Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Wacadesain

Gerak Komunikasi Visual Gerik Desain Visual Hendy Yuliansyah
Wacadesain Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.217 KB) | DOI: 10.51977/wacadesain.v1i1.192

Abstract

Abstrak Berhimpitnya pengetahuan visual yang merambah ke berbagai sektor turut mempengaruhi dunia idustri, bahkan menjadi standar kemajuan dunia saat ini. Manfaat yang besar pada desain visual terhadap dunia industri kreatif, menyebabkan ilmu komunikasi sebagai induk komunikasi visual mengembangkan wawasannya, konsentrasinya, hakikatnya dalam meredefinisi pengertian komunikasi. Dalam penelitiannya, keterhubungan komunikasi visual dengan desain visual atau desain komunikasi visual diperlihatkan melalui tahapan proses kerja verbal dan non verbal. Dengan metode penelitian deskriptif analisis yang menekankan pada pendekatan fenomena, maka komunikasi visual sebagai konsep umum yang meletakkan dasar-dasar kemampuan manusia yang belum diketahui semuanya, sedangkan tren dunia yang menggerak cepat dan menuntut revolusi dalam segala hal, maka desain visual bergerak dengan mengembangkan masa depan, strategi untuk mengoptimalkan kemampuan manusia, melalui irama, komposisi, kronologis yang berguna dalam mewujudkan rencana apapun menjadi kenyataan. Kata kunci: desain, Industri, komunikasi, kreatif, strategi, visual. Abstract The coincidence of visual knowledge that penetrated into various sectors also influenced the industrial world, even becoming the standard of world progress today. The great benefits of visual design for the creative industry world, causing the science of communication as the parent of visual communication to develop their insights, their concentration, their essence in redefining the notion of communication. In his research, the relationship of visual communication with visual design or visual communication design is shown through the stages of the verbal and non-verbal work processes. With descriptive analytical research methods that emphasize the phenomenon approach, visual communication as a general concept that lay the foundations of human capabilities that are not yet known to all, while world trends are moving fast and demanding revolution in all respects, then visual design moves by developing the future , strategies to optimize human capabilities, through rhythm, composition, chronology that are useful in turning any plan into reality. Keywords: design, industry, communication, creative, strategy, visual
PENGENALAN GRAFFITI KEPADA MASYARAKAT UMUM DI KOTA BANDUNG DENGAN MEDIA VISUAL BOOK Farhan Aulia Nurpasha; Hendy Yuliansyah; Agus Triyadi
Wacadesain Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.581 KB) | DOI: 10.51977/wacadesain.v1i2.449

Abstract

Perkembangan graffiti di Indonesia khususnya di kota Bandung sangat berkembang pesat, terbukti banyaknya graffiti yang terdapat di kota Bandung. Namun stigma masyarakat terhadap graffiti tidak pernah lepas dari vandalisme, kurangnya edukasi dan informasi mengenai graffiti membuat stigma itu berkembang di masyarakat, maka dari itu penulis melakukan penelitian terhadap masalah ini. Penulis melakukan penelitian ini menggunakan metode wawancara kepada para ahli di bidang graffiti dan juga masyarakat dengan cara memberikan kuisioner terkait masalah tersebut. Metode ini dipilih karena merupakan metode yang paling tepat untuk mencari data penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, penulis mendapatkan hasil bahwa para audiens memiliki antusias yang tinggi terhadap graffiti. Namun kurangnya informasi mengenai graffiti membuat para audiens kurang memahami tentang dasar-dasar pembuatan graffiti dan perbedaanya dengan vandalisme tersebut. Maka dari itu, penulis merancang sebuah alternatif solusi dengan membuat sebuah visual book yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada para audiens. Visual book ini akan berisi tentang segala aspek mengenai dasar-dasar graffiti. Dengan adanya buku tersebut diharapkan dapat menambah pengetahuan dan membantu para audiens untuk dapat membuat graffiti secara indah juga membawa stigma graffiti menjadi lebih positif, serta dapat membantu untuk mengurangi potensi akan terjadinya vandalisme khususnya di Kota Bandung.
PERANCANGAN BOARD GAME SEBAGAI MEDIA BANTU EDUKASI UNTUK ANAK USIA 4-5 TAHUN Sellya Shafariya; Hendy Yuliansyah; Agus Triyadi
Wacadesain Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.38 KB) | DOI: 10.51977/wacadesain.v1i2.451

Abstract

Kesulitan belajar tetap dimiliki anak-anak meskipun telah didampingi pendidikan formal. Beberapa kesulitan belajar yang dialami anak adalah kurang fasih membaca, menulis angka secara terbalik, kurang konsentrasi dan jenuh. Pada usia 4-6 tahun anak-anak berada pasa masa emas. Pada masa ini perkembangan anak berada dalam kondisi terbaik sehingga anak dengan mudah menyerap informasi. Anak usia 4-6 tahun susunan koneksi sarafnya sudah berfungsi dengan baik sehingga dapat mengkoordinasikan otak dan gerak dengan baik. Pendidikan baik formal maupun non formal seperti TK atau sederajat dibutuhkan untuk membantu perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. TK berfungsi sebagai jembatan untuk memudahkan periode transisi antara masa bayi dan masa kanak-kanak serta mengajarkan budaya dan dunia yang lebih luas. Penelitian dilakukan secara kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara serta observasi pada RA Anak Kreatif. Strategi yang digunakan sebagai media bantu edukasi adalah board game. Komponen yang terdapat pada board gameĀ­ dapat disesuaikan dengan pendidikan yang sesuai pada anak usia 4-6 tahun. Diharapkan dengan ada board game sebagai media bantu dapat membantu anak melampaui kesulitan belajar, berkomunikasi dengan baik serta dapat menanamkan pemikiran bahwa belajar itu menyenangkan.
STASIUN CIPEUNDEUY KABUPATEN GARUT DALAM PERSPEKTIF VIDEO AERIAL Perdana, Bayu Bambang; Yuliansyah, Hendy; Adityawan, Oki; Valentino, Dion Eko
Wacadesain Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/wacadesain.v5i1.1649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Stasiun Cipeundeuy dari perspektif video udara atau aerial video dengan menggunakan drone sebagai media penangkap video yang dikaitkan dalam konteks geografi, arsitektur dan interaksi sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metodologi penelitian kualitatif deskriptif, dengan fokus pada pengamatan langsung dan wawancara dengan pihak terkait, serta analisis konten visual dari rekaman video udara. Data-data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif dan interpretatif untuk memahami karakteristik fisik stasiun, pola pergerakan, serta dinamika interaksi sosial yang terjadi di sekitar stasiun Cipeundeuy dengan output akhir adalah penayangan pada media streaming Youtube. Temuan pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran penting Stasiun Cipeundeuy dalam aspek keselamatan perjalanan kereta api dan aktifitas sosial dalam konteks lokalnya, serta potensi pemanfaatan teknologi video udara dengan menggunakan drone aerial.
STASIUN CIPEUNDEUY KABUPATEN GARUT DALAM PERSPEKTIF VIDEO AERIAL Perdana, Bayu Bambang; Yuliansyah, Hendy; Adityawan, Oki; Valentino, Dion Eko
Wacadesain Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/wacadesain.v5i1.1649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Stasiun Cipeundeuy dari perspektif video udara atau aerial video dengan menggunakan drone sebagai media penangkap video yang dikaitkan dalam konteks geografi, arsitektur dan interaksi sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metodologi penelitian kualitatif deskriptif, dengan fokus pada pengamatan langsung dan wawancara dengan pihak terkait, serta analisis konten visual dari rekaman video udara. Data-data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif dan interpretatif untuk memahami karakteristik fisik stasiun, pola pergerakan, serta dinamika interaksi sosial yang terjadi di sekitar stasiun Cipeundeuy dengan output akhir adalah penayangan pada media streaming Youtube. Temuan pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran penting Stasiun Cipeundeuy dalam aspek keselamatan perjalanan kereta api dan aktifitas sosial dalam konteks lokalnya, serta potensi pemanfaatan teknologi video udara dengan menggunakan drone aerial.
REPRESENTASI KULTURAL DALAM DESAIN RUMAH JULANG NGAPAK: ANALISIS SEMIOTIKA PADA RUMAH ADAT SUNDA Ridwan, Iwan Muhammad; Yuliansyah, Hendy; Rahadi, Panji Firman
Wacadesain Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/wacadesain.v5i2.1926

Abstract

Rumah adat Sunda merupakan manifestasi dari nilai-nilai kultural yang terkandung dalam kehidupan masyarakat Sunda. Salah satu bentuk desain arsitektur tradisional yang paling dikenal adalah rumah Julang Ngapak, yang mencerminkan simbol-simbol budaya dan kepercayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kultural yang nampak dalam desain arsitektur rumah Julang Ngapak. Fokusnya ada pada elemen-elemen arsitektural seperti bentuk atap, ornament dan tata ruang. Elemen-elemen tersebut akan dianalisis dengan menggunakan teori semiotika Carles Sander Peirce yang menekankan desain rumah Julang Ngapak sebagai tanda yang memiliki elemen utama representamen, objek dan interpretan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah Julang Ngapak tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya yang kaya makna filosofis. Bentuk atap menyerupai sayap burung yang menjadi ikon perlindungan dan keseimbangan alam, sementara ornamen-ornamen pada struktur rumah berfungsi sebagai indeks yang menunjuk pada kepercayaan spiritual masyarakat. Tata ruang rumah mengandung simbol hierarki sosial dan pola interaksi antar anggota keluarga, mencerminkan keterkaitan antar elemen budaya Sunda.