Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Pelatihan Fasilitator Kesehatan Jiwa di Kelurahan Banjarsengon Kabupaten Jember Zaini, Mad; Komarudin, Komarudin; Mauliddiya, Tiara; Belgista, Richo; Taniatul, Lina
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v1i1.38

Abstract

Undang-Undang Kesehatan Jiwa Nomor 18 tahun 2014 menjelaskan bahwa kegiatan upaya untuk mewujudkan derajat kesehatan diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu serta berkesinambungan oleh pemerintah Bersama dengan masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan derajat kesehatan di masyarakat adalah melalui pelatihan fasilitator kesehatan jiwa. Metode pelaksanaan pelatihan terdiri dari pemberian materi, role play dan praktik. Hasil kegiatan pelatihan adalah peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan jiwa dengan rata-rata pretest 5.17 dan rata-rata post test 5.78 serta hasil dari praktik deteksi dini kesehatan jiwa keterampilan masyarakat diperoleh data yaitu 88.5% sehat jiwa, 7.2% resiko masalah kesehatan jiwa dan 4.2% gangguan jiwa. Kegiatan pelatihan fasilitator kesehatan jiwa yang diberikan kepada masyarakat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mendeteksi masalah kesehatan jiwa sehingga diharapkan yang sehat tetap sehat, yang beresiko mengalami masalah kesehatan jiwa menjadi sehat dan yang sakit menjadi mandiri dan produktif.
Pengetahuan dan Minat Mahasiswa Keperawatan dalam Berwirausaha Bidang Kesehatan Supriyadi, Supriyadi; Zaini, Mad
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 5 No 2 (2024): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2024
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v5i2.5686

Abstract

Pendidikan tinggi harus mampu menjadi salah satu institusi yang mencetak wirausahawan, tidak hanya pada jurusan-jurusan tertentu tetapi niat untuk berwirausaha harus tertanam pada semua mahasiswa termasuk mahasiswa jurusan kesehatan atau keperawatan. Wirausahaan bidang kesehatan adalah sebagai usaha yang menghasilkan sesuatu dengan ide-ide kreatif dan inovatif, mempunyai nilai manfaat, ekonomi, serta memiliki nilai manfaat yang luas bagi masyarakat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah responden 140 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan skala linkert. Hasil penelitian terkait pengetahuan mahasiswa keperawatan tentang kewirausahaan bidang kesehatan sebagai besar adalah mempunyai pengetahuan yang baik dalam berwirausaha (50%), sebagian besar mahasiswa minat berwirausaha (68%) serta tidak ada korelasi antara pengetahuan tentang kewirausahaan dengan minat berwirausaha di bidang kesehatan (p vaue >0,005). Minat berwirausaha dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu motivasi, ketertarikan, kesenangan, dan keinginan untuk berwirausaha. Sedangkan pengetahuan tidak menjadi faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha. Meskipun demikian, peningkatan minat berwirausaha dikalangan mahasiswa perlu ditumbuhkan karena memberikan kontribusi pada penciptaan lapangan kerja bagi lulusan perguruan tinggi.
Community Behavior in Choosing Health Services after the Covid-19 Pandemic Supriyadi, Supriyadi; Zaini, Mad
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 5 No 4 (2023): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v5i4.2638

Abstract

The decline in the number of visits at the FKTP Klnik Mitra Keluarga Sejahtera Sukowono after the COVID-19 pandemic in June 2022 was around 55% per month and tended to stagnate and even a downward trend in early 2023. So that it resulted in a decrease in the number of visits at Klnik and increasingly had an impact on public trust in services in the area around Sukowono Jember. This study aims to look at the behavior of choosing health services by the community in the post-Covid-19 pandemic period. This research method is an observational analytic research with a cross-sectional design. The sample size was 257 respondents with purposive sampling technique. Using questionnaire instruments and chi square test analysis and logistic regression test. Research Results Variables associated with behavioral patterns of choosing health services in this study are pain perception, accessibility, information, socioeconomics, and family support. Factors that influence the behavior of choosing health services are pain perception (p=0.026; Exp(B)=2.012), accessibility (p=0.019; Exp(B)=1.962), information quality (p=0.021; Exp(B)=1.974), socioeconomic (p=0.006; Exp(B)=0.149) and family support value (p=0.006; Exp(B)=0.149). Perception of illness, accessibility, quality of information are the factors that most influence the behavior of choosing health services during the post-COVID-19 pandemic.
Digital Based Early Detection of Mental Health in Mental Health Alert Village Zaini, Mad; Komarudin, Komarudin; Abdurrahman, Ginanjar
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 5 No 4 (2023): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v5i4.2641

Abstract

Mental health is an integral part of being healthy. Some mental health indicators are also indicators of a healthy state such as being free from pain or psychological distress, being productive and contributing to social life. This study aims to describe community mental health based on the results of early detection using the e-DSSJ application. The research design used is descriptive with a case study approach. The subjects used in this study were the people of Botolinggo village, Bondowoso district. The research sample of 1040 respondents was taken by purposive sampling with inclusion criteria, namely aged ≥ 15 years, domiciled in Botolinggo Village and willing to become research respondents. The instrument used in this study is the e-DSSJ application which adopts the Self Reporting Questionaire-29 (SRQ-29) instrument. The results of univariate analysis showed that most respondents were mentally healthy (73%), experienced anxiety (26.7%), mental disorders (0.09%) and no respondents experienced post-traumatic distress syndrome (PTSD) and drug abuse (0%). Through early detection of mental health based on the e-DSSJ application, it can be seen that people who are mentally healthy, at risk of mental problems and mental disorders with the hope that those who are mentally healthy remain healthy, those at risk of mental problems do not experience mental disorders and those with mental disorders can immediately get health services.
PERAN GURU PAI SD MUHAMMADIYAH 1 JEMBER PADA STABILITAS KESEHATAN MENTAL SISWA Huwaida, Hasna’; Zaini, Mad
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 7 No. 1 (2023): Maret
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v7i1.705

Abstract

Dunia kini menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental. Hal ini bermula dari pandemi covid-19 yang mengakibatkan isolasi wilayah secara global, menjadikan pekerjaan-pekerjaan menumpuk di rumah, bukan di kantor ataupun lembaga lainnya. Kesadaran ini terus terpelihara hingga sekarang. Kesehatan mental yang tak kalah penting untuk dijaga di antaranya adalah kesehatan mental anak usia sekolah dasar pula. Melalui penelitian ini, penulis berusaha membeberkan bagaimana usaha guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD Muhammadiyah 1 Jember dalam rangka menjaga stabilitas kesehatan mental siswa-siswanya. Guru PAI tak hanya menjalankan kewajibannya sebagai seorang guru saja, melainkan bagaimana ia menanamkan nilai-nilai keislaman dalam aktifitas sekolah. Tujuan dari penelitian ini yakni mengungkap peran dan usaha guru PAI SD Muhammadiyah 1 Jember dalam menjaga stabilitas kesehatan mental siswa. Merupakan penelitian lapangan, penelitian ini memaparkan hasilnya melalui data yang didapatkan dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari peneltian ini menyatakan bahwa guru PAI berperan sebagai mu’allim, murobbi, mursyid, edukator, pelatih, komunikator dan konsultan, serta role model bagi siswanya, sehingga stabilitas kesehatan mental siswa dapat terjaga dengan baik.
The Relationship between Peer Social Support and Homesickness Incidents in Overseas Students at the Faculty of Health Sciences, Muhammadiyah University, Jember Eki Wulan Agustin; Mad Zaini; Komarudin
Cleanliness: Journal of Health Sciences and Medical Research Vol. 1 No. 1 (2024): September
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/clean.v1i1.2

Abstract

Overseas students are students who are studying outside their area of ​​origin. Some overseas students tend to experience homesickness because they miss their parents and hometown, so they need support from their environment. Social support is information and feedback from other people that shows that someone is loved and cared for, appreciated and respected and is involved in a network of reciprocal communication and obligations. Quantitative research with a cross-sectional approach. The population in this study were overseas students at the Muhammadiyah University of Jember, Faculty of Health Sciences Class of 2023. The population in this study was 53 overseas students with a sample size of 47 people and was taken using simple random sampling techniques. The statistical test between peer support and the incidence of homesickness as measured using Spearman rho with α = 0.05 resulted in p value = 0.000, and r = -0.625, meaning that there is a relationship between social support from peers and the incidence of homesickness in overseas students. The suggestion of this research is that health institutions are advised to provide education related to social support from peers, especially overseas students, so that they are able to adapt to new environments.
Zoom in Fatigue pada Mahasiswa Keperawatan selama Periode Pandemic Covid-19 Zaini, Mad; Supriyadi, Supriyadi
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 5 No. 1 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i1.257

Abstract

AbstrakKebijakan pembelajaran daring selama periode pandemi COVID-19 menjadi alternatif bagi perguruan tinggi supaya proses belajar mengajar dapat dilaksanakan. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran daring di perguruan tinggi memiliki dampak positif dan negatif terutama di bidang kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui terjadinya zoom in fatigue pada mahasiswa keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember selama masa pandemic COVID-19. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa durasi waktu yang digunakan dalam pembelajaran daring memiliki korelasi yang signifikan terhadap terjadinya zoom in fatigue pada mahasiswa keperawatan selama periode pandemi COVID-19. Durasi waktu yang lama dalam pembelajaran daring membutuhkan perhatian yang lebih intens disertai informasi yang banyak melalui media daring menyebabkan beban kognitif dan energi yang lebih besar sehingga mengakibatkan terjadinya zoom in fatigue pada mahasiswa selama periode pandemi COVID-19.Kata kunci: daring, fatigue, pandemic  AbstractOnline learning policies during the COVID-19 pandemic period became an alternative for universities so that the teaching and learning process could be carried out. In its implementation, online learning in university has positive and negative impacts, especially in the health sector. The purpose of this study was to determine the occurrence of zoom in fatigue in nursing students of the Faculty of Health Sciences, University Muhammadiyah of Jember during the COVID-19 pandemic. The design of this study was cross-sectional. The results of this study indicate that the time duration of using online learning has a significant correlation with the occurrence of zoom in fatigue in nursing students during the COVID-19 pandemic period. The long time duration in online learning requires more intense attention accompanied by a lot of information through online media causing a greater cognitive load and energy, it leads to a zoom in fatigue among students during the COVID-19 pandemic period.Keywords: online learning, fatigue, pandemic
Hubungan Kenakalan Remaja Dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua di Desa Kemuningsari Kidul Jember Yusuf, Moh Aftoni Ilman; Suryaningsih, Yeni; Zaini, Mad
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 4 (2025): SEMNAS-HEALTH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenakalan remaja merupakan fenomena yang kian meningkat dan menjadi sumber kecemasan bagi orang tua, terutama di wilayah Desa Kemuningsari Kidul, Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kenakalan remaja dengan tingkat kecemasan orang tua. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 87 orang tua yang memiliki anak remaja usia 10–19 tahun, dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Self-Report Delinquency (SRD) untuk mengukur kenakalan remaja dan State-Trait Anxiety Inventory (STAI) untuk mengukur tingkat kecemasan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja berada pada kategori kenakalan sedang hingga tinggi, dan sebagian besar orang tua mengalami kecemasan sedang. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rho menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kenakalan remaja dengan kecemasan orang tua (ρ = 0,000 < α = 0,05). Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kenakalan remaja, maka semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dialami orang tua. Oleh karena itu, penting bagi pihak keluarga, masyarakat, dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan peran dalam pengawasan dan pembinaan remaja guna menekan perilaku menyimpang serta mengurangi kecemasan orang tua.