Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERALIHAN HAK WARIS MENJADI WASIAT WAJIBAH KEPADA AHLI WARIS MURTAD Muriani R, Karina Novian; Maulana, Arif; Indana, Della Octavia; Rosadi, Aden; Yuniarti, Sri
El-Ahli : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 1 (2024): EL-AHLI : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/el-ahli.v5i1.1844

Abstract

One of the conditions for someone to receive inheritance is that one of the family members dies (muwaris) and leaves behind his/her assets. Then the heirs can obtain a portion of the inheritance in accordance with the applicable provisions (faraid). However, things are different if one of the heirs is of a different religion or converts from Islam to a religion other than Islam (apostatizes), then according to Islamic jurisprudence scholars, he is no longer an heir and absolutely does not receive a share of the inheritance of the muwaris. This article uses a qualitative descriptive method with data collection techniques in the form of literature. This article is interesting to discuss in more depth because if an heir has apostatized, he will not receive a single cent of inheritance from the muwaris because Islamic law states that a Muslim cannot inherit from a non-Muslim. This is also clearly regulated in the Compilation of Islamic Law (KHI). However, there is another option if an heir who was previously Muslim becomes an apostate, but he still wants to get a share of the inheritance, Therefore, Islamic law in Indonesia permits it by way of a mandatory will, on the condition that the gift of assets does not exceed 1/3.
ANALISIS PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI ANTARA KERETA API BATARA KRESNA DENGAN BUS AKDP PADA LINTAS SURAKARTA – WONOGIRI Saputra, Tedy; Yuniarti, Sri; Widayatie, Sri
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 23 No. 1 (2024): EDISI BULAN MEI 2024
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v23i1.171

Abstract

Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan transportasi massal, penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi pilihan moda transportasi oleh masyarakat dan bagaimana pelayanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Penelitian ini membandingkan pemilihan moda antara Bus AKDP dan Kereta Api Batara Kresna lintas Surakarta-Wonogiri, fokus pada waktu, biaya, dan karakteristik pengguna. Tujuannya: mengidentifikasi pola perjalanan, karakteristik pengguna, serta menganalisis pemilihan moda.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif memiliki tujuan untuk menggambarkan atau menjelaskan suatu fenomena atau kejadian, termasuk karakteristik, preferensi, dan kecenderungan yang terkait dengan pemilihan moda transportasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Penelitian ini menyoroti dominasi preferensi pengguna terhadap Kereta Api dalam lintas Surakarta-Wonogiri, dengan 53,2% responden memilih kereta api setiap minggu. Meskipun Bus AKDP tetap digunakan secara rutin (55,6% responden), dominasi Kereta Api mencerminkan preferensi kuat. Analisis karakteristik pengguna menunjukkan distribusi jenis kelamin merata, mayoritas berusia kurang dari 20 tahun, dan profil pendidikan yang beragam. Faktor seperti status perkawinan, penghasilan bulanan, dan pekerjaan turut berkontribusi. Pemilihan moda dipengaruhi oleh biaya, waktu perjalanan, dan jadwal keberangkatan. Kesimpulan ini mendukung penyedia layanan dalam mengoptimalkan strategi pelayanan, penyesuaian jadwal, dan upaya pemasaran, sambil merinci faktor krusial untuk meningkatkan daya tarik moda transportasi umum di lintas tersebut.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TIGA TAK BERSINYAL (STUDI KASUS : SIMPANG PALL JL. RAYA JAKARTA – BOGOR – AKSES UI) Wananda, Lia; Yuniarti, Sri
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2025): EDISI BULAN MEI 2025
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v24i1.210

Abstract

Simpang pall yang berlokasi di Kecamatan Cimanggis, Kota Depok merupakan area yang terdapat pasar tradisional, pertokoan dan rumah makan, Persimpangan daerah ini sering mengalami kemacetan dimana daerah ini merupakan pertemuan dari dua atau lebih jalan penghubung dari Jakarta menuju Bogor begitu juga sebaliknya. Survei ini dilakukandikarenakan APILL yang terdapat pada simpang pall ini tidak berfungsi sejak 2011 dan adanya larangan belok kiri dari arah barat juga diabaikan oleh pengendara sekitar sehingga menyebabkan kinerja lalu lintas kurang teroptimalisasi dengan baik. Survey dilakukan dengan melakukan pengukuran geometric simpang dan pengambilan data lalu lintasmenggunakan aplikasi traffic counter pada handphone. Waktu pengambilan sampel setiap 15 menit selama 5 jam pada jam sibuk pagi 06:30 s.d 09:00 dan sore 15:30 s.d 18:00 dengan cara menghitung jumlah arah pergerakan. Metode yang digunakan untuk Analisa kinerja simpang adalah dengan menggunakan metode PKJI 2023. Kinerja simpang pada kondisisaat ini ditemukan volume lalu lintas sebesar 3606,32 smp/jam, nilai derajat kejenuhan sebesar 0,979 yang tidak memenuhi standar yaitu harus kurang dari 0,85 dan berdasarkan nilai derajat kejenuhan dengan kondisi saat ini tingkat pelayanan simpang “E” yang artinya arus tidak stabil disertai kecepatan rendah dan berbeda-beda serta volume mendekati kapasitas. Tingkat pelayanan simpang dapat dikatakan cukup sedang “C” dengan nilai tundaan lalu lintas sebesar 18,130 dan peluang antrian batas atas sebesar 75,979% dan nilai batas bawah sebesar 38,445%. Alternatif solusi yang dapat diberikan untuk kendala yang ditemukan adalah perlu adanya perbaikan atau optimalisasi pemasangan alat pemberi isyarat (traffic light). 
Analisis Keselamatan Pada Perlintasan Sebidang JPL 118 Jalan Raya Lemah Abang Bekasi Firdaus, Muhammad Fa’iq; Yuniarti, Sri; Widayatie, Sri
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 24 No. 2 (2025): EDISI BULAN NOVEMBER
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v24i2.242

Abstract

Level crossings between railway tracks and highways are critical points in the transportation system that require serious attention to safety aspects. One location of concern is the JPL 118 Level Crossing on Lemah Abang Highway, Bekasi Regency. In the last three years (2022–2024), there have been three accidents at this location resulting in fatalities. This study aims to evaluate safety at the crossing through analysis of traffic volume, road infrastructure, road geometric conditions, and road user behavior. The data or information used consists of secondary data obtained from the Directorate General of Railways and primary data obtained from direct field surveys. Data processing methods include calculating the average daily traffic volume to determine the average daily traffic volume, using the basic capacity formula to calculate road capacity, using the V/C Ratio formula to calculate the service level, using the Railway Passenger Car Unit (SMPK) formula, analyzing road facility completeness, analyzing road geometry, and conducting risk analysis using the HIRARC approach. The research results indicate that the service level is at D or unstable flow, with an SMPK value of 382,044 SMPK. Some safety elements do not meet technical standards, safety facilities are incomplete, and there is a high level of road user behavior violations.