Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Podcast dan Content Creation SHHIDUO sebagai Wadah Pengembangan Produktivitas Kreativitas Bagi Siswa SMKN 2 Padang Alamsyah, Devy Kurnia; Pangesti, Nesa Riska; Purnomo, Eko; Nablia, Mona Syifa; Mahdyyah, Difa Rosa
ABDI HUMANIORA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdihumaniora.v6i2.131603

Abstract

This study focuses on a training program titled "Podcast and Content Creation Training at SHHIDUO as a Platform for Enhancing Productivity and Creativity for Students of SMKN 2 Padang." With the increasing significance of digital content production, the program aims to equip students with technical and creative skills in podcasting and content creation. The SHHIDUO studio, a collaboration with JBICA Korea, serves as the venue but has been underutilized due to a lack of technical knowledge among students and teachers. This training, held on July 22-23, 2024, selected 15 top students and provided hands-on learning in areas such as audio recording, video editing, and content distribution. The program successfully enhanced students' digital skills and creative confidence, preparing them for future challenges in the digital media industry.
Ekranisasi Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer ke Film “Bumi Manusia” karya Sutradara Hanung Bramantyo Andani, Puti Ria; Pangesti, Nesa Riska
Lingua Susastra Vol 5, No 3 (2024): Special Issue: Proceedings for ICLLE-2024
Publisher : Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ls.v5i3.414

Abstract

The phenomenon of novels being filmed is now a trend in the Indonesian film world, raising readers' curiosity about whether the adapted film will be the same as the content of the novel. This study aims to describe the form of reduction, addition, and change of variation in the ecranization process of the novel Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer into the film “Bumi Manusia” by Hanung Bramantyo, as well as the background of these changes. The research method used is descriptive qualitative with Eneste's ecranization theory. The research data are in the form of dialogues, monologues, and narratives in the novel and visualization of the film “Bumi Manusia”. The results of this study are: (1) aspects of reduction in character and characterization elements were found as many as 6 reductions, 72 reductions in plot elements, and 15 reductions in setting elements; (2) aspects of additions to character and characterization elements were found as many as 8 additions, 23 additions to plot elements, and 3 additions to setting elements; (3) aspects of changes in variation in character and characterization elements were found as many as 7 changes in variation, 41 changes in variation in plot elements, and 21 changes in variation in setting elements. The ecranization process that occurred was not only influenced by the limitations of duration and production costs but also by differences in interpretation between the novelist and the director.
Guerrilla Resistance: Sitti Nurbaya and Balai Pustaka’s Censorship Adek, Muhammad; Pangesti, Nesa Riska; Dewi, Siska Miga; Putra , It Fernando
BAHASTRA Vol. 44 No. 1 (2024): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bs.v44i1.591

Abstract

Censorship, a tool of cultural hegemony often employed by colonizers, was practiced by the Dutch colonials in the Dutch East Indies through the people's reading commission or Balai Pustaka, as evidenced in the Nota Rinkes, which prohibited literary works with subversive political content, religious sentiments, and immoral themes. This study explores the content of the novel Sitti Nurbaya, a prominent publication from Balai Pustaka, using a postcolonial approach and Gramsci's theory of cultural hegemony as analytical tools. The findings reveal that Sitti Nurbaya contains elements of progressive politics through the Belasting riots, intense religious sentiment in defense of Adat teachings, and characters with flawed morals. Consequently, it is concluded that Sitti Nurbaya managed to circumvent Balai Pustaka's censorship and functioned as an organic intellectual, sparking anti-colonial awareness.
Pelatihan Master of Ceremony (MC) Sebagai Upaya Peningkatan Pemberdayaan Pemuda Karang Taruna Kota Padang Pangesti, Nesa Riska; Anggraini, Dewi; Adek, Muhammad
ABDI HUMANIORA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdihumaniora.v7i1.133500

Abstract

Keberadaan karang taruna dimaksudkan sebagai wadah pemuda untuk dapat mengembangkan diri dan berpartisipasi dalam kehidupan bersosial dan bermasyarakat. Untuk itu, pemuda diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi Masyarakat sekitarnya. Tulisan ini dilatarbelakangi adanya femonema pemuda anggota karang taruna kota Padang yang masih memerlukan isntensifikasi keterampilan berbicara untuk mendukung lifeskill mereka. Tidak sedikit dari pemuda masih kesulitan untuk menunjukkan kontribusi di Masyarakat karena masih kurangnya kketerampilan yang dimiliki. Salah satu keterampilan yang dapat dikembangkan dan dijadikan lifeskill adalah keterampilan berbicara. Keterampilan berbicara dikhususkan pada kemampuan public speaking lebih khusus lagi adalah Master of Ceremony (MC). Untuk itu, tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan peningkatan keterampilan berbicara pemuda anggota karang Taruna kota Padang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan komprehensif melalui workshop terbimbing. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah pertama, subjek kegiatan ini mampu memahami dasar-dasar master of ceremony (MC). Kedua, subjek kegiatan ini mampu menulis skenario susunan acara formal dan non formal. Ketiga, subjek kegiatan ini mampu membawakan skenario susunan acara formal dan non formal.
Konflik Sosial dalam Novel Dua Masa di Mata Fe Karya Dyah Prameswarie Raymond, Rachmah Viona Citra; Pangesti, Nesa Riska
Journal of Education Language and Innovation Vol. 3 No. 2 (2025): In Press
Publisher : Indonesian and Regional Language and Literature Department, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeli.v3i2.113

Abstract

Karya sastra kerap merefleksikan realitas sosial, termasuk melalui konflik antartokoh yang mencerminkan dinamika masyarakat. Kajian konflik sosial dalam karya sastra dapat dianalisis menggunakan teori konflik sosial Lewis A. Coser untuk memahami bentuk, penyebab, dan dampaknya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konflik sosial dalam novel Dua Masa di Mata Fe karya Dyah Prameswarie. Kajian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis narasi, percakapan, dan tindakan tokoh yang merepresentasikan konflik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk konflik sosial yang dominan adalah konflik realistis, baik kategori hostile feeling berupa kekecewaan, kebencian, penolakan, rasa tidak suka, penyesalan, kebingungan, maupun kepanikan akibat tekanan; serta kategosi hostile behavior yang tampak melalui bentakan, kekerasan fisik, pelecehan, pembunuhan, perdebatan, pengancaman, dan perusakan aset. Selain itu, ditemukan pula konflik non-realistis dalam bentuk pelampiasan emosi. Penyebab konflik meliputi perbedaan individu, kebudayaan, kepentingan, dan perubahan sosia. Dampaknya antara lain konflik sebagai indeks stabilitas hubungan, penguat kohesi internal, pengikat antagonis, serta pemicu terciptanya asosiasi dan koalisi. Dengan demikian, konflik sosial dalam novel ini tidak hanya berfungsi sebagai penggerak alur, tetapi juga merefleksikan realitas sosial yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Relasi Kuasa dalam Novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam Karya Dian Purnomo Handika Dwi Anggara; Pangesti, Nesa Riska
Journal of Education Language and Innovation Vol. 3 No. 2 (2025): In Press
Publisher : Indonesian and Regional Language and Literature Department, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeli.v3i2.117

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan gender yang menciptakan ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan. Hal ini menimbulkan hubungan kekuasaan terhadap perempuan melalui kekerasan dan sistem patriarki dalam realitas sosial yang tercermin dalam novel. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi relasi kuasa dan dampak relasi kuasa dalam novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo. Penelitian ini merupakan penelitian sastra menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori kritik sastra feminis, dan teori relasi kuasa Michel Foucault. Sumber data pada penelitian ini berupa kata-kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi kuasa direpresentasikan dalam dua bentuk: relasi kuasa atas tubuh yang terwujud melalui kekerasan seksual dan fisik, terutama dalam konteks tradisi kawin tangkap dan relasi kuasa atas pikiran melalui kontrol pemikiran dan stigmatisasi, dengan memanfaatkan norma budaya seperti “pamali” dan “aib keluarga” untuk memaksakan kepatuhan. Dampak yang ditimbulkan adalah kehilangan hak atas tubuh yang mengakibatkan konsekuensi fisik seperti luka, kehamilan yang tidak diinginkan, dan hilangnya kendali diri dan kehilangan hak atas pikiran yang menimbulkan tekanan psikologis, keputusasaan, dan upaya mengakhiri hidup sendiri.