Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Biotropika

Komposisi Serangga Kanopi Pohon Apel di Desa Poncokusumo Kabupaten Malang iin nursaidah; Amin Setyo Leksono; Bagyo Yanuwiadi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iin Nursaidah(1), Amin Setyo Leksono(1), Bagyo Yanuwiadi(1), 1) Laboratorium Ekologi dan Diversitas Hewan Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universits Brawijaya, Malang 65145, Jawa Timur, Indonesia. Tel. & Fax. : +62341-575841. e-mail : iin_ns@yahoo.co.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan, struktur komunitas, diversitas serangga kanopi yang mengunjungi pohon apel di Poncokusumo pada musim bunga dan buah, mendiskripsikan komposisi serangga kanopi pohon apel Poncokusumo pada musim bunga dan buah, dan mengetahui pengaruh musim dan perangkap bejana (pan trap) warna kuning dengan warna biru terhadap kelimpahan serangga kanopi pengunjung pohon apel Poncokusumo, serta mengetahui struktur komunitas vegetasi semak dibawah pohon apel di Poncokusumo pada musim bunga dan buah. Pencuplikan serangga kanopi dilakukan dengan metode perangkap bejana (pan trap). Masing-masing pencuplikan dilakukan empat kali setiap musim. Analisis vegetasi semak dibawah pohon apel menggunakan metode Kurva Spesies Area. Data perbandingan kelimpahan, diversitas, struktur komunitas baik serangga maupun vegetasi semak dibawah pohon pada musim bunga dan buah dianalisis dengan indeks nilai penting dan diversitas (Indeks Shannon-Wiener). Pengaruh musim dan warna perangkap dianalisis dengan uji-t tidak berpasangan. Kesamaan komposisi dua musim dan warna perangkap dianalisis menggunakan (Indeks kesamaan Bray-Curtis). Hasil menunjukkan Serangga kanopi pohon apel Poncokusumo pada musim bunga lebih banyak dibandingkan musim buah dengan nilai berturut-turut 1014 spesimen dan 480 spesimen. Struktur komunitas dengan pola dominan ditunjukkan dengan indeks nilai penting yang diperoleh famili Aphididae pada musim bunga dengan jumlah INP 56,87% dan Famili Cecidomyiidae pada musim buah dengan INP 55,26% sedangkan diversitas serangga kanopi di musim bunga dan musim buah hampir sama pada tingkatan sedang yaitu berturut-turut dengan nilai 2,37 dan 2,40. Kesamaan antara dua komposisi serangga kanopi dengan indeks Bray-Curtis pada musim bunga dan musim buah sebesar 0,13. Berdasarkan hasil uji-t tidak terdapat perbedaan kelimpahan serangga kanopi secara signifikan antara perangkap warna biru dengan kuning. Struktur vegetasi naungan pohon apel pada musim buah didominasi oleh Capsicum annum dengan INP 37,65%. Kata kunci: apel, komposisi, pan trap, poncokusumo, serangga kanopi
Diversitas Arthropoda Tanah di Lahan Kebakaran dan Lahan Transisi Kebakaran Jalan HM 36 Taman Nasional Baluran Mustofa Halli; I Dewa Agung; Bagyo Yanuwiadi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aim of this experiment to determine arthropods diversity at HM36 Baluran National park after burned and to know it relation with human activity. This experiment held in November 2013. Taking sample using pit fall trap methods at burned land and transition land after burned with two sampling spot and three pit fall jam for each spot. Sample identified with morphological analyze and abundance measurement, Frequency, relative abundance, frequency abundance, and  importance value rank. Diversity analyze using Shannon-Wiener index and Bray Curtis Index to determine similarity level for each location. After burned land has 2.05 and 1.04 at transistion land after burned from diversity analyze. Formicidae dominating at every location of sampling. Each location is different each other with only 25% of Bray Curtis analyze measurement. Abiotic and Colony domination effecting diversity level and environment condition.   Keyword : Pit fall trap, Importance value rank, Shannon wiener index, Bray Curtis index
Persepsi Masyarakat Terhadap Konservasi Spesies Riparian di Tepi Sungai Porong, Kabupaten Sidoarjo Rulik Oktaviani; Bagyo Yanuwiadi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pelestarian dan pemanfaatan spesies riparian serta spesies yang berpotensi sebagai fitoremidiator pada vegetasi riparian di Tepi Sungai Porong, Kabupaten Sidoarjo. Kajian persepsi masyarakat dilakukan dengan wawancara menggunakan rubrik wawancara yang terdiri dari empat variabel (pengetahuan, sikap, tindakan, dan persepsi). Data kualitatif dari hasil wawancara diubah menjadi kuantitatif dengan Skala Likert. Kualifikasi persepsi tiap variabel terdiri dari sangat baik, baik, cukup, buruk, sangat buruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di area dekat Tambak mempunyai persepsi paling baik terhadap vegetasi riparian. Hal ini ditunjukkan oleh persentase responden paling besar pada aspek pengetahuan (80%) dan tindakan (72%) dengan kategori baik, serta aspek sikap (92%) dan persepsi (94%) dengan kategori sangat baik. Masyarakat di keempat area belum ada yang mengetahui peran vegetasi riparian sebagai fitoremediator. Namun, dengan persepsi yang baik di tiap area mampu meningkatkan upaya pelestarian vegetasi riparian yang berperan penting sebagai fitoremediasi di Daerah Aliran Sungai Porong.
Analisis Vegetasi Riparian di Tepi Sungai Porong, Kabupaten Sidoarjo Rulik Oktaviani; Bagyo Yanuwiadi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keanekaragaman spesies, spesies dominan, dan spesies yang berpotensi sebagai fitoremidiator di tepi Sungai Porong, Kabupaten Sidoarjo. Analisis vegetasi riparian dilakukan di empat stasiun, yaitu area dekat tambak (1), pabrik (2), TPL Lapindo (3), dan pemukiman (4) menggunakan metode kuadran. Tiap pengamatan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan vegetasi riparian di area dekat tambak mempunyai keanekaragaman spesies paling tinggi bila dibandingkan dengan area lainnya, ditunjukkan oleh indeks keanekaragaman spesies (1,03) dengan kategori sedang (1≤H’≤3). Area dekat pabrik (0,95), TPL Lapindo (0,88), dan pemukiman (0,95) mempunyai keanekaragaman spesies kategori rendah (H’ < 1). Turi, tebu, dan rumput Bermuda mendominasi area dekat tambak. Pepaya, pisang, dan rumput gegenjuran mendominasi area dekat pabrik. Buah anjang dan rumput Bermuda mendominasi area dekat TPL Lapindo. Sementara, di area dekat pemukiman, tumbuhan yang mendominasi adalah pohon jati, buah anjang, dan rumput Bermuda.
Ketertarikan Arthropoda pada Blok Refugia (Ageratum conyzoides, Ageratum houstonianum, Commelina diffusa) di Perkebunan Apel Desa Poncokusumo fevilia suksma wardani; Amin Setyo Leksono; Bagyo Yanuwiadi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ekosistem yang terganggu dan aplikasi pestisida menyebabkan penurunan diversitas Arthropoda. Keberadaan Arthropoda dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan refugia di sekitar perkebunan apel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan, struktur komunitas, diversitas dan komposisi Arthropoda, efek blok refugia terhadap pola kunjungan Arthropoda, dan status fungsional Arthropoda yang ditemukan. Pengamatan Arthropoda dilakukan secara visual control.  Pengukuran faktor abiotik meliputi suhu udara dan intensitas cahaya. Pengambilan data dilakukan empat kali pada musim buah dan empat kali sehari di setiap kombinasi refugia selama 15 menit setiap periode. Analisis struktur komunitas Arthropoda didapat dari nilai penting dan diversitas (Indeks Shannon-Wienner). Pola kunjungan dan komposisi Arthropoda (IBC) dibandingkan antar blok. Kelimpahan Arthropoda berjumlah 1434 individu terdiri dari 8 ordo dengan 28 famili, 5 famili tertinggi yaitu Aleyrodidae, Syrphidae, Pieridae, Tabanidae  1 dan Formicidae 2 dengan INP tertinggi yaitu Aleyrodidae (33,95 %). Diversitas Arthropoda sedang sampai tinggi dengan nilai 2-3. Rata-rata kesamaan komposisi Arthropoda menunjukkan tingkat kesamaan yang sedang. Pola kunjungan Arthropoda ke blok refugia menunjukkan adanya ketertarikan Arthropoda pada blok 1,2 dan 4 sehingga blok 1 dan 2 direkomendasikan sebagai blok untuk manipulasi habitat. Status fungsional Arthropoda yang ditemukan terdiri dari herbivor (54,14 %), polinator (28,72 %) dan predator (17,13 %).   Kata kunci: Arthropoda, refugia, musim buah, visual control  
Keanekaragaman Arthropoda Kanopi yang Berpotensi Polinator pada Tanaman Apel (Malus sylvestris Mill.) di Lahan Apel Bumiaji ervin jumiatin; Bagyo Yanuwiadi; Amin Setyo Leksono
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bumiaji adalah salah satu wilayah penghasil buah apel di Jawa Timur. Namun, selama beberapa dekade terakhir produktivitas tanaman apel di Bumiaji menurun. Salah satu penyebabnya adalah aplikasi pestisida, dan penurunan komposisi Arthropoda sebagai polinator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan Arthropoda polinator tanaman ape dimusim bunga dan buah, mengetahui komposisi dan struktur komunitas Arthropoda kanopi, dan mengetahui hubungan faktor lingkungan (suhu, cahaya, kelembaban) dan dilakukan pencuplikan empat hari sekali sebanyak empat kali pada bulan Juli sampai desember 2012. Pencuplikan dilakukan dengan metode jebakan ember (pan trap) warna biru dan kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, jumlah keseluruhan Arthroposa kanopi yang ditemukan sebanyak 1121 individu, dari 9 odo, 33 famili. Nilai indeks diversitas (Shannon-wiener) musim bunga lebih tinggi (H’=3.1) dibanding musim buah (H’=2.7). Persentase kelimpahan Arthropoda polinator pada musim bunga lebih tinggi yaitu 25% dan 21% pada musim buah. Nilai KR dan INP paling tinggi bejana kuning musim bunga ditemukan pada famili Vespidae yaitu 6.1% dan 13%. Pada bejana biru di musim bunga kelimpahan dan INP tertinggi dari famili Formicidae yaitu sebesar 8.9% dan 18.3%. Kelimpahan dan INP pada bejana kuning musim buah tertinggi ditemukan pada famili Colletidae 4.4% dan 12%. Sedangkan pada bejana biru musim buah , kelimpahan relatif dan INP tertinggi dari ordo Formicidae sebesar  11.4% dan 19.9%. Tingkat kesamaan komposisi antar dua musim dihitung dengan indeks Bray-Curtis yaitu sebesar 0.66 pada musim bunga dan 0.83 pada musim buah. Berdasarkan uji Pearson-Correlation, kelembaban berkorelasi negatif dengan kelimpahan. Kata kunci : Faktor lingkungan, kelimpahan, komposisi, musim bunga, polinator.
Efek Blok Refugia (Ageratum conyzoides L., Ageratum houstonianum L., Commelina diffusa L.) Terhadap Pola Kunjungan Arthropoda di Perkebunan Apel Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang fevilia suksma wardani; Amin Setyo Leksono; Bagyo Yanuwiadi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ekosistem yang terganggu dan aplikasi pestisida menyebabkan penurunan diversitas Arthropoda. Keberadaan Arthropoda dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan refugia di sekitar perkebunan apel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan, struktur komunitas, diversitas dan komposisi Arthropoda, efek blok refugia terhadap pola kunjungan Arthropoda, pengaruh faktor abiotik dan status fungsional Arthropoda. Pengamatan Arthropoda dilakukan secara visual control.  Pengukuran faktor abiotik meliputi suhu udara dan intensitas cahaya. Pengambilan data dilakukan empat kali pada musim buah dan empat kali sehari di setiap kombinasi refugia selama 15 menit setiap periode. Analisis struktur komunitas Arthropoda didapat dari nilai penting dan diversitas (Indeks Shannon-Wienner). Pola kunjungan dan komposisi Arthropoda (IBC) dibandingkan antar blok. Kelimpahan Arthropoda berjumlah 1424 individu terdiri dari 8 ordo dengan 28 famili, 5 famili tertinggi yaitu Aleyrodidae, Syrphidae, Pieridae, Tabanidae  1 dan Formicidae 2 dengan INP tertinggi yaitu Aleyrodidae (33.95 %). Diversitas Arthropoda tinggi dengan nilai 2-3. Rata-rata kesamaan komposisi Arthropoda menunjukkan tingkat kesamaan yang sedang. Blok refugia yang digunakan memiliki pengaruh terhadap kunjungan Arhropoda. Blok 1, 2 dan 4 menunjukkan tingkat daya tarik yang tinggi untuk menarik Arthropoda sehingga dapat direkomendasikan antara blok 1 dan 2. Status fungsional Arthropoda terdiri dari herbivor (54.14 %), polinator (28.72 %) dan predator (17.13 %). Suhu dan intensitas cahaya berpengaruh pada kelimpahan Arthropoda.   Kata kunci: Arthropoda, refugia, musim buah, visual control
Diversitas Arthropoda Tanah sebagai Bioindikator Lahan Perkebunan dan Hutan Sekunder di Wana Wisata Rawa Bayu, Desa Bayu, Banyuwangi Galih El Fikri; Bagyo Yanuwiadi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman jenis Arthropoda tanah dan karakteristik Arthopoda tanah, memetakan diversitas hewan tanah di lahan perkebunan dan hutan sekunder   dan mengetahui  presepsi  masyarakat  sekitar  Wana  Wisata  Rawa  Bayu  tentang arthropoda tanah. Hal ini perlu dilakukan karena belum ada penelitian tentang Arthropoda tanah di Rawa Bayu. Penelitian ini dilakukan pada 15-17 Oktober   2015, di Wana wisata Rawa Bayu, Kecamatan Sanggon,  Kabupaten Banyuwangi. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga tempat yang berbeda yaitu agroforestri sederhana (kebun ketela pohon), agroforestri kompleks (hutan pinus), hutan sekunder dengan metode pitfall trap dan handsorting. Setiap metode dilakukan   di tiga lokasi dan untuk  masing-masing  lokasi  dilakukan  tiga  ulangan.    Analisis data  keanekaragaman  Arthropoda dengan mencari data kelimpahan, frekuensi, indeks nilai penting (INP) dan Indeks Shannon-Wiener (H') yang dilakukan di Laboratoriun Ekologi dan Diversitas Hewan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, Malang. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa terdapat 22 taxa yang ditemukan dalam penelitian kali ini dengan karakteristik taxa dominan, selanjutnya persebaran 22 taxa tersebut tidak merata yang ditunjukkan dengan hasil pemetaan. Family paling dominan adalah Formicidae. Hasil analisis cluster menunjukan pada indeks kesamaan tidak ada yang lebih dari 0,8.  terdapat  dominasi  dan  kodominasi  untuk  masing-masing  tempat  dan  masing-masing metode.
Eksplorasi Potensi ekowisata di Blitar Siska Puspa Wardhani Prasetya; Bagyo Yanuwiadi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ekowisata merupakan  suatu  kegiatan  wisata  yang  konsep  utamanya  difokuskan  terhadap kelestarian  sumberdaya  pariwisata.  Perjalanan  ekowisata  lebih difokuskan pada wisata  alam yang  bertanggung  jawab dengan  cara  mengkonservasi  lingkungan  dan  meningkatkan kesejahteraan  masyarakat  lokal.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui  potensi  dan  persepsi  masyarakat  terhadap  ekowisata. Penelitian  ini dilakukan pada bulan Agustus hingga Desember 2012 di kota  dan  Kabupaten  Blitar.  Potensi  ekowisata  dilakukan  dengan  cara eksplorasi langsung terhadap tempat-tempat wisata. Persepsi masyarakat dilakukan dengan  cara wawancara  semi  terstruktur kepada narasumber dan  demi  kode  etik  para  narasumber  tidak  berkenan  disebutkan  namanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Blitar memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daerah ekowisata. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya  Obyek Wisata  yang  ada  di  Blitar,  yang  meliputi  Rambut Monte,  Es  Drop,  Candi  Penataran,  Pantai  Tambakrejo,  Gong  Kyai Pradah,  dan  lain-lain.  Berdasarkan  hasil  wawancara  diketahui  bahwa masyarakat mengetahui  potensi  ekowisata  di  Blitar,  selain  itu mereka turut  melestarikan  dan  mendukung  pengembangan  obyek-obyek ekowisata yang ada di Blitar. Kata Kunci  : blitar, ekowisata, eksplorasi, dan persepsi.
EKSPLORASI OBYEK DAN ATRAKSI WISATA PENDUKUNG USAHA KONSERVASI DI BANYUBIRU KABUPATEN PASURUAN Anisa Kusumaningtyas Handayani; Bagyo Yanuwiadi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang banyak menawarkan obyek-obyek wisata baik di darat maupun perairan. Obyek-obyek wisata ini banyak memiliki potensi yang sangat tinggi untuk dikembangkan menjadi ekowisata. Salah satu kawasan wisata alam berupa pemandian Banyubiru terdapat di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Pasuruan. Wisata alam Banyubiru menyuguhkan pemandian yang berasal dari sumber mata air alami dan beberapa kolam buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui obyek dan atraksi wisata di Banyubiru serta persepsi masyarakat terhadap ekowisata. Observasi tentang obyek dan atraksi wisata dilakukan dengan cara eksplorasi langsung pada kawasan wisata Banyubiru. Persepsi masyarakat didapatkan dengan cara wawancara semi-terstruktur kepada narasumber. Ekowisata potensial yang bisa dikembangkan yakni Pemandian Banyubiru, Kupang Kraton, perkebunan di sepanjang jalan menuju wisata serta budidaya jamur tiram dan bunga krisan.