Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TYPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN KAHOOT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Hariyati Hariyati; Aunurrahman Aunurrahman; Asriah Nurdini
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 9, No 1 (2024): VOLUME 9 NUMBER 1 JANUARY 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v9i1.4706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar dengan menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Berbantuan Aplikasi Kahoot Berbasis Android. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kolaboratif tindakan kelas. Penelitian dilakukan di sd global maju khatulistiwa. Pada siklus I rata-rata evaluasi penilaian pelaksanaan rencana pembelajaran dengan rata-rata hitung 4,06, pada siklus 2 dengan rata-rata hitung 6,92 dan pada siklus 3 rata-rata hitung 8,76. Pada siklus 1 penilaian guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan rata-rata hitung 4,7, pada siklus 2 rata-rata hitung 7,03 dan pada siklus 3 mencapai 8,72. Hasil belajar siswa diperoleh rata-rata 71,33, pada siklus 2 diperoleh rata-rata 80,28 dan pada siklus III 3 hasil belajar siswa diperoleh rata-rata 91,14. Dengan demikian, hasil belajar siswa meningkat dengan intervensi Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Team Games Tournament (TGT) Dengan Aplikasi Kahoot Berbasis Android Pada Kelas V SD Global Maju Khatulistiwa.
Pengaruh Model Flipped Classroom berbantuan Google sites Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V Pada Materi Rantai Makanan Taufan Untung Wibowo Silitonga; Halida Halida; Aunurrahman Aunurrahman
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 9, No 2 (2024): VOLUME 9 NUMBER 2 MAY 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v9i2.5008

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh model Flipped Classroom berbantuan google sites terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V pada materi rantai makanan di SDN 33 Pontianak Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperiment. Sampel dipilih menggunakan teknik random sampling dengan memberikan perlakuan yang berbeda kepada kelas V A sebagai kelas eksperimen dan V B sebagai kelas kontrol yang berjumlah 64 siswa. Instrumen yang digunakan adalah pretest -posttest control group design dengan teknik perolehan berupa soal pilihan ganda. Analisis yang digunakan yakni uji normalitas dan uji paired sample t-test. Dari hasil analisis data penelitian diperoleh nilai signifikan (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti H0 ditolak dan Hα diterima, dengan hasil nilai mean hasil belajar Posttest dikelas eksperimen sebesar 80,31 sedangkan nilai mean Posttest dikelas kontrol 40,31 Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model Flipped Classroom berbantuan google sites terhadap hasil belajar siswa kelas V pada materi rantai makanan di SDN 33 Pontianak Utara.
Strengthening Ethical Competence in Digital Communication Among Students in West Kalimantan Aunurrahman Aunurrahman
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 Number 1, 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jetl.v10i1.6286

Abstract

This research fundamentally aims to understand and describe the strengthening of ethical competence in digital communication among students in West Kalimantan. Based on the background review and analysis presented, the approach and method used in this study is a quantitative approach through a survey study, by distributing questionnaires to teachers in various districts/cities in West Kalimantan. The data obtained is collected and analyzed using statistical formulas, then presented in the form of tables, diagrams, or graphs to provide ease for readers in understanding the meaning of the data presented.The study concludes that: (1) strengthening ethical competence should be an integral part of the overall school program. Specific guidance from teachers in students' digital communication is highly needed; (2) strengthening ethical competence has several positive elements, particularly in fostering comfortable communication and a conducive learning environment that enables better interaction between students and teachers, as well as among students themselves; (3) strengthening ethical competence in digital communication for students covers several fundamental aspects, particularly regarding etiquette and the way to express gratitude in communication processes, initiating conversations, expressing ideas, or conveying information or thoughts in communication; (4) an evaluation of strengthening students' ethical competence in digital communication needs to be conducted, especially by involving all school elements, particularly teachers and school staff.
Strategi Kepala Sekolah dalam Mengelola Hasil Belajar Siswa di SD Negeri 09 Mempawah Timur Neneng Suryani; Aunurrahman Aunurrahman; Eka Ariyanti; Rody Putra Sartika; Marinu Waruwu
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18473

Abstract

Capaian hasil belajar siswa belum sepenuhnya optimal terlihat dari masih adanya siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dalam beberapa mata pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepala sekolah dalam mengelola hasil belajar siswa di SD Negeri 09 Mempawah Timur melalui fungsi manajemen perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling). Pendekatan kualitatif jenis deskriptif digunakan dengan partisipan berjumlah 10 orang yang terdiri dari kepala sekolah, guru kelas, guru mata pelajaran, dan orang tua siswa, yang dipilih melalui teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan strategi kepala sekolah dalam mengelola hasil belajar siswa telah dilaksanakan melalui fungsi perencanaan dilakukan secara partisipatif berdasarkan data hasil belajar sebelumnya dan kebutuhan sekolah. Pengorganisasian dilaksanakan melalui pembagian tugas sesuai kompetensi guru dan koordinasi yang terstruktur. Pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan humanis melalui motivasi, supervisi akademik, serta komunikasi yang efektif. Pengawasan dilakukan melalui penetapan standar ketuntasan, evaluasi berkala, dan tindak lanjut berupa program remedial serta pembinaan guru.
Penguatan Kompetensi Guru dalam Pendidikan Multikultural di Sekolah Multietnis di Wilayah Perbatasan Indonesia dan Malaysia: Strengthening Teacher Competencies for Multicultural Education in Multiethnic Schools along the Border of Indonesia and Malaysia Maria Ulfah; Aunurrahman Aunurrahman; Martono Martono; Sulistyarini Sulistyarini; Urai Salam; Iwan Ramadhan; Yusawinur Barella
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 10 NOMOR 2 JULI 2026 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v10i2.30742

Abstract

Wilayah perbatasan memiliki kompleksitas sosial-budaya yang tinggi sehingga menuntut implementasi pendidikan multikultural yang adaptif dan inklusif. Namun, keterbatasan pemahaman dan kesiapan guru masih menjadi kendala dalam mengelola pembelajaran pada konteks sekolah multietnis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan kesiapan guru dalam mengimplementasikan pendidikan multikultural melalui pelatihan berbasis konteks lokal di Entikong, Kabupaten Sanggau. Mitra kegiatan adalah 30 guru dari SMK Negeri 1 Entikong. Metode yang digunakan berupa pendekatan partisipatif melalui seminar interaktif yang mencakup penyampaian materi, diskusi reflektif, dan berbagi pengalaman dalam mengelola keberagaman di kelas. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert serta refleksi peserta untuk mengidentifikasi persepsi terhadap manfaat dan relevansi kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa 90% peserta menilai kegiatan sangat bermanfaat, lebih dari 85% menyatakan materi relevan dengan kebutuhan pembelajaran, dan sekitar 80% memiliki motivasi untuk mengimplementasikan nilai-nilai multikultural dalam praktik pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan mampu meningkatkan pemahaman konseptual dan mendorong kesiapan awal guru dalam mengembangkan pembelajaran yang inklusif. Namun demikian, keterbatasan struktural seperti kurikulum dan fasilitas masih menjadi tantangan dalam implementasi berkelanjutan. Oleh karena itu, kegiatan ini berperan sebagai langkah awal dalam penguatan kapasitas guru serta menegaskan pentingnya program lanjutan yang lebih aplikatif dan sistemik untuk mendukung transformasi pedagogis di wilayah perbatasan.