Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Integration of Islamic Values in Stunting Prevention in Indonesia: Analysis of Surah An-Nisa' Verse 9 as the Foundation for a Holistic Approach Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Pencegahan Stunting di Indonesia: Analisis Surah An-Nisa' Ayat 9 sebagai Landasan Pendekatan Holistik Ridwan, Ridwan; Faruq, Umar Al; Setyobudi, Teguh; Masykuroh, Ummi Farichatul; Fitriyah, Yusfa Nurul
Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jwcs.v4i2.24264

Abstract

 AbstractStunting is a serious global health challenge, especially in developing countries like Indonesia, where the prevalence is still high, around 30-40%. This condition not only affects children's physical growth, but also impacts cognitive development, academic achievement, and economic capabilities in adulthood, thereby contributing to a continuous cycle of poverty. Despite the implementation of various medical and nutritional interventions, stunting rates remain high, indicating the need for a more holistic and integrated approach. This research aims to examine the relevance and priority of Surah An-Nisa' Verse 9 in the context of stunting prevention in Indonesia with a focus on the integration of Islamic religious values in public health interventions. The method used was qualitative with a thematic interpretation approach, where data was obtained through a study of Al-Qur'an interpretation literature as well as interviews with health and religious experts in TK Darun Najah Kedemungan Village, Pasuruan City. The research results show that internalizing the values of Surah An-Nisa' Verse 9 can increase parents' awareness and responsibility for children's health and nutrition, which has significant potential in reducing the prevalence of stunting. In conclusion, integrating religious values in public health programs has great potential to strengthen the effectiveness of stunting prevention interventions, making them more culturally and spiritually relevant to Indonesian society. Keywords: Stunting, Surah An-Nisa' Verse 9, Internalization of Values, Public HealthAbstrakStunting merupakan tantangan kesehatan global yang serius, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, di mana prevalensinya masih tinggi, yaitu sekitar 30-40%. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berdampak pada perkembangan kognitif, prestasi akademik, dan kemampuan ekonomi di masa dewasa, sehingga berkontribusi terhadap siklus kemiskinan yang berkelanjutan. Meskipun berbagai intervensi medis dan nutrisi telah diterapkan, angka stunting tetap tinggi, menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih holistik dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi dan keutamaan Surah An-Nisa' Ayat 9 dalam konteks pencegahan stunting di Indonesia dengan fokus pada integrasi nilai-nilai agama Islam dalam intervensi kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik, di mana data diperoleh melalui studi literatur tafsir Al-Qur'an serta wawancara dengan pakar kesehatan dan agama di TK Darun Najah Kedemungan kota Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai dari Surah An-Nisa' Ayat 9 dapat meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab orang tua terhadap kesehatan dan gizi anak, yang berpotensi signifikan dalam mengurangi prevalensi stunting. Kesimpulannya, integrasi nilai-nilai agama dalam program kesehatan masyarakat memiliki potensi besar untuk memperkuat efektivitas intervensi pencegahan stunting, menjadikannya lebih relevan secara kultural dan spiritual bagi masyarakat Indonesia.Kata kunci: Stunting, Surah An-Nisa' Ayat 9, Internalisasi Nilai, Kesehatan Masyarakat
Implementing Confidentiality Principles in Sharia Economic Dispute Resolution Through Online Dispute Resolution in Indonesia Fidhayanti, Dwi; Mohd Noh, Mohd Shahid; Ramadhita, Ramadhita; Setyobudi, Teguh; Dwi Septyanto, Mochamad Fikry
Al-Risalah Vol 25 No 1 (2025): June 2025
Publisher : Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/alrisalah.v25i1.1681

Abstract

The resolution of Sharia economic disputes through Online Dispute Resolution (ODR) in Indonesia has been growing in parallel with advancements in digital technology. In this context, the principle of confidentiality has become a crucial aspect to protect the privacy and security of the disputing parties' information. This research aims to analyze the implementation of the principle of confidentiality in ODR within arbitration institutions in Indonesia and identify the challenges and solutions related to data protection. The methodology employed is a sociological-juridical approach, utilizing primary data collected through interviews, focus group discussions (FGD), and documentation, alongside secondary data from relevant journals and regulations. The findings indicate that, while institutions such as Basyarnas and BANI have implemented various protocols to uphold confidentiality, including the use of secure digital platforms and strict regulations on data access, significant challenges remain, notably the potential for data breaches due to cyberattacks or technical negligence. Furthermore, inconsistencies in laws and legal interpretations have created legal uncertainty, which in turn impacts privacy protection. The contribution of this research is to provide recommendations for strengthening digital security standards, consistent policies, and raising awareness of the importance of confidentiality in ODR, thereby creating legal certainty and enhancing trust in the online resolution of Sharia economic disputes.
TELAAH SOSIO-ANTROPOLOGIS PROSES POSITIVISASI HUKUM ISLAM DAN HUKUM ADAT KEDALAM HUKUM NASIONAL Teguh Setyobudi; Roibin Roibin; Jumain Azizi; Lalu Muhammad Tamimi
JURNAL DARUSSALAM: Pemikiran Hukum Tata Negara dan Perbandingan Mazhab Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Darussalam: Pemikiran Hukum Ketatanegaraan dan Perbandingan Mazhab
Publisher : STIS Darussalam Bermi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59259/jd.v5i1.221

Abstract

Artikel ini membahas proses positivisasi hukum Islam dan hukum adat ke dalam kerangka hukum nasional Indonesia dengan pendekatan interdisipliner dalam konteks penelitian hukum normatif. Peneliti mengidentifikasi fakta bahwa hukum adat dan hukum Islam memiliki peran penting dalam sistem hukum Indonesia yang kompleks dan multi-layered. Hukum adat, sebagai produk sosial yang tumbuh dari nilai dan norma suatu komunitas, diakui secara resmi dalam kerangka hukum positif di Indonesia, di mana hal ini sejalan dengan prinsip penyelesaian konflik di tingkat lokal dalam aspek tanah, warisan, dan hubungan sosial masyarakat. Sementara itu, hukum Islam menghadapi tantangan dalam pengintegrasiannya dengan hukum positif nasional, terutama dalam konteks Pancasila sebagai ideologi negara yang harus diinternalisasi dalam penerapan hukum. Penelitian ini menyoroti dinamika interaksi antara hukum adat dan hukum Islam, serta bagaimana keduanya dapat saling melengkapi dalam mewujudkan keadilan dan pemenuhan nilai sosial dalam masyarakat yang heterogen. Oleh sebab itu, pemahaman mendalam tentang interaksi ini penting untuk mengembangkan hukum yang progresif di Indonesia, yang mampu menjawab tantangan-tantangan yang muncul dalam konteks global dan lokal. Keberhasilan integrasi ini diharapkan mampu memberikan keadilan yang lebih inklusif bagi seluruh elemen masyarakat dalam sistem hukum nasional.
Reinterpretasi Hak dan Kewajiban Isteri Perspektif Serat Candrarini Terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Teguh Setyobudi
Sakina: Journal of Family Studies Vol. 3 No. 4 (2019): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.166 KB)

Abstract

Perkawinan sebagai sebuah ikatan suci secara lahir batin sebagaimana dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Namun, perkawinan yang terealisasi masih jauh dari tujuan membentuk keluarga bahagia dan sejahtera, berdasarkan argumentasi fakta peningkatan angka perceraian di Indonesia. Hal tersebut diperparah dengan maraknya tuduhan terhadap lemahnya seorang istri dalam pemenuhan hak dan kewajiban dalam perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketentuan hak dan kewajiban isteri menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Serat Candrarini, serta melakukan analisis kritis terkait ketentuan hak dan kewajiban isteri menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 perspektif Serat Candrarini. Penelitian ini merupakan jenis studi yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan statute and conseptual approaches. Bahan hukum primer berasal dari UU No.1 Tahun 1974 dan Serat Candrarini. Sedangkan bahan sekunder berasal dari buku, jurnal dan karya ilmiah lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interpretasi hak dan kewajiban istri menurut Serat Candrarini sebagai nilai asli budaya Nusantara, telah eksis dan terbukti berhasil mewujudkan tatanan keluarga bahagia sejahtera dan seimbang, baik pada dimensi lahir maupun batin bersendikan pada beberapa prinsip pribadi istri dalam keluarga, antara lain meliputu; merawat diri, mempertahankan rumah tangga, pemaaf dan setia, ikhlas, berbicara manis, rendah hati, merasa memiliki, berhias tubuh, berbakti pada mertua, pendidik dalam keluarga.
Efektivitas Penerapan Pelestarian Tradisi Bau Nyale di Lombok Tengah Perspektif Maqashid Syari'ah Dina Apriani; Teguh Setyobudi
Al-Balad: Journal of Constitutional Law Vol. 7 No. 2 (2025): Al-Balad: Journal of Constitutional Law
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/albalad.v7i2.14120

Abstract

Abstract: Bau nyale as a noble tradition, its existence is recognized and even maintained and preserved by the people of Central Lombok, but in the last decade the reality of society has shown a decline in participation in implementing this tradition. In fact, according to Article 12 Paragraph (4) of Regional Regulation Number 16 of 2021, culture must be maintained or preserved. This fact encourages researchers to study the effectiveness, inhibiting factors and review of the maqashid sharia of Imam Al-Syatibi regarding the preservation of the bau nyale tradition. This type of research is empirical juridical with a sociological juridical approach. The sources of research data include primary, secondary and tertiary. Data were obtained through interview techniques with purposive sampling techniques and analyzed using qualitative juridical. The results of the study show that the implementation of the preservation of the bau nyale tradition in Central Lombok is categorized as effective, but leaves behind factors that the community has not fully obeyed. This is due to a decrease in understanding, minimal socialization and education and the influence of modernization. The efforts made by the Department of Tourism and Culture are in line with the maqashid syari'ah of Imam Al-Syatibi in preserving the smell of nyale tradition. Abstrak: Bau nyale sebagai tradisi yang luhur eksistensinya diakui bahkan dijaga serta dilestarikan oleh masyarakat Lombok Tengah, namun pada dekade akhir realita masyarakat menunjukkan penurunan partisipasi dalam pelaksanaan tradisi tersebut. Padahal menurut Pasal 12 Ayat (4) Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2021 bahwa budaya itu harus dipelihara atau dilestarikan. Fakta ini mendorong peneliti untuk mengkaji efektivitas, faktor penghambat serta tinjauan maqashid syari’ah Imam Al-Syatibi terhadap pelestarian tradisi bau nyale. Jenis penelitian ini adalah yuridis empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. Sumber data penelitian meliputi primer, sekunder dan tersier. Data diperoleh melalui teknik wawancara dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan dianalisis menggunakan yuridis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penerapan pelestarian tradisi bau nyale di Lombok tengah terkategorikan efektif, namun menyisakan faktor masyarakat yang belum taat secara menyeluruh. Hal itu disebabkan karena penurunan pemahaman, minimnya sosialisasi dan edukasi serta pengaruh modernisasi. Adapun upaya yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sudah selaras dengan maqashid syari’ah Imam Al-Syatibi dalam pelestarian tradisi bau nyale.