Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Dampak Perkembangan Pariwisata Terhadap Kondisi Sosial-Ekonomi Masyarakat Di Desa Wisata Coal, Kabupaten Manggarai Barat Sukur, Maria Paulista S.; Sanjiwani, Putri Kusuma
JURNAL DESTINASI PARIWISATA Vol 11 No 1 (2023): VOL 11, NO 1 (2023): (JANUARY - JUNE)
Publisher : Program Studi Pariwisata Program Sarjana, Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JDEPAR.2023.v11.i01.p18

Abstract

Coal Village is geographically located at the eastern end of West Manggarai Regency. The purpose of this study was to determine the impact of tourism on the socio-economic conditions of the local community in Coal Village. The research method used is qualitative the types of data in this study are qualitative and quantitative data and the data sources used are primary data and secondary data with the technique of determining the informant used is a purposive sampling technique. Techniques of data analysis using qualitative descriptive analysis. The results of the study found that the development of tourism had a positive impact on the socio-economic life of the community such as new job opportunities, an increase in income, and investment in education, but the impact of tourism activities was only felt by some of the people who involved in tourism activities in Coal Village. Keywords: Impact, Tourism, Socio-Economic, Local People, and Coal Village
PENGARUH TREN FESYEN KOREAN POP (K-POP) TERHADAP PEMBELIAN PRODUK FESYEN BALI SEBAGAIATRAKSI WISATA DI SENTRA PARIWISATA LEGIAN Ni Made Ayu Septiadi; Putri Kusuma Sanjiwani
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 2 Mei (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh tren fesyen Korean Pop (K-Pop) terhadap pembelian produk fesyen lokal sebagai usaha ekonomi kreatif di destinasi wisata, dengan fokus pada produk fesyen di Desa Legian, Kuta. Metode yang digunakan adalah pendekatan mix-method, yaitu menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap produk fesyen K-Pop dan produk lokal yang dijual di Desa Legian, wawancara semi-terstruktur dengan pelaku usaha ekonomi kreatif, serta survei kepada wisatawan. Data sekunder diperoleh dari berbagai literatur seperti artikel jurnal dan situs berita relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren fesyen K-Pop berpengaruh signifikan terhadap pembelian produk fesyen lokal di kalangan wisatawan. Selain itu, upaya dan solusi dari pelaku ekonomi kreatif dalam mempertahankan produk fesyen lokal melibatkan strategi pemasaran yang inovatif dan adaptasi terhadap preferensi konsumen. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika antara tren fesyen global dan keberlanjutan produk lokal dalam pariwisata.
PENGARUH JUMLAH USAHA PENYEDIAAN AKOMODASI DAN USAHA JASA MAKANAN DAN MINUMAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN BADUNG Chelsea Jashella; I Putu Anom; Putri Kusuma Sanjiwani
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2025)
Publisher : ADISAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali is known as one of the most popular tourist destinations in the world thanks to its stunning natural beauty and captivating cultural richness. Bali is heavily dependent on the tourism sector. Badung Regency is the regency with the highest regional income in Bali. Badung Regency has the largest number of accommodations and food and beverage service providers in Bali. This study aims to analyse the effect of the number of accommodation businesses and food and beverage service providers on the local revenue of Badung Regency. The data analysis technique used to solve the problems in this study is descriptive quantitative analysis with a secondary data analysis (SDA) approach. The data were analysed using multiple linear regression, t-test, F-test, and coefficient of determination with the help of SPSS. The number of accommodation and food and beverage service providers does not have a simultaneous effect on PHR revenue. The statistical test results show that the number of accommodation providers and the number of food and beverage service providers do not have a significant effect on PHR revenue, with a significance value (X1) of 0.419 (> 0.05) and a significance value (X2) of 0.155 (> 0.05). The statistical test results show that PHR has a significant effect on PAD with a significance value of the PHR revenue variable (X1) of 0.000 (> 0.05), which means that PHR revenue has a significant effect on the rise and fall of PAD.
DAMPAK REVITALISASI PASAR TRADISIONAL TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PEDAGANG SOUVENIR DI PASAR RAKYAT TEMATIK WISATA UBUD I Wayan Sandika Putra; Ida Bagus Suryawan; Putri Kusuma Sanjiwani
Berajah Journal Vol. 5 No. 12 (2026): Berajah Journal
Publisher : CV. Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v5i12.446

Abstract

The revitalization of the Ubud Thematic Tourism Public Market has brought physical, social, and economic changes that have affected the socio-economic conditions of souvenir traders. This study aims to describe these changes and analyze the impact of revitalization on the socio-economic conditions of souvenir traders. The research employs a descriptive qualitative method, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis follows the interactive model of Miles and Huberman, consisting of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that revitalization has had a positive impact on traders’ educational conditions through the improvement of digital skills, including the use of QRIS and EDC payment systems and the adoption of basic bookkeeping practices. However, training related to foreign languages and digital marketing has not yet been provided. In terms of working conditions, revitalization has increased working hours, supported by improved efficiency, security, comfort, and work motivation. Nevertheless, social disparities have emerged between traders located on the first and second floors. Despite this, revitalization has also contributed positively by enhancing interaction and cooperation among traders. Regarding income conditions, the findings indicate that income improvements remain suboptimal or have even declined compared to the pre-COVID-19 period, mainly due to the increasing number of traders without product diversification and the less strategic access to the second floor.
KEBIJAKAN PARIWISATA VISA ON ARRIVAL REPUBLIK INDONESIA BERDASARKAN PERSPEKTIK KEADILAN Putri Kusuma Sanjiwani; I Gede Anom Sastrawan; Dian Pramita Sugiarti
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 4 (2025): APRIL
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan baru dalam pemulihan pariwisata pasca krisis pariwisata adalah menelaah kebijakan-kebijakan pemerintah yang sudah tidak relevan dalam kesesuaiannya untuk perkembangan pariwisata saat ini. Apakah kebijakan pariwisata untuk Visa on Arrival (VoA) masih memberikan dampak positif untuk pariwisata Indonesia dinilai dari persepktif keadilan? Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dan menilai kesesuaian kebijakan pariwisata yang ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan persepktif keadilan sehingga kebijakan pariwisata bermanfaat (equal benefits). Penelitian menggunakan metode analisa kualitatif dengan menganalisa fenomena dan permasalahan secara mendalam dan komperehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan VoA memberikan dua dampak berupa dampak meningkatnya angka kunjungan secara positif dan memberikan dampak negatif berupa permasalahan-permasalahan baru dalam dinamika pariwisata. Keadilan memberikan cara pandang baru bahwa keadilan bukan hanya sebatas melihat dari perlindungan wisatawan selama melakukan kegiatan perjalanan berwisata namun masyarakat dan destinasi wisata juga memiliki hak yang sama. Kesimpulan penelitian ini adalah setiap elemen dalam sistem pariwisata memiliki hak atas keadilan tersebut, sehingga pariwisata dapat berlangsung dan dirasakan dari generasi ke generasi.
Kewenangan Pemerintah Daerah Dalam Memberantas Mafia Akomodasi Di Provinsi Bali Sanjiwani, Putri Kusuma; Pujani, Luh Putu Kerti
Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol 25 No 3 (2020): Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pariwisata Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jip.v25i3.1349

Abstract

Term mafia is often heard in cases of international crimes involving money laundering businesses, selling drugs, human trafficking and others. Term mafia has entered into the tourism business in Bali Province. Mafia accommodation activities in Bali weaken the authority of Indonesia Republic with illegal activities. This research was conducted to find out how far practice of tourism accommodation mafia in Bali Province and authority of Provincial Government of Bali in eradicating the accommodation mafia in accordance with the division of government affairs both central, provincial and regional. The research method in this study uses the normative legal method, analyzing the problem based on rule of law, authority theory, tourism concept, tourism mafia concept and decentralization principle. Using legal analysis techniques and legal evaluation in determining the limitations of the authority of the Provincial Government in making policies. The results of this study indicate that the principle of freedom of contract is not a justification of the nominee agreement as the legal basis for accommodation mafia activities. There is a need to update regional regulations so that mafia activities can be ensnared by legal. Keywords: Mafia Tourism; International Crime; Tourism Law
Kebijakan Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Pariwisata Kawasan Rawan Bencana di Desa Ban, Kabupaten Karangasem, Bali Sanjiwani, Putri Kusuma; Kerti Pujani, Luh Putu
Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol 25 No 2 (2020): Jurnal ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pariwisata Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jip.v25i2.1348

Abstract

Karangasem Regency has Mount Agung which is included in one of the active volcano clusters in Indonesia, so it has a significant disaster risk if it used as a tourist attraction. Desa Ban is one of the villages within the radius of the Gunung Agung Disaster Prone Area. Desa Ban must get different treatment if it is developed as a tourist attraction.This research was conducted to determine the form of Local Government policies in the development of tourism in the Volcano Disaster Prone Areas in Ban Village, Karangasem Regency.The research method in this study uses the empirical legal method in studying and looking at the law in terms of tourism. Analyze the problem based on authority theory, functional theory, policy concepts, agrotourism concepts and decentralization principle. Using legal analysis techniques and legal evaluation in Local Government policy making. The results of this study are the policy of developing agrotourism as an ideal tourism business that can be carried out in the volcano prone areas. This policy is related to the limitation of tourism activities to reduce the risk of volcano natural disasters so that the loss of the community or minimizing disaster victims can be reduced if the eruption occurs in an unexpected time.
PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA USAHA PARIWISATA HAMAKA BALI ADVENTURE, SINGAPADU, GIANYAR, BALI Made Bambang Gede Dwi Widyantara; I Nyoman Sunarta; Putri Kusuma Sanjiwani
Jurnal IPTA (Industri Perjalanan Wisata) Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal IPTA (July 2025)
Publisher : Department of Tour and Travel Studies, Faculty of Tourism, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/IPTA.2025.v13.i01.p07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas implementasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Hamaka Bali Adventure. Penelitian ini dilakukan di Desa Singapadu, Kabupaten Gianyar, Bali, menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Narasumber penelitian termasuk manajemen, pekerja, dan wisatawan di Hamaka Bali Adventure, serta masyarakat Desa Singapadu. Analisis deskriptif dan kualitatif dilakukan untuk mengidentifikasi sembilan faktor kunci yang memengaruhi praktik K3 di Hamaka Bali Adventure. Faktor-faktor ini melibatkan kualitas kegiatan petualangan, aksesibilitas, dukungan masyarakat lokal, langkah-langkah keamanan, strategi pemasaran, pengelolaan lingkungan, fasilitas operasional, dan tenaga kerja yang berdedikasi. Secara khusus, tenaga kerja sebagian besar berasal dari area Singapadu. Hasil penelitian menunjukkan praktik K3 yang kuat dalam keselamatan operasional baik untuk karyawan maupun wisatawan di berbagai kegiatan. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang komponen-komponen penting yang berkontribusi pada lingkungan pariwisata petualangan yang aman dan sehat di Hamaka Bali Adventure, dengan menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal, pemasaran strategis, dan langkah-langkah keselamatan yang efektif.
ANALISIS PENGALAMAN BERKUNJUNG PENGUNJUNG DOMESTIK DI MUSEUM BALI, DENPASAR Gerardus Maranto Santang; Ida Ayu Suryasih; Putri Kusuma Sanjiwani
Jurnal IPTA (Industri Perjalanan Wisata) Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal IPTA (July 2025)
Publisher : Department of Tour and Travel Studies, Faculty of Tourism, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/IPTA.2025.v13.i01.p14

Abstract

Menyikapi tantangan yang mendesak akibat perubahan iklim, museum-museum sedang mengevaluasi keterlibatan dalam mempromosikan keberlanjutan. Banyak museum telah mengalihkan fokus untuk melibatkan pengunjung dan memastikan relevansinya sebagai institusi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami pemahaman tentang kebutuhan pengunjung dan kendala selama kunjungan ke museum, dengan fokus khusus pada Museum Bali di Denpasar. Dengan menggunakan Teori Multifaceted model visitor experience dan economy visitor experience sebagai kerangka kerja dasar, penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyimpulkan data. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara semi-struktural, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh wisatawan selama kunjungan dan memberikan wawasan tentang pengalaman pengunjung di Museum Bali. Penelitian ini juga mengusulkan ide-ide inovatif dan rekomendasi untuk meningkatkan perkembangan museum, dengan menekankan pentingnya mempertimbangkan pengalaman pengunjung. Penelitian ini berfungsi sebagai referensi berharga untuk perencanaan pengembangan Museum Bali, sejalan dengan kebutuhan berkembang pengunjungnya dan tujuan lebih luas keberlanjutan dan pelestarian budaya.
ANALISIS PENGALAMAN BERKUNJUNG PENGUNJUNG DOMESTIK DI MUSEUM BALI, DENPASAR Gerardus Maranto Santang; Ida Ayu Suryasih; Putri Kusuma Sanjiwani
Jurnal IPTA (Industri Perjalanan Wisata) Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal IPTA (December 2025)
Publisher : Department of Tour and Travel Studies, Faculty of Tourism, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/IPTA.2025.v13.i02.p7

Abstract

Menyikapi tantangan yang mendesak akibat perubahan iklim, museum-museum sedang mengevaluasi keterlibatan dalam mempromosikan keberlanjutan. Banyak museum telah mengalihkan fokus untuk melibatkan pengunjung dan memastikan relevansinya sebagai institusi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami pemahaman tentang kebutuhan pengunjung dan kendala selama kunjungan ke museum, dengan fokus khusus pada Museum Bali di Denpasar. Dengan menggunakan Teori Multifaceted model visitor experience dan economy visitor experience sebagai kerangka kerja dasar, penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyimpulkan data. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara semi-struktural, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh wisatawan selama kunjungan dan memberikan wawasan tentang pengalaman pengunjung di Museum Bali. Penelitian ini juga mengusulkan ide-ide inovatif dan rekomendasi untuk meningkatkan perkembangan museum, dengan menekankan pentingnya mempertimbangkan pengalaman pengunjung. Penelitian ini berfungsi sebagai referensi berharga untuk perencanaan pengembangan Museum Bali, sejalan dengan kebutuhan berkembang pengunjungnya dan tujuan lebih luas keberlanjutan dan pelestarian budaya