Claim Missing Document
Check
Articles

BERAS TIRUAN BERBASIS UBI KAYU Adelina, Fitrah; Estiasih, Teti; Widyaningsih,, Tri Dewanti; Harijono, Harijono
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.789 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2019.020.01.2

Abstract

ABSTRAKUbi kayu merupakan komoditas pangan lokal yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Kandungan pati yang tinggi memungkinkan untuk menjadikan ubi kayu sebagai pangan sumber karbohidrat alternatif pengganti beras atau disebut juga beras tiruan. Kajian pustaka ini membahas potensi ubi kayu sebagai bahan baku pembuatan beras tiruan serta mengetahui karakteristik fisik, kimia, sensori beras tiruan berbasis ubi kayu. Ubi kayu baik dalam bentuk segar, tepung (fermentasi/non fermentasi) maupun tepung komposit dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan beras tiruan. Metode yang sering digunakan yaitu metode granulasi dan ekstrusi. Berbagai hasil penelitian menunjukkan beras tiruan berbasis ubi kayu dengan formula terbaik memiliki kadar karbohidrat 71.94-95.9%, mendekati nilai karbohidrat dari beras padi. Kadar serat kasar, protein, lemak, dan daya cerna pati berturut-turut yaitu 4.43-7.71%, 0.81- 6.86%, 0.19-3.51%, dan 62.4%. Para peneliti pun berhasil membuat beras tiruandengan bentuk menyerupai beras padi, dengan warna kecokelatan hingga putih, memiliki rasa dan aroma ubi kayu yang khas. Hingga saat ini, belum ada standar mutu yang menjadi acuan dalam pembuatan beras tiruan. Pemilihan bahan baku, formulasi dan metode pengolahan yang tepat diperlukan agar dapat menghasilkan beras tiruan dengan karakteristik yang baik.  ABSTRACTCassava is a local food commodity that is widely cultivated in Indonesia. High starch content of cassava makes cassava as an alternative source of carbohydrate substitute for rice or called artificial rice. This literature review discusses the potential of cassava as raw material for making artificial rice and the physical, chemical and sensory characteristics of artificial rice based on cassava. Various studies have shown that fresh cassava, cassava flour and composite flour has the potential to serve as a raw material for making artificial rice. Granulation and extrution technology are commonly used in the manufacture of artificial rice. Some of the results showed that carbohydrate content of artificial rice cassava ranged 71,94-95.9%, close to the value of truth rice. Crude fiber content, protein, fat, starch digestibility ranged from4.43-7.71%, 0.81-6.86%, 0.19-3.51% dan 62.4% respectively. The researchers also succedeed in making artificial rice with similar shape of rice grains, with a brown to white color, having a distinctive taste and aroma of cassava. Until now, there is no quality standard that is used in making artificial rice. The selection of raw materials, formulations and appropriate processing methods is required to produce artificial rice with good characteristics.
BERAS TIRUAN BERBASIS UBI KAYU Adelina, Fitrah; Estiasih, Teti; Widyaningsih,, Tri Dewanti; Harijono, Harijono
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.789 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2019.020.01.2

Abstract

ABSTRAKUbi kayu merupakan komoditas pangan lokal yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Kandungan pati yang tinggi memungkinkan untuk menjadikan ubi kayu sebagai pangan sumber karbohidrat alternatif pengganti beras atau disebut juga beras tiruan. Kajian pustaka ini membahas potensi ubi kayu sebagai bahan baku pembuatan beras tiruan serta mengetahui karakteristik fisik, kimia, sensori beras tiruan berbasis ubi kayu. Ubi kayu baik dalam bentuk segar, tepung (fermentasi/non fermentasi) maupun tepung komposit dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan beras tiruan. Metode yang sering digunakan yaitu metode granulasi dan ekstrusi. Berbagai hasil penelitian menunjukkan beras tiruan berbasis ubi kayu dengan formula terbaik memiliki kadar karbohidrat 71.94-95.9%, mendekati nilai karbohidrat dari beras padi. Kadar serat kasar, protein, lemak, dan daya cerna pati berturut-turut yaitu 4.43-7.71%, 0.81- 6.86%, 0.19-3.51%, dan 62.4%. Para peneliti pun berhasil membuat beras tiruandengan bentuk menyerupai beras padi, dengan warna kecokelatan hingga putih, memiliki rasa dan aroma ubi kayu yang khas. Hingga saat ini, belum ada standar mutu yang menjadi acuan dalam pembuatan beras tiruan. Pemilihan bahan baku, formulasi dan metode pengolahan yang tepat diperlukan agar dapat menghasilkan beras tiruan dengan karakteristik yang baik.  ABSTRACTCassava is a local food commodity that is widely cultivated in Indonesia. High starch content of cassava makes cassava as an alternative source of carbohydrate substitute for rice or called artificial rice. This literature review discusses the potential of cassava as raw material for making artificial rice and the physical, chemical and sensory characteristics of artificial rice based on cassava. Various studies have shown that fresh cassava, cassava flour and composite flour has the potential to serve as a raw material for making artificial rice. Granulation and extrution technology are commonly used in the manufacture of artificial rice. Some of the results showed that carbohydrate content of artificial rice cassava ranged 71,94-95.9%, close to the value of truth rice. Crude fiber content, protein, fat, starch digestibility ranged from4.43-7.71%, 0.81-6.86%, 0.19-3.51% dan 62.4% respectively. The researchers also succedeed in making artificial rice with similar shape of rice grains, with a brown to white color, having a distinctive taste and aroma of cassava. Until now, there is no quality standard that is used in making artificial rice. The selection of raw materials, formulations and appropriate processing methods is required to produce artificial rice with good characteristics.
BERAS TIRUAN BERBASIS UBI KAYU Adelina, Fitrah; Estiasih, Teti; Widyaningsih,, Tri Dewanti; Harijono, Harijono
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.789 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2019.020.01.2

Abstract

ABSTRAKUbi kayu merupakan komoditas pangan lokal yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Kandungan pati yang tinggi memungkinkan untuk menjadikan ubi kayu sebagai pangan sumber karbohidrat alternatif pengganti beras atau disebut juga beras tiruan. Kajian pustaka ini membahas potensi ubi kayu sebagai bahan baku pembuatan beras tiruan serta mengetahui karakteristik fisik, kimia, sensori beras tiruan berbasis ubi kayu. Ubi kayu baik dalam bentuk segar, tepung (fermentasi/non fermentasi) maupun tepung komposit dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan beras tiruan. Metode yang sering digunakan yaitu metode granulasi dan ekstrusi. Berbagai hasil penelitian menunjukkan beras tiruan berbasis ubi kayu dengan formula terbaik memiliki kadar karbohidrat 71.94-95.9%, mendekati nilai karbohidrat dari beras padi. Kadar serat kasar, protein, lemak, dan daya cerna pati berturut-turut yaitu 4.43-7.71%, 0.81- 6.86%, 0.19-3.51%, dan 62.4%. Para peneliti pun berhasil membuat beras tiruandengan bentuk menyerupai beras padi, dengan warna kecokelatan hingga putih, memiliki rasa dan aroma ubi kayu yang khas. Hingga saat ini, belum ada standar mutu yang menjadi acuan dalam pembuatan beras tiruan. Pemilihan bahan baku, formulasi dan metode pengolahan yang tepat diperlukan agar dapat menghasilkan beras tiruan dengan karakteristik yang baik.  ABSTRACTCassava is a local food commodity that is widely cultivated in Indonesia. High starch content of cassava makes cassava as an alternative source of carbohydrate substitute for rice or called artificial rice. This literature review discusses the potential of cassava as raw material for making artificial rice and the physical, chemical and sensory characteristics of artificial rice based on cassava. Various studies have shown that fresh cassava, cassava flour and composite flour has the potential to serve as a raw material for making artificial rice. Granulation and extrution technology are commonly used in the manufacture of artificial rice. Some of the results showed that carbohydrate content of artificial rice cassava ranged 71,94-95.9%, close to the value of truth rice. Crude fiber content, protein, fat, starch digestibility ranged from4.43-7.71%, 0.81-6.86%, 0.19-3.51% dan 62.4% respectively. The researchers also succedeed in making artificial rice with similar shape of rice grains, with a brown to white color, having a distinctive taste and aroma of cassava. Until now, there is no quality standard that is used in making artificial rice. The selection of raw materials, formulations and appropriate processing methods is required to produce artificial rice with good characteristics.
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MELALUI PEMAHAMAN MATA DIKLAT PRAKTEK KAYU Harijono, Harijono
INVOTEC Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v11i1.4838

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi profesional guru mata diklat praktek kayu di SMK Kupang dalam memahami landasan kependidikan, dalam merancang pembelajaran, dalam melaksanakan pembelajaran, dalam mengevaluasi hasil belajar, dalam mengembangkan keilmuan secara berkelanjutan, dan menguasai subtansi keilmuan. Karenanya untuk meningkatkan mutu pendidikan dibutuhkan adanya kemampuan guru, oleh karena itu pembinaan profesional guru perlu dilakukan secara terus menerus melalui berbagai bentuk kegiatan salah satu bentuk kegiatan tersebut terutama dalam pelaksanaan proses pembelajaran sampai dimana kemampuan dalam melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu khususnya para guru SMK yang mendidik para siswanya untuk dipersiapkan bekerja disamping bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dalam bentuk praktek. Populasi penelitian adalah 50 guru SMK negeri 2 Kota Kupang dengan menggunakan sampel total yaitu semua guru. Rancangan penelitian adalah deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner setelah melalui uji validitas dan reliabilitas, pengolahan data menggunakan deskriptif evaluatif. Target luaran dalam penelitian ini adalah kompetensi bagi guru SMK negeri 2 Kupang secara profesional dapat 1) memahami landasan kependidikan, 2) merancang pembelajaran, 3) melaksanakan pembelajaran, 4) mengevaluasi hasil belajar, 5) mengembangkan keilmuan secara berkelanjutan,6) menguasai subtansi keilmuan dalam bidang konstruksi kayu.
Profitability and Dividend Policy Affects Firm Value in The Infrastructure, Utility and Transportation Sector Kusumawati, Venina Cindy; Harijono, Harijono
International Journal of Social Science and Business Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijssb.v5i1.29822

Abstract

Previous study uses six bank companies which are listed in Indonesia Stock Exchange as the object and using ROE in calculating profitability. The researcher suggests to using a variable other than ROE to calculate profitability, increasing the number of samples and using other sector such as infrastructure, utility and transportation sector as the object. Hence, this study aims to prove the effect of profitability and dividend policy on firm value in the infrastructure, utility and transportation sector. The data were obtained from the financial statements of company listed on Indonesian Stock Exchange. Firm value as a dependent variable were measured by price to book value, profitability and dividend policy as independent variable were measured by return on assets and dividend payout ratio. They were analyzed using Multiple Linear Regression with classical assumption test in Statistical Package for the Social Sciences program. The results indicated that profitability and dividend policy can affect firm value simultaneously, profitability has no effect on firm value while dividend policy can positively affect firm value.
UJI INTEGRASI PASAR MODAL DAN CONTAGION EFFECT SEBELUM DAN SESUDAH BREXIT PADA PASAR MODAL ASEAN Prayogo Prayogo; Harijono Harijono; Robiyanto Robiyanto
Matrik : Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis dan Kewirausahaan Volume 13 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.347 KB) | DOI: 10.24843/MATRIK:JMBK.2019.v13.i01.p08

Abstract

This study examined capital market integration and contagion effect among ASEAN and UK capital markets. Data analysis will be divided to before the Brexit (January 2012 – 22 June 2016) and after the Brexit (24 June 2016 – December 2016). The analytical tool used is Vector Autoregressive (VAR) to analyze the integration between capital markets and Granger Causality to detect any contagion effect between capital markets. The conclusion of this research is existance of Brexit event can change the segmented ASEAN-5 region become more integrated. It’s found that the Singapore capital market is a capital market that recieves a contagion effect from the UK capital market before and after Brexit. As for the Indonesia, Malaysia, Philippines and Thailand’s capital markets only received contagion effects between regions, except Philippines capital market after Brexit does’t accept contagion effect from all countries.
The Influence of the Fundamental Factors on Plantation Companies’ Firm Value on the Indonesia Stock Exchange Siska Gita Pratiwi; Robiyanto Robiyanto; Harijono Harijono
Journal of Management and Entrepreneurship Research Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jmer.2020.12.01.2-10

Abstract

Objective: Indonesia’s economic growth is mostly supported by the agricultural sector in which the plantation sub-sector has a significant contribution to the primary sector in the sectoral index of Indonesia Stock Exchange (IDX). Plantation companies have a long-term goal of maximizing shareholder prosperity by increasing company values. This study aimed to determine the influence of fundamental factors on company values of plantation companies listed on the IDX during 2015-2019. Research Design & Methods: This study used secondary data involving 8 samples of plantation companies listed on the IDX using a purposive sampling method and panel regression analysis techniques. Research data was taken from the annual reports on the IDX. Findings: The results showed that Managerial Ownership (MO), Debt to Equity Ratio (DER), Earnings per Share (EPS), and Company Age (AGE) have a positive correlation to Firm Value (FV). However, the probability of MO, EPS, AGE is not significant and only DER has a significant effect on FV. Recommendations: There is a blemish in research for further research that is expanding the scope of research, and future studies is suggested to analyze the fundamental influence on FV before and during the Covid-19 period. This cannot be done in this study because the data is still limited. Contribution & Value Added: This result contributes to the financial literature and can be a consideration for investors in investment based on company value.
The Uniqueness of Family Firms Harijono Harijono
Ultima Management : Jurnal Ilmu Manajemen Vol 2 No 1 (2010): ULTIMA MANAGEMENT
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1498.349 KB) | DOI: 10.31937/manajemen.v2i1.168

Abstract

This study focuses on family business theory from two theories of the firm perspectives: the incomplete contract and the agency perspectives. It shows that families represent a special class of large shareholders that potentially have a unique incentive structure and power in the firm. The unique characteristics of family firms potentially make their performance and their corporate decisions making different from those of non-family firms. The empirical evidences tend to support this argument. However, further quantitative and qualitative research to establish the relations between family control and several aspects of corporate decision making in different institutional and cultural settings remains to be done. Keywords: Agency, Control, Cultural, Family Business, Investment, Shareholders
ALAT PEMBUAT EMPING JAGUNG DENGAN PUTARAN PEDAL HARIJONO HARIJONO; I NYOMAN BAGIA
Faktor Exacta Vol 5, No 3 (2012)
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.905 KB) | DOI: 10.30998/faktorexacta.v5i3.199

Abstract

Kegiatan program vucer bertujuan untuk membuat emping jagung melalui proses kerja putaran pedal, yang menghasilkan model jajanan jagung dalam kuantitas dan kualitas produksi yang efisien dan efektip dalam penggunaan tenaga kerja serta waktu. Metode program vucer menggunakan: penyuluhan, demontrasi dan evaluasi penggunaan alat pembuat emping jagung dengan putaran pedal, yang telah diberikan kepada industri kerajinan rekan Karya Alam Kupang. Hasil kegiatan program vucer adalah: (1). Sekalipun ada pesanan produksi emping jagung dari konsumen yang cukup banyak dengan kualitas hasil yang baik, melalui alat pembuat emping jagung dengan gilasan pipa-pipanya dari putaran pedal dapat ditingkatkan. Jagung yang sebelumnya sehari diproduksi 100 tongkol jagung, dengan alat ini dapat diproduksi 750 tongkol jagung setiap harinya. (2). Dengan alat pembuat emping jagung melalui putaran pedal ini, mampu menghasilkan emping jagung dengan tenaga kerja yang sedikit, karenan dengan alat ini cukup dikerjakan oleh dua orang dapat mengolah jagung sampai ribuan tongkol jagung perharinya. Kata Kunci: Pembuatan Emping Jagung Dengan Putaran Pedal
PENINGKATAN KAPASITAS DAN EFISIENSI PRODUKSI MINUMAN KESEHATAN INSTAN DAN KEMASAN CUP Harijono Harijono; Feronika Heppy Sriherfyna

Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.662 KB) | DOI: 10.35891/tp.v7i3.521

Abstract

Industri yang memproduksi pangan fungsional (makanan dan minuman) untuk kesehatan mempunyai prospek yang menjanjikan. Kondisi ini mendorong beberapa usaha kecil mikro di Kota Batu dan Malang memproduksi dan memasarkan minuman untuk kesehatan. Usaha kecil mikro (UKM) yang memproduksi minuman fungsional kesehatan adalah UKM DIA yang mengolah minuman kesehatan instan (jahe, kunyit, temulawak, mengkudu, dan lidah buaya) serta UKM Bintang Putra Mandiri yang memproduksi minuman sari temulawak dalam kemasan cup. Permasalahan yang dihadapi oleh UKM DIA pada proses produksi kesehatan instan adalah pada proses pemerasan empon-empon, pemblenderan, pengadukan dan pemasakan, serta pengayakan produk jadi. Permasalahan utama yang dihadapi mitra Bintang Putra Mandiri adalah kapasitas produksi dan efisiensi proses yang rendah, pada proses perebusan/ekstraksi, pengendapan, dan pengemasan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa alih teknologi mekanis untuk produksi minuman kesehatan instan di UKM DIA telah mereduksi waktu yang dibutuhkan untuk pengadukan atau kristalisasi dari 10 kg empon-empon per hari menjadi 30 kg empon-empon untuk 1 jam pengadukan. Penggunaan pemarut empon-empon dan pengepres mekanis pada proses ekstraksi sari empon-empon telah meningkatkan efisiens ekstraksi. Alih teknologi pembuatan minuman sari temulawak dalam kemasan cup meliputi ekstraksi, penyaringan, dan pengemasan telah meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi mitra UKM Bintang Putra Mandiri. Proses ektraksi temulawak meningkat dari kapasitas 20 L per batch menjadi 80-100 L. Adanya tanki penyimpanan menyebabkan proses penyimpanan dan pengendapan menjadi lebih steril dan dapat dilakukan dalam jumlah besar. Penggunaan pengemas cup semi otomatis meningkatkan kapasitas dan efisiensi pengemasan mitra dari kapasitas 300 cup per hari menjadi 1500 cup.