Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Aparatur Desa dalam Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Sena Herkules Herkules; Amalia Akita; Aditiya Pratama Daryana; Vina Gabriella Saragih
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Juni : SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/sewagati.v4i2.2590

Abstract

The training and mentoring of Desa Sena’s village apparatus in establishing the Merah Putih Village Cooperative were driven by the national priority of empowering village economies through healthy and accountable cooperative institutions. This study aimed to enhance the technical capacity and regulatory literacy of village officials in drafting foundational cooperative documents, facilitating the legalization process, and monitoring the sustainability of cooperative operations. Methods included intensive socialization and training on cooperative concepts and the latest regulations, technical field mentoring for drafting the Articles of Association/Bylaws and preparing the General Meeting of Members, and post-legalization monitoring and evaluation through group discussions. Findings revealed the completion of comprehensive Articles of Association drafts, the democratic election of cooperative management, and the formulation of a medium-term business development roadmap. Implications underscore improved effectiveness in village cooperative governance and recommend a sustainable mentoring model for replication in other villages.
PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DENGAN KONSEP URBAN FARMING PADA MASYARAKAT KOTA MEDAN Alkhafi Maas Siregar; Herkules Abdullah; Taufik Hidayat; Purwanto Purwanto; Irfandi Irfandi; Mangido Nainggolan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3260-3271

Abstract

Tujuan kegiatan Program kemitraan Masyarakat untuk membantu mitra kelompok Tuna Karya serta Ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Kelurahan Mesjid. Banyak Masyarakat yang terdampak Pandemi sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup.  Olah karena itu dalam memanfaatkan lahan terbatas dan sempit maka di damping untuk program Urban Farming dengan pembuatan Aquaponik, penggabungan antara konsep Hidroponik dengan pemeliharaan ternak Ikan. Urgensi Permasalahan yang ada pada masyarakat 1). Terjadinya dampak Pandemi sehingga masyarakat perkotaan di kelurahan Mesjid yang menggantungkan hidupnya dari jasa dan pariwisata terimbas langsung 2). Sulit pemenuhan kebutuhan pangan karena dampak dari covid 3). Hanya memiliki pemahaman secara konvensional dan Tidak memiliki pemahaman tentang konsep urban farming dengan memanfaatkan space terbatas untuk memenuhi kebutuhan pangan produktif 4). Usaha kelompok Tuna Karya serta PKK belum optimal pemanfaatan ruang sempit sebagai pertanian perkotaan yang menghasilkan nilai ekonomi 5). Pembukuan keuangan kelompok masih sederhana hanya modal kepercayaan dan dicatat tanpa ada analisis maupun pembukuan  keuangan. 5). Biaya produksi ekoenzim dan pengeluaran tidak tercatat dengan detail sehingga sulit dalam menentukan harga. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan kegitan PKM adalah metode pendidikan, penyuluhan, pelatihan produksi, pelatihan manajemen usaha, dan pendampingan Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Mesjid Kecamatan Medan Kota. Pendampingan serta  pembinaan mulai dari aspek penyadaran tentang konsep urban farming dengan konsep Aquaponic yang melestarikan lingkungan perkotaan, sistem pengelolaan maupun manajemen usaha sehingga tercipta kemandirian secara ekonomi dan meningkatnya pendapatan usaha.
PELATIHAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN BAGI REMAJA PENDAMPING PENCEGAHAN STUNTING DI DESA SENA Roni Gunawan; Lufthiani Lufthiani; Sudana Fatahilah Pasaribu; Herkules Herkules
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3460-3466

Abstract

Stunting merupakan masalah yang sangat penting dan mendesak untuk diselesaikan saat ini di Indonesia agar kualitas sumber daya manusia kedepan benar-benar bagus dalam menghadapi bonus Demograsi, salah satunya dengan memperhatikan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Remaja yang siap menikah merupakan target dari kegiatan ini yang harapannya memahami dan mampu menjadi pendamping di tengah masyarakat dalam memasyarakatkan 1000 HPK. Oleh karena itu kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui pelatihan 1000 HPK pada remaja pendamping. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan remaja tentanga 1000 HPK dan bermomitmen menjadipendamping di tengah-tengah masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yakni  pembentukan kelompok, pelatihan dan pendampingan pada remaja pendamping. Hasil yang diperoleh pada kegiatan ini yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan remaja tentang 1000 HPK, selain itu remaja juga berkomitmen untuk menjadi pendamping yang akan membantu mensosialisasikan 1000 HPK di Masyarakat. Kegiatan ini merupakan rangkaian awal yang berperan besar dalam menciptakan upaya pemberdayaan masyarakat dalam mencegah terjadinya stunting sedini mungkin.
Risiko Keamanan Pangan pada Makanan Homemade Sehat: Narrative Review Amalia Akita; Gunawan, Roni; Daryana, Aditiya Pratama; Herkules Herkules; Pratama, Muchti Yuda
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 4 No. 2 (2026): April: Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/innovation.v4i2.9122

Abstract

Homemade food is increasingly dominating the choices of consumers who are oriented towards a healthy lifestyle. However, the belief that self-cooking is synonymous with food safety is not always supported by scientific evidence. This Narrative Review aims to build an in-depth thematic synthesis of the various dimensions of food safety risks that arise in the process of preparing healthy homemade food, ranging from biological and chemical contamination, to human behavioral factors as the main agents of contamination. The study was conducted against seven reputable sources of scientific literature published between 2010–2025, including observational, experimental, cross-sectional, and review studies. Four main themes were identified: (1) risky behaviors in the household kitchen as the dominant factor; (2) unexpected cross-contamination pathways including table salt as a vector; (3) chemical and biological contaminants hidden in "healthy" materials; and (4) evidence-based interventions that have been proven to be effective. This review confirms that homemade food safety is a behavioral issue, not just a technical one, so the intervention approach must be multidimensional and sustainable.
Kontaminan Pangan (Mikroba, Kimia, Fisik) dan Risiko Kesehatan di Lingkungan Pendidikan Kuliner Amalia Akita; Roni Gunawan; Herkules Herkules
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i4.928

Abstract

Background: Food safety in culinary education institutions is not yet fully a major concern, even though the practice kitchen is a space that is vulnerable to contamination. This study analyzed three main types of microbiological, chemical, and physical contaminants and their impact on health in the culinary vocational education environment. Method: The method used is in the form of a literature review from various national and international scientific sources published in 2015–2025. Result:The results of the analysis show that the three types of contamination are interrelated and often root from human behavior, limited facilities, and weak application of sanitation and hygiene principles. Students have generally accepted basic theories of food safety, but are still lacking in practical applications such as temperature control, cross-contamination prevention, and chemical and physical hazard identification. Conclussion : Risk awareness also tends to be low, especially when handling raw materials or using shared equipment. Therefore, a real-world practice-based learning approach and risk assessment need to be applied consistently. The integration of educational models such as risk-based hygiene training and Green and Safe Kitchen can shape hygienic behavior, professional ethics, and social responsibility of students as prospective workers in the food service industry.