Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA PASIEN RAWAT INAP TENTANG DEMAM BERDARAH DENGUE Lahagu, Adi Helmi Beni; Zega, Agustinus; Nadeak, Yosafat Wijaksana; Pangemanan, Alice; Silitonga, Ester
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.12542

Abstract

The Dengue fever, which is spread by the Aedes aegypti mosquito, causes Dengue Hemorrhagic Fever, an infectious disease. It is very dangerous if not handled right away, as it can lead to death. Dengue fever is still prevalent in a private hospital in Balikpapan. According to hospital data, there were 234 cases of dengue fever between November 2018 and February 2019. The aim of this study is to determine the level of family awareness about DHF among inpatients in a private hospital in Balikpapan. The sampling methodology used in this analysis was purposive sampling with a quantitative descriptive procedure and a cross-sectional approach. The sample size for this analysis was 50 people. The instrument used was a questionnaire about DHF management and control established by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2018). Univariate analysis was used to analyze the results. The age group of 26 years to 35 years was dominated by 48% of respondents, female gender 58 percent, education level of most high school students was 48%, job status was mostly self-employed (28%), and the relationship between respondents and patients was mostly biological mothers, according to the findings (52%). The findings of this study show the patient's family's level of awareness about DHF is moderate (50%t). These findings suggest that families also need dengue information in order to avoid the disease early. Keywords: Dengue Fever; Family; Knowledge Level AbstrakDemam Berdarah Dengue adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti, sangat berbahaya jika tidak ditangani segera karena dapat menyebabkan kematian. Angka kejadian DBD di satu rumah sakit swasta di Balikpapan masih tergolong tinggi. Data yang diperoleh dari Rumah Sakit tersebut dari bulan November 2018 – Februari 2019 angka kejadian DBD mencapai 234 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan keluarga pasien rawat inap tentang DBD di satu rumah sakit swasta di Balikpapan Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner yang dikembangkan dari (Kementerian Kesehatan RI, 2018) mengenai penatalaksanaan dan pengendalian DBD. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden di dominasi usia rentang 26 tahun – 35 tahun 48%, jenis kelamin perempuan 58%, tingkat pendidikan sebagian besar SMA/sederajat 48%, status pekerjaan sebagian besar wiraswasta (28%) dan hubungan responden dengan pasien sebagian besar ibu kandung (52%). Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan keluarga pasien  tentang DBD mayoritas adalah cukup (50%). Hasil ini menunjukkan bahwa keluarga masih membutuhkan informasi tentang DBD dalam rangka melakukan pencegahan dini DBD. 
GAMBARAN KUALITAS HIDUP HOLISTIK PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI SATU RUMAH SAKIT SWASTA DI INDONESIA [DESCRIPTION OF HOLISTIC QUALITY OF LIFE OF BREAST CANCER PATIENTS THROUGH CHEMOTHERAPY IN A PRIVATE HOSPITAL IN INDONESIA] Windy Sapta Handayani Zega; Alice Pangemanan
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v8i2.3104

Abstract

Breast cancer is one of the leading causes of death among women. Worldwide data Cancer Observatory 2018 from the World Health Organization (WHO) shows the most common cases in Asia is breast cancer, which is 58,256 cases or 16,7 of the 348,809 cancer cases. Kemenkes, 2019 said that the number of breast cancer cases have reached 17 people of 100 thousand of population. One of the treatments is chemotherapy. But chemotherapy can affect quality of life of a patient includes physical, psychological and spiritual aspects. The research aims to identify the quality of life of the breast cancer patient who undergo chemotherapy in descriptive qualitative design. Research data has been analyzed with a thematical analyzed. Research has been approved through Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN). The result of research have found five themes that reflect the quality of holistic life of breast cancer patient, whic is 1) Physical disorder; 2) Psychological Aspect; 3) Hope; 4) Acceptance; 5) Support System. The number of samples were examined four people. Research was conducted on 6 September until 11 September 2016 in a Private Hospital In West Indonesia. Recommendations to researchers further the use of the number of participants in order to gain more in-depth experience from various participants.BAHASA INDONESIA Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian utama di kalangan perempuan. Data Global Cancer Observatory 2018 dari World Health Organization (WHO) menunjukkan kasus kanker yang paling banyak terjadi di Asia adalah kanker payudara, yakni 58.256 kasus atau 16,7 dari total 348.809 kasus kanker. Kemenkes, 2019 menyatakan angka kanker payudara di Indonesia telah mencapai 17 orang per 100 ribu penduduk. Salah satu pengobatan yang dapat dilakukan adalah kemoterapi. Kemoterapi dapat berpengaruh pada kualitas hidup pasien yang meliputi aspek fisik, psikologis, psikososial dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas hidup pasien kanker payudara yang menjalani pengobatan kemoterapi dengan menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data penelitian telah dianalisis dengan pendekatan tematikal. Penelitian telah melalui kaji etik/ ethical approval dari Mochtar Riady Institude for Nanotechnology (MRIN). Hasil penelitian mendapatkan terdapat lima tema yang menjadi gambaran kualitas hidup holistik pasien kanker payudara, yaitu 1) Gangguan fisik; 2) Ketidaknyamanan psikologis; 3) Harapan; 4) Acceptance; dan 5) Support system. Jumlah sampel yang diteliti adalah sebanyak empat orang. Penelitian telah dilakukan pada tanggal 06 September sampai 11 September 2016 di Satu Rumah Sakit Swasta Di Indonesia. Rekomendasi kepada peneliti selanjutnya penggunaan jumlah partisipan lebih dari empat orang agar mendapatkan pengalaman yang lebih mendalam dari berbagai pasrtisipan. 
POSTOPERATIVE PAIN MANAGEMENT IN A PRIVATE HOSPITAL IN CENTRAL INDONESIA Frily Olivia Leleh; Nikita Maola; Alice Yvonne Yovita Pangemanan; Tirolyn Panjaitan
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v10i1.5184

Abstract

Postoperative patients' most prevalent and expected complaint is pain. The pain might interfere with patients' daily activities and, if left untreated, can lead to neurogenic shock. The involvement of nurses in pain management for postoperative patients is critical, both independently and collaboratively, via pharmaceutical and non-pharmacological therapy. The goal of this study was to determine how pain was managed in postoperative patients in a private hospital in Central Indonesia. In this study, a quantitative descriptive method was applied, and a total of 137 documents were gathered from January to March 2018 utilizing a total sample technique in May 2018. According to the findings of the study, 114 patients (83.2 %) reported mild pain, 17 patients (12.4 %) reported moderate pain, 6 patients (4.4 %) reported no discomfort, and no one reported severe pain. It also revealed that 72 patients (53%) received a combination of pharmacology and non-pharmacology pain therapy, 54 patients (39%) received pharmacological pain management, and the remaining four patients (3%) received nonpharmacological pain management. Nurses were found to use a combination of both therapies more than either pharmacological or nonpharmacological treatment alone.
Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Pada Siswa Sekolah Dasar Di Wilayah Binong Dan Kelapa Dua Alice Pangemanan; Jessie Yunus; Ronald Roringpandey
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.132 KB)

Abstract

Insiden penularan penyakit akibat kelalaian dalam melakukan perilaku hidup sehat dan kontak langsung maupun tidak langsung dengan individu yang telah terinfeksi patogen semakin meningkat. Salah satu penyakit menular yang paling sering diderita oleh masyarakat adalah penyakit infeksi saluran pernapasan atas, dan laporan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menunjukkan bahwa angka kejadian paling tinggi terjadi pada anak usia <14 tahun, dengan persentase tertinggi pada usia balita (1-4 tahun), yaitu sebesar 25.8%, usia bayi (<1 tahun) 22%, dan usia sekolah (5-14 tahun) sebesar 15.4%. Manifestasi klinis yang ditimbulkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang, dan bahkan menjadi penyebab paling sering ketidakhadiran seseorang di sekolah maupun di tempat kerja. Perilaku hidup sehat, misalnya melakukan etika batuk dan mencuci tangan dengan cara yang benar, dapat memutuskan rantai penyebaran infeksi. Sebagai upaya untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, maka dosen dan mahasiswa fakultas keperawatan Universitas Pelita Harapan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kepada siswa sekolah dasar di wilayah Binong dan Kelapa Dua selama dua minggu. Jumlah peserta yang terdaftar adalah 226 siswa, namun hanya 211 siswa (93.36%) yang mengikuti penyuluhan kesehatan, dengan jumlah peserta berjenis kelamin perempuan sebanyak 112 orang (53%) dan laki-laki sebanyak 99 orang (47%). Penyuluhan dilakukan dengan berbagai metode, seperti drama singkat, pemberian materi dan demonstrasi menggunakan lagu dan gerakan yang menyenangkan bagi para siswa. Sebanyak 95% peserta aktif dalam mengajukan dan merespon pertanyaan, serta 100% peserta dapat mendemonstrasikan etika batuk dan mencuci tangan dengan benar. Pihak sekolah kemudian memberikan rekomendasi agar program penyuluhan dapat diadakan secara rutin.
WEBINAR VAKSINASI, SKRINING, DAN TATANAN KEBIASAAN BARU SETELAH VAKSIN COVID-19 Ballsy Cicilia Albertina Pangkey; Lia Kartika; Stevent Sumantri; Alice Yvone Pangemanan; Marini Indrya Purwani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1546

Abstract

Covid-19 menjadi bagian dari sejarah masyarakat Indonesia. Kehadirannya melumpuhkan perekonomian dunia dan mengubah tatanan hidup normal masyarakat yang meliputi aktivitas sosial, keagamaan dan pendidikan. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan termasuk vaksinasi Covid-19 yang menjadi harapan baru untuk masyarakat dapat kembali melakukan aktivitas secara normal. Staf pendidik telah menjadi sasaran prioritas kedua dari pemerintah dalam upaya pemberian vaksinasi ini, akan tetapi informasi tentang Covid-19 semakin berkembang dan bervariasi setiap harinya sehingga memicu kebingungan dan keraguan untuk memercayai antara fakta atau asumsi yang ada. Staf pendidik Sekolah Dian Harapan di seluruh Indonesia memandang perlu untuk mendapatkan informasi langsung dari pakar kesehatan agar dapat memberikan edukasi yang tepat kepada orang tua dan siswa didiknya. Informasi diberikan melalui webinar kesehatan, dengan harapan staf pendidik dapat memperoleh informasi dan pengetahuan yang akuntabel. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman staf pendidik tentang vaksinasi, skrining, dan tatanan kebiasaan baru setelah vaksin Covid-19. Metode: Menggunakan metode penyuluhan dengan ceramah dan demonstrasi secara daring melalui aplikasi zoom. Sebelum dan setelah webinar peserta diuji pengetahuannya dengan mengisi pre-test dan post-test terkait topik dalam webinar. Hasil: Hasil analisis pada pre-test ditemukan nilai rata-rata peserta yaitu 30%, sedangkan pada post-test ditemukan nilai rata-rata peserta yaitu 60%.
STUDI DOKUMENTASI PADA KASUS PASIEN YANG MENINGGAL DENGAN COVID-19 DI RUANG INTENSIVE RUMAH SAKIT X [DOCUMENT ANALYSIS OF THE CASES OF PATIENTS WHO DIED FROM COVID-19 IN THE INTENSIVE CARE UNIT OF HOSPITAL X] Meliza Yuliana; Siti Nurbaity; Alice Pangemanan; Anthina Luturmas
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v11i1.6949

Abstract

Coronavirus-2019 is an infectious disease caused by SARS-CoV-2 and has been a pandemic for four years. Various patient characteristics are risk factors for the severity of the condition and increased mortality in patients with COVID-19. Research objectives: This study aims to describe the cases of patients who died from COVID-19 in the intensive care unit at Hospital X in Tangerang. A retrospective, quantitative descriptive design with a document analysis was carried out in this study. 81 medical records were selected using the purposive sampling method and analysed from January to October 2021. This study showed that an age >65 years was the most common age for a total of 32 (39.5%) patients. Furthermore, most of the respondents were male patients for a total of 51 (63%). There were 54 (66.7%) patients with severe symptoms, and 76 (93.8%) patients using ventilators. Hypertension and diabetes were the most common comorbidities, found among 14 (17.3%) patients. The results of respiratory acidosis was the most common condition in 33 (40.7%) patients. In addition, 58 (71.6%) patients detected pneumonia on chest CT scan. 75 (92.5%) patients had a D-dimer >1.0, 53 (63.4%) patients had a CRP >200, and 54 (66.7%) patients had a PCT <0.5. Conclusion: It is necessary to conduct research on the relationship between the characteristics of patients who died with COVID-19. BAHASA INDONESIA ABSTRAK Coronavirus-2019 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 dan menjadi pandemic selama empat tahun. Berbagai karakteristik pasien menjadi faktor risiko keparahan kondisi dan peningkatan angka mortalitas pada pasien dengan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kasus pasien yang meninggal dengan COVID-19 di ruang intensif rumah sakit X di Tangerang. Desain retrospektif deskriptif kuantitatif dengan studi dokumentasi dilakukan dalam penelitian ini. 81 rekam medis dipilih dengan metode purposive sampling dan dianalisis pada bulan Januari – Oktober 2021. Penelitian ini menunjukkan bahwa usia >65 tahun adalah usia terbanyak, yaitu sebanyak 32 (39.5%) pasien, dengan dominasi pasien laki-laki sebanyak 51 (63%) orang, dengan gejala berat sebanyak 54 (66.7%) pasien, serta sebanyak 76 (93.8%)  pasien menggunakan ventilator. Hipertensi dan diabetes merupakan komorbid terbanyak, yaitu 14 (17.3%) pasien, dengan hasil asidosis respiratorik sebagai kondisi terbanyak, yaitu 33 (40.7%) pasien, gambaran pneumonia sebanyak 58 (71.6%) pasien pada pemeriksaan CT-scan thorax, 75 (92.5%) pasien dengan nilai D-dimer >1.0, 53 (63.4%) pasien dengan nilai CRP >200, dan sebanyak 54 (66.7%) pasien dengan nilai PCT <0.5. Saran untuk penelitian selanjutnya, perlu dilakukan penelitian terkait hubungan antar karakteristik pasien yang meninggal dengan COVID-19.
Ibu Bahagia Generasi Sehat: ASI Eksklusif Joice Cathryne; Alice Pangemanan; Fiorentina Nova; Judheliena Judheliena; Adventina Delima Hutapea
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.10855

Abstract

ABSTRAK Air Susu Ibu merupakan nutrisi pertama yang wajib didapatkan oleh bayi yang baru lahir yang diproduksi oleh payudara ibu. ASI sangat bermanfaat bagi bayi dan Ibu sendiri. ASI wajib diberikan secara eksklusif sampai 6 bulan, tetapi pada kenyataannya banyak bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif dikarenakan bayi sulit menghisap, ibu merasa produksi ASI sedikit, puting susu lecet, pengaruh iklan susu formula, ibu sibuk bekerja dan tidak mendapat dukungan dari keluarga.  Bayi sangat memerlukan ASI eksklusif dari sang ibu untuk pertumbuhan dan perkembangannya, agar kelak dapat menjadi generasi sehat sebagai penerus bangsa. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan dan para ibu yang sedang hamil tentang pentingnya ASI eksklusif. PkM ini dilakukan pada hari Jumat 19 Mei 2023 dengan menggunakan metode kegiatan ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi dan redemonstrasi. Kegiatan ini menggunakan presentasi power point dan alat peraga sebagai media pembelajaran. Hasil yang didapatkan sebelum edukasi diberikan adalah 28.2 poin dan setelah diberikan edukasi meningkat menjadi 68.6 poin, sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan atau edukasi kesehatan memiliki peranan dalam meningkatkan pengetahuan seseorang. Kata Kunci: Asi Eksklusif, Ibu, Bayi Baru Lahir  ABSTRACT Mother’s milk is the first nutrient that must be obtained by to newborn and is produced by the mother’s breast. Breast milk is very beneficial for babies and mothers themselves. Exclusive breastfeeding must be given up to 6 months, but, many babies do not get exclusive breastfeeding because the baby has difficulty suckling, the mother feels that the milk production is low, the nipples are sore, the influence of formula milk advertisements, the mother is busy working and does not receive support from the family. Babies really need exclusive breastfeeding from their mothers for their growth and development, so that one day they can become a healthy generation as the nation’s successor. This educational activity increases the knowledge of mothers who have babies 0–6 months and mothers who are pregnant about the importance of exclusive breastfeeding. This PkM was carried out on Friday, May 19, 2023, using lectures, discussions, question and answer, demonstrations, and re-demonstration methods. This activity uses PowerPoint presentations and visual aids as learning media. The results obtained before education were 28.2, and they increased to 68.6 points after education. So, it can be concluded that education or health education has a role in increasing one's knowledge. Keywords: Breastfeeding, Mothers, Newborn
Ibu Bahagia Generasi Sehat: Pijat Oksitoksin Cathryne, Joice; Pangemanan, Alice; Nova, Fiorentina; Juhdeliena, Juhdeliena; Adolina, Masrida
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1963

Abstract

Semua ibu yang memiliki bayi dengan usia 0-6 bulan wajib memberikan ASI eksklusif, karena hanya ASI yang sesuai dengan kondisi saluran pencernaan bayi yang baru lahir sampai usianya 6 bulan. ASI adalah nutrisi utama untuk bayi yang banyak mengandung antibodi, dan zat-zat penting yang diperlukan oleh bayi untuk bertumbuh dan berkembang, namun banyak ibu yang tidak menyusui bayinya secara eksklusif dengan alasan jumlah produksi ASI sangat sedikit bahkan tidak keluar, kurang terpapar informasi dan tidak mendapat dukungan ketika menyusui, hal ini akhirnya membuat ibu berinisiatif tidak memberikan ASI eksklusif tetapi memberikan bayinya susu formula atau makanan padat agar bayinya kenyang. Ketika menyusui ibu memerlukan informasi, dukungan dan juga persiapan diri baik secara fisik, pikiran dan jiwa. Ibu yang bahagia akan memiliki ASI yang melimpah. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pijat oksitoksin yang dapat meningkatkan produksi ASI, kegiatan ini dihadiri oleh 24 ibu hamil beserta suaminya. Kegiatan ini dilakukan secara interaktif, terdiri dari pretest, posttest, pemaparan materi, demonstrasi pijat oksitoksin dan tanya jawab. Melalui kegiatan ini didapati adanya peningkatan rerata pengetahuan 39.2 poin. Pengetahuan yang meningkat diharapkan dapat mendorong para ibu untuk selalu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.
SIAP BERTINDAK: WEBINAR MEMPERDALAM PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA (FIRST AID) DI SMK NEGERI 1 SULUUN TARERAN MINAHASA SELATAN Pangkey, Ballsy Cicilia Albertina; Watania, Lani N.; Pangemanan, Alice Y. Y.; Tahulending, Peggy S.
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2280

Abstract

Pertolongan pertama pada kecelakaan (first aid) ialah pertolongan atau pengobatan awal yang diberikan pada seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mendadak atau cedera sebelum kedatangan tenaga medis atau sebelum diangkut ke rumah sakit. Kecelakaan dan cedera dapat terjadi dimana saja, termasuk di lingkungan sekolah. Dalam lingkungan sekolah siswa berpotensi terjadi kecelakaan karena lingkungan sekolah adalah lingkungan yang ramai sehingga insiden seperti cedera, terpeleset atau tersandung bisa terjadi. Pusat Studi G20 berinisiatif dan membuat satu program kerja yaitu pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dengan Tema ASEAN Matters: Epicentrum of Growth. Dalam program ini Pusat Studi G20 menetapkan Sulawesi Utara sebagai studi kasus dan priority region. Dalam upaya mendukung program tersebut maka kami tim PkM bermitra dengan SMK Negeri 1 Suluun Tareran. SMK ini memiliki tiga jurusan yaitu otomotif, teknik informatika, dan asisten keperawatan. SMK ini belum pernah mendapatkan edukasi tentang first aid, sehingga mereka sangat mengharapkan edukasi ini boleh dilakukan. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan siswa mengenai first aid. Metode: Webinar kesehatan dengan metode ceramah melalui aplikasi zoom. Webinar ini dilaksanakan pada bulan Maret 2024. Sebelum dan setelah edukasi siswa diuji pengetahuannya dengan mengisi pre-test dan post-test. Hasil: Hasil analisis pre-test menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 66,66, sedangkan post-test menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 80,00. Kesimpulan: Pengetahuan siswa tentang first aid mengalami peningkatan.
Indonesian Version of Blended Learning Satisfaction Scale: A Translation, Validation, and Reliability Study Lumbantoruan, Septa Meriana; Pangemanan, Alice Yvonne Yovita; Bureni, Abialbon Maharai; Hicha, Elvinazune Lisfareva; Sabatani, Elina Dewi
Jurnal Ners Vol. 20 No. 1 (2025): VOLUME 20 ISSUE 1 FEBRUARY 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v20i1.62044

Abstract

Introduction: Since COVID-19 2019 became a global pandemic, the blended learning method has gained popularity, including in nursing education. A valid and trustworthy questionnaire is required in Indonesia to measure blended learning satisfaction. The purpose of this study was to evaluate the psychometric properties of Indonesian BLSS, a validated tool from Taiwan, among nursing students. Methods: This study employed a cross-sectional design to assess the validity and reliability of BLSS. The sample included 231 first-year nursing students from a university in Indonesia. The splitting sample method was utilized for exploratory factor analysis (EFA) and confirmatory factor analysis (CFA). The BLSS was translated using forward and backward translation. Three experts validated the content, while EFA and CFA investigated the structural validity. Reliability was assessed using Cronbach’s alpha. Results: The content validity index (CVI) of BLSS was 0.975. The mean age of the respondents was 19.26 (0.05), with the majority being female (85.07%). In EFA, one factor was retained based on cumulative variance, a scree plot, and parallel analysis. The CFA also showed one factor as retained. The factor loading of each item was greater than 0.5 both in EFA and CFA. This instrument has an internal consistency of 0.955 according to Cronbach’s alpha. Conclusion: The Indonesian BLSS is good, based on CVI, EFA, CFA and internal consistency analysis, which were used to measure satisfaction with blended learning. By measuring satisfaction following blended learning using BLSS, we hope that the learning process can be regarded as satisfactory and improved among nursing students.