Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

The Relationship of Breastfeeding Self Efficacy with the Success of Exclusive Breastfeeding in Babies Aged 6 – 12 Months Rahmawati, Dwi
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmj.v13i2.43396

Abstract

Background: The coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia, including in Jambi Province, is still below the national target. In 2022, exclusive breastfeeding coverage in Jambi Province only reached 27.14%, a sharp decrease from 64.67% in the previous year. One of the psychological factors that affect the success of exclusive breastfeeding is the mother's self-efficacy in breastfeeding. Objective: To determine the relationship between the self-efficacy of breastfeeding and the success of exclusive breastfeeding in mothers with babies aged 6–12 months. Methods: This study is a descriptive analytical study with a cross-sectional approach. Data collection was carried out in March 2024 at PMB Azimah and PMB Zulfiatun Rangkuti, Jambi City, with a sample of 45 postpartum mothers selected through a total sampling technique. Data were collected using the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSES-SF) questionnaire and the exclusive breastfeeding questionnaire, then analyzed using the chi-square test with a significance level of α = 0.05. Results: As many as 57.78% of mothers managed to provide exclusive breastfeeding. There was a significant relationship between the self-efficacy of breastfeeding and the success of exclusive breastfeeding (p = 0.004). Conclusion: The higher the mother's confidence in breastfeeding, the greater the chance of success in exclusive breastfeeding. Continuous interventions to improve maternal self-efficacy need to be carried out by health workers to support the success of exclusive breastfeeding programs.
Hubungan Budaya dan Dukungan Sosial Terhadap Post Partum Blues di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Kibul Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Tahun 2022 Dwi Rahmawati
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.649 KB)

Abstract

Post partum blues merupakan salah satu bentuk gangguan perasaan akibat penyesuaian terhadap kelahiran bayi, yang muncul pada hari pertama sampai hari ke empat belas setelah proses persalinan, dengan gejala memuncak pada hari ke lima. Post partum blues menunjukkan gejala depresi ringan yang dialami oleh ibu seperti mudah menangis, perasaan kehilangan dan dipenuhi dengan tanggung jawab, kelelahan, perubahan suasana hati yang tidak stabil, dan lemahnya konsentrasi. Lalu Ibu menjadi mudah tersinggung, dapat mengalami gangguan pola makan dan tidur. Metode penelitian ini adalah Deskriptif Analitik Korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Kibul pada tanggal 15 Februari s/d tanggal 28 Februari pada ibu nifas yang bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Kibul sesuai dengan kriteria inklusi dengan teknik pengambilan sampelnya adalah total sampling dengan jumlah sampel 31 orang. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang diolah dengan program SPSS dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian antara Budaya terhadap Post Partum Blues (1,000>0,05) dan Dukungan Sosial terhadap Post Partum Blues (0,030<0,05). Dari Hasil penelitian, Budaya tidak memiliki hubungan terhadap Post Partum Blues, sedangkan Dukungan Sosial memiliki hubungan terhadap Post Partum Blues. Diharapkan tenaga kesehatan memberikan edukasi berupa pendidikan kesehatan terhadap ibu hamil mengenai persiapan fisik maupun psikis mengenai perawatan bayi baru lahir untuk mengurangi terjadinya post partum blues. Ibu diharapkan lebih meningkatkan pengetahuan mengenai post partum blues dengan aktif mengikuti penyuluhan yang diberikan oleh tenaga kesehatan, lebih terbuka untuk menanyakan sesuatu yang tidak diketahui dan sebagai bahan penunjang untuk aktif dalam menggali informasi kesehatan dari media massase pertisosial media tentang kesehatan.
Lama Pemakaian dan Usia dengan Kejadian Efek Samping Kontrasepsi Progestin Depomedroksi Progesteron Acetat (DMPA) pada Wanita Usia Subur Niki Astria; Dwi Rahmawati
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.326 KB)

Abstract

Kontrasepsi yang paling banyak di gunakan oleh wanita usia subur adalah kontrasepsi suntik. Mengingat jumlah akseptor kontrasepsi suntikan semakin meningkat, maka perlu di waspadai dan diantisipasi kemungkinan efek samping yang dapat terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Lama Pemakaian Dan Usia Dengan Kejadian Efek Samping Kontrasepsi Progestin Depomedroksi Progesteron Acetat (DMPA) Pada Wanita Usia Subur Di Desa Sidolego Wilayah Kerja Puskesmas Tabir Lintas Kabupaten Merangin Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif Analitik dengan rancangan Cross-Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2022 di Puskesmas Tabir Lintas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh PUS yang berjumlah 570 orang. Sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik Simple random Sampling yaitu sampel diambil secara acak dengan jumlah sampel 85 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan menggunakan kuisioner, data diolah dan dianalisa menggunakan uji statistik analisis Univariat dan Bivariat menggunakan uji Chi- Square. Hasil penelitian umur 20-35 tahun yaitu 38 orang (43,5%). 50 orang (58,8%) kurang dari 1 tahun menggunakan Kontrasepsi DMPA. 50 orang (58,8%) kurang dari 1 tahun menggunakan Kontrasepsi DMPA. Ada hubungan yang bermakna antara usia dengan kejadian efek samping penggunaan kontrasespsi DMPA di Puskesmas Tabir Lintas Tahun 2022 nilai p = 0,036 < 0,05. Ada hubungan yang bermakna antara usia dengan kejadian efek samping penggunaan kontrasespsi DMPA di Puskesmas Tabir Lintas Tahun 2022 nilai p = 0,000 < 0,05.Diharapkan optimalisasi sosialisasi program keluarga berencana oleh tenagan kesehatan tidak hanya mengenalkan alat kontrasepsi saja tapi juga efek samping yang akan dialami oleh aseptor KB.
Pemberdayaan Kader PKK dan Keluarga melalui Program Gerakan Masyarakat Peduli Kesehatan Mental Ibu (GEMAPI) untuk Pencegahan Depresi Postpartum Dwi Rahmawati; Wahyu Indah Dewi Aurora; Andika Sulistiawan
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/yv6js232

Abstract

Depresi pascapersalinan masih menjadi masalah kesehatan mental dengan prevalensi global 10–20%. Kondisi ini berdampak pada kesejahteraan ibu, tumbuh kembang anak, serta keharmonisan keluarga. Rendahnya literasi kesehatan mental dan minimnya deteksi dini di tingkat komunitas menyebabkan banyak kasus tidak teridentifikasi. Program Gerakan Masyarakat Peduli Kesehatan Mental Ibu (GEMAPI) dikembangkan sebagai upaya meningkatkan peran keluarga dan kader PKK dalam pencegahan PPD melalui literasi, deteksi dini, serta akses rujukan. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Aurkenali, Kota Jambi pada Juli–Agustus 2025, melibatkan 30 ibu hamil/nifas dan 15 kader PKK. Intervensi meliputi penyuluhan literasi kesehatan mental, pelatihan skrining menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale dan Whooley Questions, simulasi jejaring rujukan, serta pembentukan komunitas dukungan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test literasi serta observasi praktik kader dalam melakukan skrining. Terdapat peningkatan signifikan literasi kesehatan mental ibu, dengan kategori “baik” naik dari 20% menjadi 70%, serta penurunan kategori “kurang” dari 33,3% menjadi 0%. Keterampilan kader juga meningkat, ditunjukkan dengan 93,3% kader mampu menggunakan EPDS, 100% menggunakan Whooley, dan 86,7% mampu melakukan rujukan sesuai SOP. Selain itu, ibu yang sebelumnya cenderung menolak membicarakan masalah emosional menjadi lebih terbuka, memahami gejala, serta bersedia mencari bantuan profesional. Terbentuk pula Komunitas Peduli Kesehatan Mental Ibu (KPMI) sebagai wadah dukungan sebaya.Program GEMAPI terbukti efektif dalam meningkatkan literasi, keterampilan kader, dan jejaring rujukan berbasis komunitas. Keterlibatan keluarga dan kader sebagai ujung tombak terbukti memperkuat pencegahan depresi pascapersalinan.
Local Food-Based Mediterranean-Style Nutrition Education Improves Dietary Adherence, Sleep Quality, and Psychological Wellbeing Among Third-Trimester Pregnant Women Dwi Rahmawati; Wahyu Indah Dewi Aurora; Liani Styarsih; Andika Sulistiawan
Al Jahiz Vol 7 No 1 (2026): Al-Jahiz: Journal of Biology Education Research, January-June 2026 (In Progress)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training UIN Jurai Siwo, Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/al-jahiz.v7i1.13067

Abstract

Maternal nutrition is shaped by cultural food knowledge and local biodiversity, yet these factors are rarely integrated into dietary interventions for pregnant women. This study aimed to evaluate the effects of a local food–based Mediterranean-style nutrition education program on dietary adherence, sleep quality, and psychological wellbeing among third-trimester pregnant women, and to examine the association between ethnobiological literacy and dietary adherence. A quasi-experimental pretest–posttest design was conducted in Jambi City, Indonesia, involving 168 participants (84 intervention; 84 control) selected through accidental sampling. The intervention group received locally adapted Mediterranean-style nutrition education for 30 days, while the control group received standard antenatal nutrition counseling. Results showed significant improvements in the intervention group, including increased Mediterranean Diet Adherence Screener (MEDAS) scores (6.1 ± 1.4 to 9.2 ± 1.6; p < 0.001), improved sleep quality indicated by lower Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) scores (7.8 ± 2.1 to 5.1 ± 1.8; p < 0.001), and higher psychological wellbeing measured using the WHO-5 Well-Being Index (46.7 ± 8.9 to 58.3 ± 9.7; p < 0.001). The control group showed minimal and non-significant changes. These findings suggest that nutrition education integrating local food resources with Mediterranean-style dietary principles can improve maternal dietary behavior and wellbeing.
EDUKASI BIJAK PENGGUNAAN OBAT SAAT PUASA PADA MASYARAKAT TUGU KERIS SIGINJAI KOTA JAMBI Rahmat Hidayat; Amraini Amelia; Kristy Mellya Putri; Rahmad Fitrianto; Menrisal Menrisal; Chindiana Khutami; Putri Dewi Anggraini; Dwi Rahmawati; Talitha Salshabilla Azzahra; Sa'adatul Karimah; Egis Monica
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.57352

Abstract

Mayoritas penduduk di Indonesia beragama Islam dan menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan. Selama menjalankan puasa terjadi perubahan pola makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali, yaitu saat berbuka puasa dan sahur. Perubahan pola makan ini juga berpengaruh terhadap waktu dan aturan penggunaan obat bagi masyarakat yang sedang menjalani terapi pengobatan. Kurangnya pemahaman mengenai cara penggunaan obat yang tepat selama berpuasa dapat menyebabkan penggunaan obat yang tidak sesuai sehingga berpotensi menurunkan efektivitas terapi. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan obat yang bijak dan tepat selama menjalankan ibadah puasa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di kawasan Tugu Keris Siginjai Kota Jambi dengan metode sosialisasi langsung kepada masyarakat menggunakan media leaflet sebagai sarana edukasi. Selain itu, kegiatan ini juga disertai dengan pembagian takjil kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respon yang positif terhadap kegiatan edukasi yang dilaksanakan. Hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan, partisipasi aktif dalam sesi diskusi, serta adanya interaksi antara tim pelaksana dan masyarakat. Secara umum kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang tepat dan aman selama menjalankan ibadah puasa.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PENGGUNAAN DIAPERS PADA BALITA USIA 1-2 TAHUN Dwi Rahmawati
SCIENTIA JOURNAL Vol. 10 No. 2 (2021): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Popok atau diapers sekali pakai menjadi pilihan yang paling populer bagi orang tua karena mudah digunakan, tidak harus mencucinya. Yang mana masih kurangnya pengetahuan ibu dalam penggunaan diapers, sehingga tidak memikirkan efek samping yang akan terjadi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Penggunaan Diapers Pada Balita Usia 1-2 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi Tahun 2021 Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, penelitian telah dilaksanakan pada 11-16 Oktober tahun 2021 di wilayah kerja puskesmas paal merah II kota jambi tahun 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita di wilayah kerja puskesmas paal merah II kota jambi yang berjumlah 447 orang, dan sampel 39 orang telah dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat dan bivariat. Ada hubungan pengetahuan ibu dengan penggunaan diapers pada balita usia 1-2 tahun di wilayah kerja puskesmas Paal Merah II Kota Jambi tahun 2021 dengan p-value 0.003. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat memberikan masukan dan acuan untuk mengembangkan penelitian tentang hubungan pengetahuan ibu dengan penggunaan diapers pada balita usia 1-2 tahun di wilayah kerja puskesmas Paal Merah II Kota Jambi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN KONTRASEPSI INJEKSI HORMONAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKANCING DI DESA SEKANCING ILIR TAHUN 2022 Dwi Rahmawati
SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 1 (2022): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan program Keluarga Berencana saat ini bukan saja untuk menurunkan angka kelahiran, tetapi mewujudkan bonus demografi yang berkualitas. Pasangan usia subur dianjurkan menggunakan kontrasepsi untuk mengatur kesuburannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Kontrasepsi Injeksi Hormonal di Wilayah kerja Puskesmas Sekancing di Desa Sekancing Ilir tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Tempat dan waktu penelitian dilakukan di Desa Sekancing Ilir wilayah kerja Puskesmas Sekancing pada tanggal 26 Februari 2022 sampai dengan 08 Maret 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah 196 orang, jumlah sampel sebanyak 64 responden. Teknik pengumpulan data adalah data primer dan sekunder. Adapun teknik analisa datanya adalah univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square test. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa ada berhubungan yang bermakna antara usia nilai p-value (0,010), pendidikan nilai p-value (0,007), pengetahuan nilai p-value (0,019), dan pendapatan nilai p-value (0,002) dengan pemilihan pemilihan kontrasepsi injeksi hormonal di Wilayah Kerja Puskesmas Sekancing di Desa Sekancing Ilir Tahun 2022. Diharapkan bagi Puskesmas Sekancing agar meningkatkan program pelayanan serta penyuluhan ke desa-desa tentang KB khususnya pelayanan kontrasepsi injeksi hormonal baik suntik 1 bulan ataupun DMPA.
Hubungan Stres Psikologis Dengan Produksi Asi Pada Ibu Menyusui Di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Pijoan Baru Dwi Rahmawati; Sri Handayani
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat beberapa faktor penyebab rendahnya pemberian ASI eksklusif pada bayi, salah satunya yaitu kurangnya produksi ASI. Ketidaklancaran ASI dapat dibagi menjadi empat bagian yaitu tidak keluar sama sekali (agalaksia), ASI sedikit (oligolaksia), dan ASI yang terlalu banyak (poligalaksia). Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik dengan jenis desain penelitian crossectional untuk melihat Hubungan Stress Psikologis dengan Produksi ASI pada ibu menyusui. Penelitian ini dilakukan di Di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Pijoan Baru pada Bulan Maret 2024. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Pijoan Baru yaitu sebanyak 37 ibu. Sampel menggunakan teknik total sampling Uji statistik menggunakan Chi-square dengan taraf signifikansi 5 %. Berdasarkan hasil penelitian produksi lancar sebanyak 19 (51.4%) responden dan mengalami stress psikologis ringan sebanyak 23 (62.2%) responden. Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value=0.000 maka dapat disimpulkan ada hubungan Stress Psikologis dengan Produksi ASI pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Pijoan Baru Tahun 2024. Diharapkan kepada petugas kesehatan dapat melakukan konseling terhadap ibu nifas agar memperhatikan keadaan psikologis ibu nifas dan mengikuti penyuluhan yang diberikan oleh petugas kesehatan agar menambah pengetauan ibu mengenai pentingnya menjaga kondisi kesehatan fisik dan psikologis selama menyusui sehingga berpengaruh terhadap produksi ASI.
HUBUNGAN ANTARA KELELAHAN DAN KUALITAS TIDUR DENGAN DEPRESI PASCA PERSALINAN PADA IBU NIFAS DWI RAHMAWATI; Devi Arista; Gustien Siahaan; Margareta Pratiwi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3101

Abstract

Depresi postpartum merupakan gangguan psikologis yang umum terjadi pada ibu setelah melahirkan, dengan prevalensi global yang cukup tinggi. Di Amerika Serikat, prevalensinya mencapai 14%, sementara di Asia berkisar antara 26%–85%. Di Indonesia sendiri, risiko depresi postpartum dilaporkan sebesar 50%–70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelelahan dan kualitas tidur dengan kejadian depresi pasca persalinan pada ibu nifas. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2024 dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 31 responden ibu nifas diikutsertakan sebagai sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang meliputi aspek kelelahan, kualitas tidur, dan gejala depresi postpartum, lalu dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan sebagian besar responden tidak mengalami depresi postpartum (67,7%), seluruh responden mengalami kelelahan ringan (100%), dan mayoritas memiliki kualitas tidur yang buruk (64,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kelelahan dan kualitas tidur dengan kejadian depresi postpartum (p = 0,000). Studi ini merekomendasikan perlunya intervensi berupa edukasi dan konseling bagi ibu nifas untuk menjaga kesehatan fisik dan mental selama masa postpartum.