Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Home Ec

AKULTURASI BUDAYA PADA TATA RIAS PENGANTIN ADAT MANDAR DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR Andi Nurmaida; Nurhijrah Nurhijrah; Delva Octavia
HomeEC Vol 15, No 2 (2020): November
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.67 KB)

Abstract

ABSTRAK - Tata Rias pengantin adat Mandar merupakan tata rias pengantin yang bersumber dari kebudayaan asli suku Mandar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses akulturasi pada Tata Rias, Penataan Rambut dan Aksesories Pengantin adat Mandar di Kabupaten Polewali Mandar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian di Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat. Informan dalam penelitian ialah Pemangku adat, Budayawan, Dinas kebudayaan, Pemandu Museum Mandar, Salon Pengantin di Kabupaten Polewali Mandar. Data diproses melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengantin adat Mandar Kabupaten  Polewali Mandar  bermula dari pengantin adat suku mandar yang masih tradisional dan sederhana dalam menggunakan bahan kosmetik, melakukan tata rias wajah, tata rias rambut dan aksesories pengantin,  seiring kemajuan zaman, teknologi, ilmu pengetahuan, tren mode semuanya berubah dan mengalami akulturasi terlihat pada proses pemakaian bahan kosmetik, teknik merias wajah, teknik menata rambut dan penggunaan aksesories yang sudah instan digunakan dengan berbagai merek, penataan rambut lebih meniru adat bugis atau memilih berhijab, aksesories yang digunakan sebagian ada yang menambah dan mengurangi jumlahnya dengan model, bentuk dan warna yang dulunya kuning/emas mengganti  dengan warna silver/putih sehingga tidak lagi memperhatikan makna, simbol, strata sosial dan nilai-nilai yang terkandung dalam tata rias pengantin adat Mandar, masyarakat seakan menutup mata terhadap kebudayaan yang telah lama dijalankan, dengan bebas memakai riasan wajah, menata rambut dan penggunaan aksesories bahkan  busana adat pengantin yang semuanya itu dipengaruhi oleh minat, kemampuan ekonomi masyarakat Kab. Polewali mandar Kata kunci -  Akulturasi, Tata Rias Pengantin Adat Mandar
Dampak Pemakaian Kosmetik Racikan Pemutih Wajah Terhadap Kesehatan Kulit pada Ibu-ibu di Kecamatan Pallangga Gowa Andi Nurmaida; Nurhijrah Nurhijrah; Riska Yulianti
HomeEC Vol 16, No 1 (2021): April
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.968 KB)

Abstract

ABSTRAK - Tampil cantik dambaan setiap perempuan salah satunya dengan menggunakan berbagai macam kosmetik racikan untuk dapat memutihkan dan mencerahkan kulit, Jenis penelitian ini adalah deskriftif  kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan  kosmetik racikan pemutih wajah terhadap kesehatan kulit Ibu-ibu di Desa Kampili Kecamatan Pallangga Gowa. Penelitian dilakukan di Desa Kampili Kec. Palangga dan teknik pengumpulan data adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian dengan mengambil  sebanyak 6 orang ibu-ibu rt yang pemakai kosmetik racikan pemutih wajah.  Data diproses melalui tahap reduksi data, penyajian data, verivikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan kosmetik racikan pada ibu-ibu di Desa Kampili Kec. Palangga Gowa adalah  berdampak positif dan negatif. Dampak positif bahwa (1) Efek Penggunaan kosmetik racikan pemutih pada ibu-ibu rumah tangga proses bekerja secara cepat seperti kulit wajah terkelupas diganti  dengan kulit baru, sesuai dengan yang diharapkan (2) Perubahan warna kulit wajah dalam waktu singkat terlihat bersih dan putih (3) Aroma beragam dan bervariasi sehingga sebagian ibu-ibu menyukainya, (4) Penawaran harga kosmetik yang murah dan dijual pada pasar tradisional. Dampak negatif bahwa (1)  Efek kondisi kesehatan kulit ibu-ibu khususnya wajah yang semakin parah seperti kulit wajah terkelupas, menjadi gatal, timbul jerawat dan flek hitam. (2) Perubahan warna kulit setelah beberapa hari pemakaian, kosmetik racikan pemutih (3) Setelah penggunaan beberapa hari dan bulan terjadi iritasi, kulit terkelupas, timbulnya jerawat dan flek pada kulit, hyperfigmentasi dan kulit semakin menipis bahkan penyakit lain seperti kanker kulit (4) Aroma yang  tajam dan membuat ibu-ibu rumah tangga sebagian merasa kurang nyaman dari kosmetik racikan pemutih wajah  Kata kunci -  Kosmetik Racikan Pemutih,  Kesehatan Kulit dan Jenis Kulit
TEKNIK TIE DYE MENGGUNAKAN DAUN PEPAYA DAN PEMUTIH PAKAIAN PADA PEMBUATAN MUKENA ANAK Andi Nurmaida; Fitriani Fitriani
HomeEC Vol 17, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.207 KB) | DOI: 10.2685/homeec.v17i1.32797

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, yang bertujuan  untuk mengetahui 1) Desain mukena anak dari usia 8-10 tahun pada penerapan motif teknik tie dye menggunakan daun pepaya dan pemutih pakaian, 2) Teknik pengolahan daun pepaya menjadi ekstraksi pewarna alami, 3) Pembuatan motif teknik tie dye menggunakan daun pepaya pada pembuatan mukena anak, 4) Pembuatan motif abstrak menggunakan pemutih pakaian pada pembuatan mukena anak, 5) Teknik pembuatan mukena anak menggunakan daun pepaya dan pemutih pakaian 6) Pendapat panelis terhadap penerapan motif teknik tie dye menggunakan daun pepaya dan pemutih pakaian pada pembuatan mukena anak. Panelis  dalam  penelitian  ini  sebanyak  5 orang  dosen Tata Busana PKK, 15 orang mahasiswa Tata Busana. Teknik pengumpulan menggunakan metode observasi,  Focus Group Discussion (FGD),  dokumentasi, angket dan teknik analisis data menggunakan persentase dan skala likert. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, 1) Desain mukena anak ini berbentuk siluet A yang terlihat kecil dibagian atas dan melebar dibagian bawah, terdiri dari dua potongan atau biasa disebut two piece. Desain busana ini menggunakan kerutan di bagian ujung mukena atas dan rok mukena, dengan motif tie dye dan dikombinasi dengan pemutih pakaian, 2) Proses pengolahan daun pepaya menjadi ektraksi pewarna alami 3) Proses pembuatan motif teknik tie dye ikat tunggal dilakukan dengan cara, a) Proses mordant b) Proses pencelupan c) proses fiksasi, 4) Menggunakan teknik motif tie dye (ikat tunggal) dikombinasi motif abstrak dari pemutih pakaian, 5) Proses pembuatan mukena anak sesuai dengan desain rancangan yang terdiri dari dua bagian 6) Hasil uji panelis di laboratorium PKK FT UNM dengan presentase tertinggi 95% pada item penilaian motif tie dye dikombinasi pemutih pakaian. Hal ini menunjukkan bahwa tanggapan responden terhadap penerapan motif teknik tie dye menggunakan daun pepaya dan pemutih pakaian pada pembuatan mukena anak secara keseluruan terletak pada persentase 92% yang kebanyakanresponden menyatakan sangat baik. Kata kunci: Motif, Tie dye, Daun pepaya, Pemutih Pakaian, Mukena anak
PEMANFAATAN BERAS MERAH DAN ALPUKAT SEBAGAI LULUR UNTUK MELEMBABKAN KULIT BADAN nurul mutmainnah; Andi Nur Maida
HomeEC Vol 16, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.162 KB) | DOI: 10.2685/homeec.v16i2.25447

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk mengetahui (1) Proses pembuatan beras merah dan alpukat, (2) Teknik penggunaan lulur beras merah dan alpukat pada kulit badan, (3) Pendapat panelis terhadap hasil perawatan beras merah dan alpukat pada kulit badan. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah (1) Proses pembuatan prodak lulur beras merah dan buah alpukat sebelumya diolah melalui beberapa tahap yaitu beras merah setelah dicuci bersih lalu meniriskan sampai agak kering, kemudian disangrai, lalu haluskan menggunakan grinder untuk menghasilkan butiran scrub, tahap kedua proses pembuatan buah alpukat setelah memisahkan dari kulit, biji dan mengambil daging alpukat, haluskan daging alpukat menggunakan blender, lalu masak daging alpukat, tahap pencampuran bubuk beras merah dan krim alpukat. (2) Pada teknik penggunaan lulur beras merah dan alpukat setelah kedua bahan telah dicampur, bersihkan kulit klien, usapkan  lulur lalu diamkan 5-10 menit, bersihkan lulur lalu keringkan kulit badan menggunakan handuk. (3) Berdasarkan dari hasil penelitian pada treatment yang telah dilakukan selama 1 bulan kepada 6 orang responden terhadap prodak lulur beras merah dan alpukat menggunakan 2 perbandingan formula peneliti mendapatkan hasil tanggapan yang baik dari responden dan semua responden menyatakan bahwa lulur beras merah dan alpukat layak untuk digunakan sebagai lulur untuk perawatan kulit badan. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan prodak lulur beras merah dan alpukat, peneliti mendapatkan hasil terhadap perawatan badan, yang sebelumnya kedua bahan telah diolah melalui beberapa tahap dengan penggunaan pada anggota tubuh (tangan dan kaki) menggunakan 2 perbandingan formula dan Presponden menyatakan bahwa lulur beras merah dan alpukat layak untuk digunakan sebagai lulur perawatan kulit badan. Kata kunci -  Beras Merah, Alpukat, Lulur
Pengaruh Blended Learning dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Rias Wajah Jurusan Tata Kecantikan SMKN 8 Makassar Wilda Uriksaputri; Andi Nurmaida; Rika Riwayani
HomeEC Vol 17, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2685/homeec.v17i2.38777

Abstract

ABSTRAK - penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan metode penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui gambaran blended learning dengan model pembelajaran problem based learning pada mata pelajaran rias wajah jurusan tata kecantikan SMKN 8 makassar. 2) mengetahui pengaruh blended learning dengan model pembelajaran problem based learning pada mata pelajaran rias wajah jurusan tata kecantikan SMKN 8 makassar. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 30 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes (pretest & post-test), dokumentasi, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, uji normalitas, uji liniearitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukan 1) Pembelajaran blended learning dengan model problem based learning dengan adanya tindakan siklus I ke siklus II pada mata pelajaran rias wajah di SMK Negeri 8 Makassar dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan/tindakan, evaluasi, dan refleksi mengalami peningkatan sebesar 6,44%. 2) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan dalam kriteria sangat lemah pada blended learning dengan model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar siswa. Dari data yang ada menunjukan pengaruh sebesar 0,005 (0,05%), dengan diketahui pula nilai signifikansi sebesar 0,722 > 0,05 dimana variabel (X) berpengaruh terhadap hasil belajar siswa (Y). Maka thitung > ttabel dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Kata Kunci - Blended Learning, Problem Based Learning, Hasil Belajar, Rias Wajah
Analisis Blus Dan Rok Suai dengan Penerapan Teknik Smock Melati Jinan Jalilah; Rosmiaty Rosmiaty; Andi Nur Maida
HomeEC Vol 18, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2685/homeec.v18i1.45647

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini merupakan penelitian rekayasa atau eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui 1) desain penerapan teknik smock melati pada blus dan rok suai; dan 2) proses pembuatan teknik smock melati pada blus dan rok suai. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, dokumentasi, focus group discussion, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan statistik deskriptif kuantitatif dengan menggunakan perhitungan skala likert. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu 1) desain penerapan teknik smock melati pada blus dan rok suai menggunakan leher bulat, lengan lonceng, terdapat lipitan pada salah satu bagian sisi blus sehingga berbetuk asimetris, dan menerapkan tiga teknik smock melati yang berbeda pada rok suai yang berbentuk model A; dan 2) proses pembuatan teknik smock melati yaitu membuat pola smock melati, menentukan ukuran bahan utama, memindahkan pola smock melati ke bahan utama, menjahit handmade smock melati sesuai pola, dan merapikan bahan utama yang telah berbentuk smock melati. Hasil penilaian 20 orang panelis terhadap penerapan teknik smock melati pada blus dan rok suai dengan hasil uji skala likert dari 19 item pertanyaan menunjukkan persentase pada angka 86,05% dengan kriteria interpretasi sangat baikKata Kunci: Analisis, Teknik Smock, Melati, Blus, Rok Suai