas Masitoh Indah Sari Intan Putri Iqmy, Ledy Octaviani Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Keswara, Umi Romayati Leni Marlena Lidya Ariyanti Lidya Ariyanti Lidya Ariyanti Lidya Aryanti Linawati Novitasari M. Fani Sugiantoro Marlena Mega Haryanti Megah Rachmawati Mutiara Veny Yulia Nopriani Novikasari, Linawati Nurul Aryastuti Prima Dian Furqoni Putri Salsabila Azzahra Rachmat Rizkiawan Rahma Elliya Rahma Elliya Elliya Rahma Ellya Ratna Susanti Redia Indira Putrianti Reni Aprilia Binhar Resnawati Purba Resti Tuta Rahmawati Ria Mu'alifah Rilyani Rilyani Riri Anjeli Riska Wandini Riska Wandini, Riska Riska Wardiana Rita Purnama Sari Rizka Shelvia Yulita Santy Anggraini Siti Nursondang Taufik Sofa Tedi Tiar Mahendra Teguh Pribadi Tomi Saputra Tri Yusefi Trio Subroto Triyono Triyono Triyoso Triyoso Tya Nadila Umi Romayati Veni Andriyani Wahid Tri Wahyudi Wahyu Agil TriSakti Wardiah Aryanti Yulendasari, Rika Yulina Yulina