Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pelatihan Pengolahan Pakan Dan Hasil Ternak Itik Pada Kelompok Wanita Tani Ternak Desa Loyok Kecamatan Sikur Lombok Timur Dwi Kusuma Purnamasari; Syamsuhaidi Syamsuhaidi; Sumiati Sumiati; Erwan Erwan; K.G. Wiryawan; S. Sulastri
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v4i1.229

Abstract

Service activities aim to provide training and skills in processing duck feed and products. This activity is based on the potential of Loyok Village as a village located on the Mount Siu-Kotaraja tourism and the Tetebatu route tourist location which has been visited by many local and foreign tourists, so the village administrator hopes that Loyok Village can be more advanced to support tourism programs by having superior products of duck meat and eggs. Service activities are carried out through providing training on feed processing and making salted eggs. Salted eggs will be the flagship product of Loyok Village to be used as souvenirs for tourists. The target audience of this service activity is a group of women livestock farmers in Loyok Village. It is hoped that from this activity the community will be motivated and moved to develop livestock business so that it becomes the main livelihood and village administrators and village community leaders will support by making one of the village’s flagship programs supporting the tourism village program. The service activity was attended by the village head and his staff and 20woman farmers. Participants participated in the salted egg making training with enthusiasm, revealing the various problems faced in making salted eggs that had been carried out so far. Through this activity, participants get solutions to the problems they have faced so far. Participants are committed to producing salted eggs as souvenirs for tourists visiting and through Loyok Village
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TERNAK UNGGAS MELALUI PEMBERIAN PAKAN FERMENTASI DI DESA APITAIK KABUPATEN LOMBOK TIMUR Dwi Kusuma Purnamasari; Syamsuhaidi Syamsuhaidi; Erwan Erwan; I Ketut Gede Wiryawan; Sumiati Sumiati; Pardi Pardi; Tjokorda Suwhendra Binetra
Jurnal Abdi Insani Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v7i1.305

Abstract

Desa Apitaik merupakan desa yang memiliki potensi dalam bidang peternakan, dimana ketersediaan bahan pakan lokal yang berasal dari limbah pertanian dan perikanan cukup besar. Namun saat ini peternak belum maksimal memanfaatkan limbah pertanian dan perikanan, dikarenakan kurangnya pengetahuan dalam pengolahan limbah menjadi pakan ternak yang berkualitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan dalam rangka meningkatkan produktifitas dan kesehatan ternak unggas melalui pemberian pakan fermentasi dan pemanfaatan fermentor sebagai probiotik dalam air minum. Tahapan kegiatan yaitu: 1). Penyuluhan tentang sistem peternakan unggas, berbagai macam bahan pakan lokal, manfaat serta penggunaannya. 2). Pengenalan dan demonstrasi metode pengolahan bahan pakan dengan menggunakan fermentor dan penggunaan fermentor sebagai probiotik dalam air minum. 3). Diskusi menggali potensi, permasalahan, dan mencari solusi secara bersama. Selama kegiatan pengabdian, peserta menunjukkan semangat yang tinggi untuk berusaha di bidang peternakan khususnya ayam ras petelur. Nampak dari jumlah kehadiran peternak yang tinggi (31 orang), dan keaktifan peternak dalam diskusi serta lamanya diskusi (± 4 jam), serta peternak bersemangat untuk mencoba fermentor dalam pengolahan pakan. Peternak berkomitmen untuk meningkatkan produktifitas ternak dan kesehatan ternak dengan memanfaatkan limbah pertanian hasil fermentasi.
PENDAMPINGAN USAHA BETERNAK SECARA MANDIRI DAN PEMBUATAN LUMBUNG TRIGONA TETEBATU (LITEBA) DI DESA TETEBATU KECAMATAN SIKUR LOMBOK TIMUR Dwi Kusuma Purnamasari; Pardi Pardi; Ketut Gede Wiryawan; Syamsuhaidi Syamsuhaidi; Erwan Erwan; Yulian Asronul Lutfi; Rohmah Rohmah
Jurnal Abdi Insani Vol 7 No 3 (2020): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v7i3.355

Abstract

Kegiatan pengabdian bertujuan untuk menyebarkan informasi, pengetahuan dan keterampilan dalam usaha beternak secara mandiri berbasis bahan pakan lokal dan alternatif dan penyampaian program pembuatan Lumbung Trigona Tete Batu (Liteba). Kegiatan ini didasarkan pada potensi Desa Tetebatu sebagai daerah pertanian yang subur sehingga ketersediaan limbah pertanian melimpah dan selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai pakan ternak khususnya ternak unggas yang permasalahan utamanya pada bahan pakan yang mahal, selain itu vegetasi tanaman yang bervariasi dan melimpah menjadi sumber nektar dan pollen bagi lebah untuk menghasilkan madu. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui pemberian materi tentang managemen beternak unggas, bahan-bahan pakan lokal yang bisa dijadikan sebagai bahan pakan alternatif, dan penyampaian pembuatan ‘Liteba’ oleh mahasiswa peternakan. Khalayak sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat yang bekerja di bidang pertanian dan peternakan, pengurus desa, dan tokoh-tokoh masyarakat desa, serta kelompok pemuda desa. Kegiatan pengabdian menghasilkan peningkatan motivasi dan semangat dalam mengembangkan usaha peternakan menjadi mata pencaharian yang utama dan pengurus desa serta tokoh masyarakat desa ikut mendukung dengan menjadikan salah satu program unggulan desa selain bidang pariwisata. Berdasarkan hasil evaluasi telah berdiri lumbung trigona dan telah berproduksi menghasilkan madu untuk dijual ke konsumen. Komitmen dari pemerintah daerah yang terkait menjadi penguat keberhasilan kegiatan ini.
PENYULUHAN PEMANFAATAN PAKAN TERNAK ALTERNATIF DI DESA PENGKELAK MAS KABUPATEN LOMBOK TIMUR Dwi Kusuma Purnamasari; Syamsuhaidi Syamsuhaidi; Erwan Erwan; Sumiati Sumiati; Pardi Pardi; Uhud Abdullah; Sri Sulastri
Jurnal Abdi Insani Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v8i1.372

Abstract

Desa Pengkelak Mas merupakan salah satu desa di Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur yang merupakan daerah yang kering dengan ketersediaan pakan hijauan yang rendah terutama pada musim kemarau. Pada saat tersebut masyarakat desa masih memelihara ternak secara tradisional, yaitu ternak dilepas di padang penggembalaan pada pagi hingga sore hari tanpa memperhatikan kecukupan pakan yang tersedia di padang penggembalaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan mengenai pemanfaatan pakan ternak alternative yang dapat digunakan oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan yang dilanjutkan dengan penanaman bibit tanaman pakan alternatif berupa lamtoro. Kegiatan pengabdian diikuti sekitar 35 orang yang terdiri dari masyarakat tani ternak, pengurus desa, dan tokoh masyarakat desa Pengkelak Mas. Peserta pengabdian antusias mengikuti kegiatan penyuluhan mengenai manajemen memelihara ternak pada daerah kering dengan memanfaatkan bahan pakan alternatif seperti limbah jagung dan limbah nanas. Kegiatan selajutnya adalah diskusi, yaitu membahas permasalahan-permasalahan yang dialami peternak dan menyampaikan solusi-solusi yang dapat dilakukan oleh peternak. Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang terungkap, maka diberikan berbagai alternatif-alternatif solusi yang dapat dilakukan. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian, masyarakat mendapatkan tambahan informasi dan semangat dalam meningkatkan produktifitas ternak dengan memanfaatkan bahan-bahan pakan alternatif yang ada di Desa Pengkelak Mas
PENDAMPINGAN USAHA PETERNAKAN ITIK PADA KELOMPOK TANI TERNAK DESA LOYOK KECAMATAN SIKUR LOMBOK TIMUR Dwi Kusuma Purnamasari; Syamsuhaidi Syamsuhaidi; Erwan Erwan; Komang Gede Wiryawan; Sumiati Sumiati; Sri Sulastri
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i1.463

Abstract

Loyok Village is located on the Mount Siu-Kotaraja tourism route which is visited by many local and foreign tourists. This causes the village administrator to hope that Loyok Village can be more advanced to support the tourism program by having superior products in the form of duck meat and eggs. So far, livestock farming, both large and small, is still used as a side business. Livestock rearing is done in free time and with an irregular feeding schedule. This activity aims to disseminate information, increase knowledge and skills in the business of raising ducks independently. Service activities are carried out through providing management materials for raising ducks, local feed ingredients as alternative feed ingredients, providing motivation for raising livestock, and the importance of forming a farmer group in Loyok Village. The service activity was attended by the Village Head and his staff, breeders, and female livestock farmers. Service participants enthusiastically participated in the delivery of material and discussions during service activities. To achieve maximum productivity, ducks must pay attention to cage management, feed formulas that are in accordance with the needs of ducks, and environmental hygiene to avoid ducks being exposed to various kinds of diseases. Several programs resulted from this service activity, including making Loyok Village a fostered village of the Faculty of Animal Husbandry by involving academics in village planning, so that the development of the livestock sector develops in a directed manner. from this service activity is an increase in the knowledge, insight, and enthusiasm of the service participants in increasing the duck farming business.
Identifikasi Jenis Tanaman Pakan Lebah Madu sebagai Sumber Nektar dan Polen Erwan Erwan; Dwi Kusuma Purnamasari; Ria Resti; Muhammad Muhsinin
JURNAL TRITON Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v13i2.254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tanaman yang berpotensi sebagai pakan lebah dan tanaman penghasil nektar dan polen sebagai sumber pakan lebah. Lokasi penelitian dilaksanakan di peternakan lebah madu di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Metode penelitian menggunakan survei inventarisasi jenis-jenis tanaman pakan lebah madu penghasil nektar dan polen. Metode pengambilan data meliputi pembuatan petak contoh, inventarisasi tanaman didalam petak contoh, kesaksian kunjungan lebah pada tanaman, studi pustaka dan pembuatan kalender pembungaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan terdapat 61 jenis tanaman sumber pakan lebah di Desa Salut Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Terdapat 25 jenis tanaman penghasil nektar, 10 jenis tanaman penghasil polen dan 26 jenis tanaman penghasil polen dan nektar. Frekuensi kunjungan lebah terbanyak ditemukan pada tanaman kelapa, palm, durian, jambu mete, kopi, kakao, blimbing, klengkeng, rambutan, pepaya, kaliandra, bunga matahari, kecubung, bunga pukul delapan, bayam, bunga lantana, bunga zenia, putri malu, kemangi, sawi. Tingginya frekuensi kunjungan menunjukkan tingkat kesukaan lebah terhadap tanaman tersebut. Potensi tanaman yang dapat berbunga sepanjang tahun adalah kelapa, kopi, kakao, kersen, dan putri malu. Pakan lebah madu di Desa Salut Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara akan selalu tersedia disebabkan berbedanya masa berbunga dari setiap tanaman. Kecukupan kebutuhan pakan lebah dapat terpenuhi dari tanaman lainnya saat beberapa tanaman tidak berbunga. Hasil penelitian ini diharapkan ada upaya tindak lanjut dari pemerintah dan kelompok ternak lebah madu untuk pelestarian jenis tanaman pakan lebah madu agar tetap tersedia sepanjang tahun.
Study of Morphological and Morphometric Characteristics of Worker Bees Tetragonula clypearis in North Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province, Indonesia Erwan Erwan; Munaris Munaris; Muhammad Muhsinin
Jurnal Biologi Tropis Vol. 22 No. 3 (2022): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v22i3.4132

Abstract

This study aimed to describe the morphometric characteristics of the worker bee Tetragonula clypearis in Salut Village, District Kayangan, North Lombok Regency. The research material used was worker bee Tetragonula clypearis taken from 40 stup in two livestock groups, namely 20 stup in the Harapan Keluarga group and 20 stup in the Tunas Muda group in Salut Village, Kayangan District, North Lombok Regency. Each stup took three samples of worker bees for morphometric analysis (n=120). Morphological characters were observed under a stereo microscope connected to an Optilab camera. The character of T. clypearis is the thorax is black and hairy, and there are six hair bands on the mesoscutum and dark brown tibia. Metasoma has a variety of colours, ranging from pale yellow with black stripes, yellow and black, and pale yellow. The morphometric measurements included body length, head width, wing length, genna width, second flagellomere diameter, and body weight. The results showed that the seven morphometric measurement variables of the worker bee Tetragonula clypearis did not show significant differences (P>0.05) in the two cultivation groups. The value of the diversity coefficient <15% indicates that the morphometrics of the worker bee Tetragonula clypearis is uniform in both cultivation groups in Salut Village, District, Kayangan, North Lombok Regency.
Kajian Penggunaan Maggot (Hermetiaillucens) Dalam Pakan Terhadap Kualitas Telur Ayam Ras: The Use of Black Soldier Flyer (Hermetia illucens) Larva in Feed of Eggs quality Laying Hens Sumiati Sumiati; D. K. Purnamasari; Erwan Erwan; Syamsuhaidi Syamsuhaidi; K. G. Wiryawan; Dela Fatmala; Abu Thalib
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v8i2.386

Abstract

This study aims to determine the effect of using Hermetia illucens maggot in feed on the internal and external quality of broiler eggs.The study used 80 laying hens aged 6 months which were divided into 4 treatments, 5 replications and each replication consisted of 4 tails. The variables observed were the external quality of eggs (egg weight, egg shape index, shell thickness, egg shell weight) and internal eggs (egg white index, yolk index, egg Haugh units, egg yolk color). The data obtained were analyzed with a completely randomized design. The average results of egg weight ranged from 56.18 g/egg - 56.98 g/egg, egg shape index between 73.91-80.54%, egg shell thickness between 0.35 mm – 0.38 mm, weight egg shells between 6.97 g/egg - 7.15 g/egg . While the egg white index ranged from 0.10 to 0.14, the yolk index ranged from 0.39 to 0.45, the Haugh unit ranged from 84.50 to 99.30, the yolk color ranged from 8.50 to 10.60. It was concluded that the use of Hermetia Illucens maggot 5%, 10%, 15% in feed resulted in external and internal quality of chicken eggs in the normal range.
Kualitas Fisik dan Kimiawi Maggot BSF yang Dibudidaya Oleh Peternak Menggunakan Media Pakan yang Berbeda Dwi Kusuma Purnamasari; Syamsuhaidi Syamsuhaidi; Erwan Erwan; K.G. Wiryawan; Sumiati Sumiati; Moh. Taqiuddin; M.U. Utami; N.P.W.O. Ardyanti
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v9i1.422

Abstract

This study aims to determine the physical and chemical quality of maggot cultivated by farmers on the island of Lombok using different feed media. The research was conducted in 2 tages, namely: Phase I. Observation of 5 locations of maggot farms on Lombok Island with a production scale of at least 5 kg per week. The parameters observed were the type of feed used, production scale, body weight and body length of maggot per head. Stage II. Analisis of the nutritional quality of feed and maggot media using the Proximate analysis method. Parameters observed were water content, ash content, crude protein, crude fat, and crude fiber. The data collected were tabulated and discussed descriptively. The results showed that there were 4 TPS locations and 1 quail farm location which was assisted with maggot cultivation with a maggot production scale of 7-350 kg per week. The lowest production scale is at the location of the quail farm using quail manure and the highest scale is at the TPS location Ds. Sengkol using kitchen waste as feed media, expired milk, coconut dregs, and banan stems. The protein content of the feed media that had been converted by maggot ranged from 4.51-24.64% and the maggot content produced ranged from 23.0-42.45%, the highest at quail Farm Puyung village which uses quail waste media. The conclusion of this study that the use of quail waste media as a feed medium resulted in the best quality of maggot.
Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik Menggunakan Maggot BSF Di Desa Sembalun Timba Gading Kecamatan Sembalun Lombok Timur Syamsuhaidi Syamsuhaidi; Dwi Kusuma Purnamasari; Erwan Erwan; Sumiati Sumiati; K.G. Wiryawan; V. Maslami; Moh. Taqiuddin
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v5i1.322

Abstract

Community service activities aim to socialize kitchen organic waste management that can be done at the household level. This socialization activity was carried out at the request of a village youth leader who hoped to solve the problem of the accumulation of vegetable and fruit waste in Sembalun Timba Gading Village. The targets of community service activities are youth leaders, community leaders, and village officials. The socialization of organic waste management begins with dissemination of sorting kitchen organic waste (s.o.d) and continues with socialization on processing s.o.d. using the Black Soldier Fly (BSF) maggot. This processing technology will solve the problem of household waste and unsold vegetable and fruit waste and increase people's income by producing products in the form of commercial maggot and used maggot (kasgot). Maggot products can be used as poultry and fish feed, while cassava can be used as organic fertilizer for rice fields, plantations and horticultural crops. The socialization activity was enthusiastically attended by village administrators and youth of Sembalun Timba Galih Village (about 25 people). Service participants will follow up on this activity by making a proposal for a training program for organic waste processing using BSF maggot in order to create environmental cleanliness in tourist areas such as Sembalun Timba Gading Village. Community service activities resulted in an increase in knowledge, attitudes, and enthusiasm for the administrators and youth of Sembalun Timba Gading Village in solving waste problems and committed to working together synergistically with academics to carry out organic waste management training in the next Sembalun Timba Gading Village.