Popon Mariam
Program Studi Pendidikan Ekonomi, FKIP, Universitas Langlangbuana

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Efektivitas Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Siswa Atik Rosmia; Sungging Handoko; Popon Mariam
EDUCARE Vol. 10 No. 2, Desember 2012
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.203 KB)

Abstract

Tujuan dasar mata pelajaran akuntansi adalah mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Namun pada kenyataan masih rendahnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah selama proses pembelajaran akuntansi, terutama dalam sub pokok bahasan Ayat Jurnal Penyesuaian. Salah satu cara untuk mengatasinya dengan menerapkan model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan memecahkan masalah yaitu model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS). sampel dalam penelitan ini adalah siswa kelas X Akuntansi 1 (kelas kontrol) dan X Akuntansi 2 (kelas eksperimen) di SMK Penida 1 Katapang. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen kuasi dan pengambilan sampel secara random kelas. Kesimpulan hasil penelitian bahwa model pembelajaran CPS efektif dalam upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah akuntansi siswa jika dibandingkan dengan model pembelajaran biasa.
Pengembangan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS), Agar Dapat Melihat Peningkatan Kreatifitas Belajar Siswa Neng Anisa Candrawulan; Erliany Syaodih; Popon Mariam
EDUCARE Vol. 11 No. 2, Desember 2013
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.203 KB)

Abstract

Kreatifitas belajar siswa sangatlah diperlukan dalam pembelajaran untuk mengoptimalkan pembelajaran agar mencapai tujuan pembelajaran yang tepat dalam mencapai hasil belajar yang baik. Namunpada umumnya kreatifitas belajar siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengembangan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS), agar dapat melihat peningkatan kreatifitas belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) yang melakukan uji coba terbtas pada kelas XI Ruminansia A SMK Peternakan Negeri Lembang dan uji coba luas pada kelas XI Pemasaran 3 SMK 1 Bandungp ada mata pelajaran kewirausahaan. Berdasarkan hasil penelitian ini terlihat bahwa pengembangan model pembelajaran CPS telah tercapai dengan cukup baik berdasarkan hasil pengolahan observasi sebesar 75,42%. Melihat bahwa model pembelajaran CPS memberikan kontribusi dalam meningkatkan kreatifitas belajar siswa dalam mata pelajaran kewirausahaan, maka penulis menyarankan untuk mengembangkan model pembelajaran CPS pada bahasan selanjutnya maupun pada mata pelajaran lain.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Nurdiani Priarana; Ria Herdhiana; Popon Mariam
EDUCARE Vol. 12 No. 2, Desember 2014
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.192 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan siswa dalam ranah kemampuan berpikir kritis seperti kemampuan memberikan arugmentasi, silogisme dan penalaran yang propesional.Mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada siswa mengharuskan guru untuk mencari model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis salah satunya adalah mengunakan model pembelajaran inquiry. Metode penelitian adalah metode quasi eksperimental design. Populasi dari penelitian seluruh siswa kelas XI SMK Bina warga. Pemilihan sampel dilakukan dengan purposive sampel dimana kelas XI AK1 dijadikan kelas eksperimen yang diberikan perlakuan sedangkan kelas XI AK 2 dijadikan kelas kontrol. Analisis data menggunakan Uji-t dan indeks gain. Kesimpulan menunjukan bahwa terdapat pengaruh kemampuan berfikir kritis siswa setelah diberikan model pembelajaran Inquiry.
Efektivitas Metode Active Learning Type Quiz Team Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Mujamilurrohmah Almufarah; Rita Zahara; Popon Mariam
EDUCARE Vol. 12 No. 2, Desember 2014
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.643 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa yang memperoleh pembelajaran dengan Metode-Active Learning Type Quiz Team dan membandingkannya dengan siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian eksperimen kuasi (eksperimen semu) dengan desain penelitian kelompok Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Akuntansi di SMK Bina Warga Bandung. Sampel pada penelitian adalah dua kelas dari kelas X Akuntansi, satu kelas sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan, satu kelas sebagai kelas kontrol. Hasil analisis data pada penelitian yang dilakukan pada tahun ajaran 2014/2015 ini menjelaskan bahwa observasi penggunaan metode Active Learning Type Quiz Team di kelas eksperimen menunjukkan hasil sebesar 96,55% yang tergolong dalam kategori sangat baik dan hasil uji-t aktivitas akhir mendapatkan hasil nilai thitung lebih besar dari ttabel (9,278 > 2,005) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil itu menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan aktivitas belajar siswa dikelas eksperimen yang menggunakan metode Active Learning Type Quiz Team dengan aktivitas belajar siswa di kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional tipe diskusi. Hal itu membuktikan bahwa metode Active Learning Type Quiz Team efektif untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa.
Pengembangan Kemampuan Menulis Penelitian Tindakan Kelas Guru MTs. Miftahulfalah Bandung Asep Hidayat; Popon Mariam
EDUCARE Vol. 16 No. 2, Desember 2018
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.178 KB)

Abstract

Salah satu kompetensi pedagogik guru adalah kemampuan melakukan Penelitian Tindakan Kelas. Kemampuan ini menunjukkan kemampuan guru melakukan dan memanfaatkan hasil refleksi terhadap proses pembelajaran yang dilakukannya, sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya. Permasalahan yang dihadapi oleh guru MTs. Miftahulfalah Bandung adalah kesulitan untuk (1) melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan; (2) memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu; dan (3) melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu. Solusi permasalahan yang dihadapi oleh guru-guru MTs. Miftahulfallah Bandung adalah pengembangan kemampuan menulis PTK untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Solusi ini dilakukan dengan memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu. Kegiatan yang telah dilakukan meliputi (1) persiapan sumber daya yang diperlukan; (2) melaksanakan program dengan model In-On-In dengan menggunakan pendekatan design thinking dari David Kelley (In), melakukan praktik materi sebelumnya melalui aktivitas pembelajaran sesuai dengan jadwal mengajar (On), dan presentasi hasil praktik dan refleksi; (3) monitoring dan evaluasi; dan (4) pelaporan kegiatan.
Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Upaya meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Popon Mariam
EDUCARE Vol. 16 No. 2, Desember 2018
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.443 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji effektivitas model pembelajaran berbasis masalah dalam mata pelajaran sosiologi dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Untuk objek penelitian jumlah siswa dari masing –masing kelas yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terdiri atas 30 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu test, lembar observasi dan RPP. Data yang dikumpulkan berupa hasil pretes dan postes kemudian dianalisis. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-anova dan uji-t menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah memiliki keunggulan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak menggunakan pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Keunggulan tersebut dilihat dari masing-masing indikator kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang mencakup kemampuan menganalisis, mengevaluasi dan kreatif.
Peningkatan Kemampuan Membaca, Menulis dan Berbicara Melalui Model Pembelajaran Pengalaman Berbahasa Terkonsentrasi (PBT) Yeni Nuraeni; Popon Mariam
EDUCARE Vol. 17 No. 2, Desember 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.018 KB)

Abstract

Fokus penelitian diarahkan pada upaya peningkatan kemampuan anak dalam membaca, menulis dan berbicara bahasa Arab melalui penerapan model pembelajaran pengalaman berbahasa terkonsentrasi (PBT). Penelitian ini dilaksanakan di sekolah Mts Miftahulfalah dan ditujukan untuk siswa di kelas VII. Metode penilitian menggunakan metoda Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca, menulis dan berbicara bahasa Arab siswa hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pada hasil test siswa.
Education Management in the Independent Curriculum in Elementary Schools Jenny Fransiska; Dumiyati Dumiyati; Popon Mariam; Nurul Hikmah; Muhammad Haris
al-fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jaf.v11i1.8696

Abstract

Education is the most important pillar in a nation, where the goals contained in education are to be able to educate the nation's life and also be able to nurture all the achievements and potential that exists within each student, so that later they can become good and superior individuals to be able to compete, both in the national and international arena. Every existing educational institution must have a learning curriculum, because the curriculum is a design and arrangement that guides the continuity of education. The purpose of the study was to analyze how the independent curriculum forms in education management in an elementary school. This research uses a qualitative approach method with a descriptive form, which emphasizes more on explanatory and explanatory studies. Data collection techniques are carried out by means of interviews, and observation, the data is obtained by describing the opinions of the samples from the results of interviews conducted directly. The results showed that the independent curriculum in an educational management in elementary schools can run very well, safely and there are not many obstacles faced. Because the application of the independent curriculum in elementary schools makes students quite challenged and welcomes it well. Because the curriculum is something very new for students, many are enthusiastic about it. The weaknesses contained in the research are that the researchers did not visit many elementary schools, because they only focused on one place and on one of the students. for that further researchers are expected to have many other samples.