Claim Missing Document
Check
Articles

PENANGANAN PASCA PANEN KELAPA SAWIT (PENYEMPROTAN DENGAN NATRIUM BENZOAT DAN KALIUM SORBAT TERHADAP MUTU CPO) [IN PRESS APRIL 2015] Maligan, Jaya Mahar; Dewi, Lionny Candra; Susanto, Wahono Hadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.945 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Natrium Benzoat dan Kalium Sorbat serta interaksi antara kedua bahan tersebut terhadap mutu Crude Palm Oil (CPO). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan 2 faktor yaitu konsentrasi Natrium Benzoat (1000 ppm, 2000 ppm, dan 3000 ppm) dan konsentrasi Kalium Sorbat (1000 ppm, 2000 ppm, 3000 dan ppm). Parameter yang diamati yaitu kadar ALB, kadar air, kadar kotoran, berat jenis, dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi Na-benzoat dan Ka-sorbat maka penghambatan proses hidrolisa lemak semakin tinggi. Penghambatan kadar ALB tertinggi terdapat pada penambahan konsentrasi 3000 ppm (Natrium Benzoat dan Kalium Sorbat). Kata kunci: Buah Kelapa Sawit, Kadar ALB, Kalium Sorbat, Konsentrasi, Natrium Benzoat
PENGARUH PROPORSI PASTA LABU KUNING DAN CABAI RAWIT SERTA KONSENTRASI EKSTRAK ROSELLA MERAH TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA ORGANOLEPTIK SAUS LABU KUNING PEDAS [IN PRESS APRIL 2015] Ikhsani, Atika Yahdiyani; Susanto, Wahono Hadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.349 KB)

Abstract

Labu kuning (Cucurbita moschata) adalah tanaman yang mudah tumbuh, produktif dan tidak begitu sulit dalam perawatan. Keberadaannya melimpah, kurang termanfaatkan, dan nilai ekonomisnya sangat rendah karena masih dianggap sebagai makanan inferior. Labu kuning merupakan sumber kalori, vitamin A, dan mengandung beta-karoten yang tinggi. Harga cabai cenderung fluktuatif, karena tingkat konsumsi yang tinggi dan tidak diimbangi dengan produktivitas. Permintaan pasar akan saus sambal terus meningkat, diversifikasi produk saus dari pasta labu kuning dan cabai rawit dapat menjadi alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Pasta labu kuning berfungsi sebagai bahan pengisi dan penstabil. Pembuatan pasta lebih mudah, praktis, dan ekonomis apabila dibandingkan dengan proses penepungan. Untuk menghasilkan saus yang berwarna merah, digunakan pigmen antosianin dari ekstrak kelopak bunga rosella, sehingga menghasilkan saus labu kuning pedas yang kaya dengan senyawa antioksidan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu proporsi labu kuning dan cabai rawit (70:30, 80:20, 90:10) serta konsentrasi ekstrak kelopak kering bunga rosella merah (10, 20, 30 %). Perlakuan terbaik diperoleh dari proporsi labu kuning : cabai rawit 90:10 dan konsentrasi ekstrak rosella 10% dengan nilai kadar air 90.33 %, total karoten 281.09 ppm, total antosianin 8.01 ppm, aktivitas antioksidan 78.82 %, pH 3.88, viskositas 11180 cP, total padatan terlarut 8.93 %Brix, rendemen 82.11 %, kecerahan 31.98, dan nilai 0Hue 56.05 berwarna oranye.   Kata kunci: Antioksidan, Antosianin, Ekstrak, Karoten
PENGARUH KONSENTRASI ASAM MALAT DAN SUHU TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK EFFERVESCENT EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) [IN PRESS APRIL 2015] Regiarti, Ulfah; Susanto, Wahono Hadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.962 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam malat dan suhu terhadap karakteristik fisik kimia dan organoleptik serbuk effervescent ekstrak daun mengkudu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu konsentrasi asam malat (10%, 20%, dan 30%) dan suhu proses. Hasil perlakuan terbaik berdasarkan parameter fisik dan kimia adalah perlakuan konsentrasi asam malat 20% dengan suhu proses pada suhu freezer yang menghasilkan nilai kadar air 8.73%, aktivitas antioksidan 63.33%, total fenol 34.74 mgGAE/100g, vitamin C 27.42 mg/100g, pH 4.48, total asam 0.35%, kecepatan larut 5.14 detik/gram, kelarutan 98.53% dan kecerahan warna 40.50. Sedangkan perlakuan terbaik berdasarkan parameter organoleptik adalah perlakuan konsentrasi asam malat 30% dengan suhu proses pada suhu refrigerator yang menghasilkan nilai warna serbuk 5.60, warna minuman 5.55, rasa minuman 5.85 dan aroma minuman 5.80.   Kata Kunci: Asam Malat, Daun Mengkudu, Effervescent, Suhu
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN TEH SEGAR (Camellia sinensis) TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA PANGAN SERTA ORGANOLEPTIK KACANG PRES GORENG SELAMA PENYIMPANAN [IN PRESS APRIL 2015] Putri, Aprodhyta Christy Kusuma; Susanto, Wahono Hadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.384 KB)

Abstract

Kacang Tanah (Arachis hypogea) mengandung 44% lemak.Kadar lemak dapat diturunkan dengan melakukan pengepresan hidrolik.Penambahan ekstrak daun teh segarbertujuan untuk meminimalkan kerusakan produk selama penyimpanan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun teh segar (Camellia sinensis) terhadap karakteristik kimia pangan serta organoleptik kacang pres goreng selama penyimpanan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor, yaitu penambahan estrak daun teh segar (konsentrasi 0.50%, 1%, 1.50%) dan lama (0 hari, 15 hari, 30 hari). Masing-masing kombinasi faktor diulang sebanya tiga kali.Data hasil pegamatan dianalisis dalam Analysis of Varian (ANOVA) dengan selang kepercayaan 5%.Jika terdapat pengaruh nyata, dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test)dengan selang kepercayaan 5%.Perlakuan terbaik diperoleh pada penambahan ekstrak 1.50% sebelum penyimpanan.Uji perlakuan terbaik menggunakan metode Zeleni.   Kata kunci: Ekstrak Daun Teh Segar, Kacang Pres, Kacang Tanah
KARAKTERISTIK SIRUP JAHE NIRA KELAPA TERFERMENTASI DELAPAN JAM (KAJIAN JENIS DAN KONSENTRASI SARI JAHE) [IN PRESS JULI 2015] Febriyanti, Rizky; Susanto, Wahono Hadi; Nugrahini, Nur Ida Panca
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.095 KB)

Abstract

Nira kelapa adalah cairan bening yang keluar dari bunga kelapa yang pucuknya belum membuka. Didalam nira mengandung gula, lemak, dan protein yang merupakan media terbaik untuk pertumbuhan mikroorganisme dari lingkungan sekitarnya. Nira yang telah mengalami proses fermentasi tidak dapat diolah dan dicetak menjadi gula batok yang berkualitas baik. Nira yang mengalami fermentasi dapat diolah menjadi sirup namun memiliki rasa yang masam sehingga perlu ada penambahan perasa. Penambahan  jahe dapat memperbaiki kualitas dari sirup nira kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan varietas jahe dan konsentrasi sari jahe dalam pembuatan sirup nira kelapa. Penelitian ini menggunakan Rancangan tersarang (Nested Design). Faktor 1 adalah varietas jahe (jahe merah, jahe gajah, dan jahe emprit) sedangkan faktor 2 merupakan konsentrasi penambahan sari jahe dengan 3 level (5%,10%,15%). Hasil perlakuan terbaik kemudian diuji dengan Metode Multiple Attribut. Perlakuan terbaik menurut parameter fisiko-kimia diperoleh pada perlakuan varietas jahe merah dengan penambahan konsentrasi sari jahe 10%.   Kata Kunci: Nira Terfermentasi, Sari Jahe, Sirup , Varietas Jahe
PENGARUH PENAMBAHAN PASTA CABAI MERAH DAN KOMBINASI TEPUNG DALAM PROPORSI TEPUNG KETELA POHON KERING DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP SIFAT KIMIA FISIK ORGANOLEPTIK KERUPUK CEKEREMES [IN PRESS JULI 2015] Distira, Yunda Aria; Susanto, Wahono Hadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.134 KB)

Abstract

Kerupuk cekeremes merupakan usaha masyarakat Desa Kedung Bunder Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa timur. Terdapat 127 pengrajin yang setiap harinya mampu menghasilkan kerupuk  Kg / hari. Kerupuk cekeremes dengan bahan baku tepung ketela pohon kering ini memiliki kenampakan yang kurang menarik dan tekstur yang keras, selain itu terdapat penggunaan bahan pewarna yang membahayakan tubuh bila di konsumsi. Upaya untuk memperbaiki kualitas dilakukan dengan penambahan pasta cabai merah dan kombinasi tepung dalam proporsi tepung ketela pohon kering dan tepung mocaf dalam pembuatan kerupuk cekeremes. Meningkatnya kualitas kerupuk dapat dilihat dari warna yang lebih baik, terkandungan betakaroten, lebih renyah dan kadar pati yang lebih tinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial  dengan dua faktor yaitu penambahan pasta cabai merah (10%,20%, dan 30%) dan proporsi tepung ketela pohon kering dan tepung mocaf (30g:70g, 50g:50g, dan 70g:30g). Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali dan dianalisis menggunakan ANOVA dengan menggunakan uji lanjut atau uji DMRT (α=5%). Berdasarkan hasil penelitian perlakuan terbaik dari segi fisik dan kimia serta organoleptik pada penambahan pasta cabai merah 30% dan kombinasi tepung dalam proporsi tepung ketela pohon kering dan tepung mocaf (30g:70g).   Kata kunci : Cabai, Cekeremes, Lokal, Mocaf
PENGARUH LAMA PENGUKUSAN SERTA PROPORSI TEPUNG MOCAF DAN PASTA LABU KUNING TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA ORGANOLEPTIK KERUPUK CEKEREMES [IN PRESS JULI 2015] Rani, Monica Virganita Puspita; Susanto, Wahono Hadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.103 KB)

Abstract

Beberapa industri rumah tangga di desa Kedung Bunder Blitar menghasilkan kerupuk cekeremes. Kapasitas produksi rata – rata 15 - 20 kg/hari. Kelemahan penggunaan bahan baku tepung gaplek memiliki warna kecoklatan. Untuk meningkatkan kualitas warna , diperlukan penggantian tepung gaplek dengan tepung mocaf dan pasta labu kuning. Tepung mocaf memiliki warna putih, bau yang tidak apek dan kandungan pati yang tinggi. Pasta labu kuning sendiri mengandung provitamin A yang digunakan sebagai sumber pewana alamai untuk meningkatkan warna dan nilai gizi kerupuk cekeremes. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah lama pengukusan (15 menit ; 25 menit ; 35 menit) dan faktor kedua proporsi tepung mocaf : pasta labu kuning (70 : 30 ; 60 : 40 ; 50 : 50) dengan 3 kali ulangan.   Kata Kunci : Cekeremes , Labu Kuning , Mocaf
PENGARUH PENAMBAHAN LARUTAN SUSU KAPUR DAN STPP (Sodium Tripolyphospat) TERHADAP KUALITAS GULA KELAPA (Cocos nucifera L) [IN PRESS JULI 2015] Haloho, Wirayani Febri; Susanto, Wahono Hadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.813 KB)

Abstract

Potensi nira kelapa sebagai alternatif bahan untuk membuat gula cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan konsentrasi susu kapur dan STPP sehingga gula kelapa yang dihasilkan memiliki kualitas yang optimum. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok. Faktor 1 yaitu konsentrasi susu kapur yang terdiri dari 3 level (12%; 17%; 22% b/v) dan faktor 2 yaitu konsentrasi STPP yang terdiri dari 3 level (200 ppm; 400 ppm; 600 ppm b/v), dengan 3 kali ulangan. Pemilihan perlakuan terbaik dengan metode Indeks Efektifitas De Garmo dan uji organoleptik pada produk gula kelapa dianalisis menggunakan uji kesukaan. Perlakuan terbaik organoleptik diperoleh pada konsentrasi susu kapur 17% dan STPP 400 ppm dan perlakuan terbaik fisiko-kimia ialah dengan kombinasi perlakuan penambahan konsentrasi susu kapur 22% dan STPP 400 ppm. Kata Kunci: Gula kelapa, STPP, Susu kapur
KARAKTERISASI HARD CANDY JAHE BERBASIS NIRA KELAPA (KAJIAN JENIS DAN KONSENTRASI SARI JAHE) [IN PRESS JULI 2015] Yazakka, Illiyin Manistha; Susanto, Wahono Hadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.745 KB)

Abstract

Terbatasnya produk olahan nira kelapa membuat harga jual nira kelapa cukup murah, sehingga perlu dilakukan pengembangan produk olahan nira kelapa. Salah satunya adalah pengolahan hard candy jahe berbasis nira kelapa. Pengolahan ini didasarkan kandungan sukrosa pada nira kelapa, selain itu ditambahkan jahe karena jahe mengandung senyawa fenol yang bertindak sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan penggunaan jenis dan konsentrasi penambahan sari jahe serta proporsi yang tepat untuk menghasilkan hard candy jahe terbaik. Metode penelitian dilakukan dengan Rancangan Tersarang. Data hasil pengamatan dianalisis dengan metode ANOVA. Apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT. Penggunaan jenis jahe berpengaruh terhadap total fenol, aktivitas antioksidan, tingkat kecerahan (L), kemerahan (a*) dan kekuningan (b*). Konsentrasi penambahan sari jahe berpengaruh terhadap total fenol dan aktivitas antioksidan. Didapatkan perlakuan terbaik dari perlakuan penggunaan jenis jahe gajah dengan konsentrasi penambahan 15% dan perlakuan penggunaan jenis jahe emprit dengan konsentrasi penambahan sebesar 10%.   Kata kunci: Hard Candy, Jahe, Nira Kelapa
PEMBUATAN GULA KELAPA DARI NIRA TERFERMENTASI ALAMI (KAJIAN PENGARUH KONSENTRASI ANTI INVERSI DAN NATRIUM METABISULFIT) [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Pratama, Ferry; Susanto, Wahono Hadi; Purwantiningrum, Indria
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.228 KB)

Abstract

Gula kelapa merupakan hasil olahan dari nira dengan cara menguapkan airnya, kemudian dicetak. Anti inverse merupakan suatu bahan pengawet yang dicampur dengan larutan penyangga yang mampu menjaga kestabilan pH dan menurunkan aktivitas enzim. Natrium Metabisulfit termasuk salah satu pengawet yang sering digunakan dalam pembuatan gula kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman bumbung dengan larutan anti inversi dan penambahan konsentrasi natrium metabisulfit terhadap nira kelapa terfermentasi secara alami selama 8 jam pada pembuatan gula kelapa. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik dari segi fisik, kimia diperoleh pada perlakuan anti inversi 3000 ppm dan natrium metabisulfit 500 ppm yaitu kadar air (5.01%), gula reduksi (3.67%), sukrosa (77.67%), pH (6.54), kecerahan (48.93), kemerahan (28.10), kekuningan (33.13), residu sulfit (79.52 ppm), rendemen (17.01%), dan kadar abu (1.80%). Untuk parameter organoleptik diperoleh pada perlakuan anti inversi 2000 ppm dan natrium metabisulfit 300 ppm yaitu warna (4.50), rasa (4.50), aroma (4.65) dan tekstur (4.55).   Kata Kunci: Anti Inversi, Gula Kelapa, Natrium Metabisulfit
Co-Authors Abdullah Hafidz Imaduddin Achmad Fajar Maulana Achmad Fajar Maulana Anasthasia Ananta Carolina Titi Ola Aninditya Puspitasari Annisa Ayu Pratiwi Aprodhyta Christy Kusuma Putri Aprodhyta Christy Kusuma Putri Ardhia Deasy Rosita Dewi Ardhia Deasy Rosita Dewi Atika Yahdiyani Ikhsani Atika Yahdiyani Ikhsani Bagus Rakhmad Setyohadi Cahya Alfiah Cahya Alfiah Chandra Maysasri Trisshanti Chandra Maysasri Trisshanti Choiriya Tri Wahyuningtias Clara Dea Nastasia Sutrisno Clara Dea Nastasia Sutrisno Crysse Zuliana Crysse Zuliana Della Putri Arumsari Dewi Prima Lestari Dewi Prima Lestari Dewinta Ayu Prista Dewinta Ayu Prista, Dewinta Ayu Dhita Aprillia Diah Erika Pangestu Duta Pakerti Darajat Duta Pakerti Darajat Ellen Demi Winata Ellen Demi Winata Elok Waziiroh Endrika Widyastuti Endrika Widyastuti Eni Suryani Eni Suryani Febri Nuron Amanu Febri Nuron Amanu Feby Cahya Feby Cahya Feronika Heppy Sriherfyna Ferry Pratama Ferry Pratama Fredi Eka Permana Fredi Eka Permana, Fredi Eka Fuadiyah Nila Kurniasari Gaby Novitalia Putri Hamita Rahmasari Hamita Rahmasari Hani Rachmayati Herdimas Wuryantoro Herdimas Wuryantoro Illiyin Manistha Yazakka Illiyin Manistha Yazakka Indria Purwantiningrum Indria Purwantiningrum Indria Purwantiningrum Jaya Mahar Maligan Jaya Mahar Maligan Kharis Izzul Sulthoni Kharis Izzul Sulthoni, Kharis Izzul Khoirina, Adhian Dini Khoirina Kiki Diah Amalia Lionny Candra Dewi Lionny Candra Dewi M Roekaqo Taufiqul M Roekaqo Taufiqul Maria Pesona Nuansa Maria Pesona Nuansa Maulida Alexianingrum Maya Dwi Erwinda Maya Dwi Erwinda Mentari Febrianti Darma Pertiwi Mentari Febrianti Darma Pertiwi Mita Widyaningtyas Mita Widyaningtyas Moch Agung Puji Saputro Moch Agung Puji Saputro Monica Virganita Puspita Rani Monica Virganita Puspita Rani Muhammad Rajif Achdiatsyah Muhammad Rajif Achdiatsyah, Muhammad Rajif Muhammad Yudda Rahardian Mulyana Mulyana Mulyana Mulyana Novita Wijayanti Novita Wijayanti Novita Wijayanti Nur Ida Panca Nugrahini Ovrida Wahyu Nilasari Panji Prasetyo Panji Prasetyo Priyantini Kurniawati Priyantini Kurniawati Rifqi Thirafi Ramadhana Rizky Febriyanti Rizky Febriyanti Rositha Adryana Christanti Rr. Astri Inneke Yunita Wijayanti Rudi Gunawan Septian Ulul Albab Septian Ulul Albab, Septian Ulul Shinta Rosalia Dewi Siska Tresna Yuliwaty Siska Tresna Yuliwaty Sudarma Dita Wijayanti Sudarma Dita Wijayanti Ulfah Regiarti Ulfah Regiarti Umi Nadhiroh Wahyu Remadani Wahyu Remadani, Wahyu Wirayani Febri Haloho Wirayani Febri Haloho Yeni Kurniati Yeni Kurniati Yunda Aria Distira Yunda Aria Distira Zerlin Ulfa Shabrina