Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Urban

Strategi Penanggulangan Bencana Banjir di Kelurahan Rancabolang Firlya Nuzsa Miyori; Ivan Chofyan
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i1.5772

Abstract

Abstract. Indonesia is a country with a relatively high disaster risk. Flood disaster is one of the disasters that often hit various regions in Indonesia. In general, flooding can be caused by high rainfall intensity, low soil infiltration capacity, and the like. The city of Bandung is one of the areas that is often hit by floods. One area in the city of Bandung that is prone to flooding is Rancabolang Village, Gedebage District. This study aims to determine the dominant factors that cause flooding and to formulate strategies related to flood disaster management in Rancabolang Village. This study used a combined method with primary and secondary data collection techniques. The analytical method used in processing research data is multiple linear regression analysis to determine the dominant factors causing flooding and SWOT analysis to formulate a flood disaster management strategy in Rancabolang Village. Based on the results of multiple linear regression analysis, it is known that the factors that influence the height of the inundation are the intensity of rainfall, water infiltration, rivers, and flood control buildings with the dominant factor being problems in flood control buildings. The results of the SWOT formulation in formulating an alternative strategy for dealing with floods in Rancabolang Sub-District are improving and optimizing the quality, quantity and maintenance of flood control buildings, increasing monitoring and evaluation related to drainage systems, and carrying out other programs related to water absorption efforts. Abstrak. Indonesia merupakan salah satu negara dengan risiko bencana yang cukup tinggi. Bencana banjir merupakan salah satu bencana yang seringkali melanda berbagai wilayah di Indonesia. Umumnya banjir dapat disebabkan oleh tingginya intensitas curah hujan, rendahnya kemampuan infiltrasi tanah, dan sejenisnya. Kota Bandung termasuk salah satu wilayah yang seringkali dilanda bencana banjir. Salah satu wilayah di Kota Bandung yang rawan terhadap banjir adalah Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui faktor dominan penyebab banjir dan merumuskan strategi terkait penanggulangan bencana banjir di Kelurahan Rancabolang. Penelitian ini menggunakan metode gabungan dengan teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Metode analisis yang digunakan dalam mengolah data penelitian adalah analisis regresi linier berganda untuk mengetahui faktor dominan penyebab banjir dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi penanggulangan bencana banjir di Kelurahan Rancabolang. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, diketahui bahwa faktor yang berpengaruh terhadap tinggi genangan adalah faktor intensitas curah hujan, peresapan air, sungai, dan bangunan pengendali banjir dengan faktor dominan berupa permasalahan pada bangunan pengendali banjir. Hasil rumusan SWOT dalam merumuskan strategi alternatif penanggulangan bencana banjir di Kelurahan Rancabolang adalah dengan meningkatkan dan mengoptimalkan kualitas, kuantitas serta pemeliharaan pada bangunan pengendali banjir, meningkatkan monitoring dan evaluasi terkait sistem pengaliran, dan melakukan program-program lain yang terkait dengan upaya peresapan air.
Strategi Pengentasan Kemiskinan di Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar Gigih Pilihanto; Ivan Chofyan
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i1.6210

Abstract

Abstract. Villages are areas whose activities are dominated by agriculture, so they usually have quite a lot of natural resources. However, the magnitude of this potential has not been able to overcome the problem of poverty. It is the same with Kemuning Village which has various advantages, as it is known as a tourist village. In addition, Kemuning Village was also designated as a pilot project for the implementation of the smart village nusantara concept, with the application of the concept Kemuning Village was able to win the 2021 BCA Desa Wisata Award. However, these advantages have not been able to help solve the problem of poverty. So this research was conducted to identify the factors that influence poverty in Kemuning Village, as well as develop appropriate strategies for poverty alleviation. The analytical method used is multiple regression analysis to find out what factors influence income, SWOT analysis to determine the internal and external factors owned by Kemuning Village in poverty alleviation, and QSPM analysis used to determine the priority of the strategy to be implemented. The results obtained from multiple linear regression analysis are known that health does not have a significant effect on income, while accessibility has a positive effect on income, and vulnerability and powerlessness have a negative effect on income. SWOT analysis shows that Kemuning Village is in quadrant 4, which is a strategy that uses strength to face challenges. Meanwhile, based on the results of the QSPM analysis, it is known that the first priority of the strategy that must be carried out is to hold skills training and add reading materials about skills to the PaDi (Digital Library) in the smart village nusantara. Abstrak. Desa merupakan wilayah yang kegiatannya didominasi oleh pertanian, sehingga biasanya memiliki sumber daya alam yang cukup banyak. Akan tetapi potensi tersebut belum bisa mengatasi permasalahan kemiskinan. Sama halnya dengan Desa Kemuning yang mana memiliki berbagai potensi, seperti dikenal sebagai desa wisata. Selain itu Desa Kemuning juga ditetapkan sebagai pilot project penerapan konsep smart village nusantara, yang mana dengan penerapan konsep tersebut Desa Kemuning mampu memenangkan penghargaan BCA Desa Wisata Award 2021. Akan tetapi keunggulan tersebut belum bisa membantu menyelesaikan permasalahan kemiskinan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi factor-faktor apa saja yang memengaruhi kemiskinan di Desa Kemuning, serta menyusun strategi yang tepat untuk pengentasan kemiskinan. Metode analisis yang digunakan yakni analisis regresi berganda untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap pendapatan, analisis SWOT untuk mengetahui factor internal dan eksternal yang dimiliki Desa Kemuning dalam pengentasan kemiskinan, dan analisis QSPM yang digunakan untuk menentukan prioritas strategi yang akan dilaksanakan. Hasil penelitian yang didapat dari analisis regresi linier berganda yakni diketahui bahwa kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, sedangkan aksesibilitas berpengaruh positif terhadap pendapatan, dan kerentanan serta ketidakberdayaan berpengaruh negatif terhadap pendapatan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa Desa Kemuning berada pada kuadran 4 yakni strategi yang menggunakan kekuatan untuk menghadapi tantangan. Sedangkan berdasarkan hasil analisis QSPM diketahui prioritas pertama yang harus dilakukan yakni mengadakan pelatihan keterampilan dan menambahkan bahan bacaan tentang keterampilan pada PaDi (Perpustakaan Digital) di smart village nusantara.
Kepuasan Wisatawan terhadap Kawasan Hutan Mangrove Sebagai Destinasi Wisata Baru Akhmad Ichsan Bahri; Ivan Chofyan
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.7568

Abstract

Abstract. Mangrove tourism in Central Bangka Regency is a new tourist attraction in the province of Bangka Belitung. Good tourism is tourism that is able to provide satisfaction, comfort and safety for its users. Even though tourists are actually satisfied, there is hope that tourists want for tourist objects to be better. This is done in order to meet the expectations of visitors to mangrove tourism. This study aims to measure the level of tourist satisfaction with the mangrove forest area in Kurau Village, Koba District, Central Bangka Regency. The analytical method used is Import and Performance Analysis (IPA) and qualitative descriptive analysis. Primary data was obtained through field observations, interviews and questionnaires from 100 respondents. The results of the IPA analysis show that the level of agreement between tourists' expectations and ratings ranges from 77.78% - 83.93%. Tourist perceptions tend to be lower than their expectations. The results of this study emphasize the need for improvements and enhancements to the attributes that are a top priority for tourists. The recommendations put forward include improving the condition of mangrove forests, paying attention to traffic signs, ensuring the accessibility of adequate telecommunications signals, providing bridge facilities, maintaining the cleanliness and quality of toilets, and providing adequate electricity and security posts. The government also needs to maintain and improve performance indicators that are considered good by tourists, as well as encourage visitor participation in maintaining the cleanliness and orderliness of tourist objects. It is hoped that the results of this study can encourage continuous improvement and improvement to increase tourist satisfaction with the mangrove forest area in Kurau Village as an attractive tourist destination. Abstrak. Wisata mangrove di Kabupeten Bangka Tengah merupakan salah satu objek wisata baru di provinsi di Bangka Belitung .Wisata yang baik adalah wisata yang mampu memberikan kepuasan, kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya. Walaupun sebenernya wisatawan sudah puas tapi ada harapan yang diinginkan oleh wisatawan terhadap objek wisata untuk menjadi lebih baik. Hal ini dilakukan agar memenuhi harapan pengunjung terhadap wisata mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan wisatawan terhadap kawasan hutan mangrove di Desa Kurau, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah. Metode analisis yang digunakan adalah Importand Performance Analysis (IPA) dan analisis deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan kuisioner dari 100 responden. Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian antara harapan dan penilaian wisatawan berkisar antara 77.78% - 83.93%. Persepsi wisatawan cenderung lebih rendah daripada harapan mereka. Hasil penelitian ini menekankan perlunya perbaikan dan peningkatan pada atribut-atribut yang menjadi prioritas utama bagi wisatawan. Rekomendasi yang diajukan meliputi perbaikan kondisi hutan mangrove, pemerhatian terhadap rambu lalu lintas, memastikan aksesibilitas sinyal telekomunikasi yang memadai, penyediaan fasilitas jembatan, menjaga kebersihan dan kualitas toilet, serta menyediakan fasilitas listrik dan pos keamanan yang memadai. Pemerintah juga perlu mempertahankan dan meningkatkan kinerja indikator-indikator yang dinilai baik oleh wisatawan, serta mendorong partisipasi pengunjung dalam menjaga kebersihan dan ketertiban objek wisata. Diharapkan hasil penelitian ini dapat mendorong perbaikan dan peningkatan berkelanjutan untuk meningkatkan kepuasan wisatawan terhadap kawasan hutan mangrove di Desa Kurau sebagai destinasi wisata yang menarik.
Strategi Pengembangan Agribisnis Manggis di Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta Ardelia Salwa Pratiwi; Ivan Chofyan
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8145

Abstract

Abstract.Mangosteen (Garcinia Mangostana L) is one of the leading commodities in Purwakarta District and has been recognized by the Decree of the Minister of Agriculture Number 571/KPTS/SR.120/9/2006 which states that the mangosteen fruit of Purwakarta Regency is recognized as a superior variety called Manggis Wanayasa. Kiarapedes sub-district is one of the mangosteen-producing sub-districts in Purwakarta District, which has a large potential area for developing mangosteen. In Kiarapedes sub-district, there is also mangosteen agricultural land belonging to the Food and Agriculture Service of Purwakarta District as an integrated demonstration garden. The potential possessed by Kiarapedes Sub-district has not been utilized optimally because there are still farmers who do not understand the importance of regulations and there is no advanced processing industry for mangosteen. Therefore, the purpose of this research is to determine the condition of the mangosteen commodity agribusiness in Kiarapedes Sub-district and to formulate strategies that can be implemented to support the development of mangosteen commodities in Kiarapedes Sub-district. The approach method of this research is descriptive quantitative, and the analytical method used is descriptive statistical analysis and SWOT analysis. From the results of the analysis of the condition of mangosteen agribusiness in Kiarapedes District, there are 8 internal factors, namely 4 strengths and 4 weaknesses, and 5 external factors, namely 3 opportunities and 2 threats. The mangosteen agribusiness development strategy in Kiarapedes Sub-district, especially in on farm agribusiness are in quadrant I, which is in a favorable situation, so the strategy that needs to be implemented is aggressive growth. Abstrak. Manggis (Garcinia Mangostana L) merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Purwakarta dan telah diakui dengan adanya Keputusan Menteri Pertanian Nomor 571/KPTS/SR.120/9/2006 yang menyatakan bahwa buah manggis Kabupaten Purwakarta diakui sebagai varietas unggul yang disebut dengan Manggis Wanayasa. Kecamatan Kiarapedes merupakan salah satu kecamatan penghasil manggis di Kabupaten Purwakarta yang memiliki luas areal potensi pengembangan manggis yang masih luas, di kecamatan Kiarapedes juga terdapat lahan pertanian manggis milik Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta sebagai kebun percontohan terpadu. Potensi yang dimiliki oleh Kecamatan Kiarapedes tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena masih adanya perilaku petani yang belum mengerti pentingnya regulasi dan belum adanya industri pengolahan lanjutan manggis. Maka dari itu tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi agribisnis komoditas manggis di Kecamatan Kiarapedes dan merumuskan strategi yang dapat dilakukan untuk mendukung pengembangan agrbisnis manggis di Kecamatan Kiarapedes. Metode pendekatan dari penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dan metode analisis yang digunakan yaitu analisis statistika deskriptif dan analisis SWOT. Dari hasil analisis kondisi agribisnis manggis di Kecamatan Kiarapedes memiliki 8 faktor internal yaitu 4 kekuatan dan 4 kelemahan, serta 5 faktor eksternal yaitu 3 peluang dan 2 ancaman. Strategi pengembangan agribisnis manggis di Kecamatan Kiarapedes khususnya pada subsistem usahatani berada pada kuadran I, yaitu berada pada situasi yang menguntungkan, sehingga strategi yang perlu diterapkan yaitu pertumbuhan agresif.