Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Podcast dan Content Creation SHHIDUO sebagai Wadah Pengembangan Produktivitas Kreativitas Bagi Siswa SMKN 2 Padang Alamsyah, Devy Kurnia; Pangesti, Nesa Riska; Purnomo, Eko; Nablia, Mona Syifa; Mahdyyah, Difa Rosa
ABDI HUMANIORA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdihumaniora.v6i2.131603

Abstract

This study focuses on a training program titled "Podcast and Content Creation Training at SHHIDUO as a Platform for Enhancing Productivity and Creativity for Students of SMKN 2 Padang." With the increasing significance of digital content production, the program aims to equip students with technical and creative skills in podcasting and content creation. The SHHIDUO studio, a collaboration with JBICA Korea, serves as the venue but has been underutilized due to a lack of technical knowledge among students and teachers. This training, held on July 22-23, 2024, selected 15 top students and provided hands-on learning in areas such as audio recording, video editing, and content distribution. The program successfully enhanced students' digital skills and creative confidence, preparing them for future challenges in the digital media industry.
Ekranisasi Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer ke Film “Bumi Manusia” karya Sutradara Hanung Bramantyo Andani, Puti Ria; Pangesti, Nesa Riska
Lingua Susastra Vol 5, No 3 (2024): Special Issue: Proceedings for ICLLE-2024
Publisher : Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ls.v5i3.414

Abstract

The phenomenon of novels being filmed is now a trend in the Indonesian film world, raising readers' curiosity about whether the adapted film will be the same as the content of the novel. This study aims to describe the form of reduction, addition, and change of variation in the ecranization process of the novel Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer into the film “Bumi Manusia” by Hanung Bramantyo, as well as the background of these changes. The research method used is descriptive qualitative with Eneste's ecranization theory. The research data are in the form of dialogues, monologues, and narratives in the novel and visualization of the film “Bumi Manusia”. The results of this study are: (1) aspects of reduction in character and characterization elements were found as many as 6 reductions, 72 reductions in plot elements, and 15 reductions in setting elements; (2) aspects of additions to character and characterization elements were found as many as 8 additions, 23 additions to plot elements, and 3 additions to setting elements; (3) aspects of changes in variation in character and characterization elements were found as many as 7 changes in variation, 41 changes in variation in plot elements, and 21 changes in variation in setting elements. The ecranization process that occurred was not only influenced by the limitations of duration and production costs but also by differences in interpretation between the novelist and the director.
Guerrilla Resistance: Sitti Nurbaya and Balai Pustaka’s Censorship Adek, Muhammad; Pangesti, Nesa Riska; Dewi, Siska Miga; Putra , It Fernando
BAHASTRA Vol. 44 No. 1 (2024): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bs.v44i1.591

Abstract

Censorship, a tool of cultural hegemony often employed by colonizers, was practiced by the Dutch colonials in the Dutch East Indies through the people's reading commission or Balai Pustaka, as evidenced in the Nota Rinkes, which prohibited literary works with subversive political content, religious sentiments, and immoral themes. This study explores the content of the novel Sitti Nurbaya, a prominent publication from Balai Pustaka, using a postcolonial approach and Gramsci's theory of cultural hegemony as analytical tools. The findings reveal that Sitti Nurbaya contains elements of progressive politics through the Belasting riots, intense religious sentiment in defense of Adat teachings, and characters with flawed morals. Consequently, it is concluded that Sitti Nurbaya managed to circumvent Balai Pustaka's censorship and functioned as an organic intellectual, sparking anti-colonial awareness.
Pelatihan Master of Ceremony (MC) Sebagai Upaya Peningkatan Pemberdayaan Pemuda Karang Taruna Kota Padang Pangesti, Nesa Riska; Anggraini, Dewi; Adek, Muhammad
ABDI HUMANIORA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdihumaniora.v7i1.133500

Abstract

Keberadaan karang taruna dimaksudkan sebagai wadah pemuda untuk dapat mengembangkan diri dan berpartisipasi dalam kehidupan bersosial dan bermasyarakat. Untuk itu, pemuda diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi Masyarakat sekitarnya. Tulisan ini dilatarbelakangi adanya femonema pemuda anggota karang taruna kota Padang yang masih memerlukan isntensifikasi keterampilan berbicara untuk mendukung lifeskill mereka. Tidak sedikit dari pemuda masih kesulitan untuk menunjukkan kontribusi di Masyarakat karena masih kurangnya kketerampilan yang dimiliki. Salah satu keterampilan yang dapat dikembangkan dan dijadikan lifeskill adalah keterampilan berbicara. Keterampilan berbicara dikhususkan pada kemampuan public speaking lebih khusus lagi adalah Master of Ceremony (MC). Untuk itu, tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan peningkatan keterampilan berbicara pemuda anggota karang Taruna kota Padang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan komprehensif melalui workshop terbimbing. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah pertama, subjek kegiatan ini mampu memahami dasar-dasar master of ceremony (MC). Kedua, subjek kegiatan ini mampu menulis skenario susunan acara formal dan non formal. Ketiga, subjek kegiatan ini mampu membawakan skenario susunan acara formal dan non formal.
Konflik Sosial dalam Novel Dua Masa di Mata Fe Karya Dyah Prameswarie Raymond, Rachmah Viona Citra; Pangesti, Nesa Riska
Journal of Education Language and Innovation Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Indonesian and Regional Language and Literature Department, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeli.v3i2.113

Abstract

Karya sastra kerap merefleksikan realitas sosial, termasuk melalui konflik antartokoh yang mencerminkan dinamika masyarakat. Kajian konflik sosial dalam karya sastra dapat dianalisis menggunakan teori konflik sosial Lewis A. Coser untuk memahami bentuk, penyebab, dan dampaknya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konflik sosial dalam novel Dua Masa di Mata Fe karya Dyah Prameswarie. Kajian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis narasi, percakapan, dan tindakan tokoh yang merepresentasikan konflik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk konflik sosial yang dominan adalah konflik realistis, baik kategori hostile feeling berupa kekecewaan, kebencian, penolakan, rasa tidak suka, penyesalan, kebingungan, maupun kepanikan akibat tekanan; serta kategosi hostile behavior yang tampak melalui bentakan, kekerasan fisik, pelecehan, pembunuhan, perdebatan, pengancaman, dan perusakan aset. Selain itu, ditemukan pula konflik non-realistis dalam bentuk pelampiasan emosi. Penyebab konflik meliputi perbedaan individu, kebudayaan, kepentingan, dan perubahan sosia. Dampaknya antara lain konflik sebagai indeks stabilitas hubungan, penguat kohesi internal, pengikat antagonis, serta pemicu terciptanya asosiasi dan koalisi. Dengan demikian, konflik sosial dalam novel ini tidak hanya berfungsi sebagai penggerak alur, tetapi juga merefleksikan realitas sosial yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Relasi Kuasa dalam Novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam Karya Dian Purnomo Handika Dwi Anggara; Pangesti, Nesa Riska
Journal of Education Language and Innovation Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Indonesian and Regional Language and Literature Department, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeli.v3i2.117

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan gender yang menciptakan ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan. Hal ini menimbulkan hubungan kekuasaan terhadap perempuan melalui kekerasan dan sistem patriarki dalam realitas sosial yang tercermin dalam novel. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi relasi kuasa dan dampak relasi kuasa dalam novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo. Penelitian ini merupakan penelitian sastra menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori kritik sastra feminis, dan teori relasi kuasa Michel Foucault. Sumber data pada penelitian ini berupa kata-kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi kuasa direpresentasikan dalam dua bentuk: relasi kuasa atas tubuh yang terwujud melalui kekerasan seksual dan fisik, terutama dalam konteks tradisi kawin tangkap dan relasi kuasa atas pikiran melalui kontrol pemikiran dan stigmatisasi, dengan memanfaatkan norma budaya seperti “pamali” dan “aib keluarga” untuk memaksakan kepatuhan. Dampak yang ditimbulkan adalah kehilangan hak atas tubuh yang mengakibatkan konsekuensi fisik seperti luka, kehamilan yang tidak diinginkan, dan hilangnya kendali diri dan kehilangan hak atas pikiran yang menimbulkan tekanan psikologis, keputusasaan, dan upaya mengakhiri hidup sendiri.
Klasifikasi Emosi Tokoh Utama dalam Novel Moga Bunda Disayang Allah Karya Tere Liye: Perspektif David Krech Putri, Anisa Yusni; Pangesti, Nesa Riska
Asian Journal of Islamic Studies and Da'wah Vol 4 No 1 (2026): Asian Journal of Islamic Studies and Da'wah
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ajisd.v4i1.8935

Abstract

The novel Moga Bunda Disayang Allah by Tere Liye portrays the inner struggle of a human being facing life’s conflicts through the main character, Karang, who experiences traumatic events and intense emotions. This study aimed to classify the emotions of the main character as reflected in Karang’s characterization in the novel, based on David Krech’s literary psychology perspective. A descriptive–analytical method was employed, grounded in David Krech’s emotional classification within literary psychology. The research data consisted of words, phrases, clauses, and sentences containing emotional aspects of Karang, drawn from the fifth edition (February 2024) of Moga Bunda Disayang Allah. Data were collected through intensive reading and note-taking, while data validity was ensured using triangulation techniques. The findings show that Karang experiences seven primary types of emotions: guilt, repressed guilt, self-punishment, shame, sadness, hatred, and love. Guilt emerges as the most dominant emotion, shaping his initial characterization as stubborn, egocentric, and indifferent. Through Karang’s interactions with Melati and the family of Tuan HK, the emotion of love develops and drives his personality transformation into a more caring, affectionate, and considerate figure. Thus, the dynamics of Karang’s emotions represent an inner transformation process from suffering toward acceptance and emotional recovery, while simultaneously affirming the humanistic message conveyed by the author and enriching literary psychology studies on the representation of emotion in fiction.
Silent Struggles after Sundown: Investigating the Academic Literacy Challenges of Night Class Students In English Language Education Hestiningrum, Hanif Wira; Kurniawan, Wahyu; iasya, Lubna; Sentana, Yuli Mahmudah; Pangesti, Nesa Riska
Journal of Applied Linguistics and English Education Vol 3 No 2 (2025): Journal of Applied Linguistics and English Education
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/r0r4x531

Abstract

This study explores the academic literacy challenges faced by night class students in English Language Education who also work full-time. Using a qualitative narrative inquiry approach, five students from Universitas PGRI Adi Buana Surabaya shared their experiences navigating English academic reading and writing under the pressure of limited time, cognitive fatigue, and minimal institutional support. The findings reveal that these learners often struggle to comprehend complex texts and structure academic writing, not due to a lack of motivation, but because of structural and emotional constraints. Many rely on coping strategies such as digital tools or peer support, though these are often insufficient for deep learning. The study highlights that current academic systems are not fully responsive to the realities of non-traditional learners. It recommends inclusive literacy support such as flexible feedback mechanisms, evening-based writing clinics, and integrated instruction. This research calls for a shift toward more equitable and empathetic approaches in English language education
Resistensi Perempuan terhadap Ketidakadilan Gender dalam Novel Malam Seribu Jahanam Karya Intan Paramaditha Amelia, Mila; Pangesti, Nesa Riska
Journal of Education Language and Innovation Vol. 3 No. 3 (2025): In Press
Publisher : Indonesian and Regional Language and Literature Department, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeli.v3i3.149

Abstract

Karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media refleksi realitas sosial, termasuk persoalan ketidakadilan gender dalam masyarakat patriarki. Novel Malam Seribu Jahanam karya Intan Paramaditha merepresentasikan pengalaman tokoh-tokoh perempuan yang mengalami berbagai bentuk ketidakadilan gender dan perlawanan yang dilakukan tokoh-tokoh Perempuan terhadap ketidakadilan gender tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ketidakadilan gender serta bentuk resistensi yang dilakukan tokoh perempuan dalam novel Malam Seribu Jahanam karya Intan Paramaditha. Penelitian ini menggunakan teori feminisme sebagai landasan dalam menganalisis. Penelitian ini merupakan penelitian sastra dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kutipan-kutipan naratif dalam novel Malam Sribu Jahanam karya Intan Paramaditha yang dianalisis melalui teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakadilan gender yang dialami tokoh perempuan meliputi subordinasi, stereotyping atau pelabelan negatif, dan beban kerja ganda. Ketidakadilan tersebut muncul baik di ranah domestik maupun publik sebagai dampak kuatnya budaya patriarki. Selain itu, tokoh-tokoh perempuan juga menunjukkan resistensi terhadap ketidakadilan gender melalui pendidikan, pekerjaan atau karir, serta kebebasan berpendapat dalam menolak pernikahan. Resistensi tersebut merepresentasikan perjuangan perempuan dalam mencapai otonomi, kesetaraan hak, dan kebebasan yang menentukan pilihan hidup.