Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Teh Herbal Daun Kelakai (Stenochlaena palustris) sebagai Potensi Fitoestrogen Untuk Produksi ASI : Terinspirasi dari Kearifan Lokal Suku Anak Dalam Jambi Intami, Eprina; Mustakim , Ardi; Rahmadevi, Rahmadevi; Mulyati , Sri
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i1.1177

Abstract

This study was conducted in response to the problem of low breast milk production among some breastfeeding mothers, which may adversely affect infant growth and development. One approach to enhancing breast milk production is the utilization of natural substances containing phytoestrogens. Kelakai leaves (Stenochlaena palustris) are a plant traditionally used by the Suku Anak Dalam community as part of local wisdom to support maternal health during the postpartum period. This study aimed to develop kelakai leaf herbal tea as a natural source of phytoestrogens with potential to support increased breast milk production. The research employed a quasi-experimental design using a one-group pre-test and post-test with control group approach, complemented by laboratory analyses including identification of active compounds, simplicia processing, herbal tea formulation, phytochemical screening, and phytoestrogen content analysis. The results demonstrated that kelakai leaves contain flavonoids, saponins, and phytoestrogenic compounds that may contribute to the stimulation of prolactin and oxytocin secretion. Statistical analysis revealed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of kelakai herbal tea administration on breast milk production among breastfeeding mothers. Based on these findings, it can be concluded that kelakai herbal tea has potential as an alternative herbal beverage derived from local wisdom that may support the success of exclusive breastfeeding programs.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN TERHADAP RENDAHNYA CAKUPAN IMUNISASI IPV (INCATIVATED POLIO VACCINE) DI PUSKESMAS PAAL MERAH II KOTA JAMBI TAHUN 2021 Eprina Intami; Hafiz Muchti Kurniawan
SCIENTIA JOURNAL Vol. 10 No. 2 (2021): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resiko penyebaran polio di Indonesia tetap tinggi di dunia dan faktor resiko untuk terjadi penularan masih tetap ada oleh karena kekebalan masyarakat yang belum optimal yang di sebabkan karena masih terdapatnya cakupan imunisasi polio rutin yang rendah selama beberapa tahun. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan peran petugas kesehatan terhadap rendahnya cakupan imunisasi IPV (Incativated Polio Vaccine) di Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian telah dilakukan di Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi dan telah dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2021. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu yang memiliki 4-6 bulan berkunjung atau berada di Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi sebanyak 414 orang dan sampel penelitian sebanyak 39 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, dimana penelitian dilakukan menggunakan kuesioner dengan cara pengisian kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi squere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi IPV (Incativated Polio Vaccine) di Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi dengan nilai p value 0,037 dan adanya hubungan signifikan antara peran petugas kesehatan dengan pemberian imunisasi IPV (Incativated Polio Vaccine) di Puskesmas paal Merah II Kota Jambi dengan nilai p value 0,008. Diharapkan pihak puskesmas memberikan informasi dan penyuluhan tentang imunisasi IPV (Incativated Polio Vaccine) sehingga ibu timbul kesadaran bahwa imunisasi IPV (Incativated Polio Vaccine) itu sangat penting diberikan kepada bayinya.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya Pemeriksaan IVA Terhadap Kanker Serviks Di Wilayah Kerja Puskesmas Bayung Lencir Tahun 2022 Eprina Intami; Hafiz Muchti Kurniawan; Mistinah
SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 1 (2022): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia khususnya di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2020 tercatat sebanyak 14.768 orang WUS yang telah melakukan pemeriksaan IVA dengan hasil positif sebanyak 183 orang, WUS yang melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 2039 orang dari sasaran WUS tahun 2021 di Puskesmas Bayung Lencir sebanyak 7590 orang (26,9%). Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks masih rendah yang dapat dikarenakan kurangnya pengetahuan terhadap pemeriksaan deteksi dini kanker serviks. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, penelitian ini bertujuan mengetahui Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya Pemeriksaan IVA di Wilayah Kerja Puskesmas Bayung Lencir Tahun 2022. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2022. Populasi penelitian ini Wanita Usia Subur (WUS) sebanyak 7.950 dan sampel sebanyak 95 orang dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang tidak pernah melakukan pemeriksaan iva 58 orang (61,1%), pengetahuan yang kurang 59 orang (62,1%), jaminan kesehatan yang tidak memiliki 55 orang (57,9%), akses layanan kesehatan yang jauh 71 orang (74,7%). Hasil uji statistik bahwa ada hubungan pengetahuan (p value 0,005), jaminan kesehatan (p value 0,036) dan akses layanan kesehatan (p value 0,013) dengan rendahnya pemeriksaan IVA. Diharapkan pihak puskesmas untuk meningkatkan frekuensi penyuluhan kesehatan kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan deteksi dini kanker serviks. Penyuluhan kesehatan mencakup tentang penyakit kanker serviks, bahaya dari kanker serviks, dan pentingnya pemeriksaan deteksi dini kanker serviks. Penyuluhan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dengan IVA di Puskesmas Bayung Lencir.