Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR KEPENDUDUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2011-2018 Syifa Nuriskita Ananda; Lucia Rita Indrawati; Yustirania Septiani
DINAMIC : Directory Journal of Economic Vol 2, No 3 (2020): DINAMIC : DIRECTORY JOURNAL OF ECONOMIC
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/dinamic.v2i3.1422

Abstract

Salah satu tujuan setiap Negara adalah membangun perekonomian negaranya. Suatu Negara dikatakan sejahtera perekonomiannya apabila pembangunan ekonominya berjalan secara efektif da efisien. Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang saling terpadu antara pertumbuhan ekonomi dengan pertumbuhan penduduk dan kemajuan teknologi. Kualitas penduduk disini sangat diperhatikan oleh pemerintah. Penduduk yang bertambah akan memperbesar jumlah tenaga kerja dan akan  meningkatkan perekonomian.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor kependudukan yang meliputi pertumbuhan penduduk, tenaga kerja, dependency ratio dan sex ratio terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi DIY tahun 2011-2018. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengolahan data menggunakan regresi data panel melalui program eviews 10. Data yang digunakan data runtun waktu periode tahun 2011-2018 yang bersuber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten/Kota di Provinsi DIY.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan penduduk, tenaga kerja, dependency ratio dan sex ratio berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi DIY tahun 2011-2018. Begitupun secara stimultan keempat variabel ini berhubungan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi DIY tahun 2011- 2018. Dari hasil regresi, nilai adjusted R-squared sebesar 0,974877 yang berarti bahwa variabel pertumbuhan ekonomi (Y) dapat dijelaskan oleh pertumbuhan penduduk, tenaga kerja, dependency ratio dan sex ratio sebesar 97,48% dan sisanya sebesar 2,52% dijelaskan oleh variabel-variabel lain diluar model regresi tersebut.
PENERAPAN METODE BOX-JENKINS DALAM PERAMALAN HARGA CABAI MERAH DI KOTA SURAKARTA Rafi Ananda Fikri; Yustirania Septiani
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 1: September 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i1.3513

Abstract

Cabai merah sendiri merupakan salah satu satu komoditas holtikultura yang penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan selain itu, jika melihat dari sisi produksinya sendiri, cabai menjadi sayuran dengan produksi tertinggi di Indonesia. Di Kota Surakarta sendiri, produksi cabai merah tidak diproduksi sendiri tiap tahunnya, melainkan masih mengandalkan distribusi atau impor dari daerah lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Akibatnya, berdasarkan BPS Kota Surakata (2020), komoditas cabai merah menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi tertinggi di Kota Surakarta di tahun 2019, yaitu sebesar 0,17 %. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis prakiraan atau forecast harga karena prakiraan harga dapat menjadi informasi penting sebagai dasar pengambilan keputusan dan pengembangan strategi untuk memprediksi kenaikan harga cabai secara tiba-tiba. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga mingguan cabai merah di kota Surakarta dari bulan Agustus 2017 sampai dengan Agustus 2020. Berdasarkan penelitian mengenai ramalan harga cabai merah di Kota Surakarta dapat disimpulkan bahwa model terbaik adalah model ARIMA C (2,1,0) yang diperkirakan akan turun trennya. Hal ini terjadi karena terjadi kelebihan pasokan dan mulai panen, sehingga pasokan cabai cukup banyak. Meskipun ada faktor eksternal lain yang menyebabkan harga cabai merah berfluktuasi, kondisi alam adalah salah satunya. Selain itu, hari raya keagamaan juga dapat mempengaruhi kenaikan harga cabai di suatu daerah. 
ECONOMIC GROWTH: A COMPREHENSIVE ANALYSIS OF FINANCIAL AND LABOR Eva Wulandari; Dewi Kartikasari; Yustirania Septiani; Fitrah Sari Islami
Jurnal REP (Riset Ekonomi Pembangunan) Vol. 8 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rep.v8i1.1354

Abstract

Economic growth is an indicator that discloses the economic condition of a region. In 1990, Indonesia met its highest growth rate that had ever occurred, in which in subsequent years it tended to decline although Indonesia's financial and labor revenues increased. Therefore, this research aims to analyze the influence of financial and labor aspects on Indonesia's economic growth, both short and long-term. The research was conducted using quantitative descriptive techniques. Secondary data is in the form of time series. The analysis technique uses multiple linear regression with the ARDL (Autoregressive Distributed Lag) model. The research explains that tax revenue, and non-tax state revenue as financial indicators have a positive and significant influence, and labor has a significant negative influence in the long term, while foreign investment has a positive and insignificant influence. Tax revenues and non-tax state revenues have a positive and significant effect on Indonesia's economic growth, while foreign investment and labor have an insignificant effect in the short term for the period 1990-2022.