Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Relationship Between Occupational Safety Services and Emergency Response Management Development of Nurse Performance Najihah, Khoirotun; Salmira, Cut Saura; Apriani, Nurlia; Hasibuan, Sindy Syaputri
Jurnal Perilaku Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Perilaku Kesehatan Terpadu (Jupiter)
Publisher : Hasanuddin Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61963/jpkt.v1i2.28

Abstract

Because the hospital has a huge workface with a significant risk of occupational illnesses or work accidents, it is required to take safeguards, such as adopting work safety services and building emergency response management. Hospitals face a range of complex labor concerns, including varying risks of occupational disease and even work-related accidents depending on the kind of employment, thus they are required to adopt initiatives to promote Hospital Occupational Health and Safety (K3RS). Therefore, it is necessary to provide work safety services and develop emergency response management in hospital so that work accidents and occupational diseases can be prevented. This Study aims to determine the relationship between occupational safety services and development emergency response management with workface performance at special eye hospital medan Baru in 2022 with a cross sectional approach.    
Stres kerja pada dokter internship di Rumah Sakit Mitra Sehat Tanjung Morawa Amalia, Nur; Salmira, Cut Saura; Tarigan, Andini Mentari
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): Edisi Juli
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v7i2.3962

Abstract

Stres kerja berhubungan dengan kesehatan kerja, kecelakaan ditempat kerja, organizational strain dalam bentuk absensi, penurunan performa kerja. Dokter internship adalah orang yang memilki risiko tinggi berdampak stres kerja karena selama menjalani menjalani internship terdapat perbedaan antara ekspektasi dan realita yang membuat mereka frustasi namun tidak ada dapat dilakukan untuk mengubah keadaan itu semua sehingga menyebabkan perasaan mereka tertekan (stres). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat stres dokter internship tersebut. Adapun partisipan dari penelitian ini adalah 95 orang dokter intrenship RS Mitra Sehat Tanjung Morawa yang bekerja selama minimal 3 bulan dan tempat tinggal diluar kota Tanjung Morawa. Penelitian ini menggunakan alat ukur stress kerja dengan reliabilitas 0.91. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 44,21% dokter berada pada tingkat stres sedang, artinya mereka mengalami stres yang masih dapat dihadapi sehingga tidak dapat menimbulkan gangguan fisik. Berdasarkan hasil penelitian, hal yang paling mengganggu para dokter internsip adalah upah yang tidak sesuai dengan pekerjaan yang mereka kerjakan. Selain itu ketidakjelasan peran mereka di rumah sakit pun menjadi salah satu faktor yang menyebabkan stres. Terdapat 27,37% dokter internsip yang berada pada kategori agak tinggi dan 3,16% pada tingkat tinggi, artinya mereka dapat berpotensi menimbulkan gangguan fisik. Hasil penelitian dapat digunakan oleh Institusi yang berkaitan dengan dokter internsip agar memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan dengan stress kerja.
Pemberdayaan Ibu rumah tangga dalam pengelolaan MPASI berbasis bahan pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Sigapiton Cut Saura Salmira; Muh Arfah; Yuan Pariasi; Mahani Datita Sitepu; Wiwiek Indriyani Sary S.; Elly Rosmawati; Sukmawati Sukmawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39484

Abstract

Abstrak Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang cukup tinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Toba. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui peningkatan pengetahuan ibu rumah tangga terkait pengelolaan Makanan Pendamping ASI (MPASI) berbasis bahan pangan lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga melalui edukasi dan demo memasak MPASI di Desa Sigapiton. Sasaran kegiatan adalah ibu rumah tangga yang memiliki balita dengan jumlah peserta sebanyak 15 orang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi memasak, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta setelah intervensi. Nilai rata-rata post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan dengan uji paired sample t-test. Hasil uji menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta. Dengan demikian, edukasi melalui metode demonstrasi memasak MPASI berbasis bahan pangan lokal dapat menjadi salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk memberikan dampak yang lebih luas. Kata kunci: edukasi; MPASI; bahan pangan lokal; demonstrasi memasak; stunting. Abstract Stunting remains a significant public health problem in Indonesia, including in Toba Regency. One of the efforts to prevent stunting is by improving mothers’ knowledge regarding the preparation of complementary feeding (MPASI) based on local food ingredients. This activity aimed to increase the knowledge of housewives through education and cooking demonstrations on MPASI in Sigapiton Village. The participants were 15 housewives with children under five years old. The methods used included health education, cooking demonstrations, and evaluation using pre-test and post-test. The results showed an increase in participants’ knowledge scores after the intervention. The average post-test score was higher than the pre-test score. The normality test indicated that the data were normally distributed, so the analysis was continued using a paired sample t-test. The test results showed a significant difference between pre-test and post-test scores (p < 0.05). This indicates that the educational activity was effective in improving participants’ knowledge. In conclusion, education through cooking demonstrations of MPASI based on local food ingredients can be an effective strategy to improve mothers’ knowledge as an effort to prevent stunting. Similar activities are expected to be conducted continuously to achieve a broader impact. Keywords: education; complementary feeding; local food; cooking demonstration; stunting.
Hubungan Pengetahuan dan Motivasi dengan Kepatuhan Perawat dalam Pemilahan Limbah Infeksius dan Non Infeksius di RSU Wulan Windy Safrina Ramadhani; Cut Saura Salmira; Rupina Kanasia Situmorang; Dinda Dwi Ramadhani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12866

Abstract

Pengelolaan limbah medis merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah penularan infeksi dan melindungi tenaga kesehatan maupun lingkungan rumah sakit. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1204 Tahun 2004, pengelolaan limbah medis padat dilakukan melalui tahapan pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, dan pemusnahan. Kepatuhan perawat dalam melakukan pemilahan limbah medis infeksius dan noninfeksius masih belum optimal. Kepatuhan tersebut diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan dan motivasi. Di RSU Wulan Windy, rata-rata jumlah limbah medis yang dihasilkan mencapai sekitar 1,6 ton per bulan atau sekitar 400 kg setiap minggu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan motivasi dengan kepatuhan perawat dalam pemilahan limbah medis infeksius dan noninfeksius di RSU Wulan Windy. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 190 perawat dengan sampel sebanyak 65 responden. Data diperoleh melalui data primer dan data sekunder, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pemilahan limbah medis infeksius dan noninfeksius (p = 0,028 < 0,05). Sementara itu, motivasi tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kepatuhan perawat (p = 0,222 > 0,05). Pengetahuan berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam melakukan pemilahan limbah medis infeksius dan noninfeksius, sedangkan motivasi tidak berhubungan secara signifikan. Oleh karena itu, rumah sakit diharapkan meningkatkan pengetahuan perawat melalui pelatihan, sosialisasi, dan evaluasi berkala mengenai pengelolaan limbah medis agar kepatuhan terhadap prosedur pemilahan limbah dapat terus ditingkatkan.