Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH PELATIHAN PENYUSUNAN SOAL MENGGUNAKAN MOODLE TERHADAP KINERJA GURU DALAM MENYUSUN SOAL TEST DI SMAN 100 JAKARTA Ruslan Hadi; Yuliatri Sastrawijaya; Vina Oktaviani
PINTER : Jurnal Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal PINTER
Publisher : PTIK Fakultas Teknik UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/pinter.4.2.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan penyusunan soal menggunakan Moodle terhadap kinerja guru dalam menyusun butir soal test di SMA Negeri 100 Jakarta. Penelitian ini menggunakqn metode survey (field study) dengan menggunakan pendekatan korelasional. Sampel penelitian adalah seluruh anggota populasi berjumlah 37 orang. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengujian data yang telah dilakukan ditemukan bahwa pengujian hipotesis memperoleh keputusan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara Pelatihan Penyusunan Soal dengan Kinerja Guru dalam Menyusun Soal Test di SMAN 100 Jakarta. Dari perhitungan uji normalitas data, diperoleh hasil untuk data instrumen kinerja guru dengan Lhitung = 0,138 dan data instrumen pelatihan penyusnan soal Lhitung = 0,141 dengan Ltabel = 0,146. Artinya, data dari kedua instrumen berdistribusi normal. Sedangkan untuk hasil pengujian hipotesis memperoleh nilai 0,735. Artinya, korelasi antara variabel x dan variabel y kuat. Data ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara pelatihan penyusunan soal menggunakan moodle dengan kinerja guru dalam menyusun soal tes di SMAN 100 Jakarta
EFEKTIVITAS STRATEGI PEMBELAJARAN PEER TUTORING DALAM MENINGKATKAN SELF-REGULATED LEARNING (SRL) PADA MATA PELAJARAN PLATFORM KOMPUTASI AWAN KELAS XI SISTEM INFORMASI JARINGAN DAN APLIKASI SMK NEGERI 26 JAKARTA Nuraini Azizah; Yuliatri Sastrawijaya; M. Ficky Duskarnaen
PINTER : Jurnal Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal PINTER
Publisher : PTIK Fakultas Teknik UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/pinter.5.1.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas peningkatan self-regulated learning siswa kelas XI Sistem Informasi Jaringan dan Aplikasi SMK Negeri 26 Jakarta setelah diberikan treatment strategi pembelajaran peer tutoring pada mata pelajaran platform komputasi awan. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 26 Jakarta, dilaksanakan pada bulan April – Mei 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy eskperimental yang diberikan perlakuan berupa strategi pembelajaran peer tutoring pada kelas ekperimen yang dibuat perkelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari satu tutor dan pada kelas kontrol diberikan perlakuan pembelajaran biasa tanpa dibuat kelompok. Kelas XI SIJA 1 yang merupakan kelas ekperimen terdiri dari 33 siswa dan kelas XI SIJA 2 yang merupakan kelas kontrol terdiri dari 36 siswa. Untuk mendapatkan data penelitian ini, dilaksanakan pretest sebelum diberikan treatment dan posttest setelah diberikan treatment. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan siswa kelas eksperimen yang diberikan treatment peer tutoring mendapatkan rata-rata skor 125,512 sedangkan untuk kelas kontrol mendapatkan rata-rata skor 114,06. Dengan demikian H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran peer tutoring efektif dalam meningkatkan self-regulated learning siswa.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS MOTION GRAPHIC PADA MATA PELAJARAN DDG UNTUK PESERTA DIDIK DI SMK PROGRAM KEAHLIAN MULTIMEDIA Gamizar Naufal Rafif; Hamidillah Ajie; Yuliatri Sastrawijaya
PINTER : Jurnal Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal PINTER
Publisher : PTIK Fakultas Teknik UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/pinter.5.2.6

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi dapat menunjang pengembangan media dalam proses belajar dan mengajar.Tetapi berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di SMK Negeri 2 Jakarta, dan SMK Negeri 51 Jakarta, pembelajaran Dasar Desain Grafis masih kurang baik, karena kurangnya tepat dan kreativitasnya pada media belajar yang disediakan pendidik. Media biasa yang digunakan adalah presentasi dari powerpoint atau modul, media tersebut terlalu banyak tulisan tanpa disandingkan gambar atau animasi pendukung. Sehingga pada waktu pendidik menjelaskan materi, banyak peserta didik tidak memperhatikan dan hal tersebut yang memungkinkan peserta didik tidak bisa mengingat materi untuk waktu jangka panjang.Membuat media video pembelajaran berbasis motion graphic dapat digunakan untuk proses kegiatan pembelajaran kepada peserta didik tentang keterampilan atau kompetensi yang bersifat spesifik. Animasi dan ilustrasi unik dapat menarik perhatian peserta didik dan dapat membantu peserta didik untuk memahami konsep pelajaran yang ada pada mata pelajaran Dasar Desain Grafis. Media ini dapat ditampilkan di ruang kelas menggunakan proyektor atau pun dengan layar komputer di labotarium sekolah. Media video pembelajaran berbasis motion graphic ini akan dikembangkan dengan menerapkan prinsip-prinsip multimedia pembelajaran yaitu prinsip modulitas dan prinsip redudansi. Pada pengembangan video pembelajaran ini, peneliti akan membuat viedo pembelajaran berbasis motion graphic dengan animasi dan narasi yang akan menjelaskan materi terkait dan peneliti juga tidak akan menggunakan gambar, grafik, atau animasi yang tidak berkaitan terhadap materi pembelajaran yang sedang dibahas. Metode pengembangan produk ini menggunakan Multimedia Development Live Cycle (MDLC) karena pada metode ini terdapat tahap pengkonsepan, perancangan, pengumpulan data, produksi, evaluasi dan pendistribusian sehingga mampu mengatasi kebutuhan nyata melalui pengembangan solusi pada suatu masalah dan dapat menghasilkan produk yang memiliki validitas tinggi karena sudah melalui proses uji validitas oleh tim ahli dan uji coba lapangan. Prodok yang dihasilkan berupa video pembelajaran berbasis motion graphic yang memiliki tingkat kelayakan 94,67% yang masuk kedalam kategori sangat baik.