Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

WICK SYSTEM IN VARIOUS NUTRITION COMBINATIONS ON PAKCOY GROWTH AND YIELD Agustina, Rohmatin; Oktaviani, Widya; Jumadi, Rahmad; Ardiansyah, Heri
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i3.8859

Abstract

This study aimed to examine the growth and yield of cabbage (Brassica rapa L.) plants grown in a hydroponic wick system using varying doses of AB Mix nutrients and Azolla liquid organic fertilizer (POC). POC Azolla is expected to serve as a replacement nutrient in hydroponics. In this study, a one-factorial group randomized design was used where P0: no POC Azolla nutrient and P1: AB Mix 100%; P2: POC Azolla 100%; P3: AB Mix 90% + POC Azolla 10%; P4: AB Mix 75% + POC Azolla 25%; P5: AB Mix 60% + POC Azolla 40%; P6: AB Mix 45% + POC Azolla 55%; P7: AB Blend 30% + POC Azolla 70%; P8 : AB Mix 15% + POC Azolla 85%. Three replicates of each treatment were performed. Annova was used for data analysis: Duncan's distance test should be performed at a significant level of 5% if a difference is found. The average growth variables of plant height (16.5 cm), number of leaves (18 strands), root length (18.33 cm), fresh plant weight (81.17 g) and dry plant weight (4.42 g) showed the same trend in the combination (AB Mix 75% + POC Azzola 25%), suggesting that this combination could be an alternative to the AB Mix 100% treatment.  The hydroponic cultivation of the wick system on Pakcoy plants has not been able to prove the use of POC Azzola alone. The use of POC Azzola is at least able to reduce the use of AB Mix by 25%.
Penerapan Irigasi Tetes Bertenaga Surya dengan Sistem Otomatis Mikrokontroler Pada Kelompok Tani Kabupaten Lamongan Heri Ardiansyah; Muhammad Shodiq; M Ainul Mahbubillah; Rohmatin Agustina; Abdullah Hakim Gymnastiar; Muhammad Rizky Rahmadani; Fatahillah Akrom; Ahmad Faris Rachmad Putra; Hanif Azhar Ramadhan; Zufar Faiil Haq
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.93488

Abstract

Keterbatasan sumber daya air di lahan tadah hujan menjadi tantangan utama bagi petani, terutama selama musim kemarau, yang membatasi aktivitas budidaya dan berdampak pada pendapatan rumah tangga. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut melalui penerapan teknologi irigasi tetes bertenaga surya dengan sistem kecerdasan buatan menggunakan sensor kelembaban dan suhu tanah di Kelompok Tani Kabupaten Lamongan. Metode pelaksanaan meliputi perancangan dan instalasi sistem irigasi otomatis, pelatihan penggunaan teknologi kepada petani, serta pendampingan budidaya cabai selama musim kemarau. Hasil program menunjukkan bahwa lebih dari 90% petani mengakui manfaat dari irigasi otomatis ini dan berencana untuk menerapkannya, baik secara mandiri (25%) maupun melalui kelompok tani (32,5%). Selain itu, 35% petani memilih untuk mengombinasikan sistem irigasi otomatis dengan metode konvensional untuk menyesuaikan kebutuhan air sesuai musim. Penerapan teknologi ini tidak hanya memungkinkan petani untuk tetap menanam di musim kemarau, tetapi juga meningkatkan pendapatan mereka secara signifikan. Kesimpulannya, teknologi irigasi tetes bertenaga surya yang dilengkapi kecerdasan buatan terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air dan kesejahteraan petani, serta dapat direplikasi untuk mendukung ketahanan pangan dan produktivitas pertanian di wilayah lain.