Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENCEGAHAN RHEUMATOID ARTHRITIS PADA LANSIA DI DESA PULAU RAMBAI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS KAMPA TAHUN 2025 Meiza Amalia; M. Nizar Syarif Hamidi; Neneng Fitria Ningsih
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4, Nomor 2, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i2.56543

Abstract

Pencegahan Rheumatoid Arthritis menjadi penting untuk mengurangi risiko komplikasi dan menurunkan angka kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pencegahan pada lansia di Desa Pulau Rambai, wilayah kerja UPT Puskesmas Kampa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia usia 45–54 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 147 orang yang dipilih dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,005), obesitas (p = 0,000), dan sikap (p = 0,002) dengan upaya pencegahan Rheumatoid Arthritis. Kesimpulannya, pengetahuan, status obesitas, dan sikap memiliki hubungan bermakna terhadap tindakan pencegahan Rheumatoid Arthritis pada lansia. Diperlukan intervensi promosi kesehatan berupa edukasi dan penyuluhan agar lansia memiliki perilaku hidup sehat untuk mencegah Rheumatoid Arthritis sejak dini.
The Effect of Giving Tamarind Turmeric Pudding on Menstrual Pain in Adolescent Women At State Madrasah Tsanawiyah (MTSN) 4 Kerinci Neneng Fitria Ningsih; Desri Nova; Yovi Seftrianic; Yeltra Army; Devi Eka Safitri
General Multidisciplinary Research Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Global Sustainability Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/general.v2i1.38

Abstract

Introduction: Overview: In 2023, 117,418 individuals (71.04%) in Indonesia would have dysmenorrhea, with 63,081 people (54.89%) having primary dysmenorrhea and 10,565 people (12.8%) having secondary dysmenorrhea. According to data reports from Jambi Province, 78.1% of adolescent females have menstrual pain throughout their periods, indicating that dysmenorrhea is an issue among teens in 2023. This study aims to determine how delivering tamarind turmeric pudding to young women at State Madrasah Tsanawiyah (MTsN) 4 Kerinci in 2024 affects their menstrual pain. Methods: This study uses a pretest-posttest one-group design and is pre-experimental. It was conducted in September and October 2024 at State Madrasah Tsanawiyah (MTsN) Negeri 4 Kerinci. Results: This kind of study uses a pretest-posttest one-group design and is pre-experimental. This study was conducted at Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 4 Kerinci in 2024 during September and October. With a sample size of 18, the study's population consisted of all 85 young women who attended Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 4 Kerinci in 2024. method of purposeful sampling. A numerical rating scale observation sheet was used to gather the data for this study. The t-test, specifically the paired t-test, was used for both univariate and bivariate analysis. According to the study, young women's average menstrual discomfort was 5.25 with a standard deviation of 0.775 before receiving tamarind turmeric pudding, and 2.69 following. Conclusion and Suggestion: that menstruation pain is lessened by sour tamarind turmeric pudding. It is advised that health professionals educate young women who suffer from menstrual discomfort about non-pharmacological treatments such using receiving tamarind turmeric pudding.
HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN MALAM TINGGI KARBOHIDRAT DENGAN PENINGKATAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGKINANG KOTA Mutiara Deswinda Cahyani; Erlinawati Erlinawati; Neneng Fitria Ningsih
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Volume 4, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i3.62457

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik yang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan berbagai komplikasi apabila tidak terkontrol. Salah satu faktor yang memengaruhi kadar gula darah adalah kebiasaan makan malam tinggi karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan makan malam tinggi karbohidrat dengan peningkatan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kota. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 67 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kebiasaan makan malam tinggi karbohidrat diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data kadar gula darah diperoleh melalui pemeriksaan gula darah sewaktu menggunakan glukometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak memiliki kebiasaan makan malam tinggi karbohidrat yaitu 34 orang (50,7%), dan sebagian besar responden mengalami peningkatan kadar gula darah yaitu 45 orang (67,2%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan malam tinggi karbohidrat dengan peningkatan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus dengan nilai p-value = 0,003 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan malam tinggi karbohidrat dengan peningkatan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kota. Disarankan kepada pasien Diabetes Mellitus untuk membatasi konsumsi makanan tinggi karbohidrat pada malam hari serta menerapkan pola makan seimbang guna membantu mengendalikan kadar gula darah.