Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

MOTIVASI MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS PELITA HARAPAN TENTANG KEPUTUSAN MENJADI SUKARELAWAN COVID-19 Grace Solely Houghty; Ballsy C. A. Pangkey; Marianna Rebecca Gadis Tompunu
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v5i1.2068

Abstract

The Ministry of Education and Culture (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) invites final year students in health faculties to volunteer during the Covid-19 pandemic. The number of students in the nursing study program was 1084, and those who registered as volunteers were 174 (16.5%). As a humanitarian professional nurse, there should be many nursing students who have the motivation to volunteer and decide to volunteer. Based on this phenomenon, the researcher is interested in identifying student motivation regarding volunteering at the Pelita Harapan University Nursing Study Program. The research design used a cross-sectional survey research design. The instrument used was a functional model questionnaire from Clary translated by the back-translation method and tested for validity and reliability. The population was 174 nursing study program students who are volunteers. This sampling type is a total sampling of 137 students participating in the study with a response rate of 78.7%. The results showed that the motivation of students for volunteering is high. The highest motivation is in the protective component 78 people (56.93%). The majority of students stated that the motivation of the protective functional model, values, career (carrier), social (social), understanding (understanding), and improvement (enhancement) is in the very important range, very important, and important.
KAJIAN LITERATUR: PENGARUH TELENURSING TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN DENGAN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI CONTINUOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALYSIS (CAPD) [LITERATURE REVIEW: THE EFFECT OF TELENURSING ON THE QUALITY OF LIFE OF PATIENTS WITH CHRONIC KIDNEY DISEASE UNDERGOING CONTINUOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALYSIS (CAPD)] Ballsy Cicilia Albertina Pangkey; Fendy Yesayas; Fatima Ura Pabane
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v9i2.4926

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is one of the diseases associated with symptoms or disability that requires long-term management. One of the interventions that can be done in patients with CKD is Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). Self-care for patients with CKD requires optimal services for medical, social, mental, and emotional problems. Telenursing can be used as a process of providing management, coordination of care, and health services through information technology and telecommunications, so that patients’ problem related to treatment can be resolved and the quality of life of patients can be improved. The purpose of this study was to determine the effect of telenursing on the quality of life of patients with CKD undergoing CAPD. PICOT framework was utilized to find related journals. The data sources of this researchwere taken from the e-resources database of National Library of Indonesia, PubMed and Google Scholar and then selected using the PRISMA flow diagram to produce nine articles. Each article had been described and criticized in the form of a matrix table using a simplified approach method. Three themes then emerged from the analysis, namely the quality of life of CKD patients who were running CAPD was good, the quality of life of CKD patients who were running CAPD was better than patients who were undergoing hemodialysis, and the quality of life of CKD patients who were running CAPD by telenursing had increased. Telenursing can facilitate patient access in seeking health services and increase the effectiveness of patient time, so that the patient's quality of life can improve.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan salah satu penyakit yang berkaitan dengan gejala-gejala atau kecacatan yang membutuhkan penatalaksanaan jangka panjang. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan pada pasien dengan PGK adalah Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). Perawatan diri pada penderita PGK membutuhkan layanan yang optimal terhadap masalah-masalah yang bersifat medis, sosial, mental, dan emosional. Telenursing dapat dijadikan sebagai suatu proses pemberian manajemen, koordinasi asuhan, dan layanan kesehatan melalui teknologi informasi dan telekomunikasi, sehingga masalah-masalah yang ada pada pasien terkait pengobatan dapat teratasi dan kualitas hidup pasien dapat meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh telenursing terhadap kualitas hidup pasien dengan PGK yang menjalani CAPD. Dalam strategi mencari jurnal framework yang digunakan adalah PICOT. Sumber data yang digunakan diambil dari database e-resources Perpusnas, PubMed dan Google Scholar kemudian diseleksi dengan menggunakan flow diagram PRISMA sehingga menghasilkan sembilan artikel. Setiap artikel telah dijabarkan dan dikritisi dalam bentuk tabel matriks menggunakan simplified approach method. Hasil penelitian ditemukan tiga tema yaitu kualitas hidup pasien PGK yang menjalankan CAPD baik, kualitas hidup pasien PGK yang menjalankan CAPD lebih baik dibandingkan dengan pasien yang menjalankan hemodialisis, dan kualitas hidup pasien PGK yang menjalankan CAPD dengan telenursing mengalami peningkatan. Telenursing dapat mempermudah akses pasien dalam mencari pelayanan kesehatan dan menambah efektivitas waktu pasien, sehingga kualitas hidup pasien dapat meningkat.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Teknik Rest Ice Compression dan Elevation (Rice) pada Mahasiswa di Satu Universitas Swasta Indonesia Bagian Barat Ballsy Cicilia Albertina Pangkey; Rima Mahuni; Kristian Ata Saetban; Ballsy C. A. Pangkey; Masrida Adolina Panjaitan
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i12.7577

Abstract

ABSTRACT Acute injury is physical damage to the human body that occurs suddenly. Acute injuries can be treated using the RICE technique, which is a technique that is carried out as soon as possible after the injury and can reduce pain and prevent further injury. Good knowledge of students involved in Football UKM at One Private University in Western Indonesia about the RICE technique so that they can carry out early treatment of acute injuries faster. To describe the level of knowledge of RICE techniques in students at One Private University of Western Indonesia. Using quantitative methods with analytical descriptive research design. The sampling technique used a total sampling of 40 students from UKM Soccer. The research instrument used a questionnaire consisting of 30 statements. This research was conducted on 1-28 February 2022. The data analysis technique used was univariate data analysis. This study shows the level of knowledge of students involved in soccer UKM about RICE techniques in the good category as many as 29 (72.5%) respondents. Characteristics of respondents based on age who participated in UKM Soccer, the average age was 19.95 years with a minimum age of 18 years and a maximum age of 22 years. Then, the characteristics of the respondents based on the most widely found information 34 (85%) respondents had received a lot of information about Rest, Ice, Compression, and Elevation (RICE) techniques and the level of knowledge in the good category about the RICE technique was 29 (72.5%) respondents and the least was the poor knowledge category as many as 1 (2.5%) respondent. Keywords: Acute Injury, R.I.C.E, Risk Factors  ABSTRAK Cedera akut merupakan kerusakan fisik pada tubuh manusia yang terjadi secara tiba-tiba. Cedera akut dapat ditangani dengan menggunakan teknik RICE yaitu teknik yang dilakukan segera mungkin setelah terjadinya cedera dan dapat mengurangi nyeri serta mencegah cedera lebih lanjut. Pengetahuan yang baik dari mahasiswa yang terlibat dalam UKM Sepak Bola di Satu Universitas Swasta Indonesia Bagian Barat tentang teknik RICE sehingga dapat melakukan penanganan awal cedera akut yang lebih cepat. Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan teknik RICE pada mahasiswa di Satu Universitas Swasta Indonesia Bagian Barat. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik. Teknik sampel menggunakan total sampling yang berjumlah 40 mahasiswa UKM Sepak Bola. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang terdiri dari 30 pernyataan. Penelitian ini dilakukan pada 1-28 Februari 2022. Teknik Analisa data yang digunakan adalah analisa data univariat. penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan mahasiswa yang terlibat UKM sepak bola tentang teknik RICE dalam kategori baik sebanyak 29 (72.5%) responden. Karakteristik responden berdasarkan usia yang mengikuti UKM Sepak Bola, didapatkan hasil rata-rata usia adalah 19.95 tahun dengan usia minimal yaitu 18 tahun dan usia maksimal yaitu 22 tahun. Kemudian, karakteristik responden berdasarkan informasi ditemukan hasil yang paling banyak pernah mendapatkan informasi tentang teknik Rest, Ice, Compression, dan Elevation (RICE) yaitu sebanyak 34 (85%) responden serta tingkat pengetahuan dalam kategori baik tentang teknik RICE sebanyak 29 (72.5%) responden dan paling sedikit adalah kategori pengetahuan kurang berjumlah 1 (2.5%) responden. Kata Kunci: Cedera Akut, R.I.C.E, Tingkat Pengetahuan
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Vaksin Covid-19 Pada Mahasiswa Di Satu Universitas Swasta Indonesia Bagian Barat Pangkey, Ballsy Cicilia Albertina; Manullang, Dian Riccen; Simbolon, Maya Rani; Naibaho, Ranita Fitriani; Panjaitan, Masruda A
Jurnal Keperawatan Malang Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Malang (JKM)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v9i1.235

Abstract

Background: Vaccination is an option used to prevent the spread of COVID-19. Vaccination is a very reliable primary prevention measure against disease. As for the implementation of vaccination activities, it will cause a reaction known as a Post-Immunization Adverse Event (AEFI). Methods: Quantitative method with descriptive analytic design. Sampling using a total sampling technique with a total of 235 student respondents.The research instrument was the AEFI incidence questionnaire. This studywas conducted from February 01 to 28, 2022 with univariate data analysis. Result: The type of vaccine that caused the most AEFI was the Sinovacvaccine. The type of AEFI experienced by most respondents was pain in theinjection area, totaling 100 respondents (92.6%), and the types of AEFI that were not experienced by respondents were fainting and axillary gland enlargement. Implications: The COVID-19 vaccine raises KIPI, the most common ofwhich is pain in the injection area. Pain is one of the local reactions of KIPIthat falls into the mild category and can be immediately resolved with a coldcompress on the painful area. Keywords: COVID-19; AEFI; Vaccines    
SEMINAR KESEHATAN REPRODUKSI WANITA DAN DAMPAK DIABETES MELLITUS TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI Pangkey, Ballsy Cicilia Albertina; Manurung, Evanny Indah; Veronica Gultom, Eva Chris; Pakpahan, Martina; Theresia, Theresia; Hutasoit, Elissa Oktoviani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1997

Abstract

Latar Belakang Wanita memiliki peranan penting dalam sebuah keluarga, baik sebagai ibu, istri, dan sebagai bagian dari masyakarat. Ketika seorang wanita sehat, hal tersebut menjadi indikator keluarga yang sehat. Dalam proses kehidupan, wanita diperhadapkan dengan menstruasi, kehamilan, persalinan, dan menopause, sehingga wanita tidak luput dengan permasalahan reproduksi. Wanita mempunyai sistem reproduksi yang sensitif terhadap kerusakan seperti disfungsi atau penyakit. Jemaat Gereja HKBP Gading Serpong memiliki populasi wanita sebanyak 100 orang dengan rata-rata usia diatas 17 tahun. Banyaknya kelompok wanita dalam komunitas ini akan memicu banyaknya permasalahan reproduksi. Salah satu permasalahan yang sudah terjadi adalah terdapat jemaat wanita yang meninggal akibat kanker serviks dan kanker payudara. Banyak faktor yang dapat memengaruhi permasalahan kesehatan reproduksi, salah satunya adalah penyakit diabetes mellitus, dimana penyakit ini dapat memengaruhi kesuburan dan kesehatan reproduksi itu sendiri. Oleh karena itu pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) dan edukasi tentang kesehatan reproduksi ini sangat penting. Tujuan Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan wanita terkait pentingnya kesehatan reproduksi dan dampak diabetes mellitus terhadapnya. Metode Pemeriksaan GDS dan penyuluhan dengan ceramah. Sebelum dan setelah seminar peserta diuji pengetahuannya dengan mengisi pre-test dan post-test. Hasil Hasil analisis pada pre-test ditemukan nilai rata-rata peserta yaitu 60.68, sedangkan pada post-test ditemukan nilai rata-rata peserta yaitu 75.36.
SIAP BERTINDAK: WEBINAR MEMPERDALAM PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA (FIRST AID) DI SMK NEGERI 1 SULUUN TARERAN MINAHASA SELATAN Pangkey, Ballsy Cicilia Albertina; Watania, Lani N.; Pangemanan, Alice Y. Y.; Tahulending, Peggy S.
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2280

Abstract

Pertolongan pertama pada kecelakaan (first aid) ialah pertolongan atau pengobatan awal yang diberikan pada seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mendadak atau cedera sebelum kedatangan tenaga medis atau sebelum diangkut ke rumah sakit. Kecelakaan dan cedera dapat terjadi dimana saja, termasuk di lingkungan sekolah. Dalam lingkungan sekolah siswa berpotensi terjadi kecelakaan karena lingkungan sekolah adalah lingkungan yang ramai sehingga insiden seperti cedera, terpeleset atau tersandung bisa terjadi. Pusat Studi G20 berinisiatif dan membuat satu program kerja yaitu pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dengan Tema ASEAN Matters: Epicentrum of Growth. Dalam program ini Pusat Studi G20 menetapkan Sulawesi Utara sebagai studi kasus dan priority region. Dalam upaya mendukung program tersebut maka kami tim PkM bermitra dengan SMK Negeri 1 Suluun Tareran. SMK ini memiliki tiga jurusan yaitu otomotif, teknik informatika, dan asisten keperawatan. SMK ini belum pernah mendapatkan edukasi tentang first aid, sehingga mereka sangat mengharapkan edukasi ini boleh dilakukan. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan siswa mengenai first aid. Metode: Webinar kesehatan dengan metode ceramah melalui aplikasi zoom. Webinar ini dilaksanakan pada bulan Maret 2024. Sebelum dan setelah edukasi siswa diuji pengetahuannya dengan mengisi pre-test dan post-test. Hasil: Hasil analisis pre-test menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 66,66, sedangkan post-test menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 80,00. Kesimpulan: Pengetahuan siswa tentang first aid mengalami peningkatan.
Analisa Perawatan Diri Pasien Diabetes Melitus untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Pencegahan Komplikasi Fiolenty Sitorus; Ballsy C. A. Pangkey
Jurnal Pustaka Medika (Pusat Akses Kajian Medis dan Kesehatan Masyarakat) Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Pustaka Medika (Pusat Akses Kajian Medis dan Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamedika.v2i1.394

Abstract

Desain penelitian ini adalah kajian literatur sistematik untuk menganalisa perawatan diri pasien diabetes melitus (DM) untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mencegah terjadinya komplikasi DM. Strategi pencarian artikel menggunakan dua database yaitu Perpustakaan Nasional dan Pubmed. Pencarian artikel juga menggunakan sumber dari Google Scholar. Pencarian kata kunci dalam penelitian ini menggunakan term “AND”. Kata kunci terdiri dari “Self Care” “AND” “Diabetes Mellitus”. Kriteria inklusi adalah penelitian primer, artikel full text, artikel berbahasa Inggris dan non-Inggris, responden adalah pasien dewasa, dan artikel terbitan 2015-2022. Kriteria eksklusi penelitian ini adalah artikel kajian literatur, non-full text, responden pasien anak, artikel terbitan diluar tahun 2015-2022. Tiga database digunakan untuk mencari artikel, masing-masing ditemukan di 219 hasil pencarian dari Perpustakaan Nasional Indonesia, 458 hasil pencarian dari PubMed, dan 1236 hasil pencarian dari Google Scholar, setelah itu mendapatkan 327 artikel dan akhirnya lima artikel yang memenuhi kriteria review terhadap lima artikel mengungkapkan bahwa kualitas hidup sebagian besar pasien diabetes telah berubah. Berdasarkan tinjauan literatur terhadap lima jurnal penelitian, dapat disimpulkan bahwa dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan tindakan perawatan diri untuk mengontrol kadar glukosa darah dan mencegah komplikasi.
Pelecehan Seksual di Lahan Praktik pada Perawat di Wilayah Indonesia Sette, Anita Enjellika; Maryanto, Caroline Margaretha; Kitu, Viktoria Joanne; Pangkey, Ballsy Cicilia Albertina; Cicilia, Sarah Lidya
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.6099

Abstract

Kasus pelecehan seksual di dunia masih sering terjadi, dan korban yang paling banyak adalah perempuan. Risiko pelecehan seksual pada perawat setiap tahunnya mengalami peningkatan yaitu sebanyak 5%. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran pelecehan seksual pada perawat yang bekerja di lahan praktik di wilayah Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di Indonesia. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel penelitian berjumlah 80 perawat. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Sexual Experiences Questionnaire (SEQ) dengan jumlah 16 pertanyaan. Analisis data yang digunakan adalah analisis data univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kategori perhatian seksual yang tidak diinginkan sebanyak 65 perawat (81.3%), kategori permusuhan seks (jenis kelamin) sebanyak 71 perawat (88.8%), kategori permusuhan seksual yaitu sebanyak 72 perawat (90.0%), kategori paksaan seksual yaitu sebanyak 11 perawat (13.8%). Berdasarkan hasil tersebut, maka institusi rumah sakit harus membuat sebuah kebijakan baik sebagai upaya pencegahan pelecehan seksual ataupun penanganan pelecehan seksual.
Location of Signs and Symptoms of Gout Arthritis Patients Rumambi, Magda Fiske; Sitio, Rosiana; Sidauruk, Sari Putri Rohani; Kristanti, Stephany Angeline; Pangkey, Ballsy Cicilia Albertina
Holistic Nursing and Health Science Vol 8, No 1 (2025): June
Publisher : Master of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hnhs.8.1.2025.32-41

Abstract

Gouty arthritis is a joint disorder that is on the rise among adults worldwide experiencing pain and swelling. Gouty arthritis often causes significant pain and swelling that can limit physical activity due to joint damage. Recently, lack of detailed information regarding the location pain and swelling. Therefore, this study aimed to identify characteristics (age, gender, BMI, and alcohol consumption), pain location and swelling location in patients with gouty arthritis at a private hospital in Western Indonesia. This study used quantitative methods with a retrospective documentation design. The sampling technique was total sampling, involving 47 medical records from one of the private hospitals in Western Indonesia. Instrument, data analysis The results of the study showed that pain most frequently occurred in the infrapatellar bursa (34%), while swelling was not found in 34% of patients with gout arthritis. The instrument used was a form sheet consisting of demographic data and information regarding location of pain and swelling. The data was analyzed using univariate analysis. Results show that the most pain and swelling were found in the infrapatellar bursa. Further research is recommended to explore effective interventions for managing these symptoms. The high incidence of gouty arthritis in individuals aged 55–65 years highlights the importance of prioritizing screening and early detection efforts for this age group. Given the high frequency of pain and swelling complaints among patients, further research on appropriate management strategies is essential for individuals with gouty arthritis.
Karakteristik & Diagnosis Keperawatan Pasien Covid-19: Studi Dokumentasi Juhdeliena, Juhdeliena; Pangkey, Ballsy Cicilia Albertina; Hutasoit, Elissa Oktoviani; Hutasoit, Exadina Romaito
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.548 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10723

Abstract

ABSTRACT Health workers are at the forefront of health services needed for suspected and confirmed COVID-19 patients. Nurses have considerable control over conducting initial examinations of patients. The initial examination is carried out by nurses as part of the nursing process. Knowing the characteristics of COVID-19 patients who are treated will help nurses formulate nursing diagnoses, intervene, and evaluate.  Analyze patient characteristics and nursing diagnoses of COVID-19 patients. The research design was descriptive-quantitative with a retrospective documentation study approach. The sample amounted to 40 medical record documents. The results of this study found that cough (75%) was the main symptom complained of by COVID-19 patients, with the average age of COVID-19 patients treated being 48.13 years, the mean systolic blood pressure being 132.25 mmHg, the mean diastolic blood pressure being 81.03 mmHg, the mean temperature at initial admission being 36.6 oC, and the mean length of stay being 13.1 days. The nursing diagnosis most often raised in patients with COVID-19 is airway clearance ineffectiveness (45%). There were 18 characteristics of COVID-19 patients obtained during the initial assessment, and seven nursing diagnoses were raised when the patient was hospitalized. Keywords: Nursing Diagnosis, COVID-19 Patient Characteristics, COVID-19 Pandemic  ABSTRAK Tenaga Kesehatan menjadi lini garis terdepan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan pada pasien suspek maupun terkonfirmasi COVID-19. Perawat memegang kendali yang cukup besar dalam melakukan pemeriksaan awal pada pasien. Pemeriksaan awal yang dilakukan oleh perawat sebagai bagian dari proses keperawatan. Dengan mengetahui karakteristik pasien COVID-19 yang dirawat maka akan membantu perawat untuk merumuskan diagnosis keperawatan, melakukan intervensi dan evaluasi. Menganalisis karakteristik pasien dan diagnosis keperawatan pasien COVID-19. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi dokumentasi retrospektif. Sampel berjumlah 40 dokumen rekam medis. Hasil penelitian ini didapatkan batuk (75%) menjadi gejala utama yang dikeluhkan oleh pasien COVID-19, dengan rerata usia pasien Covid- 19 yang dirawat adalah 48,13 tahun, rerata tekanan darah sistolik 132,25 mmHg, rerata tekanan darah diastolic 81,03 mmHg, rerata suhu saat awal masuk 36,6oC, rerata lama rawat 13,1 hari. Untuk diagnosis keperawatan yang paling sering diangkat pada pasien dengan COVID-19 adalah ketidakefektifan bersihan jalan napas (45%). Terdapat 18 karakteristik pasien COVID-19 yang didapatkan saat pengkajian awal, dan tujuh diagnosis keperawatan yang diangkat saat pasien menjalani rawat inap. Kata Kunci: Diagnosis Keperawatan, Karakteristik Pasien COVID-19, Pandemi COVID-19