Claim Missing Document
Check
Articles

UMBI GADUNG (Dioscorea hispida Dennst) SEBAGAI BAHAN PANGAN MENGANDUNG SENYAWA BIOAKTIF : KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS JANUARI 2015] Siwi Ratna Sumunar; Teti Estiasih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk mie saat ini sudah menjadi bahan makanan utama kedua setelah beras bagi masyarakat Indonesia. Bahan baku utama pembuatan mie adalah tepung terigu, tepung terigu juga banyak digunakan sebagai bahan dasar berbagai produk olahan pangan sehingga untuk memenuhi kebutuhan tepung terigu di Indonesia dilakukan impor tepung terigu. Indonesia kaya akan sumber daya hayati berupa serealia dan umbi- umbian yang dapat dijadikan bahan dalam pembuatan tepung- tepungan. Umbi yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi tepung dalam pembuatan mie adalah umbi gadung. Umbi gadung di Indonesia hanya dimanfaatkan sebagai makanan sampingan dengan proses pengolahan yang sederhana. Umbi gadung memiliki kelemahan yaitu mengandung asam sianida (HCN) yang memiliki efek negatif pada kesehatan, dengan pengolahan yang baik umbi gadung dapat dikonsumsi. Umbi gadung juga mengandung senyawa menguntungkan yaitu senyawa bioaktif, diantaranya adalah polisakarida larut air, dioscorin dan diosgenin yang memiliki peran penting untuk pengobatan.   Kata kunci: Dioscorin, Diosgenin, Gadung, Senyawa Bioaktif, Polisakarida Larut Air
PENDUGAAN UMUR SIMPAN MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF-LIFE TESTING (ASLT) DENGAN PENDEKATAN ARRHENIUS PADA PRODUK TAPE KETAN HITAM KHAS MOJOKERTO HASIL STERILISASI [IN PRESS JANUARI 2015] Haryati Haryati; Teti Estiasih; Feronica Heppy Sriherfyna; Kgs Ahmadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menduga umur simpan tape ketan hitam khas Mojokerto hasil sterilisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu dan waktu sterilisasi yang dapat membunuh seluruh mikroba yaitu pada perlakuan suhu 121°C selama 10 menit. Hasil pendugaan umur simpan produk menunjukkan energi aktivasi pada parameter kadar air adalah 19,862.34 kal/mol, nilai pH 10,913.49 kal/mol, perubahan warna 21,202.01 kal/mol, dan total asam tertitrasi 8,951.10 kal/mol. Parameter total mikroba tidak ditemukan pertumbuhan mikrobiologi selama penyimpanan 40 hari sehingga tidak dapat dihitung energi aktivasinya. Nilai energi aktivasi terkecil digunakan untuk menentukan umur simpan produk, yaitu parameter total asam tertitrasi dimana reaksi berjalan mengikuti raksi orde nol sehingga diperoleh regresi linier y=-4,507.10x+7.12. Hasil perhitungan umur simpan tape ketan hitam khas Mojokerto hasil sterilisasi berdasarkan parameter total asam tertitrasi pada penyimpanan suhu ruang 25°C adalah 688.4 hari (22.9 bulan). Kata kunci: Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT), Arrhenius, Sterilisasi, Tape ketan hitam khas Mojokerto
KARAKTERISASI MINUMAN SARI APEL PRODUKSI SKALA MIKRO DAN KECIL DI KOTA BATU: KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS APRIL 2015] Lailufary Ichda Noor Sa'adah; Teti Estiasih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Batu merupakan salah satu kota penghasil buah apel dengan produktivitas yang tinggi mencapai 17.05 ton per hektar per tahun. Tingkat produktivitas yang tinggi membuat masyarakat melakukan diversifikasi produk menjadi minuman sari apel.Minuman sari buah adalah sari buah yang diencerkan dengan menggunakan air.Kandungan sari buah pada minuman ini minimal harus 35% dengan atau tanpa penambahan gula. Pada proses pembuatan minuman sari buah terdapat 3 varietas apel yang sering digunakan oleh UMK yaitu apel manalagi, apel anna, dan apel romebeauty. Varietas apel yang berbeda serta grade apel yang berbeda diduga mempengaruhi sifat fisik kimia serta organoleptik pada produk minuman sari apel.Oleh karena itu perlu adanya karakterisasi fisik, kimia, dan organoleptik untuk mengetahui karakteristik minuman sari apel.   Kata kunci: Apel, Karakterisasi, Minuman sari buah
EFEK ANTIHIPERTENSI SENYAWA BIOAKTIF DIOSCORIN PADA UMBI-UMBIAN KELUARGA DIOSCOREA : KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS APRIL 2015] Irma Tri Kurniawati; Teti Estiasih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko kardiovaskular yang paling banyak menyebabkan kematian di seluruh dunia. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi medis dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis dalam jangka waktu yang lama. Selama ini masyarakat menggunakan terapi farmakologi dengan mengkonsumsi obat-obatan seperti Captropil yang memiliki efek menghambat ACE (Angiotensin Converting Enzyme) yaitu enzim yang berperan dalam meningkatkan tekanan darah. Efek samping yang ditimbulkan oleh obat antihipertensi dan mahalnya obat tersebut menyebabkan ketidakpatuhan penderita hipertensi untuk mengkonsumsinya. Efek samping  yang ditimbulkan meliputi batuk kering, pusing, sakit kepala, dan lemas. Indonesia memiliki sumber daya pangan yang cukup melimpah, salah satunya umbi-umbian yang berpotensi membantu penurunan tekanan darah. Umbi-umbian diketahui memiliki kandungan senyawa bioaktif yang bersifat sebagai antihipertensi alami yaitu protein dioscorin.   Kata kunci : ACE, Dioscorin, Hipertensi, Senyawa Bioaktif
PENGARUH SENYAWA BIOAKTIF UMBI-UMBIAN KELUARGA DIOSCOREACEAE TERHADAP KONDISI PROFIL LIPID DARAH: KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS APRIL 2015] Wijaya Christamanda Diass; Teti Estiasih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profil lipid darah meliputi total kolesterol, Low density lipoprotein (LDL-c), High density lipoprotein (HDL-c) dan Trigliserida. Tingginya asupan tinggi kolesterol dan lemak jenuh mengakibatkan tidak seimbangnya kondisi profil lipid darah yang dapat memicu penyakit jantung koroner (PJK). Dalam menurunkan kolesterol, masyarakat saat ini lebih cenderung memilih bahan pangan fungsional dibandingkan dengan obat-obatan karena kelebihan bahan pangan fungsional yang tidak memiliki efek samping. Indonesia memiliki kekayaan ragam hayati, salah satunya adalah umbi-umbian dioscoreaceae yang diharapkan berpotensi menurunkan tingkat kolesterol darah dan memperbaiki keseimbangan profil lipid. Umbi-umbian yang diyakini memiliki kandungan bioaktif seperti serat pangan, polisakarida larut air dan diosgenin mampu memiliki efek fungsional terhadap penurunan kolesterol dan keseimbangan kondisi profil lipid darah.   Kata kunci: Dioscoreaceae, PJK, Profil Lipid, Senyawa Bioaktif
PENGARUH KONSENTRASI NATRIUM BENZOAT DAN KONDISI PASEURISASI (SUHU DAN WAKTU) TERHADAP KARAKTERISTIK MINUMAN SARI APEL BERBAGAI VARIETAS : KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS APRIL 2015] Maylina Ilhami Khurniyati; Teti Estiasih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apel merupakan salah satu buah yang populer di kalangan masyarakat. Kandungan senyawa kimia apel umumnya sangat baik bagi tubuh, selain dapat dimakan dalam keadaan segar, apel juga dapat diproses menjadi produk olahan seperti saus apel, jus apel, sirup apel, dan minuman sari apel. Besarnya permintaan konsumen terhadap produk minuman sari apel, membuat UMKM tersebut berupaya untuk memperbaiki mutu minuman sari apel tersebut dengan menambahkan pengawet dan proses pasteurisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi penambahan natrium benzoat yang paling optimum berdasarkan uji organoleptik pada minuman sari apel varietas Manalagi, Rome Beauty, dan Anna, serta untuk menentukan proses pasteurisasi berdasarkan suhu dan waktu terbaik dalam proses pembuatan minuman sari apel dengan varietas Manalagi, Rome Beauty, dan Anna berdasarkan uji organoleptik.   Kata kunci: Anna, Manalagi, Natrium benzoat, Pasteurisasi, Rome Beauty
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA BIOAKTIF UMBI-UMBIAN LOKAL INFERIOR: KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS APRIL 2015] Rahmatul Mar'atirrosyida; Teti Estiasih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres oksidatif merupakan salah satu penyebab terjadinya berbagai penyakit degeneratif di Indonesia. Stres oksidatif merupakan kondisi ketika produksi senyawa radikal bebasatau senyawa radikal bebas lebih besar daripada jumlah antioksidan dalam tubuh. Stres oksidatif tersebut dapat dihambat dengan adanya antioksidan. Gembili, gadung, ubi kelapa, garut, dan kimpul merupakan umbi-umbian lokal inferior Indonesia yang tinggi karbohidrat dan tersebar luas di Indonesia, namun pemanfaatannya masih terbatas. Selain mengandung karbohidrat tinggi, kelima jenis umbi tersebut mengandung senyawa bioaktif seperti dioscorin, diosgenin, dan fenol yang dapat berfungsi sebagai antioksidan.   Kata kunci: Antioksidan, Dioscorin, Diosgenin, Fenol, Umbi-umbian lokal
MIE DARI UBI KELAPA (Dioscorea alata L.) : KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS APRIL 2015] Mohammad Aulia Rahman; Teti Estiasih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mie merupakan produk makanan berbahan baku tepung terigu yang sangat populer di masyarakat. Hal ini dikarenakan mie yang berbahan baku terigu mengandung karbohidrat yang tinggi. Salah satu jenis umbi-umbian yang tinggi karbohidrat yang bisa diolah menjadi mie adalah ubi kelapa. Namun selama ini, ubi kelapa hanya dimanfaatkan sebagai makanan sampingan dengan proses pengolahan yang sederhana seperti dibakar, dikukus, atau digoreng. Ubi kelapa memiliki senyawa bioaktif yaitu polisakarida larut air, dioscorin dan diosgenin. Senyawa bioaktif tersebut memiliki beberapa fungsi yaitu immunomodulatory, mencegah penyakit metabolik (hiperkolesterolemia, dislipidemia, diabetes dan obesitas), peradangan dan kanker. Ubi kelapa dalam proses pengolahannya sendiri masih memiliki beberapa kendala yaitu tidak adanya gluten sehingga diperlukan penambahan gluten agar produk mie memiliki karakteristik yang baik.   Kata kunci: Dioscorea, Gluten, Mie Ubi Kelapa, Senyawa Bioaktif, Ubi Kelapa  
PENGARUH POLISAKARIDA LARUT AIR (PLA) DAN SERAT PANGAN UMBI-UMBIAN TERHADAP GLUKOSA DARAH: KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS APRIL 2015] Prasetyo Sonny Saputro; Teti Estiasih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadar glukosa darah (KGD) yang mengalir dari darah dipengaruhi oleh tingginya kandungan glukosa yang diserap dan metabolisme glukosa darah yang ada di dalam tubuh. Tingginya kadar glukosa dalam tubuh menimbulkan terjadinya penyakit diabetes mellitus. Diabetes mellitus merupakan penyakit yang ditandai dengan naiknya kadar glukosa darah melebih 200 mg/dl. Pasien penderita diabetes saat ini hanya bergantung pada obat-obatan yang memiliki efek samping untuk tubuh. Dibutuhkan pengobatan alternatif selain obat-obatan yaitu terapi asupan pangan fungsional alami yang memiliki kemampuan untuk menurunkan KGD dalam tubuh. Umbi-umbian seperti umbi gadung, umbi ubi kelapa, umbi kimpul, umbi gembili dan umbi garut merupakan umbi-umbian yang memiliki kandungan senyawa bioaktif yaitu polisakarida larut air dan serat pangan yang memiliki kemampuan menurunkan KGD dalam tubuh. Kata kunci: Diabetes mellitus, Glukosa darah, Polisakarida larut air, Serat pangan, Umbi-umbian
MIE DARI UMBI GARUT (Maranta arundinacea L.): KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS JULI 2015] Agung Kurniawan; Teti Estiasih; Nur Ida Panca Nugrahini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Garut (Maranta arundinaceae L.) adalah salah satu umbi yang berpotensi menjadi substituen terigu dalam pembuatan mie, apabila dibuat tepung terlebih dahulu. Tingkat produksi mie makin meningkat tiap tahunnya, melalui penggunaan tepung garut sebagai substituen secara parsial diharapkan dapat tercapai akan ketergantungan terigu. Dalam proses pengolahan mie membutuhkan adanya gluten. Gluten berperan penting dalam pembentukan struktur dan elastisitas dari mie. Gluten memiliki sifat elastis dan plastis, dua sifat tersebut sangatlah penting untuk menghasilkan produk mie yang dapat dicetak, kenyal, dan tidak mudah putus. Kegunaan penambahan rasio gluten agar karakteristik mie yang optimal, yaitu sifat elastis dan kenyal. Kata kunci: Garut, Gluten, Mie
Co-Authors . Harijono Aditya Yoga Prabowo Agung Kurniawan Angky Wahyu Putranto Anugerah Dany Priyanto Asusti Asusti Avida Nur Hidayah Ayu Nur Aida Delicia Kusuma Della Angelina Dellyma Shinta Wahyu Ramadhani Deni Maulida Dian Widya Ningtyas Dini Nastiti Anjarasri Dwi Andiyas Kurniawan Ella Saparianti Endrika Widyastuti Eryna Satyaningtyas Fairuz Balqis Faizatur Rohmah Feronica Heppy Sriherfyna Fithri Choirun Nisa Fitriyah Kusumastuti Ginanjar Putra Jatmiko Gumilang Prakarsa Hanifah Rosyada Haryati Haryati Harzau Hazizah I Gusti Ngurah Pratama Putra Indria Purwantiningrum Ines Caesarina Irma Tri Kurniawati Ismizana Jati Prasiddha Jaya Mahar Maligan Kgs . Ahmadi Kgs Ahmadi Kgs Ahmadi Lailufary Ichda Noor Sa'adah Layly Alifatur Rizqiyah Leenawaty Limantara M. Wahyu Agung Prasetya Marina Dohitra Yanuparinda Hapsari Maylina Ilhami Khurniyati Meirza Senditya Moch Adnan Mochamad Zulkifli Mohammad Aulia Rahman Mohammad Sofyan Hadi Muhammad Naufal Arisyi Mustika Rohma Wardhani Nadhifatul Latifah Natalia Sari Susanto Novi Puspitasari Novita Wijayanti Nur Ida Panca Nugrahini Nurul Asthami Okky Mahendra Putra Arisandy Olivia Yofananda Prasetyo Sonny Saputro Rahmatul Mar'atirrosyida Ricca Claudia Rizki Dwi Prameswari Rizki Dwi Prameswari Rizki Mukti Adicandra Rodhia Dara Albike Roichatul Jannah Roni Bagus Widiatmoko Rosalina Ariesta Laeliocattleya Siti Fatimatul Mutmainah Siwi Ratna Sumunar Sudarma Dita Wijayanti Sulthan Alfathir Suparmo . Tiara Rahmania Yunisa Tranggono Tranggono Umiatun . Wahyu Eka Arif Santoso Widyasari Wijaya Christamanda Diass Zamnia Wahyuli