Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENERAPAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Jamaludin, Jamaludin; Novitasari, Aprillia; Yusianto, Wahyu; Cahyanti, Luluk
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v12i2.234

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) adalah sebuah kategori penyakit yang berhubungan dengan metabolisme, ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi, yang disebabkan oleh masalah dalam pelepasan / penurunan insulin, fungsi insulin, atau keduanya, hal ini juga bisa di sebabkan karena ketidakmampuan hormon insulin dalam tubuh untuk berfungsi dengan baik dalam menjaga keseimbangan gula darah, yang mengakibatkan peningkatan kadar gula dalam darah. Dalam kasus ini peningkatan tertinggi pertama di Jawa Barat sebanyak 186.809, lalu di jawa timur ada 151.878, lalu ada di terakhir jawa Tengah sebanyak 132.565 jiwa. Terapi Relaksasi Otot Progresif merupakan salah satu pengobatan non farmakologi yang saat ini digunakan untuk pengobatan diabetes melitus. Terapi relaksasi otot progresif dapat menjadi salah satu terapi non farmakologi yang aman dan mudah dilakukan serta dapat berfungsi dalam fisiologi tubuh dengan mengatur respon simpatik dan parasimpatik. Tujuan : Untuk menggambarkan implementasi terapi relaksasi orot progresif dalam menurunkan kadar gula darah pada penderita Diabetes melitus tipe 2. Metode : Studi kasus dalam dalam karya ilmiah ini menggunakan metode pre experimental desain dengan menggunakan bentuk one group pre test – post test design. jumlah sample 15 responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil : Setelah diberikan terapi relaksasi otot progresif selama 3 hari berturut turut didapatkan hasil mayoritas penderita diabetes melitus adalah perempuan dengan presentase 93,33% dengan karakteristik usia 55-65 dengan presentase 40,00% dan karakteristik pekerjaan sebagai pedagang dengan presentase 46,67% . Rata rata kadar gula darah 15 responden pre test adalah 272 mg / dl. Rata rata nilai kadar gula darah post test 15 responden yaitu 184 mg/dl. Selisih rata rata nilai kadar gula darah pre test dan post test dari 15 responden yaitu 87 mg/dl. Hasil tersebut menunjukan bahwa terdapat penurunan nilai kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Desa Growong Lor setelah dilakukan terapi relaksasi otot progresif. 
Peningkatan Peran Orang Tua dalam Pengawasan Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini Winarsih, Biyanti Dwi; Widyaningsih, Heriyanti; Fatmawati, Yayuk; Hartini, Sri; Faidah, Noor; Yusianto, Wahyu; Nurdiana, Nova Fitri
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v1i1.4

Abstract

Gadget merupakan sebuah sebuah alat elektronik kecil dengan berbagai macam fungsi. Gadget sendiri dapat berupa komputer atau laptop, tablet PC, dan juga telepon seluler atau smartphone yang dirancang lebih canggih jika dibandingkan dengan perangkat teknologi yang telah diciptakan sebelumnya. Anak-anak sering menggunakan gadget dengan tujuan selain belajar, seperti menonton youtube, mencari informasi, menggunakan media sosial, bermain game online, menonton film online dengan durasi waktu yang lama. Penggunaan gadget bagi anak-anak perlu pengawasan dari orang tua. Orang tua harus sepenuhnya mengawasi dan membimbing anak-anak mereka saat menggunakan gadget apalikasi yang digunakan maupun pengawasan dalam waktu penggunaan.Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan peran orang tua dalam pengawasan penggunaan gadget pada anak-anak. Peningkatan peran orang tua dilakukan dengan pemberian edukasi kepada 31 ibu anak usia dini. Peran orang tua pada anak usia dini ini menunjukkan sebagian besar dari ibu masuk dalam kategori kurang membimbing anaknya menggunakan gadget. Setelah dilakukan edukasi terjadi peningkatan peran ibu membimbing penggunaan gadget pada anak
Pendidikan Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan tentang Pencegahan Penularan Tuberculosis (TB ) Paru di Puskesmas Randublatung Blora Faidah, Noor; Hartini, Sri; Winarsih, Biyanti Dwi; Widyaningsih, Heryanti; Narti, Narti; Yusianto, Wahyu; Wulan, Emma Setiyo
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v1i1.8

Abstract

Prevalensi Tuberculosis di Indonesia tahun 2020 tercatat sebanyak 285/100.000 dengan angka kematian 27/100.000 penduduk. Di Indonesia ada 1 juta kasus TB baru pertahun (399/100.000 penduduk) dengan 100.000 kematian pertahun (41/100.000 penduduk). Penyakit ini dapat menular dari orang ke orang melalui droplet orang terinfeksi. Penyakit TB terjadi karena perilaku dan sikap penderita yang kurang baik dalam mencegahan penularan. Upaya meningkatkan pengetahuan pencegahan TB paru melalui promosi kesehatan dengan pendidikan kesehatan. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan  pengetahuan tentang pencegahan penularan pada pasien TB paru di Puskesmas Randublatung Blora. Metode dalam pengabdian masyarakat ini metode ceramah dan tanya jawab secara langsung kepada peserta dengan evaluasi diberikan Pre-and Post Test tentang pencegahan penularan pada pasien TB paru. Sasaran dalam program ini sejumlah 33 orang. Hasil pengabdian ini mendapatkan peningkatan pengetahuan tentang pencegahan penularan TB.  Sebelum diberikan pendidikan kesehatan paling banyak kategori cukup 24 (72,7%), dan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan paling banyak kategori baik 24 (72,7%). Terdapat  peningkatan pengetahuan tentang pencegahan penularan pada pasien TB paru di Puskesmas Randublatung Blora. Disarankan agar petugas kesehatan menerapkan program edukasi secara berkala kepada penderita TB untuk mengurangi resiko penularan pada orang lain
Efektivitas Hidroterapi sebagai Terapi Komplementer dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Stadium I: Studi Quasi Eksperimen Pujiati, Eny; Fitriana, Vera; Ambarwati, Ambarwati; Pramudaningsih, Icca Narayani; Yusianto, Wahyu
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i2.2931

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan melalui terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Hidroterapi rendam kaki air hangat merupakan salah satu bentuk terapi komplementer yang dapat membantu menurunkan tekanan darah melalui mekanisme vasodilatasi perifer dan relaksasi otot. Tujuan: Mengetahui efektivitas hidroterapi rendam kaki air hangat dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi stadium I. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest–posttest with control group design. Sampel terdiri atas 30 responden penderita hipertensi stadium I yang dipilih secara purposive sampling, dengan 15 responden pada kelompok intervensi dan 15 responden pada kelompok kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan tambahan hidroterapi rendam kaki air hangat bersuhu 37–40°C selama 15–20 menit setiap hari selama 7 hari, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima perawatan rutin tanpa hidroterapi. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer digital. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Hasil: terdapat penurunan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi (p < 0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan signifikan (p > 0,05). Perbandingan antara kedua kelompok menunjukkan bahwa hidroterapi secara signifikan lebih efektif dibandingkan perawatan rutin. Kesimpulan: Hidroterapi rendam kaki air hangat efektif sebagai terapi komplementer dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi stadium I. Terapi ini dapat diterapkan sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah, dan ekonomis baik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun di rumah.Kata Kunci: Hidroterapi, Tekanan darah, HipertensiABSTRACTBackground: Hypertension is one of the non-communicable diseases that serves as a leading cause of morbidity and mortality worldwide. The management of hypertension can be carried out through both pharmacological and non-pharmacological therapies. Warm water foot soak hydrotherapy is a form of complementary therapy that may help reduce blood pressure through mechanisms of peripheral vasodilation and muscle relaxation. Objective: To determine the effectiveness of warm water foot soak hydrotherapy in reducing blood pressure among patients with stage I hypertension. Method: This study employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest with control group approach. The sample consisted of 30 respondents with stage I hypertension selected through purposive sampling, comprising 15 respondents in the intervention group and 15 in the control group. The intervention group received additional warm water foot soak hydrotherapy at a temperature of 37–40°C for 15–20 minutes daily over seven days, while the control group received only routine care without hydrotherapy. Blood pressure was measured before and after the intervention using a digital sphygmomanometer. Data were analyzed using the Wilcoxon and Mann–Whitney tests. Results: There was a significant decrease in both systolic and diastolic blood pressure in the intervention group (p < 0.05), while no significant change was observed in the control group (p > 0.05). The comparison between the two groups indicated that hydrotherapy was significantly more effective than routine care. Conclusion: Warm water foot soak hydrotherapy is effective as a complementary therapy in reducing blood pressure among patients with stage I hypertension. This therapy can be applied as a safe, simple, and cost-effective non-pharmacological intervention, both in healthcare facilities and at home.Keywords: Hydrotherapy, Blood pressure, Hypertension.