Nurdalilah Nurdalilah
Jurusan Pendidikan Matematika, Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah, Jalan Garu II No. 93 Medan, Sumatera Utara, 20147, Indonesia

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Pada Materi Aljabar dengan Pendekatan Brain Based Teaching Nurdalilah Nurdalila
Jurnal MathEducation Nusantara Vol 1, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.977 KB) | DOI: 10.32696/jmn.v1i1.14

Abstract

This study aims to: 1) to determine whether the Brain Based Teaching approach can improve students 'mathematics learning outcomes and 2) to find out how much percentage improvement in students' mathematics learning outcomes after applying the Brain Based Teaching approach. This research is an action research conducted in 2 cycles. The subject of this research is the students of class VII-1 MTsN Damuli Pekan which amounts to 40 people. Methods of data collection using tests and observations. Data analysis used is quantitative and qualitative analysis. The results showed that there was an increase in the students' mathematics learning outcomes from cycle I and cycle II. Percentage increase of pratindakan result, cycle I and cycle II result of student's mathematics learning that is 65 % with mean value of mathematics learning result 83,5. Keywords : Brain Based Teaching Approach, Mathematics Learning Outcomes
Penggunaan Metode Inkuiri Terhadap Hasil Belajar Matematika Nurdalilah Nurdalilah
Jurnal MathEducation Nusantara Vol 3, No 1 (2020): January 2020
Publisher : Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.381 KB) | DOI: 10.32696/jmn.v3i1.113

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode inkuiri terhadap hasil belajar siswa pada mata Pelajaran matematika siswa. Penelitian ini adalah eksperimen semu.Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes. Hasil Penelitian diperoleh Hasil penelitian skor dasar siswa meningkat nilai rata-rata dan simpangan baku hasil belajar matematika siswa pada materi segi empat dengan menggunakan metode pembelajaran inkuiri adalah  dan S1 = 8,45 . Nilai rata-rata dan simpangan baku hasil belajar matematika siswa pada materi segi empat dengan menggunakan model pembelajaran konvensional adalah  dan S2= 8,16 . Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung =  2,5867 dan ttabel = 1,67. thitung> ttabel, sehingga hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara metode pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar matematika siswa
Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Haryati Ahda Nasution; Nurdalilah Nurdalilah; Hizmi Wardani
Jurnal MathEducation Nusantara Vol 4, No 1 (2021): January 2021
Publisher : Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.945 KB) | DOI: 10.32696/jmn.v4i1.130

Abstract

Penggunaan Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Nurdalilah Nurdalilah
Jurnal MathEducation Nusantara Vol 3, No 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.195 KB) | DOI: 10.32696/jmn.v3i2.103

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar matematika siswa. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan dengan tiga siklus.Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi dan tes. Hasil dari penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas belajar matematika siswa yang menggunakan model Contextual Teaching and Learning (CTL)meningkat dari persentase tingkat aktivitas siklus I adalah 40% (kurang aktif) menjadi 62,3% (cukup aktif) pada siklus II dan pada siklus III mencapai 87,1% (sangat aktif). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang disajikan dapat diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa.
Perbedaan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Pada Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Model Pembelajaran Kontekstual Pada Materi Segi Empat Nurdalilah Nurdalilah
Jurnal MathEducation Nusantara Vol 1, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.495 KB) | DOI: 10.32696/jmn.v1i2.31

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan:  1)  Untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajarkan dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah model pembelajaran Kontekstual pada materi segi empat  2) Untuk mengetahui perbedaan yang pada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajarkan dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan model Pembelajaran Kontekstual pada materi segi empat. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen yaitu penilitian yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan akibat pengaruh dari suatu perlakuan yang dikenakan pada subjek. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII-A dan VII–B  MTs  Al Wasliyah berjumlah 60 orang. Metode pengumpulan data menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil Diperoleh Pembelajaran Berbasis Masalah adala 32.233 dan pada kelas Kontekstual 29.800. Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh  tidak berada dalam interval  yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajarkan dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan model pembelajaran Kontekstual pada materi segiempat
Perbedaan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Antara Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TTW Berbasis Youtube Nila Afriyani; Nurdalilah Nurdalilah
Jurnal MathEducation Nusantara Vol 5, No 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jmn.v5i2.254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dan model pembelajaran kooperatif tipe TTW menggunakan media youtube terhadap kemampuan matematis siswa pada  materi Bangun ruang sisi datar di kelas VII SMP Swasta Nurul Hadina Tahun Ajaran 2021/2022. Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah ada perbedaan model pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe TPS dan model pembelajaran kooperatif tipe TTW terhadap kemampuan matematis siswa pada  materi Bangun ruang sisi datar di kelas VII SMP Swasta Nurul Hadina Tahun Ajaran 2021/2022. Data tersebut diolah dengan menggunakan uji statistik t. Berdasarkan hasil pengolahan data didapat rata-rata  siswa kelas Eksperimen 1 (VII.1) yaitu 76,11 dan  nilai rata-rata siswa kelas Eksperimen 2 (VII.2) yaitu 71,30. Data tersebut diolah menggunakan statistic uji-t satu pihak. Berdasarkan analisis data maka diperoleh = 4,026 dan   yaitu 1,706 taraf signifikan α yaitu 5% dapat dilihat bahwa t = 4,026  1,706 maka  ditolak dan diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa  ada perbedaan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dan model pembelajaran kooperatif tipe TTW menggunakan media youtube terhadap kemampuan matematis siswa pada  materi Bangun ruang sisi datar di kelas VII SMP Swasta Nurul Hadina Tahun Ajaran 2021/2022
Analisis Problematika Penggunaan Google Classroom Sebagai Sarana Pembelajaran Masa Pandemi Covid 19 Terhadap Prestasi Belajar Matematika Rizkha Dini Wahyuni; Nurdalilah Nurdalilah
Jurnal MathEducation Nusantara Vol 5, No 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jmn.v5i2.244

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui yang menjadi kendala atau masalah dalam penggunaan aplikasi google classroom terhadap prestasi belajar matematika siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif.dengan kajian kepustakaan (library research). kegiatan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan  informasi dan data dengan bantuan berbagai macam material yang ada diperpustakaan seperti hasil penelitian sebelumnya yang sejenis, artikel, catatan, serta berbagai jurnal yang berkaitan. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Guru mengalami kendala dalam penguasaan aplikasi Google Classroom, serta Problematika yang dialami siswa hampir 80% dikarenakan koneksi jaringan internet yang kurang stabil. Dapat dilakukan penelitian yang lebih mendetail lagi mengenai permasalahan atau problematika yang terjadi pada aplikasi Google Classroom yang menjadi sarana pembelajaran disekolah
Analisis kemampuan pemecahan masalah dengan menerapkan blended learning berbantuan edmodo Shelly Rozalina; Nurdalilah Nurdalilah
Journal of Didactic Mathematics Vol 3, No 3 (2022): December
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jdm.v3i3.1577

Abstract

This study aims to analyze students' problem-solving abilities in solving problems on flat-sided geometric shapes by applying Edmodo-assisted blended learning. This research method uses qualitative methods with a descriptive approach. This study describes students' mathematical problem-solving abilities in the process of learning mathematics with the help of Edmodo. The subjects used in this research were class VIII-A students at MTsS Al-Washliyah Pulau Gambar, which currently consists of 20 students. The data collection used was in the form of math problem-solving ability tests and interviews. Based on the results of the study, which showed that the problem-solving abilities of students with the help of Edmodo were able to provide an understanding of the problems of questions on flat-sided geometric material, The results of the percentage of problem-solving abilities in the high-level category are 50%, the medium-level percentage is 25%, and the low-level percentage is 25%. To further strengthen the results, a sample of five students will be interviewed at various levels of ability. However, students showed a positive response to Edmodo-assisted learning media.
Sosialisasi Tutor Sebaya Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematis Di SD Bintang Pertiwi Medan Ramadhani Ramadhani; Hizmi Wardani; Nurdalilah Nurdalilah; Haryati Ahda Nasution
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Januari 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v3i1.314

Abstract

Pendidikan merupakan usaha untuk meningkatkan kemampuan siswa, baik kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik. Kemampuan pemahaman konsep matematis merupakan salah satu kemampuan kognitif yang harus dimiliki oleh siswa. Di masa pandemic Covid-19, banyak sekolah yang melaksanakan proses pembelajaran secara daring (e-learning). Di SD Bintang Pertiwi Medan, tidak dapat melaksanakan proses pembelajaran secara daring dengan maksimal. Karena banyak orang tua murid terkendala dari handphone atau kouta internet. Sehingga diperlukan pelatihan suatu model yang dapat meningkatkan pembelajaran seperti tutor sebaya. PKM peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis dengan tutor sebaya di SD Bintang Pertiwi Medan. Kegiatan ini dilaksanakan diawali dengan observasi sekolah, merencakan kegiatan, melakukan perkenalan tentang modul tutor sebaya, Menyusun pembelajaran dengan tutor sebaya, serta penerapan tutor sebaya dalam proses pembelajaran. Target luaran yang akan dicapai dalam PKM adalah: (1) guru dapat memahami dan menerapkan pembelajaran dengan tutor sebaya, (2) meningkatkan pemahaman guru tentang modul pembelajaran, (4) meningkatkan pemahaman pemahaman konsepmatematis siswa. Pelaksnaan PKM ini berjalan dengan lancar, hal ini terlihat dari seluruh guru berpartisipasi dalam kegiatan ini dan tertarik untuk menerapkan tutor sebaya dalam pembelajaran.
PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP BANGSA INDONESIA SERTA NILAI PANCASILA BAGI PESERTA DIDIK Dedy Juliandri Panjaitan; Firmansyah Firmansyah; Nurhafni Siregar; Nurdalilah Nurdalilah; Haryati Ahda Nasution
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16611

Abstract

Pelaksanaan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh masih minimnya pemahaman nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup dalam bermasyarakat dan berbangsa serta belum maksimalnya penerapan nilai-nilai Pancasila pada peserta didik di tingkat pendidikan sekolah dasar. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi pemahaman kepada guru-guru di UPT SD NEGERI 067250 Medan yang beralamat di Jl.Mangaan I Gg Amal I kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli Kota Medan. Peserta pengabdian adalah guru-guru di UPT SD NEGERI 067250. Diharapkan melalui kegiatan sosialisasi ini, para guru lebih dapat memahami makna nilai-nilai Pancasila dan dapat mengaplikasikannya di sekolah serta guru mampu membawa arah perubahan perkembangan siswa lebih baik lebih mencintai bangsa dan negaranya yang berkarakter Pancasila. Di dunia pendidikan, Pancasila dijadikan sebagai acuan dan pegangan guru dalam mengajar siswa pada kegiatan pembelajaran di sekolah dasar.Peserta pengabdian adalah guru-guru di UPT SD NEGERI 067250 yang berjumlah 30 orang. Metode kegiatan ini: (1) Penyajian materi, (2) Pendampingan pemahaman materi, (3) Evaluasi kegiatan melalui pemberian angket, (4) Refleksi hasil kegiatan. Pelaksanaan pengabdian ini terlaksana dengan lancar, hal ini terlihat dari seluruh guru berpartisipasi dalam kegiatan serta hasil respon memperlihatkan tingkat pemahaman guru yang tinggi dalam memahami materi yang disampaikan pemateri.