Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

OPTIMIZATION OF CAT 374D L ARM EXCAVATOR STRUCTURE TOPOLOGY DESIGN USING FINITE ELEMENT METHODS Suryo, Sumar Hadi; Harto, Harto; Yunianto, Bambang
ROTASI Vol 22, No 2 (2020): VOLUME 22, NOMOR 2, APRIL 2020
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.22.2.79-86

Abstract

In the current era of development, infrastructure is the driving wheel of economic growth. Company manufacturer of construction which is headquartered in Illinois, United States of America, namely Caterpillar Inc. is a large manufacturer of construction equipment that operates more than 157 countries. Excavators are heavy equipment and are usually used for excavation. During the operation of extracting the unknown forces resistive offered by the terrain to the bucket teeth. In this study discusses the design optimization of the arm of the excavator to produce a design that is lightweight but still retains his strength, arm of the excavator is R4.67m CAT 374D L. Process optimization on the arm of the excavator to apply the concept of optimization the topology. The method includes the determination of the type of material Hardox400. The analysis was then performed linear static using the finite element method to see the maximum voltage that occurs on the arm of the excavator, the value of the stress von Mises amounted to 350.9 MPa. Further optimization of the topology by selecting some of the variations in area design which produces a reduction of mass of 4000 kg became 3852 kg. The reduction of mass causes a change in voltage that occurs on the arm of the excavator to be 340.9 MPa and a safety factor of design optimization to achieve 2.88 is still in a safe condition.
UJI PRESTASI PEMANAS AIR TENAGA MATAHARI JENIS TABUNG DENGAN VARIASI ARAH KOLEKTOR TERHADAP DATANGNYA SINAR MATAHARI Yunianto, Bambang
ROTASI Vol 22, No 2 (2020): VOLUME 22, NOMOR 2, APRIL 2020
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.22.2.142-148

Abstract

Alat pemanas air tenaga matahari  (PATM) sudah banyak digunakan oleh masyarakat untuk menyediakan keperluan air panas,  baik untuk keperluan rumah tangga , hotel maupun rumah sakit. Kontruksi PATM  kebanyakan menggunakan plat datar atau  tabung  vakum dengan kapasitas 100 liter hingga 300 liter. Kontruksi cukup rumit dan relatif mahal  sehingga hanya bisa dibuat oleh pabrik dengan peralatan yang lengkap. Untuk PATM kapasitas kecil dan kontruksi sederhana dibawah 50 liter  dan murah ,belum tersedia dipasaran. Sehingga pada penelitian ini kami mencoba merancang pemanas air tenaga surya yang lebih sederhana. Kontruksi PATM terdiri dari kolektor dan tangki penyimpanan  menjadi satu unit, sehingga lebih sederhana ,mudah dibuat dan murah biaya pembuatan namun suhu yang dicapai tetap maksimal.Penelitian ini untuk mendisain dan pengujian PATM  skala rumah tangga dengan kapasitas 17 liter dengan panjang dan diameter  tangki penyimpanan  100 cm dan 15 cm . Tangki penyimpanan yang berupa tabung yang dicat hitam berada didalam kotak kolektor dengan panjang 120 cm, lebar 45 cm dan tinggi 40 cm. Dinding kotak kolektor dibuat dari kayu dengan tebal 1 cm dan dilapisi isolator rockwool dengan tebal 5 cm serta kaca sebagai penutup kolektor dipasang untuk menangkap energi matahari. Pengujian dilakukan untuk mengetahui suhu air yang bisa dicapai dan efisiensi PATM, dengan variasi 4 arah bidang kolektor terhadap datangnya sinar matahari. Pengujian dilaksanakan dengan dua metode, yaitu kolektor dengan kaca tunggal dan kaca rangkap dan dilakukan dari pukul 10:00 sampai dengan 15:00. Variasi posisi kolektor terhadap arah matahari antara lain, hadap timur, hadap timur +30o, hadap timur +60o dan hadap selatan.Dari hasil pengujian suhu tertinggi yang dapat dicapai 65,5 0C dengan intensitas energi matahari rata-rata 830 W/m2 pada posisi kolektor hadap timur +300 dengan 1 kaca penutup. Efisiensi tertinggi  sebesar 40.55% pada posisi hadap timur
Performa Termal dan Hidrolik Aliran Udara Melalui Vortex Generator Berlubang Tipe Concave Rectangular Winglet di dalam Saluran Persegiempat: Studi Eksperimen Syaiful, Syaiful; Syarif, Ahmadi; Yunianto, Bambang; Sinaga, Nazaruddin
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jrm.2020.011.02.10

Abstract

Fin and tube heat exchangers use gas as a cooling/heating medium on the fin side. The low thermal conductivity of gases results in high thermal resistance, which results in a low rate of heat transfer. Therefore, the researchers sought to reduce thermal resistance on the fin side. This study aims to increase heat transfer by reducing thermal resistance using a longitudinal vortex generator. However, the use of vortex generators will increase the pressure drop. Perforated vortex generators were investigated in this study to overcome this problem. Concave rectangular winglet vortex generator at an angle of attack of 30° with variations of without hole, one, two, and three holes were studied. In this experiment, the number of pairs of vortex generators was varied from one to three pairs. A plate on which the vortex generator is mounted is heated at a heat rate of 35 W. Air enters the channel through the straightener at variations in the velocity of 0.4 m/s to 2 m/s at intervals of 0.2 m/s. The results showed that the value of the convection heat transfer coefficient for the use of perforated concave rectangular winglet vortex generators was 85.4% higher than the baseline. This value is 13.7% higher than the use of perforated rectangular winglet vortex generators. Whereas the value of pressure drop for the use of perforated concave rectangular winglet vortex generators is five times higher than that of the baseline. This value is 104.9% higher than the use of perforated rectangular winglet vortex generators.
Pengembangan dan Evaluasi Kinerja Mesin Pirolisis Berbahan Baku Sampah Plastik menjadi Bahan Bakar Minyak Yunianto, Bambang
ROTASI Vol 23, No 4 (2021): VOLUME 23, NOMOR 4, OKTOBER 2021
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.23.4.74-83

Abstract

Pengolahan limbah padat khususnya plastik masih menjadi masalah utama dalam perkembangan industi pada saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan mesin pirolisis 2-proses dengan mesin pirolisi 1-proses dari segi peningkatkan efektifitas proses produksi, kecepatan produksi, kecepatan panas, dan perbedaan kandungan hasil dalam setiap proses. Dari pengembangan alat menghasilkan pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar dengan perbandingan 10 kg sampah plastik menghasilkan ± 10 liter bahan bakar. Metode penelitian menggunakan teknik observasi data mesin pirolisis dan pengujian laboratorium hasil produksi bahan bakar mesin pirolisis 2-proses dan 1-proses. Hasil pengujian reaktor mesin pirolisis dalam parameter konsumsi bahan bakar di reaktor, perhitungan rendeman, intensitas energi, pengujian penggunaan bahan bakar, waktu oprasional, cetane number, viskositas, densitas, HHV untuk mesin pirolisis 2 proses adalah 6  kg/ jam, 80%, 22,5 kJ, 125 kg, 20 jam/ hari, 56,8, 2,87 cP, 778 Kg/ m3, 11023,5 Cal/ g. Untuk mesin pirolisis 1 proses adalah 2,23  kg/ jam, 96%, 21,7 kJ, 75 kg, 16 jam/ hari, 56,4, 2,10 cP, 767 Kg/ m3, 10922,7 Cal/ g. Hasil pengembangan alat berupa penambahan alat berupa penampung solar, tabung kondensat, dan penggunaan katalis, serta penambahan bahan bakar berupa tiner.
MUTU FISIK SABUN CAIR EKSTRAK KELOR (Moringa oleifera L.) Yulianto, Susilo; Yunianto, Bambang; Kirwanto, Ag.
Jurnal Jamu Kusuma Vol. 3 No. 2 (2023): JURNAL JAMU KUSUMA
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnaljamukusuma.v3i2.53

Abstract

Sabun digunakan untuk membersihkan kotoran, terdiri dari bahan aktif dan bahan tambahan, senyawa yang menurunkan tegangan permukaan air. Daun kelor menjadi salah satu tanaman mengandung  senyawa tanin dan flavonoid yang dapat berperan menjadi anti bakteri, bisa dimanfaatkan menjadi bahan aktif membuat pembersih badan diantarnya sabun. Metode penelitian yaitu penelitian eksperimental, untuk mengetahui mutu fisik sabun cair ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) meliputi organoleptik, bobot jenis, pH, tinggi busa dan viskositas. Tujuan penelitian, mendeskripsikan  mutu fisik sabun cair ekstrak kelor dan formulasinya yang disajikan dalam tabel  dan dalam narasi deskriptif.  Dari hasil  pengamatan   mutu fisik sabun daun  kelor   secara  organoleptik, bentuk cair kental, warna kuning cenderung kecoklatan, bau aroma parfum dengan penambahan, pH sabun 8,85 sesuai dengan SNI  8-11,  Sediaan  sabun menghasilkan  ketinggian busa  5 cm, bobot jenis sabun 1,04 g/mL  dan  memiliki  viskositas  4500 cP. Penelitian menyimpulkan mutu sabun ekstrak daun kelor sesuai standar yang telah ditetapkan.
KAJI NUMERIK PENGARUH RADIUS IMPELER DAN PANJANG SUDU TERHADAP KINERJA SEBUAH POMPA REGENERATIF Farel, Mohamad; Sinaga, Nazaruddin; Yunianto, Bambang
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pompa regeneratif adalah sebuah jenis pompa kinetik dengan karakteristik yang dapat menghasilkan head yang tinggi pada posisi debit aliran yang rendah serta banyak digunakan di berbagai tingkat, mulai dari keperluan rumah tangga, hingga industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh dari beberapa variasi geometri dari sudu impeller pompa terhadap kinerja tekanan total dan efisiensi yang dihasilkan pompa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode CFD menggunakan model komputasi pompa yang diteliti, yaitu pompa Shimizu 128-BIT. Tahap pertama dari penelitian adalah pengambilan data eksperimen berupa debit, tekanan, kecepatan putaran, dan daya pompa menggunakan alat uji pompa, dimana data tersebut digunakan untuk proses validasi. Variasi geometri yang disimulasikan berupa jari-jari impeller dan panjang sudu yang disimulasikan pada kondisi kecepatan putar impeller 2300 RPM dan debit 10 – 18 LPM. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pengurangan panjang sudu dan jari-jari impeller menunjukkan penurunan yang signifikan pada head serta efisiensi pompa.
Reservoir dan Kasus Leptospirosis di Wilayah Kejadian Luar Biasa Ramadhani, Tri; Yunianto, Bambang
Kesmas Vol. 7, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kulonprogo adalah salah satu daerah dengan masalah leptospirosis penyakit zoonosis yang dapat menginfeksi spesies hewan dan manusia. Studi ini bertujuan untuk mengetahui reservoir dan distribusi kasus leptospirosis pascakejadian luar biasa di Kabupaten Kulonprogo. Metode yang digunakan adalah inkriminasi bakteri Leptospira sp. pada tikus dan penegakan diagnosis pada manusia dengan rapid test dan MAT. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer dengan melakukan screening di Rumah Sakit dan Puskesmas. Penelitian observasional ini menggunakan rancangan studi cross sectional dengan metode analisis data secara distribusi frekuensi dalam bentuk gambar, grafik, dan tabel. Penelitian menemukan jumlah penderita leptospirosis di Kabupaten Kulonprogo tahun 2011 adalah 273 kasus dengan angka fatalitas 6,59%. Kasus leptospirosis paling banyak terjadi di Kecamatan Nanggulan (20,5%), pada laki-laki (76,6%) dan kelompok umur 40 – 60 tahun (43,2%). Uji serologi (MAT) penderita suspek leptospirosis menemukan 41(22,5%) penderita positif mengandung bakteri Leptospira sp. Serovar yang paling banyak ditemukan adalah Harjo, Semaranga, Icterohaemorhagie, Bataviae, Patoc dengan titer 1 : 40 ~ 1 : 1.600. Spesies tikus yang menjadi reservoir Leptospira sp. yang ditemukan meliputi Rattus tanezumi, Rattus tiomanicus, Mus musculus, N fluvescens, juga ditemukan insektivora jenis Suncus murinus. Trap success ditemukan sekitar 6,9% di luar rumah dan sekitar 5,5% di dalam rumah. Kulonprogo regency is one region with leptopsirosis problem. This study aims to determine the reservoir and the case distribution of leptospirosis outbreaks in the Kulonprogo regency post. The method used is inkriminasi Leptospira sp. bacteria in mice and human with rapid test and MAT diagnosis. Leptospirosis case data taken from secondary data and primary data by conducting screening at the hospital and puskesmas. Observational research using cross-sectional study design. Data analyzing was performed using frequency distribution with pictures, graphics and tables. The results showed leptospirosis cases in the Kulonprogo regency in 2011 as much 273 cases with CFR 6.59%. The biggest number of distribution of leptospirosis cases were in District Nanggulan (20.5%), in men (76.6%), and 40 – 60 years age group (43.2%). Serological test (MAT) patients with suspected leptospirosis from 182 serum showed that 41 (22.5%) patients leptospires bacteria positive. Serovar most commonly found in patients with leptospirosis is Harjo, Semaranga, Icterohaemorhagie, Bataviae, Patoc with a titer of 1: 40 ~ 1: 1600. Species of mice that become Leptospira sp. reservoir found were Rattus tanezumi, Tiomanicus rattus, Mus musculus, N fluvescens, insectivores Suncus murinus type was also found. Trap success by 6.9% outside home and 5.5% in house.