Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENERAPAN PROGRAM LINIER UNTUK PEMANFAATAN LAHAN DI KAWASAN PESISIR KOTA CIREBON IKEU, NENG; Asyiawati, YULIA
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.612 KB)

Abstract

Pesisir Kota Cirebon secara fisik memiliki sumberdaya yang potensial untuk dikembangkan kedepannya. Permasalahan yang terjadi saat ini, bahwa dari pemanfaatan lahan yang ada di kawasan pesisir tersebut belum dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Hal tersebut tercermin dari jumlah keluarga miskin mencapai 41%, pendapatan yang diperoleh masyarakat masih dalam kategori rendah, 47% masyarakat bekerja sebagai buruh, indeks daya beli didua kecamatan pada kawasan studi juga paling rendah diantara kecamatan lainnya di Kota Cirebon dan masih banyaknya jumlah pencari kerja. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data kualitatif dan metode analisis data kuantitatif dengan menggunakan alat analisa Linear Programming. Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka rekomendasi yang dapat diberikan adalah memaksimalkan pemanfaatan lahan pelabuhan dan perdagangan jasa sebagai alternatif kombinasi pemanfaatan lahan yang mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian dikawasan pesisir Kota Cirebon.
STRATEGI PENGENDALIAN PEMANFAATAN LAHAN SEKITAR KAWASAN KALIMALANG KOTA BEKASI SECARA BERKELANJUTAN ASYIAWATI, YULIA
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 14 No. 1 (2014)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.727 KB)

Abstract

Sejalan dengan perkembangan penduduk suatu kota, akan meningaktkan kebutuhan lahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, diantaranya adalah untuk kebutuhan permukiman, pengembangan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Di sisi lain ketersediaan lahan yang ada tetap, sehingga hal ini mengakibatkan banyak terjadi ali fungsi peruntukan lahan. Demikian juga halnya yang terjadi di Kawasan Kalimalang Kota Bekasi. Kawasan Kalimalang Kota Bekasi yang terdapat di tengah-tengah Kota Bekasi memupunyai fungsi sebagai kawasan yang berfungsi lindung. Pada kenyataannya pada saat ini, kawasan Kalimalang secara sporadis dimanfaatkan oleh masyarakat untuk permukiman, perdagangan serta penggunaan jasa lainnya seerti seperti jasa bengkel. Semua kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang terdapat di Kawasan kalimalang, membuang limbahnya ke Kalimalang. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas air sungai Kalimalang yang merupakan salah satu sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Bekasi. Berdasarkan Kalimalang Bekasi dimanfaatkan sebagai sumber air baku di Kota Bekasi ialah Kalimalang. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian untuk mengendalikan pemanfaatan lahan di sekitar Kawasan Kalimalang Kota Bekasi agar dapat mewujudkan kondisi lingkungan yang lestari sesuai rencana tata ruang. Tujuan yang diharapkan dari studi ini (1) identifikasi karakteristik masyarakat yang tinggal di kawasan studi; (2) identifikasi faktor yang mengalami penyimpangan penggunaan lahan; dan (3) identifikasi faktor yang mempengaruhi penggunaan lahan. Metode aanalisis yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah metode super impose antara pemanfaatan lahan eksisting dengan rencana tata ruang dana analisis kesesuaian peruntukan lahan; analisis korelasi kontingensi untuk melihat hubungan antara pemanfaatan lahan dengan kondisi masyarakat, serta analisis deskriptif untuk memberikan gambaran tentang kebijakan tata ruang Kota Bekasi. Dengan menggunakan analisis tersebut, diperoleh hasil bahwa pemanfaatan lahan di Kawasan Kalimalang mengalami pergeseran peruntukan sebesar 65,80 % dari luas lahan kawasan yaitu 123.938 ha. Hal ini disebabkan karena rendahnya tingkat pendapatan masyarakat dan tingginya aksesibiltas dari kawasan ini menuju ke tempat kerja masyarakat. Untuk mengatasi kondisi tersebut, kawasan kalimalang harus dikendalikan pemanfaatannya dengan mengembalikan fungsi kawasan sebagai kawasan yang berfungsi lindung. Oleh karena itu langkah yang dilakukan adalah dengan merelokasi masyarakat yang tinggal di kawasan studi dan menata ulang Kawasan kalimalang sesuai dengan daya dukung dan daya tampung kawasan. Hal ini dilakukan untuk dapat mewujudkan pemanfaatan lahan berkelanjutan di Kawasan Kalimalang.
IDENTIFIKASI DAMPAK PERUBAHAN FUNGSI EKOSISTEM PESISIR TERHADAP LINGKUNGAN DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN MUARAGEMBONG ASYIAWATI, YULIA; AKLIYAH, LELY SYIDDATUL
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 14 No. 1 (2014)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.384 KB)

Abstract

Perubahan yang terjadi pada wilayah pesisir dan laut tidak hanya sekedar gejala alam semata, tetapi kondisi ini sangat besar dipengaruhi oleh aktifitas manusia yang ada di sekitarnya. Wilayah pesisir merupakan wilayah penerima tekanan lebih besar dibandingkan dengan wilayah lain, karena wilayah pesisir mempunyai fungsi sebagai penyedia sumberdaya alam, penyedia jasa-jasa pendukung kehidupan, penyedia jasa kenyamanan dan sebagai penerima limbah dari aktivitas pembangunan yang terdapat di lahan atas (lahan daratan) seperti kegiatan permukiman aktivitas perdagangan, perikanan dan kegiatan industri. Semua dari kegiatan tersebut memberikan dampak terhadap wilayah pesisir yang dapat mempengaruhi pada kualitas lingkungan wilayah pesisir terutama pada penurunan kualitas ekosistem pesisir. Wilayah Pesisir Muaragembong dimanfaatkan sebagai multiuse, mengakibatkan ketidakteraturan dalam pemanfaatan kawasan sehingga menimbulkan perubahan fungsi dari ekosistem pesisir yang mengakibatkan penurunan terhadap kualitas ekosistem dan lingkungan. Hal ini mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan di wilayah pesisir Kecamatan Muaragembong. Berdasarkan kondisi yang ada, maka artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak perubahan fungsi ekosistem pesisir terhadap lingkungan di wilayah pesisir khusnya yang menjadi lokus kajian di wilayah pesisir Kecamatan muaragembong. Hal ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang identifikasi dampak yang ditimbulkan dari perubahan fungsi ekosistem pesisir di Wilayah Pesisir Muaragembong,
PENGELOLAAN PEMANFAATAN RUANG DI KAWASAN GUNUNG BROMO DAN SEKITARNYA SECARA BERKELANJUTAN DI KECAMATAN PONCOKUSUMO ASYIAWATI, YULIA
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 14 No. 2 (2014)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.276 KB)

Abstract

Indonesia consists of 514 districts / cities, one of which is Malang located in East Java province. Malang regency has the potential of Natural Resources is very abundant. Poncokusumo sub-district is one of the districts in Malang Regency has a variety of potential, ranging from agriculture and nature. One very famous natural attraction is Mount Bromo. Mount Bromo is one mainstay of tourism in the district of Malang Regency Poncokusumo. As is known, in 2010, Mount Bromo erupted and resulted in tremendous impact for the communities around Mount Bromo both in economic and environmental terms. Then in early 2011, there were concerns about local economic and environmental potential problems in the long term among residents in the area around Mount Bromo, especially in areas that are in Malang. The purpose of this study is to develop the concept of sustainable management of the space utilization in the region of Mount Bromo Poncokusumo District of Malang. This study included into the quantitative descriptive research type. The descriptive terms are included on the condition of the District of Poncokusumo be viewed from the potential and the problems they have. Quantitative analysis is supported by using the form of secondary data collection and primary distribution of open questionnaire. There are two questionnaires, the questionnaire 15 people and 15 questionnaires were distributed to visitors who do Pocokusumo the District community and the visitor Mount Bromo and field observation method is ground check Based on this research can be concluded that the potential possessed by the District Poncokusumo directed to development of the region by increasing the strategies undertaken: (1) Development Zone Main Commodity (KAPUK) horticulture; (2) The development of the excellent potential include industrial, food crops, plantations and tourism with prioriyas the cultivation of horticultural crops dengna concept agropolitan; (3) Utilization of space area by setting the cropping of 8443 Ha, tourism activities amounted to 7,431 ha and Land woke 3322.32 Ha (4) Cooperation among stakeholders and the public in environmental management accented with custom customs Tengger
Kajian Hubungan Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Air Limpasan di Desa Cimekar Bandung Raden Siti Sarah Aprillya Soemadiredja; Yulia Asyiawati
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.811 KB) | DOI: 10.29313/jrpwk.v2i1.757

Abstract

Abstract. The location of the villages that enter the Cikeruh sub-watershed has an average height of 600 meters above sea level with hilly areas, as is the case in Cimekar Village. The average population growth in Cimekar Village is 1.72 percent per year (2010-2020 period). This causes an increase in the number and area for residential areas to meet the needs of the population. So that it can be seen from the development of the area of built-up land in the last 10 years (period 2010-2020) there was an average increase of 12.25 percent. This resulted in the conversion of land functions from agricultural areas to built-up land by 29.07 percent. this causes the soil to seep in less water because it is already covered by built-up land. The purpose of this study was to identify the correlation between land use change and runoff. The research approach used in this study is a quantitative approach. The researcher uses the overlay analysis method to see the trend of land use change from 2003 to 2020, the descriptive analysis method to see the correlation between the trend of population growth rate and the trend of land use change, the correlation between land use change and runoff water, and the correlation between infiltration rate with runoff water. The results showed that there was a correlation between land use change and runoff. Abstrak. Letak desa-desa yang masuk ke Sub DAS Cikeruh memiliki ketinggian rata-rata 600 meter diatas permukaan laut dengan wilayah yang berbukit, seperti halnya yang terdapat di Desa Cimekar. Rata-rata pertumbuhan jumlah penduduk Desa Cimekar sebesar 1,72 persen pertahun (periode tahun 2010-2020). Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah dan luas untuk kawasan permukiman dalam memenuhi kebutuhan penduduk. Sehingga dapat dilihat dari perkembangan luas lahan terbangun pada 10 tahun terakhir (periode tahun 2010-2020) terjadi rata-rata peningkatan sebesar 12,25 persen. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya alih fungsi lahan dari kawasan pertanian menjadi lahan terbangun sebesar 29,07 persen. ini menyebabkan tanah untuk meresap air menjadi berkurang karena sudah tertutup oleh lahan terbangun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara perubahan penggunaan lahan dengan air limpasan. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Peneliti menggunakan metode analisis overlay untuk melihat trend perubahan penggunaan lahan dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2020, metode analisis deskriptif dalam melihat hubungan antara trend laju pertumbuhan penduduk dengan trend perubahan penggunaan lahan, hubungan antara perubahan penggunaan lahan dengan air limpasan, serta hubungan antara laju infiltrasi dengan air limpasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara perubahan penggunaan lahan dengan air limpasan.
Kajian Dampak Alih Fungsi Lahan Sawah terhadap Struktur Mata Pencaharian Masyarakat di Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur Muhamad Arpi Darajat; Yulia Asyiawati
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i2.3326

Abstract

Abstract. Land conversion is a change in the function of land which was originally agricultural land turned into settlements or other physical buildings. Land conversion is considered to be a big problem when it results in environmental damage and affects the economic structure of the community. Rice fields in Cianjur District are designated as LP2B. Then with adequate road infrastructure, it is used as an indication of one of the factors causing changes in the economic livelihoods of the people in Cianjur District.This study aims to identify the impact of the conversion of paddy fields on the structure of community livelihoods in Cianjur District, while the method used in this research is a quantitative method. Data collection techniques through observation, interviews and questionnaires. The analytical method in this study uses the overlay analysis method and simple regression analysis.The conclusion of this study is the shift in land use change in Cianjur District in a period of 5 - 10 years where the conversion rate is 10% to 14%, then the tendency of land change is more towards paddy fields that have been facilitated by good road infrastructure, and the impact of land conversion The function of paddy fields affects the livelihoods and income of the community in Cianjur District. Abstrak. Alih fungsi lahan merupakan perubahan fungsi lahan yang awalnya merupakan lahan pertanian berubah menjadi permukiman atau bangunan fisik lainnya. Alih fungsi lahan dianggap menjadi persoalan besar ketika berakibat pada kerusakan lingkungan dan menyentuh terhadap struktur perekonomian masyarakat. Lahan sawah di Kecamatan Cianjur ditetapkan sebagai LP2B. Kemudian dengan prasarana jalan yang memadai dijadikan indikasi salah satu faktor penyebab perubahan mata pencaharian ekonomi masyarakat di Kecamatan Cianjur.Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak alih fungsi lahan sawah terhadap Struktur Mata Pencaharian Masyarakat di Kecamatan Cianjur, adapun metode yang digunakan dalam peneliltian ini adalah metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalu observasi, wawancara dan kuesioner. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis overlay dan analisis regresi sederhana. Hasil kesimpulan dari penelitian ini adalah pergeseran perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Cianjur dalam periode 5 – 10 tahun yang mana laju konversi sebesar 10% sampai 14%, lalu kecenderungan perubahan lahannya lebih mengarah kepada lahan sawah yang sudah terfasilitasi prasarana jalan yang baik,dan dampak alih fungsi lahan sawah berpengaruh terhadap mata pencaharian dan pendapatan masyarakat di Kecamatan Cianjur.
Pengembangan Desa Dalam Adaptasi Terhadap Banjir Rob (Studi Kasus: Desa Eretan Wetan) Asyiawati, Yulia; Oskar, Jody; Azizah, Aulia Nur
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v7i2.13534

Abstract

ABSTRAK Banjir rob menyebabkan perubahan penggunaan lahan, menjadi semakin  sempit atau bahkan hilang akibat tenggelam. Walaupun wilayahnya sering dilanda banjir rob, namun masyarakat Desa Eretan Wetan memilih untuk tetap tinggal di daerahnya walaupun sudah diusulkan untuk dilakukannya realokasi ke wilayah lain. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengembangan desa dalam adaptasi terhadap banjir rob. Dalam penelitian ini metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods) kualitatif dan kuantitatif sebagai dasar dalam penentuan strategi pengembangan wilayah desa pesisir. Analisis kuantitatif yang dilakukan adalah analisis   tutupan lahan yang tergenang air saat banjir rob, beserta metode deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kondisi masyarakat, dampak, dan adaptasi yang dilakukan. Untuk mengetahui hasil dilakukan pengidentifikasian, penginventarisasian, survey lapangan, observasi, dan pengumpulan data. Sedangkan metode Kualitatif digunakan metode Etnografi untuk mengetahui budaya kelompok masyarakat dalam upaya adaptasi banjir rob dengan variabel-variabel dalam penelitian meliputi karakteristik sosial, ekonomi, fisik dan pola adaptasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis adaptasi yang dilakukan masyarakat dalam menghadapi banjir adalah adaptasi struktural dan non-struktural. Pola adaptasi dilakukan masyarakat secara bertahap sesuai dengan kemampuan ekonomi setiap individu. Bentuk pola adaptasi masyarakat di Desa Eretan Wetan yaitu memperkuat ketahanan bangunan (meninggikan lantai, menambah lantai bangunan, menaikkan jalan), menyelamatkan harta benda (menaikkan ke tempat yang lebih tinggi, dipindahkan ke lantai 2, dan dipindahkan sementara ke tempat penampungan/evakuasi yaitu di Gereja atau masjid. Kata kunci: adaptasi, banjir rob, dampak, pengembangan ABSTRACT Village Development In Adaptation Against Rob Floods (Case Study: Eretan Wetan Village). Tidal floods cause changes in land use, becoming narrower or even disappearing due to sinking. Even though the area is often hit by tidal floods, the people of Eretan Wetan Village choose to remain in their area even though it has been proposed to reallocate to another area. The aim of this research is to identify village development in adaptation to tidal floods. In this research, the approach used is a qualitative and quantitative Combination Research Methods (Mix Methods) approach as a basis for determining development strategies for coastal village areas. The quantitative analysis carried out was an analysis of land cover that was flooded during tidal floods, along with a quantitative descriptive method which aims to provide information about community conditions, impacts and adaptations carried out. To find out the results, identification, inventory, field survey, observation and data collection were carried out. Meanwhile, the qualitative method uses ethnographic methods to determine the culture of community groups in efforts to adapt to tidal floods. with the variables in the research including social, economic, physical characteristics and community adaptation patterns. The research results show that the types of adaptation carried out by the community in dealing with floods are structural and non-structural adaptation. The adaptation pattern is carried out by the community in stages according to the economic capabilities of each individual. The form of community adaptation pattern in Eretan Wetan Village is strengthening the resilience of buildings (raising floors, adding building floors, raising roads), saving property (raising to a higher place, moving to the 2nd floor, and temporarily moving to a shelter/evacuation area, namely in Church or mosque. Keywords: adaptation, rob flood, impact, development
Mengenali Isu Strategis Pengembangan Kawasan Desa Wisata Edukasi Kopi Rasagalor, Kabupaten Bandung Widagdo, Rama Arianto; Weishaguna; Burhanudin, Hani; Saraswati; Asyiawati, Yulia; Barwanto, Lutfhi Ahmad; Pratama, Aldy; Ferbiyandani, Mochamad Rifky; Nurhasanah, Halimah; Serdani, Sherly Defannya
Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan) Vol. 8 No. 1 (2024): Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangu
Publisher : P4W IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jp2wd.2024.8.1.11-29

Abstract

Determining the correct strategic issues when developing an area is crucial so that the solution can effectively be implemented to the existing dynamics. Unfortunately, determining strategic issues is often disregarded or not taken seriously during the planning process. A Similar mistake of not defining strategic issues appropriately looms over the development of Mekarmanik Village, which is based on the Rasagalor Coffee Educational Tourism Concept. This research aims to understand the development dynamics happening in Mekarmanik Village so that the correct issue could be determined. By using data and information gathered from literature studies, focus group discussions, and field observations two types of analysis were done to correctly determine strategic issues that fit with the existing condition of Mekarmanik Village, namely case study, content analysis, and descriptive analysis. The result shows that the strategic issues of developing Mekarmanik Village as a tourism village are specific education, tourism concept exploration, and physical infrastructure improvement.
Eksplorasi Potensi Desa Mekarmanik Menjadi Desa Wisata Berkelanjutan di Kabupaten Bandung Asyiawati, Yulia; Weishaguna, Weishaguna; Pratama, Aldy
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 21, No 2 (2025): JPWK Volume 21 No. 2 June 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v21i2.63832

Abstract

Dalam upaya untuk memanfaatkan potensi sumberdaya alam, warisan budaya dan sejarah budaya serta sumber daya alam yang melimpah, pengembangan desa wisata menjadi strategi yang menarik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sambil mempertahankan identitas budaya dan keberlanjutan lingkungan. Kenyataannya Desa Mekarmanik yang mempunyai potensi belum dapat menjadi desa wisata karena belum teridentifikasinya potensi wisata yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi sumber daya alam, budaya, dan sosial di Desa Mekarmanik sebagai dasar memberikan rumusan pengembangan desa wisata berkelanjutan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat desa. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode observasi lapangan, wawancara mendalam, FGD dan analisis likert, studi ini mengidentifikasi enam aspek pariwisata berkelanjutan: daya tarik wisata/atrakraksi, aksesibilitas, amenitas, kelembagaan, sosial masyarakat, dampak ekonomi, dan kelestarian lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Mekarmanik memiliki potensi sangat baik untuk dijadikan sebagai desa wisata berkelanjutan karena mempunyai kekayaan sumberdaya alam berupa panorama pertanian dan perkebunan yang mempesona, warisan sejarah, serta tradisi budaya lokal yang masih terjaga. Namun, pengembangannya menghadapi tantangan seperti keterbatasan aksesibilitas, kurangnya sarana dan prasarana pendukung wisata. Jenis wisata yang direkomendasikan agar dapat terujudnya kelestarian lingkungan adalah ekowisata, eduwisata, agrowisata, wisata minat khusus.
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS SUMBERDAYA SECARA BERKELANJUTAN DI DESA MEKARMANIK, KABUPATEN BANDUNG PRATAMA, ALDY; ASYIAWATI, YULIA; FERBIYANDANI, RIFKY; BURHANUDIN, HANI
PETA - Jurnal Pesona Pariwisata Vol. 2 No. 1 (2023): Pesona Pariwisata
Publisher : Program Studi Pariwisata, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/peta.v2i1.7

Abstract

Desa Mekarmanik yang terdapat di Kabupatan Bandung mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi desawisata. Hal ini didukung dengan potensi sumberdaya alam dan lingkungan yang dimiliki oleh desa, diantaranya kawasanhutan, kopi, situs sejarah dan komoditi pertanian lainnya. Sampai saat ini potensi wisata yang terdapat di DesaMekarmanik belum berkembang dengan baik, karena masyarakat belum memahami nilai tambah dari potensisumberdaya yang dimiliki. Tujuan dari kajian ini adalah merumuskan strategi pengembangan Desa Mekarmanik sebagaiDesa Wisata berdasarkan potensi sumberdaya alam. Dari kajian yang dilakukan diperoleh bahwa Desa Mekarmanikmempunyai potensi sumberdaya alam pada sektor pertanian, yang didukung oleh aspek sejarah dari komoditi kopiMekarmanik, dan mayoritas masyarakat bekerja pada sektor pertanian. Permasalahan yang dihadapi Desa Mekarmanikmenjadi Desa Wisata adalah aksesibilitas menuju dan di dalam kawasan, ketersediaan sarana dan prasarana yangmendukung untuk pengembangan atraksi wisata, serta pemahaman masyarakat dalam pengembangan kawasan untukatraksi wisata. Strategi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan Desa Mekarmanik menjadi Desa Wisata berbasispada potensi sumberdaya adalah melakukan pembekalan pelatihan tentang teknik pengelolaan sumberdaya alam,meningkatkan produktivitas produksi, meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah sumberdaya alam danmengelola kawasan, meningkatkan sarana dan prasarana wisata untuk mendukung pengembangan kawasan. Kata kunci: Desa Wisata, potensi sumberdaya, atraksi wisata, sarana dan prasarana wisata