Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PERALIHAN HAK WARIS MENJADI WASIAT WAJIBAH KEPADA AHLI WARIS MURTAD Muriani R, Karina Novian; Maulana, Arif; Indana, Della Octavia; Rosadi, Aden; Yuniarti, Sri
El-Ahli : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 1 (2024): EL-AHLI : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/el-ahli.v5i1.1844

Abstract

One of the conditions for someone to receive inheritance is that one of the family members dies (muwaris) and leaves behind his/her assets. Then the heirs can obtain a portion of the inheritance in accordance with the applicable provisions (faraid). However, things are different if one of the heirs is of a different religion or converts from Islam to a religion other than Islam (apostatizes), then according to Islamic jurisprudence scholars, he is no longer an heir and absolutely does not receive a share of the inheritance of the muwaris. This article uses a qualitative descriptive method with data collection techniques in the form of literature. This article is interesting to discuss in more depth because if an heir has apostatized, he will not receive a single cent of inheritance from the muwaris because Islamic law states that a Muslim cannot inherit from a non-Muslim. This is also clearly regulated in the Compilation of Islamic Law (KHI). However, there is another option if an heir who was previously Muslim becomes an apostate, but he still wants to get a share of the inheritance, Therefore, Islamic law in Indonesia permits it by way of a mandatory will, on the condition that the gift of assets does not exceed 1/3.
ANALISIS PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI ANTARA KERETA API BATARA KRESNA DENGAN BUS AKDP PADA LINTAS SURAKARTA – WONOGIRI Saputra, Tedy; Yuniarti, Sri; Widayatie, Sri
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 23 No. 1 (2024): EDISI BULAN MEI 2024
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v23i1.171

Abstract

Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan transportasi massal, penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi pilihan moda transportasi oleh masyarakat dan bagaimana pelayanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Penelitian ini membandingkan pemilihan moda antara Bus AKDP dan Kereta Api Batara Kresna lintas Surakarta-Wonogiri, fokus pada waktu, biaya, dan karakteristik pengguna. Tujuannya: mengidentifikasi pola perjalanan, karakteristik pengguna, serta menganalisis pemilihan moda.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif memiliki tujuan untuk menggambarkan atau menjelaskan suatu fenomena atau kejadian, termasuk karakteristik, preferensi, dan kecenderungan yang terkait dengan pemilihan moda transportasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Penelitian ini menyoroti dominasi preferensi pengguna terhadap Kereta Api dalam lintas Surakarta-Wonogiri, dengan 53,2% responden memilih kereta api setiap minggu. Meskipun Bus AKDP tetap digunakan secara rutin (55,6% responden), dominasi Kereta Api mencerminkan preferensi kuat. Analisis karakteristik pengguna menunjukkan distribusi jenis kelamin merata, mayoritas berusia kurang dari 20 tahun, dan profil pendidikan yang beragam. Faktor seperti status perkawinan, penghasilan bulanan, dan pekerjaan turut berkontribusi. Pemilihan moda dipengaruhi oleh biaya, waktu perjalanan, dan jadwal keberangkatan. Kesimpulan ini mendukung penyedia layanan dalam mengoptimalkan strategi pelayanan, penyesuaian jadwal, dan upaya pemasaran, sambil merinci faktor krusial untuk meningkatkan daya tarik moda transportasi umum di lintas tersebut.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TIGA TAK BERSINYAL (STUDI KASUS : SIMPANG PALL JL. RAYA JAKARTA – BOGOR – AKSES UI) Wananda, Lia; Yuniarti, Sri
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2025): EDISI BULAN MEI 2025
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v24i1.210

Abstract

Simpang pall yang berlokasi di Kecamatan Cimanggis, Kota Depok merupakan area yang terdapat pasar tradisional, pertokoan dan rumah makan, Persimpangan daerah ini sering mengalami kemacetan dimana daerah ini merupakan pertemuan dari dua atau lebih jalan penghubung dari Jakarta menuju Bogor begitu juga sebaliknya. Survei ini dilakukandikarenakan APILL yang terdapat pada simpang pall ini tidak berfungsi sejak 2011 dan adanya larangan belok kiri dari arah barat juga diabaikan oleh pengendara sekitar sehingga menyebabkan kinerja lalu lintas kurang teroptimalisasi dengan baik. Survey dilakukan dengan melakukan pengukuran geometric simpang dan pengambilan data lalu lintasmenggunakan aplikasi traffic counter pada handphone. Waktu pengambilan sampel setiap 15 menit selama 5 jam pada jam sibuk pagi 06:30 s.d 09:00 dan sore 15:30 s.d 18:00 dengan cara menghitung jumlah arah pergerakan. Metode yang digunakan untuk Analisa kinerja simpang adalah dengan menggunakan metode PKJI 2023. Kinerja simpang pada kondisisaat ini ditemukan volume lalu lintas sebesar 3606,32 smp/jam, nilai derajat kejenuhan sebesar 0,979 yang tidak memenuhi standar yaitu harus kurang dari 0,85 dan berdasarkan nilai derajat kejenuhan dengan kondisi saat ini tingkat pelayanan simpang “E” yang artinya arus tidak stabil disertai kecepatan rendah dan berbeda-beda serta volume mendekati kapasitas. Tingkat pelayanan simpang dapat dikatakan cukup sedang “C” dengan nilai tundaan lalu lintas sebesar 18,130 dan peluang antrian batas atas sebesar 75,979% dan nilai batas bawah sebesar 38,445%. Alternatif solusi yang dapat diberikan untuk kendala yang ditemukan adalah perlu adanya perbaikan atau optimalisasi pemasangan alat pemberi isyarat (traffic light). 
Analisis Keselamatan Pada Perlintasan Sebidang JPL 118 Jalan Raya Lemah Abang Bekasi Firdaus, Muhammad Fa’iq; Yuniarti, Sri; Widayatie, Sri
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 24 No. 2 (2025): EDISI BULAN NOVEMBER
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v24i2.242

Abstract

Level crossings between railway tracks and highways are critical points in the transportation system that require serious attention to safety aspects. One location of concern is the JPL 118 Level Crossing on Lemah Abang Highway, Bekasi Regency. In the last three years (2022–2024), there have been three accidents at this location resulting in fatalities. This study aims to evaluate safety at the crossing through analysis of traffic volume, road infrastructure, road geometric conditions, and road user behavior. The data or information used consists of secondary data obtained from the Directorate General of Railways and primary data obtained from direct field surveys. Data processing methods include calculating the average daily traffic volume to determine the average daily traffic volume, using the basic capacity formula to calculate road capacity, using the V/C Ratio formula to calculate the service level, using the Railway Passenger Car Unit (SMPK) formula, analyzing road facility completeness, analyzing road geometry, and conducting risk analysis using the HIRARC approach. The research results indicate that the service level is at D or unstable flow, with an SMPK value of 382,044 SMPK. Some safety elements do not meet technical standards, safety facilities are incomplete, and there is a high level of road user behavior violations.
THE ROLE OF UNICEF IN FULFILLING CHILDREN'S RIGHT TO EDUCATION IN INDONESIA Putri, Marini Syifa Sari; Yuniarti, Sri; Soelistijono, Pra Adi
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. 17 No. 1 (2025): Khazanah: Jurnal Mahasiswa
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol17.iss1.art4

Abstract

Education is a basic right of every child recognized in various international and national legal instruments, including the Convention on the Rights of the Child (KHA) and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. Although the Indonesian government has adopted various policies to guarantee children's right to education, disparities in access to education remain a major challenge, especially for children from economically disadvantaged backgrounds and remote areas. The United Nations Children's Fund (UNICEF) plays an important role in supporting the fulfillment of children's right to education in Indonesia through various programs and cooperation with the government. This study aims to analyze the role of UNICEF in efforts to fulfill children's right to education in Indonesia, especially in the context of the role of international organizations as instruments according to Clive Archer's concept. The research method used is descriptive qualitative with a literature study approach and secondary data analysis. The results show that UNICEF plays a significant role in overcoming barriers to children's education through the implementation of innovative programs and strengthening cross-sector partnerships with various stakeholders. This research emphasizes the importance of the role of international organizations, such as UNICEF, in supporting the fulfilment of the right to education and promoting the nation's progress in a sustainable manner.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYALJALAN RAJAWALI KOTA PALANGKA RAYA Alfaris, Arif; Yuniarti, Sri
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2026): EDISI BULAN MEI
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v25i1.162

Abstract

Jalan Rajawali merupakan jalan yang berada di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya. Padatnya arus lalu lintas dikarenakan Jalan Rajawali merupakan jalan utama yang sering dilalui oleh pengguna jalan, kemudian Jalan Antang merupakan jalan penghubung jalan utama lainnya. Kebutuhan lalu lintas untuk berpindah dengan cepat untuk daerah tersebut menjadikan simpang ini menjadi salah satu pusat titik pertemuan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui derajat kejenuhan, tundaan dan peluang antrian. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh langsung di lapangan seperti geometrik jalan dan volume lalu lintas harian rata-rata serta data sekunder yang diperoleh dari instansi setempat. Pelaksanaan survey pada persimpangan dengan cara mengukur geometrik simpang yaitu lebar pendekat mayor 3,1 meter dan lebar pendekat minor 2,9 meter. Data volume arus lalu lintas yang keluar dari masing-masing lengan simpang yang didapatkan dengan nilai rata-rata volume kendaraan perjam adalah 4762 kend/jam. Volume kendaraan perjam dikalikan nilai ekivalensi mobil penumpang (emp) sehingga menghasilkan nilai satuan mobil penumpang perjam adalah 2989 smp/jam. Dari hasil analisis dan pembahasan yang dilakukan mengenai kinerja simpang tak bersinyal jalan Rajawali Kota Palangka Raya dengan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) didapatkan nilai derajat kejenuhan 1,15, tundaan 31,12 det/smp, dan peluang antrian 54-109%.
ANALISIS TARIF BISKITA TRANS DEPOK BERBASIS BIAYA OPERASIONAL, PREFERENSI PENGGUNA (ATP - WTP) DAN LOAD FACTOR UNTUK OPTIMALISASI LAYANAN Susana, Susi; Yuniarti, Sri
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2026): EDISI BULAN MEI
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v25i1.271

Abstract

Layanan Bus Rapid Transit (BRT) Biskita Trans Depok menunjukkan tingkat permintaan yang tinggi, ditandai dengan load factor yang sering melebihi kapasitas ideal. Kondisi ini berdampak pada kenyamanan dan keberlanjutan operasional, terutama ketika kebijakan tarif belum sepenuhnya mempertimbangkan biaya operasional dan preferensi pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penambahan armada, mengevaluasi tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Ability to Pay (ATP), Willingness to Pay (WTP), serta load factor, dan merumuskan tarif yang seimbang antara keberlanjutan operasional dan keterjangkauan pengguna. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan armada dan headway, perhitungan BOK sesuai pedoman Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, serta survei ATP–WTP terhadap 100 responden. Hasil menunjukkan armada eksisting 15 unit belum memadai pada jam puncak; penambahan menjadi 18 unit dengan headway ±6 menit efektif menurunkan load factor ke tingkat yang lebih ideal. Tarif berbasis BOK diperoleh sebesar Rp4.900 per perjalanan (asumsi load factor 100%), dengan rata-rata ATP Rp5.700 dan WTP Rp5.500. Tarif Rp5.500 dinilai paling rasional karena berada dalam batas kemauan membayar pengguna dan mendukung keberlanjutan operasional.
KOORDINASI SIMPANG BERSINYAL PADA RUAS JALAN RADEN PANJI SUROSO KOTA MALANG Velda Kartika, Almira; Yuniarti, Sri; Widayatie, Sri
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2026): EDISI BULAN MEI
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v25i1.272

Abstract

Ruas Jalan Raden Panji Suroso merupakan koridor utama di Kota Malang dengan aktivitas lalu lintas tinggi yang sering mengalami tundaan dan antrian kendaraan, khususnya pada Simpang Araya dan Simpang Plaosan yang berjarak 400 meter dan belum terkoordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan waktu sinyal yang optimal guna meningkatkan koordinasi antar simpang serta mengevaluasi tundaan, panjang antrian, derajat kejenuhan, dan tingkat pelayanan (LOS) setelah dilakukan koordinasi. Metode penelitian meliputi survei inventarisasi simpang, survei volume pencacahan lalu lintas pada simpang (CTMC), serta pengumpulan data sekunder. Analisis kinerja simpang dilakukan dengan menggunakan Software Transyt 14 pada kondisi eksisting, setelah optimasi, dan setelah dilakukan koordinasi. Hasil analisis menujukkan bahwa setelah koordinasi, Simpang Araya memiliki rata-rata derajat kejenuhan sebesar 0,56; rata-rata panjang antrian sebesar 41,66 meter; dan tundaan rata-rata 15,7 det/smp. Sedangkan pada Simpang Plaosan rata-rata derajat kejenuhan sebesar 0,61; rata-rata panjang antrian 48,4 meter; dan tundaan rata-rata 18,88 det/smp. Kinerja kedua simpang meningkat dengan tingkat pelayanan (LOS) menjadi C. Dengan demikian, koordinasi yang dilakukan pada kedua simpang dapat dinilai efektif dan layak direkomendasikan untuk meningkatkan kinerja lalu lintas.