Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Komunikasi Pemasaran Digital Sebagai Upaya Peningkatan Brand Awarness SMA Muhammadiyah 1 Kotabumi Marini Marini; Hagi Julio Salas; Selvira Rani Meirianticha; Novriansyah Novriansyah; Irma Amelinda; Ratu Jelita Pembayun; Rama Buci Wiltar
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 07 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i07.1416

Abstract

Perkembangan tekonlogi telah menciptakan ruang baru bagi kegiatan komunikasi pemasaran yang dapat dilakukan secara digital. Komunikasi pemasaran digital menjadi media efektif dalam mendorong brand awareness sebuah lembaga pendidikan ditengah krisis atau persaingan. SMA Muhammaidyah 1 Kotabumi menjadi mitra pengabdian ini. Masalah yang sedang dihadapi SMA Muhammadiyah 1 Kotabumi adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman dalam mengelola media sosial sebagai media komunikasi pemasaran sekolah dalam meningkatkan minat siswa dan brand awareness. Tim pengabdian melakukan kegiatan pendampinagn dan pelatihan mengenai komunikasi pemasaran digital yang dilakukan melalui metode PAR (Participation Action Research). Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukan perubhanterhadap mitra yang menjadi lebiah mengetahui dan memahami pengelolaan komuniksai pemasaran digital yang efektif melalui media sosial. Media sosial mulai dapat disi dengan konten-konten yang cukup menarik.
Peningkatan Komunikasi Efektif : Memaksimalkan Potensi dan Memperkuat Sinergi di OSIS SMA Bina Mulya Gadingrejo: Peningkatan Komunikasi Efektif : Memaksimalkan Potensi dan Memperkuat Sinergi di OSIS SMA Bina Mulya Gadingrejo Hagi Julio Salas; Marini
Pengabdian Kepada Masyarakat Cendekia Vol. 2 No. 2 (2023): Pengabdian Kepada Masyarakat Cendekia
Publisher : Sentra Kekayaan Intelektual dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/pkmcendekia.v2i2.1071

Abstract

Organisasi adalah wadah yang diciptakan oleh masyarakat untuk mengembangkan potensi diri, peningkatan keterampilan dalam memecahkan masalah dan lain sebagainya. Sebagai upaya dalam mencapai tujuan tersebut diperlukan sebuah proses komunikasi yang efektif. Latar belakang yang berbeda-beda antar anggota organsiasi beresiko menimbulkan kesalah pahaman atau bahkan mengarah kepada hal yang lebih buruk yaitu perpecahan dalam organisasi. Akibatnya tujuan organisasi akan terhambat atau bahkan tidak dapat tercapai. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahun, pemahaman dan keterampilan komunikasi yang efektif dalam berogransiasi agar potensi dan sinergi yang ada di dalam organisasi dapat dimaksimalkan. Pendekatan komunikasi persuasif dengan teknik asosiasi dan integrasi digunakan dalam kegiatan ini. Hasilnya, para peserta dapat mengerti dan memahami pentingnya komunikasi mulai dari tujuan, fungsi, peran, alur komunikasi dan strategi komunikasi yang efektif dalam berogranisasi.
Inovasi Pengolahan Keripik dari Limbah Pucuk Daun Singkong di Desa Banjar Agung Lampung Utara Marini; Della monica Della; Hagi Julio Salas
Pengabdian Kepada Masyarakat Cendekia Vol. 3 No. 1 (2024): Pengabdian Kepada Masyarakat Cendekia
Publisher : Sentra Kekayaan Intelektual dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Banjar Agung Kecamatan Abung Timur Kabupaten Lampung Utara merupakan sebuah desa di Lampung Utara yang banyak memiliki potensi hasil alam, berupa singkong, jangung, dan padi. Kebanyakan warga desa di desa Banjar Agung berfokus pada hasil pertanian dan berkebun. Hampir sepanjang jalan di area desa Banjar Agung dipenuhi oleh tanaman singkong. Implementasi komunikasi pemasaran berpengaruh dalam proses inovasi pengolahan keripik dari limbah pucuk daun singkong. Hal ini dikarenakan adanya pemanfaatan limbah yang sebelumnya dibiarkan menjadi sesuatu yang berharga, terutama Di Desa Banjar Agung Lampung Utara. Yang mana dalam kegiatan ini yang dilakukan berupa a. Mempresentasikan temuan,Dengan mengadakan mempresentasikan hasil kegiatan dari proses produksi, pengemasan, dan pemasaran hasil dari produk keripik pucuk daun singkong dan melakukan pelatihan serta pendampingan komunikasi pemasaran digital untuk mengetahui indikator pemahaman yang didapat.b. Review process. Tim pengabdian mengajak anggota mitra untuk mereview kembali proses pengabdian dengan melakukan tanya jawab sehingga hasil yang didapat sesuai dengan tujuan dalam pengabdian.
Da’wah Communication Strategy as an Effort to Reform Muhammadiyah Cadreization to Carry the Tajdid Mission in IMM North Lampung Marini Marini; Farabi Ferdiansyah; Lida Nelis Sumia; Nabila Widi Alfany; Hani Melisa; Muhamad Afdoli Ramadoni
Wardah Vol 27 No 1 (2026): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/wardah.v27i1.34654

Abstract

Muhammadiyah’s cadreization has historically functioned as a strategic mechanism for producing religious, intellectual, and socially committed Muslim cadres who are able to carry the mission of tajdid. However, in the context of contemporary student organizations, cadreization faces new challenges, particularly the shifting patterns of youth communication, the rise of digital media, and the need to reinterpret da’wah approaches in ways that remain relevant to students’ social realities. Previous studies on Muhammadiyah cadreization have largely emphasized ideological formation, organizational regeneration, or normative understandings of tajdid. Meanwhile, limited attention has been given to how da’wah communication strategies are developed and practiced by the Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) at the local level as an effort to reform cadreization. This gap is particularly important in IMM North Lampung, where da’wah activities are carried out through interpersonal communication, organizational forums, and new media platforms. This study focuses on the da’wah communication strategy of IMM North Lampung in strengthening Muhammadiyah cadreization and carrying the mission of tajdid. The concept of tajdid is understood in two dimensions: purification in matters of creed and worship, and renewal in responding to social, intellectual, and humanitarian challenges. The study examines how IMM North Lampung formulates da’wah messages, selects communication channels, builds cadre engagement, and integrates religious, intellectual, and humanistic values into its cadreization process. By highlighting da’wah communication as a strategic instrument of cadre reform, this study contributes to a deeper understanding of how Muhammadiyah’s student cadres negotiate Islamic renewal within contemporary youth and digital communication contexts.
Pengaruh Film 1 Kakak 7 Ponakan terhadap Empati Sosial Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Kotabumi Ahmad Anis Izzudin; Marini; Faris Alfakhoor
Esensi Daruna : Jurnal Komunikasi Vol. 5 No.1 (2026)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v5i1.410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah terdapat dampak dari film 1 Kakak 7 Ponakan terhadap empati sosial mahasiswa di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Kotabumi. Peneliti menggunakan 63 responden sebagai sampel dari populasi berjumlah 171 orang dengan teknik purposive sampling, serta menerapkan metode kuantitatif melalui pendekatan asosiatif. Teknik pengumpulan data meliputi pengujian instrumen untuk validitas dan reliabilitas, analisis korelasi, determinasi, regresi linier sederhana, serta uji hipotesis t. Temuan penelitian mengungkapkan adanya keterkaitan positif antara dampak film 1 Kakak 7 Ponakan dan empati sosial mahasiswa di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Kotabumi, dengan nilai korelasi sebesar 0,648 yang tergolong kuat. Koefisien determinasi (R Square) tercatat 0,566, yang berarti variabel bebas yaitu film 1 Kakak 7 Ponakan memengaruhi variabel terikat yaitu empati sosial mahasiswa sebesar 56,6%, sedangkan 43,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal di luar variabel bebas tersebut. Persamaan regresi linier sederhana adalah Y = 8,912 + 0,627 X, yang menunjukkan bahwa setiap penambahan satu unit pada variabel X (film 1 Kakak 7 Ponakan) atau nilai tertentu akan meningkatkan variabel Y (empati sosial mahasiswa). Berdasarkan uji hipotesis t, diperoleh nilai t hitung sebesar 8,918 dan nilai t tabel 1,99962, sehingga 8,918 > 1,99962. Karena nilai t hitung lebih besar daripada nilai t tabel, hipotesis alternatif (H₁) diterima dan hipotesis nol (H⁰) ditolak.
Analisis Framing Pemberitaan Kontroversi "Pamer Anak Jadi WNA" Alumnus LPDP Dwi Sasetyaningtyas di Inilah.com Fera Puspita Wati; Marini; Hagi Julio Salas
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 7 No. 1 (2026): El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/myn27w23

Abstract

Perkembangan teknologi digital menjadikan media sosial sebagai ruang penting dalam penyebaran informasi dan pembentukan pandangan publik. Salah satu isu yang menarik perhatian publik adalah kontroversi unggahan Dwi Sasetyaningtyas, alumnus Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), terkait pernyataannya mengenai kewarganegaraan anak yang memicu perdebatan tentang nasionalisme dan tanggung jawab moral penerima beasiswa negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing pemberitaan kasus tersebut pada akun TikTok Inilah.com. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif dengan menerapkan model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki , yang meliputi struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Data penelitian berupa lima unggahan pada akun TikTok Inilah.com yang dipublikasikan pada 21 hingga 26 Februari 2026, serta data pendukung hasil wawancara dengan dua informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inilah.com secara konsisten membingkai kontroversi Dwi Sasetyaningtyas sebagai isu nasionalisme dan tanggung jawab moral penerima beasiswa negara. Framing tersebut dibangun melalui struktur sintaksis, yang menonjolkan unsur kontroversi dan konsekuensi, struktur skrip yang memusatkan perhatian pada dampak pernyataannya Dwi Sasetyaningtyas serta tanggapan pemerintah, struktur tematik yang mengaitkan pernyataannya dengan berbagai konsekuensi sosial, dan administratif, serta struktur retoris yang memanfaatkan leksikon evaluatif dan visual pemerintah untuk memperkuat pemaknaan terhadap peristiwa. Temuan ini menunjukkan bahwa Inilah.com mengonstruksi kontroversi tersebut bukan sekedar sebagai persoalan kewarganegaraan, melainkan juga sebagai isu yang berkaitan dengan nasionalisme dan tanggung jawab penerima beasiswa negara. 
ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES TERHADAP REPRESENTASI KECANTIKAN DALAM IKLAN AZARINE HYDRAZOOTHE SUNSCREEN GEL VERSI NATASHA WILONA Clarisya Bidari; Marini
RELASI Vol 6 No 03 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i03.2971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kecantikan dalam iklan Azarine Hydrasoothe Sunscreen Gel versi Natasha Wilona dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan objek penelitian berupa iklan Azarine Hydrasoothe Sunscreen Gel yang dipublikasikan melalui media digital. Data penelitian diperoleh dari video iklan, tangkapan layar setiap adegan, serta unsur visual dan verbal yang muncul dalam iklan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi tanda-tanda visual dan verbal, kemudian menganalisisnya pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan Azarine Hydrasoothe Sunscreen Gel versi Natasha Wilona merepresentasikan kecantikan perempuan sebagai sosok yang memiliki kulit sehat, segar, terawat, dan terlindungi dari paparan sinar matahari. Pada tingkat konotasi, kecantikan dimaknai sebagai hasil dari perawatan diri melalui penggunaan sunscreen sebagai bagian dari rutinitas harian. Pada tingkat mitos, iklan membangun pemahaman bahwa perempuan cantik adalah perempuan yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan kulit, melakukan self-care, dan tetap percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, iklan ini tidak hanya berfungsi sebagai media promosi produk, tetapi juga membentuk makna sosial mengenai kecantikan perempuan modern yang identik dengan kulit sehat, terawat, dan terlindungi.
Kritik Sosial dalam Musik Metal: Analisis Semiotika Lagu ‘God Is a Weapon’ Falling in Reverse Julita Mustika; Marini Marini
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jpks.v11i1.37508

Abstract

Enthusiasm for metal music in Indonesia has grown since the 1980s, but to this day this genre is still often perceived negatively because it is synonymous with violence, controversy, and dark aesthetics. As a result, the symbolic meaning and social criticism contained in metal music are often overlooked. This research starts from the main problem of the public's lack of understanding of symbols, meaning construction, and social messages in metal music. Therefore, this study aims to uncover the symbolic meanings constructed through lyrics, visuals, and musical elements in metal genre works. The song "God Is a Weapon" was chosen because it presents religious symbols, power, morality, and a feminine divine figure in a provocative manner, as well as being one of the most popular works of the band with a high level of global popularity, Falling in Reverse, thus having a wide range of meanings in popular culture. The research method used is descriptive qualitative with documentation techniques on official lyrics, music videos, and supporting literature. Data analysis was conducted using Roland Barthes' semiotics through three levels of meaning: denotation, connotation, and myth and its validity was tested through source triangulation. The results of the study indicate three main meaning constructions. First: the representation of religion as power, second: the representation of sin and moral decay, and third: gender relations and feminine divine figures. Overall, this study confirms that God Is a Weapon is a popular cultural text that combines lyrics, visuals, and music to present social critique in contemporary society.
Analisis Strategi Komunikasi Suara Muhammadiyah dalam Membangun Branding Islam di Masyarakat Melalui Rubrik di Majalah Suara Muhammadiyah Rahmania Rahmania; Tika Sagita; Fera Puspita Wati; Intan Permata Suri; Amanah Febriyanti; Mulkaisar Mulkaisar; Marini Marini
Komsospol Vol 5 No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/komsospol.v5i2.2020

Abstract

Di tengah maraknya narasi Islam yang eksklusif di media, dibutuhkan strategi komunikasi yang membangun citra Islam moderat dan berkemajuan secara terarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang digunakan oleh Majalah Suara Muhammadiyah dalam membangun branding Islam di masyarakat melalui rubrik-rubrik yang dimuat secara berkala. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengandalkan data dari analisis isi beberapa edisi majalah serta wawancara dengan tim redaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rubrik seperti Wawasan, Tafsir, dan Sorotan Utama menjadi media utama dalam menyampaikan pesan-pesan Islam yang kontekstual, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan. Strategi komunikasi yang diterapkan bersifat edukatif, argumentatif, dan disusun secara sistematis untuk membentuk persepsi publik terhadap Islam sebagai agama yang mencerahkan dan relevan dengan tantangan zaman. Penelitian ini merekomendasikan penguatan konten digital dan optimalisasi distribusi lintas platform guna memperluas jangkauan audiens dan meningkatkan efektivitas branding Islam yang dibawa oleh Suara Muhammadiyah
FENOMENA PENGGUNAAN INSTAGRAM DAN TIKTOK SEBAGAI PEMENUHAN KEBUTUHAN SOSIAL DAN HIBURAN REMAJA DI PASEBAN RT/RW 001/001 KOTABUMI LAMPUNG UTARA Wahyu Ibrahim; Marini; Faris Alfakhoor
Jurnal Bincang Komunikasi Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jbk.4.1.2026.21-28

Abstract

Perkembangan media sosial berbasis visual dan video pendek seperti Instagram dan TikTok telah mengubah pola konsumsi informasi dan hiburan di kalangan remaja. Kedua platform tersebut semakin dominan digunakan karena mampu menyajikan konten secara singkat, menarik, dan mudah diakses, sehingga berpotensi memenuhi kebutuhan kognitif dan afektif penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan Instagram dan TikTok dalam memenuhi kebutuhan informasi dan hiburan remaja usia 16 sampai 20 tahun di Paseban Kotabumi Lampung Utara berdasarkan perspektif Uses and Gratifications Theory. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap enam informan yang dipilih secara purposive, didukung dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan menerapkan triangulasi sumber dan metode untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram dan TikTok dimanfaatkan secara aktif oleh remaja sebagai sumber informasi praktis dan sarana hiburan digital. Remaja merasakan kepuasan dalam penggunaan kedua platform tersebut karena konten yang disajikan sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka. Temuan ini menunjukkan adanya kesesuaian antara motif penggunaan media dan kepuasan yang diperoleh, sehingga Instagram dan TikTok berperan signifikan dalam memenuhi kebutuhan informasi dan hiburan remaja.