Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah Tangga dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 0-60 Bulan Tya Nadila; Linawati Novikasari; Setiawati Setiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i12.11753

Abstract

ABSTRACT Stunting is a disorder of the linear growth of a child's body to become short or very short based on height for age with a threshold (Z-score) -2 SD. Data on children attending posyandu at the Karang City Health Center by looking at the number of children aged 0 months to 5 years there were 162 children, with the distribution of the number based on the age of 5 years 36 children, 4 years 25 children, 3 years 35 children, 2 years 40 children, aged 1 year 16 children, aged 12 months 12 children. Know the correlation between household environmental sanitation and the incidence of stunting in toddlers aged 0-60 months in the Working Area of the Karang Bandar Lampung Health Center in 2022. This study used quantitative method. The design in this study used an analytical survey design with a cross sectional approach. The sample in this study were all toddlers aged 0-6 months. The sampling technique in this study was random sampling. Analysis on univariate and bivariate tests using the chi square test. Household environmental sanitation in the Working Area of the Karang Bandar Lampung City Health Center in 2023 was 163 respondents (68.8%) in the healthy sanitation category. The incidence of stunting in toddlers aged 0-60 months in the Work Area of the Karang Bandar Lampung City Health Center in 2022 was 64 respondents  (39.3) and 99 respondents (60.7%) with the category of not stunting.  P-Value = 0.006 0.05, it can be concluded that there is a relationship between household environmental sanitation and the incidence of stunting in toddlers aged 0-60 months in the Working Area of the Karang Bandar Lampung Health Center in 2022. Parents are expected to maintain the cleanliness of drinking water sources and sanitation sources, maintain cleanliness and pay attention to clean water sources and latrines with a distance according to health standards. Keywords: Environmental Sanitation, Stunting, Toddlers  ABSTRAK Stunting adalah gangguan pertumbuhan linear tubuh anak menjadi pendek atau sangat pendek yang didasarkan pada tinggi badan menurut umur dengan ambang batas (Z-score) -2 SD. Data anak yang mengikuti posyandu di Puskesmas Kota Karang dengan meihat banyaknya anak usia 0 bulan hingga 5 tahun terdapat sejumlah 162 anak, dengan pembagian jumlah berdasarkan usia 5 tahun 36 anak, usia 4 tahun 25 anak, usia 3 tahun 35 anak, usia 2 tahun 40 anak, usia 1 tahun 16 anak, usia 12 bulan 12 anak. Diketahui hubungan sanitasi lingkungan rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita usia 0-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Karang Bandar Lampung Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, Rancangan dalam penelitian ini menggunakan desain Survei Analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini seluruh anak balita usia 0-60 bulan. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah random sampling. Analisa pada uji univariate dan bivariate menggunakan uji chi square. Sanitasi lingkungan rumah tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Karang Bandar Lampung Tahun 2023 sebanyak 163 responden (100,0%) dengan kategori sanitasi sehat. Kejadian stunting pada balita usia 0-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Karang Bandar Lampung Tahun 2022 sebanyak 64 responden (39,3) dan 99 responden (60,7%) dengan kategori tidak stunting. P-Value = 0,006 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat hubungan sanitasi lingkungan rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita usia 0-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Karang Bandar Lampung Tahun 2022. Bagi orangtua diharapkan menjaga kebersihan sumber air minum dan sumber sanitasi, menjaga kebersihan serta memperhatikan sumber air bersih dan jamban dengan jarak yang sesuai standar kesehatan. Kata Kunci: Sanitasi Lingkungan, Stunting, Balita
Deteksi Perkembangan Anak Dengan DDST (Denver Development Screening Test) Di Poskeskel Pasir Gintung Wardiah Aryanti; Linawati Novikasari; Setiawati Setiawati; Dewi Kusuma Ningsih; Riska Wandini; Elpi Ulandari; Taufik Sofa; Veni Andriyani; Ratna Susanti; Leni Marlena; Riri Anjeli; Ria Mu'alifah; Rachmat Rizkiawan
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 3 No. 1 (2024): Februari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v3i1.3444

Abstract

Introduction: The toddler years mark an important phase of fundamental growth that significantly shapes and influences a child's subsequent development. During this period, children's brains experience rapid growth which is often called the Golden Age. This phase is very important, so it requires careful attention to the child's growth and development to detect abnormalities as early as possible. Data collected at the Pasir Gintung Health Post shows that there were 12 children aged 2-4 years.Objectives: The main objectives include increasing parents' understanding in monitoring children's development, providing education regarding screening methods using the DDST approach, and actively monitoring children's development using the DDST method.Method: This Community Service was carried out using DDST (Denver Development Screening Test) measurements at the Pasir Gintung Health Post on Friday 5 January 2024. Results: The results of the DDST examination on 12 children showed that 10 children (83.4%) were declared normal, while 2 children (16.6%) had suspected development. Evaluation of children's overall growth and development includes gross motor skills, fine motor skills, speech, language, socialization and independence.Conclusion: These findings underline the important role of parental involvement in facilitating early detection of children's growth and development activities. Implementing a collaborative approach ensures that children's growth and development is a shared responsibility between parents and educators. It is very important for parents to be actively involved in monitoring their child's progress, encouraging the development of four main aspects: personal-social, adaptive-fine motor, language, and gross motor skills.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung Wayan Aryawati; Bella Kurniane Hartono; Dhiny Easter Yanti; Nurul Aryastuti; Setiawati Setiawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49515

Abstract

Masalah kesehatan ibu dan anak merupakan isu global dalam SDGs 2030, menargetkan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) ≤70 per 100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB) ≤12 per 1.000 kelahiran hidup. Pada 2021, kematian balita di Indonesia mencapai 27.566, turun dari 28.158 pada 2020, dengan 73,1% terjadi pada masa neonatal, terutama usia 0–6 hari (79,1%). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab asfiksia neonatorum di RS Bhayangkara Bandar Lampung pada 2024. Menggunakan desain case control, penelitian kuantitatif analitik ini melibatkan 276 bayi (138 kasus dan 138 kontrol) dari 394 persalinan, dengan data sekunder dari rekam medis. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara asfiksia dengan usia kehamilan (p=0,000; OR=2,361), hipertensi (p=0,001; OR=2,255), anemia (p=0,002; OR=2,144), ketuban pecah dini (p=0,004; OR=2,040), dan berat lahir (p=0,016; OR=1,795). Faktor dominan adalah usia kehamilan (OR=2,629). Disarankan ibu hamil rutin memeriksakan kehamilan untuk memantau usia kehamilan dan mencegah risiko kelahiran prematur atau postterm. Kata Kunci: neonatus, asfiksia dan usia kehamilan
Analisis Pengetahuan Ibu dengan Upaya Pencegahan Cedera Pada Anak Usia Toddler di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Panjang Kota Bandar Lampung Mutiara Natalia; Setiawati Setiawati; Nirwanto Nirwanto; Eka Silvia
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.15628

Abstract

ABSTRACT Childhood, especially toddlerhood, is the peak of children's curiosity because their five senses are not aware of possible dangers. As a result, children at this age are vulnerable to dangers that can cause permanent accidents that the child must endure throughout his life. The highest proportion of places where injuries occur is in the home environment (59.38%). It is known that there is an analysis of the relationship between maternal knowledge and efforts to prevent injuries in toddler-aged children. This type of quantitative research uses a descriptive analytical design with a cross sectional approach. The population in this study were all mothers with toddler-aged children totaling 3,132 respondents with a sample size of 97 respondents. Sampling was taken using purposive random sampling technique by using the slovin formula. Based on research, it is known that of the 97 respondents who had poor knowledge, there were fewer efforts to prevent injuries, namely 47.6% and of the 97 respondents who had good knowledge, there were more efforts to prevent injuries, namely 85.1%. The results of the chi-square test obtained a value of p = 0.001 a value = 0.05 odd ratio (OR) obtained a value = 5.2, so Ho was rejected, meaning it can be concluded that there is a significant relationship between maternal knowledge and efforts to prevent injuries in toddlers. There is a relationship between maternal knowledge and efforts to prevent injuries in toddler-aged children  Keywords: Mother's Knowledge, Injury, Toddler  ABSTRAK Waktu kanak-kanak, khususnya masa toddler, merupakan puncak keingintahuan anak-anak karena panca indra mereka tidak menyadari bahaya yang mungkin terjadi. Akibatnya, anak-anak pada usia ini rentan terhadap bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan permanen yang harus ditanggung oleh anak sepanjang usianya. Adapun urutan proporsi terbanyak untuk tempat terjadinya cedera yaitu di lingkungan rumah (59,38%). Diketahui analisis hubungan antara pengetahuan ibu dengan upaya pencegahan cedera pada anak usia toddler. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini semua ibu yang memiliki anak usia toddler berjumlah 3.132 responden dengan jumlah sampel 97 responden. Pengambilan sampel dengan Teknik Purposive random sampling dengan menggunakan rumus slovin. Berdasarkan  penelitian diketahui bahwa dari 97 responden yang memiliki pengetahuan kurang baik, lebih sedikit upaya pencegahan cedera yaitu 47,6% dan responden memiliki pengetahuan baik , lebih banyak lebih banyak upaya pencegahan cedera yaitu 85,1 %.  Hasil uji chi-square diperoleh nilai p = 0,001   nilai a = 0,05 odd ratio (OR) diperoleh nilai = 5,2 artinya dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara Pengetahuan Ibu Dengan Upaya Pencegahan Cedera Pada Anak Usia Toddler. Ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan upaya pencegahan cedera pada anak usia toddler di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Panjang Kota Bandar Lampung Kata Kunci: Pengetahuan Ibu, Upaya Pencegahan, Cedera, Toddler
Hubungan Pengetahuan Guru dengan Upaya Pencegahan tentang Cedera pada Anak Usia 6-12 Tahun di 3 SD Sumberejo Khoirul Nadira; Ariyanti Wardiyah; Setiawati Setiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.16662

Abstract

ABSTRACT The incidence of injuries in Indonesia in 2022 is 9.7%. This prevalence has increased compared to 2014, namely 7.3% and 2007, 7.9%. The prevalence of injuries at ages 1-4 years was 8.2% and at ages 5-14 years was 12.1% and the highest prevalence of injuries occurred in school children, namely 13%. Meanwhile, the prevalence of injuries in Lampung province in 2020 was 8.9% and in 2021 it increased to 9.8%. It is known that there is a relationship between teacher knowledge and efforts to prevent injuries in children aged 6-12 years at 3 Sumberejo Elementary Schools in 2024. This type of quantitative research uses a cross sectional approach. The population in this study were 91 teachers who taught at SD Negeri 2, 3 and 5 Sumberejo. A sample of 91 respondents used a total sampling technique. The data analysis used is univariate and bivariate analysis with the Chi-Square Test. The results of the research show that there is a significant relationship between teacher knowledge and efforts to prevent injuries in children aged 6-12 years at 3 Sumberejo Elementary Schools in 2024 with a p-value of 0.000. There is significant relationship between teacher knowledge and efforts to prevent injuries in children aged 6-12 years at 3 Sumberejo Elementary Schools. It’s hoped that this research can provide input for teachers to further increase their knowledge and efforts to prevent injuries to their students, especially when they are in the school environment. Keywords: Injuries, Children aged 6-12 years, Knowledge, Prevention, Teachers  ABSTRAK Insiden cedera di Indonesia pada tahun 2022 yaitu sebesar 9,7%. Prevalensi ini terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2014 yaitu sebesar 7,3% dan tahun 2007 sebesar 7,9%. Prevalensi cedera pada usia 1-4 tahun sebesar 8,2% dan pada usia 5-14 tahun sebesar 12,1% dan prevalensi cedera tertinggi terjadi pada anak sekolah yaitu sebesar 13%. Sedangkan prevalensi cedera di provinsi Lampung pada tahun 2020 sebesar 8,9% dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 9,8%. Diketahui adanya hubungan pengetahuan guru dengan upaya pencegahan tentang cedera pada anak usia 6-12 tahun di 3 SDN Sumberejo Tahun 2024. Jenis penelitian kuantitatif, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 91 orang guru yang mengajar di SD Negeri 2, 3 dan 5 Sumberejo. Sampel 91 responden menggunakan teknik total sampling. Analisa data yang digunakan yaitu analisis univariate dan bivariate dengan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan guru dengan upaya pencegahan tentang cedera pada anak usia 6-12 tahun di 3 SDN Sumberejo Tahun 2024 dengan nilai p-value 0.000.  Adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan guru dengan upaya pencegahan tentang cedera pada anak usia 6-12 tahun di 3 SDN Sumberejo. Diharapkan penelitian ini bisa menjadi masukan bagi guru untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan upaya pencegahan cedera pada siswa nya khususnya saat berada di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Cedera, Anak usia 6-12 tahun, Pengetahuan, Pencegahan, Guru
Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung Ratna Susanti; Linawati Novikasari; Setiawati Setiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i9.14517

Abstract

ABSTRACT Stunting is a chronic malnutrition problem that can hinder children's physical and mental development, besides that children are more susceptible to infectious diseases. One of the risk factors for stunting in children is the lack of nutritional intake for toddlers, especially the intake of good nutrition for infants, namely breast milk. Breastfeeding is thought to affect the incidence of stunting. In 2022, the stunting rate in Indonesia reaches 21.6%, and the standard figure set by WHO is 20%. Objective: Known the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers aged 6 to 59 months in the Working Area of the Kedaton Bandar Lampung Health Center. Known the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers aged 6 to 59 months in the Working Area of the Kedaton Bandar Lampung Health Center. The type of research used in this study is quantitative, analytical design using a cross sectional approach. The population in the study of toddlers and mothers of toddlers aged 6 to 59 months in the Kedaton Bandar Lampung Health Center Work area as of June 2023 amounted to 50 respondents to data collection techniques using the Non Random Sampling technique accidentally and using the chi square statistical test. Based on the frequency distribution of height of children with stunting 8 (16%) toddlers and not stunting 42 (84%) toddlers, The results of the statistical test obtained a p-value of 0.071 or a p-value of 0.05 with an Odd Ratio of 556 which means that there is a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in the working area of the Bandar Lampung kedaton health center in 2023. Keywords: Exclusive Breastfeeding, Stunting, Toddlers  ABSTRAK Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang dapat menghambat perkembangan fisik dan mental anak, selain itu anak lebih rentan terhadap penyakit infeksi. Faktor resiko stunting pada anak salah satunya adalah kurangnya asupan gizi balita,terutama asupan gizi tarbaik untuk bayi yaitu ASI. Pemberian ASI diduga berpengaruh terhadap kejadian stunting. Pada tahun 2022 angka stunting diindonesia mencapai 21,6 %, dan angka standar ditetapkan oleh WHO 20%. Diketahui hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 6 s/d 59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, rancangan analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian balita dan ibu balita usia 6 sd 59 bulan  diwilayah Kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung terhitung sejak bulan juni 2023 yang berjumlah 50 responden teknik pengambilan data menggunakan teknik Non Random Sampling secara accidental dan menggunakan uji statistic chi square. Berdasarkan distribusi frekuensi tinggi badan anak dengan stunting 8 (16%) balita dan tidak stunting 42 (84%) balita, hasil uji statistik didapatkan p-value 0,071 atau p-value 0,05 dengan Odd Ratio 556 yang artinya terdapat ada hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian Stunting diwilayah kerja puskesmas kedaton Bandar Lampung tahun 2023. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Stunting, Balita
Hubungan Kualitas Makanan dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Karang Bandar Lampung Suci Nur indah Sari; Anita Bustami; Setiawati Setiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i6.12174

Abstract

ABSTRACT Based on data situation and nutritional analysis in Indonesia, the proportion of very short and stunted children aged 0-59 months is 2.5% very short and 7.0% short. The 2021 Lampung Province nutrition survey for toddlers with very short nutritional status was 18.5%, this figure has decreased from the previous year, which was 26.26%. The prevalence of stunting under five in Lampung Province in 2021 is below the national figure, namely stunting under five by 24.4%.Resolving the relationship between food quality and the incidence of stunting in the work area of the Public Health Center Kota Karang Bandar Lampung in 2023. Type of quantitative research, with an analytic research design with a cross sectional approach. The population toddlers aged 3-5 years is 153 people, the sample is 86 respondents using simple random sampling method. Collecting data using questionnaires and using body scales and measuring height. The data analysis technique uses the Chi Square statistical test. Frequency distribution of Balita food quality, with unfavorable category as many as 49 respondents (57%). The distribution of the frequency of stunting in children under five, with the category of experiencing stunting, was 27 respondents (31.40%). There is a relationship between food quality and the incidence of stunting. p-value = 0.016. OR: 3,875. Based on the chi-square test, there is a relationship between food quality and the incidence of stunting among toddlers in the working area of the Karang Bandar Lampung City Health Center in 2023. Keywords: Food, Quality, Stunting  ABSTRAK Berdasarkan data situasi dan analisis gizi di Indonesia persentase sangat pendek dan pendek pada balita 0-59 bulan sebesar 2,5% balita sangat pendek dan sebesar 7,0% balita pendek. Survei gizi Provinsi Lampung tahun 2021 balita dengan status gizi sangat pendek sebesar 18,5%, angka ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu 26,26%. Prevalensi balita stunting di Provinsi Lampung tahun 2021 ini dibawah angka nasional yaitu balita stunting sebesar 24,4%. Diketahui hubungan kualitas makanan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Kota Karang Bandar Lampung Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi ibu yang memiliki balita usia 3-5 tahun sebanyak 153 orang, sampel sebanyak 86 responden dengan metode simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan menggunakan timbangan badan dan pengukur tinggi badan. Teknik analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Distribusi frekuensi kualitas makanan balita, dengan kategori kurang baik sebanyak 49 sresponden (57%). Distribusi frekuensi kejadian stunting pada balita, dengan kategori mengalami stunting sebanyak 27 responden (31,40%). Ada hubungan antara kualitas makanan dengan kejadian stunting. p value = 0,016. OR: 3,875. Berdasarkan uji chi-square terdapat hubungan antara kualitas makanan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas kota karang bandar lampung tahun 2023. Kata Kunci: Kualitas, Makanan, Stunting
Co-Authors Andoko Andoko Anita Bustami Ariyanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Aryawati, Wayan Bella Kurniane Hartono Budiarti Dea Pratiwi Dewi Kusuma Ningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Sartika Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Dwi Gustiani Dwi Setiawan Easter Yanti, Dhiny Eka Nurul Iswanti Eka Silvia Eka Trismiyana Eka Trismiyana Elliya, Rahma Elpi Ulandari Endah Susilawati ERNA RAHMA YANI Erna Yulianti Erni Hidayanti Eva Listiyo Putri Evi Martha Sihombing Fajar Septriwanti Fransisca Melyana Gunawan, M. Ricko Gustini Gustini Heni Kartika Sari Herlina Anggraini Husnil Hayati Iit Imas Masitoh Indah Sari Intan Putri Iqmy, Ledy Octaviani Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Keswara, Umi Romayati Khoirul Nadira Leni Marlena Lidya Ariyanti Lidya Ariyanti Lidya Ariyanti Lidya Aryanti Linawati Novitasari M. Fani Sugiantoro Marlena Mega Haryanti Megah Rachmawati Mutiara Natalia Mutiara Veny Yulia Nirwanto Nirwanto Nopriani Novikasari, Linawati Nurul Aryastuti Prima Dian Furqoni Putri Salsabila Azzahra Rachmat Rizkiawan Rahma Elliya Rahma Elliya Elliya Rahma Ellya Ratna Susanti Ratna Susanti Redia Indira Putrianti Reni Aprilia Binhar Resnawati Purba Resti Tuta Rahmawati Ria Mu'alifah Rika Yulendasari Rilyani Rilyani Riri Anjeli Riska Wandini Riska Wandini, Riska Riska Wardiana Rita Purnama Sari Rizka Shelvia Yulita Santy Anggraini Siti Nursondang Suci Nur indah Sari Taufik Sofa Tedi Tiar Mahendra Teguh Pribadi Tomi Saputra Tri Yusefi Trio Subroto Triyono Triyono Triyoso Triyoso Tya Nadila Umi Romayati Veni Andriyani Wahid Tri Wahyudi Wahyu Agil TriSakti Wardiah Aryanti Yulina Yulina