Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KETERPADUAN GAGASAN PADA TEKS WACANA NARATIV (Analisis Teks Wacana Narativ Berbahasa Mandarin) Subandi Subandi; Dhilla Astari Damayanti; Muhammad Farhan Masrur; Cicik Arista; Yogi Bagus Adimas
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2022): Vol.9 No.1 Bulan Maret 2022
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v9n1.p53-69

Abstract

Cohesion and coherence have a very significant role in the formation of an integrated structure and an integrated meaning of the text of discourse. The accuracy of the use of lingual units as a marker of the type of cohesion and coherence is an absolute demand in forming a good text structure. This study examines how cohesion and coherence forms in the Chinese narrative texts compiled by students. The results of the research are presented in narrative form to provide a concrete, comprehensive and as-is-what explanation according to the focus of the problem. The research data is in the form of the types of cohesion and coherence in the students' Mandarin-language narrative texts. There are as many as 35 discourse texts which are then taken 10 discourse texts as samples using purposive sampling as research objects. Data collection techniques used document analysis techniques, namely, a way of collecting data by analyzing the contents of documents related to the problem under study, then presenting the results descriptively. From the data analysis, the following results were obtained. (1) Cohesion in Chinese discourse texts compiled by students is in grammatical and lexical form. Cohesion in the form of reference elements is dominated by lingual units in the form of personal pronouns I. Conjugation elements dominate grammatical cohesion and repetition elements dominate lexical cohesion. (2) Coherence in the Chinese language discourse text compiled by students, there are types of relationships, namely, causal relationships and conflicting relationships. The type of cause-and-effect relationship is more dominant than the type of conflicting relationship. Keywords: Cohesion, Coherence, Discourse Text, Narrative
The Importance of Providing Chinese Cultural Arts Materials to Expand Student Learning Motivation in Department of Chinese Language and Literature at Unesa Cicik Arista; Miftachul Amri; Mamik Tri Wedawati
Journal International Lingua Mandarin (JILIN) Vol 2, No 2 (2022): Journal International Lingua Mandarin (JILIN)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jilin.v2i2.60371

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi antar manusia, mempelajari sebuah Bahasa tentu tidak akan terlepas dari seni dan budaya.  seperti halnya mempelajari Bahasa Mandarin, Tiongkok memiliki beragam seni budaya menarik yang dapat dijadikan sebagai alat untuk meningkatkan motivasi mahasiswa dalam belajarBahasa mandarin, misalnya seni gunting kertas (剪纸), seni tali simpul Tiongkok (中国结), menyanyi lagu Bahasa Mandarin, dll. Berkaitdengan hal tersebut,penelitianinibertujuan untukmengetahui proses pemberian materi seni budaya Tiongkok di kelas Bahasa Mandarin, peningkatan motivasi belajar mahasiswa, serta respon mahasiswa terhadap pemberian materi seni budaya tiongkok tersebut.Adapun metode yangdigunakandalampenelitianiniialahmetodepenelitiandeskriptifkualitatif. Berdasarkan hasil observasi, pemberian materi seni budaya Tiongkok ini dapat mengubah perilaku mahasiswa dari yang sebelumnya kurang aktif menjadi lebih aktif untuk bertanya, aktif untuk menjawab pertanyaan lisan dosen, aktif untuk berdiskusi, aktif untuk mengerjakan soal latihan, dan lain sebagainya. Dari perubahan perilaku mahasiswa tersebut, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa mengalami peningkatan motivasi dalam belajar Bahasa Mandarin. Selain itu, dari hasil angket menunjukan bahwa, mahasiswa merasa senang dan antusias ketika diberikan materi seni budaya dan diajak untuk mempraktekkannya, serta, mahasiswa merasa terdorong untuk lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Bahkan, banyak mahasiswa yang menginginkan pemberian materi seni budaya Tiongkok ini dapat dilanjutkan pada pertemuan-pertemuan berikutnya.
A Structural and Semantic Analysis of English Loanwords in Mandarin on Weibo Cicik Arista; Harisa Ismi Dina
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 13 No. 2 (2026): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/interactionjournal.v13i2.5722

Abstract

This study presents a structural and semantic analysis of English loanwords in Mandarin on Weibo. Although previous research has extensively investigated phonological adaptation and etymological origins, the structural patterns and semantic meanings of English loanwords in Mandarin in digital communication remain underexplored. This study aims to describe the structural formation based on Xing's classification and denotative/connotative meanings based on Barthes' semiotic framework. A qualitative descriptive approach was employed. Data were collected from Weibo posts in the fourth quarter of 2025 through non-participatory observation and web scraping, resulting in 150 English loanwords in Mandarin for analysis. The findings reveal three structural patterns. Full phonetic translation dominates, followed by phonetic translation with a Mandarin morpheme, while mixed sound-meaning translation occurs least often. This distribution indicates that phonological adaptation is the primary strategy for loanword formation on social media. Regarding meaning, connotative meaning was identified through contextual analysis of metaphorical, slang, or culturally charged expressions within each post, such as 披萨 (pīsà/pizza) used to express romantic feelings in fan community posts. Denotative meaning was assigned when the loanword referred literally to its dictionary definition. Denotative use is more prevalent than connotative use, suggesting that Weibo users primarily employ loanwords for referential purposes. Connotative meanings, though fewer, are significant as they demonstrate creative repurposing for emotional and cultural expression. The study contributes to Mandarin language teaching by showing how English loanwords can serve as accessible vocabulary and how understanding connotation helps learners grasp cultural nuances in digital communication.
Pelatihan Menulis Hanzi Sederhana untuk siswa kelas XI SMAN 2 Sidoarjo Hans Yosef Tandra Dasion; Mintowati Mintowati; Miftachul Amri; Anas Ahmadi; Cicik Arista
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 1 (2023): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v1i1.21619

Abstract

Abstrak Artikel ini ditulis dengan tujuan mendeskripsikan pemahaman para siswa tentang hanzi, baik asal-usul atau sejarahnya, cara menulis hanzi baik tentang bentuk goresan, jumlah goresan, maupun urutan goresan hanzi; hasil latihan menulis hanzi, dan respon siswa terhadap pelatihan dan pendampingan menulis hanzi sederhana. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik tes dan angket. Hasil tes berupa pelatihan dianalisis secara deskriptif kualitatif, sedangkan hasil angket dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan teknik persentase. Hasil yang diperoleh adalah (1) mitra penelitian, siswa kelas XI SMAN 2 Sidoarjo memahami materi yang disampaikan Tim penelitian; (2) mitra penelitian mampu menulis Hanzi sesuai dengan urutan, jumlah, dan bentuk goresan; (3) mitra penelitian menyatakan latihan menulis Hanzi sangat bermanfaat bagi mereka.
Pendampingan Penyusunan Instrumen Penilaian Mata Pelajaran Bahasa Mandarin bagi Guru Bahasa Mandarin di Surabaya dan Sekitarnya Tiffany Qorie; Subandi; Mintowati; Muhammad Farhan Masrur; Cicik Arista
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 2 (2023): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v1i2.27732

Abstract

Abstrak Evaluasi belajar adalah proses pendidik untuk menentukan nilai belajar yang dilaksanakan melalui kegiatan penilaian atau instrumen tertentu. Berdasarkan hasil pengamatan penulis, masih banyak guru bahasa Mandarin yang kurang memahami bagaimana menyusun instrumen penilaian sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Tujuan pendampingan ini adalah membantu, menuntun dan memberikan saran-saran agar guru bisa menyusun instrumen dengan baik, yang bisa digunakan secara praktis pada proses kegiatan belajar mengajar. Instrumen yang baik akan meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran, mempermudah guru mengukur keberhasilan siswa dan membantu mengembangkan program pembelajaran, sehingga diharapkan bisa meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendorong peningkatan keterampilan masing-masing siswa.
Pendampingan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Kurikulum Merdeka Bagi Guru Bahasa Mandarin Cicik Arista; Subandi Subandi; Mintowati Mintowati; Tiffany Qorie; Iffa Mar'atus Shohibbul Birri
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i2.35211

Abstract

Perangkat permbelajaran merupakan perangkat yang digunakan dalam proses pembelajaran, oleh sebab itu penting bagi guru untuk menyusun perangkat pembelajaran sebelum proses belajar mengajar berlangsung. Baru-baru ini perangkat pembelajaran terdapat perubahan karena adanya kurikulum merdeka, jadi perlu diadakan kegiatan pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran berorientasi kurikulum merdeka belajar bagi guru bahasa Mandarin tingkat SLTA di Surabaya dan sekitarnya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini penting dilaksanakan agar proses pembelajaran bahasa Mandarin dapat berlangsung lebih baik. PKM ini menggunakan 3 metode yaitu workshop, pendampingan, dan projek. dimulai dengan sosialisasi dan pemberian materi kepada guru tentang bagaimana langkah-langkah menyusun perangkat pembelajaran berorientasi kurikulum merdeka, lalu dilanjutkan dengan pendampingan penyusunan instrumen dan terakhir pemberian tugas kepada guru untuk membuat modul ajar dan asesmen. Hasil kegiatan ini menunjukkan peserta memberikan umpan balik bahwa kegiatan ini bermanfaat bagi mereka, dapat memberikan motivasi mereka untuk terus berinovasi dan perbaikan dalam membuat perangkat pembelajaran khususnya modul ajar dan asesmen untuk mata pelajaran bahasa Mandarin. Selain itu, peserta juga telah mengumpulkan modul ajar dan asesmen yang telah mereka kerjakan saat workshop, jadi, kegiatan pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran ini perlu dilakukan untuk membantu para guru menyusun perangkat pembelajaran berorientasi kurikulum merdeka, karena masih banyak guru yang masih awam terhadap kurikulum merdeka.
MOTIF PERILAKU FEMINISME TOKOH WU CHAO DALAM NOVEL PUTRI LANGIT KARYA NIGEL CAWTHRONE Rendy Aditya; Susi Andriani; Rizky Wardhani; Azizah Utami Lestari; Dean Alfito Bhairav; Subandi Subandi; Cicik Arista; Muhammad Farhan Masrur
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2026): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v14i1.110315

Abstract

Penelitian difokuskan pada motif perilaku feminisme tokoh utama pada novel Putri Langit karya Nigel Cawthorne. Penelitian ini akan menggunakan kajian motif perilaku feminisme. Data penelitian ini adalah motif perilaku feminisme tokoh yang berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam novel Putri Langit karya Nigel Cawthorne. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, berbentuk kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat dengan empat teknik analisis data, yaitu identifikasi, klasifikasi, analisis dan deskripsi. Hasil penelitian yang telah dilakukan, dari dua puluh kriteria motif perilaku menurut teori motif perilaku dapat diketahui bahwa terdapat empat belas kriteria motif perilaku tokoh utama Wu Chao dalam novel Putri Langit karya Nigel Cawthore. Motif perilaku yang terdapat pada novel Putri Langit karya Nigel Cawthore adalah, perilaku merendah, berprestasi, afiliasi, otonomi, counteraction, pertahanan, hormat, dominasi, eksibis, infavoidance, memberi bantuan, menolak, seks, mengerti. Dari empat belas motif perilaku yang telah dianalisis peneliti, terdapat lima motif perilaku yang mengandung motif perilaku feminisme.