Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Enhancing EFL Learner Engagement in Large Classrooms through Padlet Komilie Situmorang; Santa Maya Pramusita; Bima Adi Saputra
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i3.7714

Abstract

Engaging students in English as a Foreign Language (EFL) classrooms, particularly large ones, remains a persistent challenge due to rigid structures and limited opportunities for interaction. While gamification is commonly used to boost engagement, its competitive elements can trigger anxiety and hinder participation, especially among less confident learners. This study employed an explanatory sequential mixed methods design to explore the effectiveness of Padlet—a non-competitive, collaborative digital platform—in promoting student engagement. A total of 202 first-year nursing students participated in a 14-week course in which Padlet was integrated into classroom activities. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and semi-structured interviews with selected participants. Quantitative findings indicated high levels of agreement across five engagement dimensions: motivation, interactivity, learning opportunities, ease of use, and language learning support. Qualitative analysis revealed four dominant themes: Padlet's social media-like appeal, its role in facilitating safe and active collaboration, the creation of an interactive classroom atmosphere, and peer learning through shared content. Students reported increased willingness to participate, reduced anxiety, and greater comfort in expressing ideas. Padlet functioned as a low-anxiety, learner-centered space that encouraged participation, particularly among shy or low-proficiency students. While it may not directly improve language proficiency, its affective benefits foster a positive foundation for language development. Padlet offers an inclusive, psychologically safe alternative to competitive gamification, making it a valuable tool for enhancing student engagement in large EFL classrooms.
EDUKASI PENYAKIT KRONIK DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN DI MASYARAKAT DESA FATUKNUTU KABUPATEN KUPANG Janwar Olang; Bima Adi Saputra; Erniyati Fangidae; Ballsy C. A. Pangkey; Veronica Paula
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2599

Abstract

Abstrak Penyakit kronik berkembang secara bertahap, berlangsung lama, dan sering kali tidak menunjukkan gejala awal, sehingga terkadang masyarakat tidak menyadari akan hal tersebut. Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg, namun seringkali tidak menimbulkan gejala dan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, gagal ginjal dan stroke. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai hipertensi dan diabetes melitus, serta pentingnya gaya hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan rutin. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pemeriksaan kesehatan serta pre-dan post test. Hasil menunjukkan peserta didominasi usia 51-60 tahun (21.49%) dengan laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Nilai rata-rata pre-test adalah 32,87% dengan nilai terendah 20 dan tertinggi 70 sedangkan rata-rata post-test meningkat menjadi 78,16% dengan nilai terendah 60 dan tertinggi 100. Pemeriksaan tekanan darah menunjukkan 43,80% kategori normal dan 28,10% pre-hipertensi, kadar gula darah menunjukkan 91,74% dalam batas normal (70–200 mg/dL), kadar asam urat, 63,64% berada dalam batas normal (1,5–7 mg/dL) dan pemeriksaan kadar kolesterol kolesterol 69,42% dalam batas normal (<200 mg/dL). Diharapkan masyarakat dapat mengaplikasikan pola hidup sehat guna mencegah terjadinya penyakit kronik dan komplikasinya. Kata kunci: Edukasi, Penyakit Kronik, Pemeriksaan Kesehatan
EFEKTIVITAS LIFE REVIEW THERAPY TERHADAP DEPRESI DAN KECEMASAN PADA LANSIA Veronica Paula; Maria Maxmila Yoche A; Shinta Yuliana Hasibuan; Maria Veronika Ayu Florensa; Bima Adi Saputra; Janwar Olang; Chryest Debby; Ira Dewi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2634

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan menghadapi berbagai tantangan psikologis, seperti kesepian, kehilangan peran sosial, serta gejala depresi yang dapat menurunkan kualitas hidup mereka. Kondisi ini membutuhkan intervensi yang tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga mendukung kesejahteraan psikologis. Life Review Therapy (LRT) merupakan salah satu pendekatan yang efektif dalam membantu lansia merefleksikan pengalaman hidup, menemukan makna baru, serta meningkatkan harga diri dan keterhubungan sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis lansia melalui penerapan LRT secara terstruktur. Program dilaksanakan dengan melibatkan lansia yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Intervensi dilakukan dalam beberapa sesi yang mencakup eksplorasi pengalaman masa lalu, proses refleksi, hingga penyusunan narasi kehidupan yang bermakna. Selain itu, kegiatan penunjang seperti menebak lagu-lagu lawas dan bernyanyi bersama turut diberikan untuk membangun suasana positif dan memperkuat interaksi sosial. Evaluasi dilaksanakan dengan membandingkan kondisi psikologis peserta sebelum dan sesudah program menggunakan Mini Mental State Exam (MMSE). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kesejahteraan psikologis lansia. Peserta melaporkan penurunan gejala depresi, peningkatan rasa percaya diri, serta terbentuknya keterhubungan sosial yang lebih baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa LRT tidak hanya memberikan manfaat individual, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya lingkungan yang lebih ramah lansia. Program ini direkomendasikan untuk diperluas di komunitas lain dengan melibatkan pelatihan bagi fasilitator lokal agar keberlanjutan kegiatan tetap terjaga dan memberikan dampak jangka panjang.
GERAKAN BERSAMA (GEBER) MELAWAN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI BILU BANJARMASIN Yakobus Siswadi; Bima Adi Saputra; Mega Sampepadang; Chrisnawati Chrisnawati; Ermeisi Er Unja; Aulia Rahman; Oktovin Oktovin; Warjiman Warjiman
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2711

Abstract

Indonesia is still among the 10 countries with the highest number of tuberculosis cases in the world. Prevention, treatment, and tracing efforts have been carried out, but many new cases are still being found. Handling tuberculosis cases is a shared responsibility and requires cross-sector collaboration. One of the sectors currently involved is the Ministry of Education and Culture, through the Tuberculosis-Aware Schools Program. The TB-Conscious School Program is the embodiment of GEBER towards the elimination of TB by 2030 in educational institutions. Based on coordination with the Sungai Bilu Community Health Center, it was deemed necessary to hold a GEBER event at SMK Wirakrama 1 Banjarmasin. The purpose of this activity was to increase synergy between educational institutions and health services in the context of implementing GEBER through health education and TB detection in school children. The methods used were lectures, demonstrations, and sputum sampling for examination. This activity was attended by 46 students, with males making up the majority at 58%. Based on the evaluation results, there was an increase in participants' knowledge, with the majority (58.7%) scoring “adequate” on the pre-test and 100% scoring “good” on the post-test. The conclusion is that GEBER represents the active participation of various parties in TB management.
SEHAT DAN BUGAR DI USIA SENJA : EDUKASI DAN LATIHAN PEREGANGAN (STRETCHING) BAGI LANSIA DI TANJUNG PRIOK JAKARTA UTARA Sergio Yudi Midu; Bima Adi Saputra; Ballsy C. A. Pangkey; Janwar Olang; Veronica Paula; Agustina Saputri
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2767

Abstract

Penuaan merupakan proses alami yang menyebabkan penurunan fungsi jaringan tubuh, termasuk fleksibilitas otot dan sendi. Penurunan fleksibilitas dapat meningkatkan risiko cedera pada lansia. Latihan peregangan merupakan salah satu metode yang efektif untuk menjaga fleksibilitas dan mengurangi nyeri sendi pada usia lanjut. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan lansia tentang kesehatan tulang dan sendi serta keterampilan melakukan latihan peregangan secara mandiri melalui kegiatan edukasi dan praktik langsung. Metode: Kegiatan pengabdian Masyarakat Fakultas Keperawatan Universitas Pelita Harapan dilaksanakan di Tanjung Priok, Jakarta, dengan melibatkan 85 lansia. Intervensi dilakukan melalui edukasi kesehatan dan latihan peregangan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan, pemeriksaan kesehatan, serta penilaian kepuasan peserta menggunakan skala Likert. Hasil: Terdapat peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 82,96 menjadi 85,75 setelah edukasi. Pemeriksaan kesehatan menunjukkan 37,6% lansia memiliki tekanan darah tidak normal, 28,2% memiliki kadar kolesterol tinggi, dan 88,2% memiliki kadar gula darah sewaktu dalam batas normal. Evaluasi kepuasan menunjukkan 90% peserta menilai kegiatan secara keseluruhan, latihan peregangan, dan sesi diskusi sebagai “Sangat Baik” . Edukasi dan latihan peregangan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan lansia tentang kesehatan otot dan sendi. Kegiatan ini mendapat respons sangat positif dan layak untuk diterapkan secara berkala sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia.