Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Scientech Research and Development

ANALISIS PENGUJIAN PERFORMA MESIN PENGGEMBUR TANAH BERDASARKAN POLA JALAN DENGAN SISTEM PISAU ROTARY Moh. Wildan Rozzikin; Asmar Finali; Ika Yuniwati; Eli Novita Sari; Chairul Anam
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 1 (2024): JSRD, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i1.366

Abstract

Pertanian adalah suatu kegiatan manusia yang termasuk didalamnya yaitu bercocok tanam, peternakan, perikanan dan juga kehutanan. Sebagian besar kurang lebih dari 50 persen mata pencaharian masyarakat di Indonesia adalah sebagai petani, sehingga sektor pertanian sangat penting untuk dikembangkan di negara kita. tanah dapat dilakukan secara cepat dan tidak memerlukan tenaga yang berlebih. Maka dari itu diperlukan dengan adanya alat mesin penggembur tanah dengan sistem pisau rotary tersebut. Dalam penelitian dilapangan ini mempersiapkan lahan perkebunan sebagai tempat pegujian mesin penggembur tanah dimana total luas lahan tersebut 225 m2 atau 0,0225 Ha. Setelah melakukan penyiapan lahan langkah selanjutnya yaitu melakukan uji coba pada mesin penggembur tanah dilapangan yang dimana sudah dipersiapkan pola pola eskperimen yang sudah ditentukan diantaranya pola bolak – balik rapat, pola keliling tengah, pola keliling tepi, pola spiral, pola tepi dan pola tengah yang bertujuan untuk mengambil data penelitian. Nilai kapasitas kerja aktual yang didapatkan dari hasil penggemburan tanah dipengaruhi oleh waktu yang terpakai saat proses tersebut berjalan. Semakin singkat waktu yang digunakan selama proses penggemburan maka nilai kapasitas kerja aktual yang dihasilkan akan semakin besar. Hasil penelitian menyatakan bahwa kapasitas kerja pengolahan tanah dengan menggunakan mesin penggembur tanah yang pertama sudah ditentukan variasinya yaitu kecepatan 1000 rpm, dimana sangat cukup efesien pengerjaannya yang memiliki nilai tertinggi yaitu adalah pola bolak – balik rapat sebesar 0,044 ha/jam dan memiliki nilai paling terendah adalah pola keliling tengah sebesar 0,033 ha/jam. Selanjutnya variasi kecepatan 1500 rpm dimana sangat cukup efesien pengerjaannya yang memiliki nilai tertinggi yaitu adalah pola bolak – balik rapat sebesar 0,068 ha/jam dan memiliki nilai paling terendah adalah pola keliling tengah sebesar 0,044 ha/jam.
ANALISA PENYEBAB KERUSAKAN PADA BELT CONVEYOR DI PT XYZ MENGGUNAKAN METODE FTA DAN FMEA Agung Priyambada; Asmar Finali; Igna Satria Prasetya DY; Mega Lazuardi Umar; Rochmad Eko Prasetyaning Utomo
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 1 (2024): JSRD, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i1.412

Abstract

Persaingan yang ketat dalam industri mendorong perbaikan berkelanjutan dalam kualitas dan kuantitas produk, didorong oleh perkembangan teknologi dan permintaan pasar yang meningkat. Fokus pada peningkatan produktivitas di lantai produksi, khususnya optimalisasi penggunaan belt conveyor, menjadi penting mengingat peran krusialnya dalam transportasi material di berbagai sektor industri. Meskipun belt conveyor menawarkan keunggulan efisiensi, mereka rentan terhadap kerusakan yang dapat mengganggu proses produksi dan menyebabkan kerugian finansial yang signifikan.Studi ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kerusakan belt conveyor di PT.XYZ, perusahaan pertambangan emas. Data historis menunjukkan kerusakan belt conveyor sering terjadi, yang menyebabkan kerugian finansial yang substansial dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Analisis menggunakan metode FMEA dan FTA diusulkan sebagai langkah kritis untuk meningkatkan kinerja, meminimalkan risiko kerusakan, dan meningkatkan keamanan dalam lingkungan industri.
ANALISA CACAT HASIL PENGELASAN SMAW PADA BAJA KARBON ST 41 DENGAN VARIASI PENDINGIN Adi Irawan; Asmar Finali; I Gusti Ngurah Agung Satria Prasetya Dharma Yudha; Mega Lazuardi Umar; Rochmad Eko Prasetyaning Utomo
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 1 (2024): JSRD, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i1.445

Abstract

Kemajuan teknologi membuat kita tidak bisa lepas dari kebutuhan unsur logam, contohnya saja pada bidang kontruksi. Pengelasan SMAW (Shielded metal are welding) mempunyai aplikasi luas di dalam dunia industri, pengelasan SMAW memberikan efisiensi kekuatan sambungan yang tinggi. Magnetic Particle Inspection (MPI) merupakan salah satu pengujian tidak merusak yang digunakan untuk mendeteksi retakan dan diskontinuitas lain yang berada di permukaan material ferromagnetic, salah satunya yaitu hasil pada pengelasan steel structure. Penetrant Test adalah jenis pengujian tidak merusak atau non destructive test (NDT) yang bertujuan memeriksa permukaan material terdapat cacat las atau tidak. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dimana metode ini bertujuan untuk menguji pengaruh pendingin satu dengan pendingin lainnya. Penelitian ini adalah menganilisis cacat hasil pengelasan baja karbon rendah ST 41 pasca pengelasan SMAW pada sambungan kampuh V dengan media variasi pendingin air, coolant, dan oli. Hasil pengelasan menggunakan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dengan elektroda E6013 dan variasi arus pada masing-masing spesimen menunjukkan beberapa temuan penting. Proses pendinginan material ST41 proses tersebut dilakukan setelah proses pengelasan dengan menggunakan tiga jenis media pendingin yaitu: air, coolant, dan oli. Hasil dari pengujian menggunakan metode Magnetic Particle Inspection mendapatkan catat hasil pengelasan seperti : Underfill dan Undercut, sedangkan pada Metode Penetrant test mendapatkan hasil cacat hasil pengelasan seperti : Porosity, Underfill, Spatter, Slag Inclusion, dan Overlap. Metode Magnetic Particle Inspection dan Penetrant Test menunjukkan bahwa penggunaan air sebagai media pendingin memberikan hasil terbaik dalam mengurangi cacat pengelasan dibandingkan dengan coolant dan oli, Oleh karena itu, air sebagai media pendingin lebih efektif dalam menjaga kualitas pengelasan, menghasilkan sambungan yang lebih kuat dan lebih sedikit cacat.