Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

TELAAH METAFISIK UPACARA KASADA, MITOS DAN KEARIFAN HIDUP DALAM MASYARAKAT TENGGER Anas, Mohamad
KALAM Vol 7 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v7i1.367

Abstract

Dalam upaya mencari dimensi yang paling hakiki, manusia tidak boleh hanya berkutat pada level empiris dan apriori semata. Manusia harus melakukan perenungan dengan melepaskan diri dari segala sesuatu yang bersifat empiris dan apriori untuk menemukan prinsip utama. Tulisan ini menganalisis dimensi metafisik upacara kasada. Hasil kajian menunjukkan bahwa refleksi metafisik mampu ‘mengatasi’ realitas yang nampak, yang seakan-akan “sesungguhnya” namun pada kenyataanya ‘menipu’. Kepalsuan ini tanpa disadari masuk ke dalam ranah ideologis dan membuat manusia tak mampu keluar dari sakralisasi ruang, waktu dan tempat yang mewarnai ritual upacara Kasada. Bertitik tolak dari penemuan ini, pelacakan dimensi metafisik dilanjutkan untuk menemukan eksistensi dan makna dari sebuah simbol-simbol dan mitos. Pelacakan ini pada akhirnya memberi kesimpulan bahwa dimensi metafisik dalam upacara Kasada masyarakat Tengger pada hakekatnya adalah miniatur dari kehidupan semua.
MENYINGKAP TUHAN DALAM RUANG ‘LOCAL WISDOM’: Upaya Merumuskan Filsafat Ketuhanan Kontemporer Anas, Mohamad
KALAM Vol 6 No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v6i2.412

Abstract

Diskursus tentang Tuhan semestinya harus dilihat dalam sejarah peradaban manusia secara utuh, tidak parsial dan sepotong-potong, dan tidak juga hanya dalam perspektif Barat atau Timur saja. Sebuah peradaban yang mempersempit ruang gerak penalaran yang bersifat instrumental akan menalar Tuhan dengan cara yang sama. Implikasinya, terjadi nihilisme, absurditas, dan bahkan ateisme atas keberadaan Tuhan. Artikel ini membahas tentang konsep ketuhanan dalam ruang lokal wisdom dengan pendekatan filosofis. Dalam pemahaman ‘local wisdom’, menalar Tuhan bukan hanya sekedar menalar an sich dengan membiarkan rasio berjalan sendirian. Ia harus dibarengi dengan potensi-potensi lain seperti rasa, zauq, emosi dan seterusnya, sehingga dalam proses penalarannya berjalan dengan seimbang. Hal ini sebagaimana yang nampak dalam ajaran ketuhanan masyarakat Jawa yang bisa dikategorikan sebagai monoteistik kultural. Penalaran terhadap Tuhan hanya mungkin dan bisa dilakukan jika dalam proses penalaran tersebut manusia melibatkan segala potensi, ruang rasio, ruang zauq, ruang emosi, secara berkelindan dan terkait, serta menyadari lokalitas dan historisitas keberadaan manusia itu sendiri.
Disruption and Incommensurability Among Thomas S. Kuhn’s Paradigms Anas, Mohamad
KALAM Vol 15 No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v15i1.7380

Abstract

This paper specifically looks at the implications of Thomas S. Kuhn's ideas regarding the distinction between context of justification and context of discovery in the emergence of science. Kuhn's thesis is that science is not only formed from the context of justification, but the context of discovery (history) must also be considered. The method of research is an in-depth interpretation towards the relevance text to the research and then the author applies analytical method to examine certain terms objectively. The author also applies historical method to see the historical aspects of a thought and finally applies the heuristic method to obtain the novelty of a work. The results of the study indicate that by considering the context of invention of science, Kuhn is in fact trapped in an epistemological relativism. Kuhn's main weakness is the absolute and extreme discontinuity among competing paradigms due to his main idea of the incommensurability paradigm, that is, it is impossible to compare one paradigm to another. In this short article the author mutually analyses Kuhn's ideas with critical method. Finally, the author notes that special nature of such paradigms socially and culturally does not create a relative gap necessarily. However, it should be a capital of conversation and dialogue across cultures and civilizations.
Pendampingan Optimalisasi Potensi melalui Pelatihan Pembuatan Infografis berbasis Nilai-Nilai Inklusif bagi Komunitas Perdamaian Kota Malang Anas, Mohamad; Saraswati, Destriana; Hakim, M. Lukman; Adyan, Yusril
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 9 No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v9i3.26366

Abstract

Pengabdian masyarakat ini mengajak para pemuda dalam meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila berwawasan kebangsaan, digabungkan dengan usaha untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara optimal. Infografis berbasis nilai-nilai inklusif menjadi alternatif untuk menjawab gejolak eksklusif dan disintegrasi yang dewasa ini dialami bangsa Indonesia khususnya di media sosial. Infografis berbasis nilai-nilai inklusif berusaha memberikan penyadaran pentingnya perdamaian, infografis sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan inklusif pada masyarakat. Pengabdian masyarakat diwujudkan melalui kegiatan pelatihan pembuatan infografis berbasis nilai-nilai inklusif yang bekerja sama dengan narasumber yang ahli di bidangnya. Pelatihan pembuatan infografis berbasis nilai-nilai inklusif bertujuan untuk (1) memberikan edukasi kepada pemuda mengenai pentingnya wawasan kebangsaaan berbasis nilai-nilai inklusif di tengah gejolak eksklusif dan disentegrasi; (2) memberikan program pelatihan kepada pemuda untuk membuat infografis; (3) mendorong kesadaran pemuda mengenai pentingnya nilai-nilai inklusif; dan (4) mendorong terbentuknya masyarakat madani yang kritis terhadap realita yang dihadapi bangsa. Pelatihan ini dilakukan dengan melibatkan pemuda aktivis pegiat komunitas perdamaian sebagai khalayak sasaran. Pendekatan partisipatif dan interactive learning dirancang untuk memudahkan peserta dalam memperoleh materi. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan pelatihan pembuatan infografis ini dilakukan melalui beberapa tahap, yakni analisis situasi, pelaksanaan kegiatan, refleksi dan rekomendasi.
Pelatihan Melaksanakan PTK untuk Guru MI Fathul Umum di Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi Sufia, Rohana; Anas, Mohamad; Sulaiman, Mochamad
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAI Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/khidmatuna.v1i1.341

Abstract

Program pengabdiaan masyarakat atau PkM merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh dosen (peneliti). Pelatihan melaksanakan penelitian tindakan kelas dengan mitra MI Fathul Ulum menjadi salah satu wahana atas kurangnya kesadaran guru terkait dengan peningkatan kompetensinya pada sekolah mitra. Kegiatan PkM ini terbagi dalam tiga fase atau tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan terakhir evaluasi dengan pendekatan participatory action research (PAR). PAR memiliki kelebihan sebagai jenis pendekatan atau metode PkM ini karena PAR bersifat saling menguntungkan dengan memecahkan masalah yang paling mendesak di sekolah mitra yaitu permasalahan terkait pembelajaran. Setelah kegiatan PkM ini selesai, tidak hanya peneliti yang memperoleh manfaat tetapi pihak-pihak lain juga memperoleh manfaat, yaitu; sekolah mitra, guru, dan siswa.  
Ibn Qutaibah Al-Dinawari dan Kontribusinya dalam Bidang Hadis Anas, Mohamad
Nabawi: Journal of Hadith Studies Vol 2, No 1 (2021): Nabawi: Journal of Hadith Studies
Publisher : LP2M Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.297 KB) | DOI: 10.55987/njhs.v2i1.43

Abstract

Abad kedua dan ketiga hijriah bisa disebut sebagai masa keemasan dalam perkembangan ilmu hadis. Banyak ulama hadis lahir dan hidup di masa ini, di antaranya, al-Bukhārī (194-256/810-870), Muslim al-Qushairī al-Naisāburī (206-261/810-875, Ibn Mājah (209-273/824-887), Abu Dāwud (202-275/817-889), Al-Tirmidhī (220-279/835-893), dan Al-Nasā’ī (215-303/830-915.). Selain nama-nama yang telah popular ini, ada satu nama yang patut diperhitungkan kontribusinya dalam bidaang ilmu hadis, yaitu Ibnu Qutaibah  al-Dinawari.Tulisan ini hendak memaparkan data-data yang menyangkut Ibn Qutaibah, sekaligus mengulas karya-karya intelektualnya. Pendekatan fenomenologi akan diimplementasikan dalam penelitian ini, yang secara obyektif akan dijadikan sebagai pijakan dalam memaparkan sosok Ibn Qutaibah. Hal ini mencakup biografi, latar belakang pendidikan, dan setting sosial-kultural yang melingkupi kehidupannya serta perkembangan intelektualnya, dengan menelaah karya-karyanya. Pandangan para ulama tentang Ibn Qutaibah, juga akan dipaparkan, sehingga akan diketahui secara utuh dan menyeluruh, serta pada gilirannya akan mampu memberikan motivasi bagi generasi masa kini.
Walimah dalam Perspektif Hadis: Telaah Kritis Hadis Koleksi Abu Dawud Nomor Indeks: 3742 Anas, Mohamad
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 13 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v13i1.416

Abstract

Bentuk syukur yang diekspresikan oleh manusia akan berbeda-beda dengan berbagai kenikmatan yang diperolehnya, ada yang hanya mengucapkan hamdalah, ada yang bereksperi dengan sujud syukur, ada juga berbentuk “syukuran” acara makan-makan. Ditemukan pada kalangan masyarakat sekitar mengadakan “syukuran” identik dengan jamuan makanan, acara makan-makan dalam rangka bersyukur ini dikenal dengan nama acara walimah, prakteknya terkadang menyelengaran dengan besar-besaran, menyelengaran dengan glamor bahkan mengundang dengan jumlah kuantitas di atas rata-rata. Kiranya dipandang perlu ketika praktik pada masyarakat ditinjau ulang dengan merujuk pada praktek keagamaan, praktek rasul dan sahabatnya dalam rangka acara walimah, oleh sebab itu telaah kritis akan hadis walimah dilakukan oleh peneliti agar dapat memahami secara update pada saat Rasul dan sahabatnya dengan masyarakat kekiniaan, menjawab permasalahan tersebut yang diteliti dalam penelitian ini adalah, 1) Bagaimana nilai hadis tentang makanan walimah dalam sunan Abu Dawud 2) Bagaimana sikap yang dianjurkan oleh Nabi dalam menyikapi undangan walimah. Penelitian ini berbasis data kepustakaan dengan meneliti kualitas data yang ada serta melakukan pendekatan historis untuk melihat variabel terkait yang mewarnai dan mempegaruhi pemaknaan hadis dengan mengkaitkan kontekstualitas masyarakat saat ini. Peneliti menemukan, 1) Hadis yang mula-mula berstatus mursal sahabi, menjadi marfu' dengan ditemukan mutabi' lain dari jalur Muslim sehingga dapat diberlakukan setara dengan hadis marfu' itu sendiri, sedangkan kualitas sanadnya berstatus sahih. Kandungan matan tidak ditemukan unsur shad dan 'illat, sehingga hadisnya tetap berkualitas sahih dan dapat dipakai sebagai hujjah. Kondisi sanad dan matan yang sahih menunjukkan keberadaan hadis ini maqbul sebagai hujjah dan ma'mulun bihi. 2) Ketika mengadakan acara walimah disesuaikan dengan kondisi penyelenggara walimah, sebagai penghapus sikap diskriminatif antar golongan berada dengan golongan tidak ada, ta'aruf (saling kenal) antar warga sehingga interaksi sosial semakin solid, mempererat tali silaturrahim atau kerukunan bertetangga yang akhirnya menunjukkan tumbuh berkembangnya kekuatan sosial islami dan stabilitas sosial antar keluarga, warga dan teman seprofesi tetap terjaga.