Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Analisis Motor pada Quadcopter Khumairowati Khumairowati; Bekti Yulianti
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 8, No 2 (2016): JURNAL MITRA MANAJEMEN
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v8i2.519

Abstract

ABSTRAKSebuah quadcopter dapat melakukan take-off dan landing secara vertikal. Empat brushless  motor yang terdapat pada quadcopter mempunyai gerakan searah dan berlawanan arah jarum jam. Sinkronisasi dari brushles motor pada quadcopter diperlukan ketika salah satu brushless motor bermasalah. Sinkronisasi tersebut dilakukan oleh ESC (Electronic Speed Controller). ESC bertugas sebagai pengendali kecepatan dan arah putar dari brushless motor. Pemilihan ESC didasarkan pada besarnya arus maksimal dari brushless motor.  Pengujian terhadap quadmotor didapat bahwa gaya yang dibutuhkan untuk terbang 3.185 kg m/s2, untuk dapat bergerak keatas gaya harus lebih dari 1.5925 kg m/s2 dan gaya tidak boleh lebih dari 6.37 kg m/s2 untuk dapat bergerak turun, dengan lama terbang 10,207 menit, efisiensi motor 91,1%, torsi 0.089 Nm dan kecepatan sinkron motor 428.57 rpm.
PEMILIHAN DESAIN JARINGAN AKSES MENGGUNAKAN TEORI ECONOMIC ANALYSIS DECITION Bekti Yulianti
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 9, No 1 (2017): JURNAL MITRA MANAJEMEN
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v9i1.498

Abstract

AbstrakPerencanaan desain jaringan akses merupakan salah satu sarana penunjang yang penting untuk mengembangkan suatu kawasan bisnis, sebagai penunjang berbagai layanan komunikasi seperti internet, telepon, videocall, seluler atau multi media lainnya. Untuk pengembangan infrastruktur telekomunikasi tersebut perlu dilakukan pemilihan teknologi yang akan digunakan. Metoda yang digunakan adalah Economic Analysis Decitio. Teknologi infrastruktur yang akan dibandingkan adalah penggunaan fiber optic dan tembaga, dengan membandingkan Net Present Value (NPV), payback periode, Internal Rate of Return (IRR) dan cost ratio. Dari hasil analisis perbandingan pengembangan kedua infrastruktur tersebut, didapatkan bahwa pengembangan infrastruktur fiber optic lebih baik dibandingkankan dengan infrastruktur menggunakan tembaga, dengan nilai NPV 36,364, IRR 47,5%, cost ratio 3,22 dan payback periode 4 tahun.