Esti Widowati, Esti
Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta Jl. Ir. Sutami No. 36 A Surakarta 57126

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Effect of Gum Arabic Addition to Physicochemical and Sensory Properties of Pineapple (Ananas comosus L. Merr.) and Carrot (Daucus carota) Fruit Leather Prasetyowati, Denanda Andini; Widowati, Esti; Nursiwi, Asri
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 15, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.248 KB)

Abstract

The aimed of this research were to determine the effect of gum arabic addition (0.3, 0.6, and 0.9%) to the physicochemical and sensory properties of pineapple and carrot fruit leather and which concentration can be a recommendation in pineapple and carrot fruit leather. This study used Completely Randomized Design (CRD) with one factor of concentration variation of gum arabic. The results analysis of physicochemical pineapple and carrot fruit leather showed that gum arab addition give significant effect on tensile strength, moisture content, and dietery fiber content, but the addition of gum arabic did not significantly affect on ash content and aw. From the sensory properties, pineapple and carrot fruit leather with gum arabic addition affect the color and texture but didn’t give significant effect on the aroma, flavor and overall. Based on physicochemical and sensory properties the recommended concentration is 0.6% gum arabic in pineapple and carrot fruit leather.Keywords: fruit leather, pineapple and carrot fruit leather, gum arabic
PENGARUH PERLAKUAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAN PUREE WORTEL (Daucus carota L.) PADA TEKNOLOGI PRODUKSI CHILI CREAM CHEESE: KAJIAN RENDEMEN, pH, LEMAK, BETAKAROTEN, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN SENSORI Oktavia, Armida; Anam, Choirul; Widowati, Esti
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.17 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13008

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi dan jenis fortifikan (ekstrak wortel dan puree wortel) terhadap karakteristik fisik (pH dan rendemen), kimia (kadar lemak, β-karoten dan aktivitas antioksidan) dan karakteristik sensori (aroma, warna, tekstur, rasa, aftertaste, daya oles, overall)dari Chili Cream Cheese serta mengetahui karakteristik fisik, kimia dan sensori Chili Cream Cheese dengan perlakuan penambahan wortel yang terpilih. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu kombinasi perlakuan jenis fortifikan (ekstrak dan puree wortel) denganpenambahan konsentrasinya (7%; 14% 21%). Chili Cream Cheese terpilih dari penambahan ekstrak wortel adalah dengan konsentrasi 7% dengan penilaian aroma, warna, tekstur, rasa, aftertaste, daya oles dan overall yang terbaik. Memiliki rendemen 6,36±0,380 (%b/b); pH sebesar 4,810±0,127; kadar lemak sebesar 37,45±0,231%; kadar β-karoten sebesar 201,32±4,399 µg/gram sampel dan aktivitas antioksidan sebesar 2,20±0,074 % penangkapan radikal dpph/gram sampel. Chili Cream Cheese terpilih dari penambahan puree wortel adalah dengan konsentrasi 21%. Penilaian aroma, warna dan daya oles memiliki penilaian yang terbaik, sedangkan dari segi tekstur, rasa, aftertaste dan overall memiliki penilaian terbaik kedua. Nilai rendemen dari produk tersebut didapatkan sebesar 7,19± 0,433 %; nilai pH 4,803± 0,222 ; kadar lemak 30,86± 0,210%; kadar betakaroten 244,97± 6,728 µg/gram sampel; aktivitas antioksidan 4,32±0,075 %  penangkapan radikal dpph/mg sampel.Kata Kunci : aktivitas antioksidan, β-karoten ekstrak wortel, keju krim, puree wortel
KAJIAN TOTAL BAKTERI PROBIOTIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN YOGHURT TEMPE DENGAN VARIASI SUBSTRAT Widowati, Esti; Andriani, MAM; Kusumaningrum, Amalia Putri
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.623 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13590

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui substrat yang akan menghasilkan yoghurt dengan karakterpaling baik yaitu total bakteri probiotik tertinggi, kadar asam laktat dan pH sesuai SNI 01-2981-1992 danaktivitas antioksidan tertinggi. Variasi perlakuan yang digunakan adalah substrat tempe kedelai, tempe jagung,tempe kombinasi (kedelai 90% dan jagung 10%), dengan yoghurt susu skim 15% sebagai kontrol. Bahan yangdigunakan untuk membuat yoghurt tempe adalah tempe kedelai, tempe jagung, tempe kombinasi, susu skim,starter yoghurt komersial yang berisi bakteri probiotik L. acidophillus LA5, Bifidobacteria BB12, dan S.thermophillus. Susu tempe yang telah ditambah susu skim (15% b/v) dipasteurisasi pada suhu 800C selama 30menit kemudian didinginkan sampai suhu 400C. Susu tempe kemudian diinokulasi secara aseptis dengan 5%starter dan diinkubasi pada suhu 400C selama 12 jam. Parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah totalbakteri probiotik dengan metode Total Plate Count (TPC), kadar asam laktat dengan metode titrimetri, pHdengan menggunakan pHmeter yang dilakukan setiap satu jam selama 12 jam dan aktivitas antioksidan denganmetode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydraztl) setiap tiga jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaansubstrat tempe dari berbagai variasi substrat dapat meningkatkan total bakteri probiotik dan aktivitas antioksidan.Total bakteri probiotik tertinggi pada yoghurt tempe jagung, aktivitas antioksidan tertinggi pada yoghurt tempekedelai dan kadar asam laktat dan pH seluruh variasi substrat sesuai dengan SNI 01-2981-1992.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI PEKTIN HIDROLASE EKSTRASELULER BAKTERI PEKTINOLITIK DALAM KLARIFIKASI JUS JERUK Widowati, Esti; Harijono, Harijono; Sutrisno, Aji
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.457 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dan mengkarakterisasi isolat bakteri pektinolitik darisampah sayuran, kulit buah jeruk dan tanah; menentukan karakter enzim pektin hidrolase ekstraseluler (pHoptimum, suhu optimum, KM dan Vmaks) dan mengetahui pengaruh enzim pektin hidrolase ekstraseluler dalamklarifikasi jus jeruk. Penelitian tahap I dilakukan isolasi dan karakterisasi bakteri dan seleksi bakteri uji.Penelitian tahap II dilakukan ekstraksi, presipitasi, dialisis dan karakterisasi enzim pektin hidrolase ekstraseluler(pH dan suhu optimum, Vmaks dan KM). Hasil seleksi isolat uji diperoleh isolat 15 hasil isolasi dari kulit buahjeruk yang dibusukkan suhu inkubasi 37°C dan isolat 19 dan 21 dari sampel kulit jeruk dicampur tanah dengansuhu inkubasi masing-masing 50°C dan 55°C. Isolat 15 berbentuk batang pendek, Gram positif, katalase positifdan motil. Isolat 15 positif uji MR-VP, positif uji Simmon`s Citrate dan tidak membentuk endospora. Isolat 19positif uji VP, negatif uji Simmon`s Citrate dan membentuk endospora dengan tipe terminal. Isolat 21 positif ujiVP, negatif uji Simmon`s Citrate dan tidak membentuk endospora. Isolat 19 diduga merupakan genus Bacillus.Enzim pektin hidrolase ekstraseluler isolat 15 memiliki pH optimum 4,0 sedangkan pH optimum enzim isolat 19dan 21 adalah 5,0. Ketiga isolat memiliki suhu optimum enzim 50 C. Nilai KM enzim isolat 15, 19 dan 21 adalah0,121; 0,126 dan 0,182 mg/ml dengan nilai Vmaks enzim isolat 15, 19 dan 21 sebesar 0,550; 0,541 dan 0,601(U/ml). Enzim isolat 15, 19 dan 21 mampu menurunkan viskositas, meningkatkan kecerahan jus melaluipeningkatan nilai transmitansi dan meningkatkan nilai total padatan terlarut pada jus jeruk dan pektin cair 1%.
Pengaruh penambahan minyak asiri kulit jeruk manis pada edible coating kitosan terhadap kualitas filet ayam: Sweet orange peel essential oil addition effect in chitosan edible coating on chicken fillet quality Siswanti, Siswanti; Aunillah, Nadiya Fistianati; Widowati, Esti; Atmaka, Windi; Widowati , Dyah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i8.55251

Abstract

Daging ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang mudah didapatkan dalam bentuk karkas utuh, potongan bagian-bagian tertentu, atau filet. Umur simpan filet ayam relatif rendah dan memiliki risiko kerusakan fisikokimia dan mikroba yang tinggi selama proses penyimpanan. Upaya untuk menjaga kualitas daging filet ayam selama penyimpanan salah satunya melalui aplikasi edible coating dari kitosan kombinasi dengan minyak asiri. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi terbaik penambahan minyak asiri kulit jeruk manis pada edible coating kitosan filet ayam selama 12 hari penyimpanan suhu dingin berdasarkan parameter susut masak, TPC, pH, TBA, dan TVB. Penelitian dilakukan melalui pembuatan edible coating menggunakan beberapa konsentrasi minyak asiri kulit jeruk manis, pengaplikasiannya pada filet ayam, dan penyimpanan suhu dingin (4oC; 12 hari). Variasi konsentrasi minyak asiri kulit jeruk manis pada edible coating, yaitu 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1% (v/v). Perlakuan terbaik ditentukan dengan metode Bayes yang dilanjutkan Independent Samples T-Test terhadap sampel tanpa perlakuan coating. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi 1% minyak asiri kulit jeruk manis merupakan perlakuan terbaik selama penyimpanan 3 hari (suhu dingin; 4oC) dengan kisaran nilai susut masak 16,65-25,17%; pH 5,39-6,49; TPC 4,46-7,50 log cfu/mL; TBA 0,061-0,258 mg malonaldehid/kg; TVB 15,81-17,54 mgN/100 g. Kualitas sampel perlakuan terbaik berbeda signifikan dan lebih baik daripada sampel tanpa coating berdasarkan semua parameter (kecuali TVB). Oleh sebab itu, lapisan kitosan dan 1% minyak asiri pada filet ayam mengindikasikan perlindungan potensial terhadap kualitas fisikokimia dan mikroba selama penyimpanan suhu dingin.
STABILITAS pH DAN SUHU DAN BERAT MOLEKUL PEKTIN HIDROLASE EKSTRASELULER BAKTERI PEKTINOLITIK DALAM KLARIFIKASI JUS JERUK Widowati, Esti; Harijono, Harijono; Sutrisno, Aji
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.613 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakter enzim pektin hidrolase ekstraseluler dalam klarifikasijus jeruk dari isolat bakteri pektinolitik yaitu kestabilan enzim terhadap pH dan suhu dan berat molekul enzim.Isolat 15 diperoleh dari kulit jeruk yang dibusukkan dengan suhu inkubasi 37°C sedangkan isolat 19 dan 21diperoleh dari kulit jeruk ditambah tanah kebun dengan suhu inkubasi masing-masing 50°C dan 55°C. Enzimpektin hidrolase ekstraseluler isolat 15 stabil pada pH 3,0-4,0 sedangkan enzim pektin hidrolase ekstraselulerisolat 19 dan 21 stabil pada pH 3,0-5,0. Ketiga enzim inaktif pada pH 9,0 pada suhu inkubasi 50 C. Enzimpektin hidrolase ekstraseluler isolat 15, 19 dan 21 stabil pada suhu 30-50 C kemudian inaktif pada suhu 90 Cpada pH 7,0. Enzim pektin hidrolase ekstraseluler isolat 15, 19 dan 21 masing-masing memiliki berat molekulsebesar 35,5 kDa; 34,5 kDa dan 37,5 kDa.
KAJIAN KARAKTERISTIK SENSORIS FISIK DAN KIMIA KERUPUK FORTIFIKASI DAGING LIDAH BUAYA (Aloe vera) DENGAN METODE PEMANGGANGAN MENGGUNAKAN MICROWAVE Rosiani, Nurwachidah; Basito, Basito; Widowati, Esti
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.416 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.12896

Abstract

KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, DAN SENSORIS FLAKES PISANG KEPOK SAMARINDA (Musa paradisiaca balbisiana) DENGAN SUBSTITUSI PATI GARUT Mahmudah, Nur Aini; Amanto, Bambang Sigit; Widowati, Esti
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.534 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v10i1.17490

Abstract

Banana-based flakes has a  foible properties of less crunchy texture. The level of crispness in the products is affected by the amylose content in its material. Substitution of arrowroot starch which has relative high amylose content is expected to improve the texture and product characteristics of banana flakes. The experimental design in this study used completely randomized design (CRD) by one factor, namely the variation of substitution of arrowroot starch with comparison banana’s flour: arrowroot starch are F1 (100%:0%), F2 (95%:5%), F3 (90%:10%), F4 (85%:15%). Sensory analysis was conducted using preference test (scoring) and also ranking. The data was analyzed by One-way ANOVA method and continued with Duncan Multiple Range Test Analysis if there is a significant difference (at significance level α = 0.05). Based on the results of sensory analysis, F4 formula is a formula of the most preferred by consumers from the aspect of color, flavor, texture (crispness), and overall. Physical analysis flakes shows that F4 has the lowest hardness value (27.07 N), a maximum resistance crunchy time in milk of 5.88 minutes and the greatest water absorption 133.05%. Chemical analysis F4 flakes with composition 85% of banana flour and 15% of arrowroot starch has moisture content (wb) 3.13%, ash content (wb) 2.25%, fat content (wb) 6.84%, protein content (wb) 0.57%, carbohydrate content (wb) 87.19%, starch content 72,46%, amylose and amylopectin content of 14.01% and 1.86%, crude fiber content 1.86%.
Pengaruh Penambahan Minyak Atsiri Biji Pala (Myristica fragrans Houtt.) pada Edible Coating Kitosan terhadap Kualitas Fillet Daging Ayam Broiler selama Penyimpanan Suhu Dingin Atmaka, Windi; Wibisono, Siti Khodijah Putri; -, Siswanti; Widowati, Esti
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 17, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jthp.v17i2.84063

Abstract

Chicken is a highly demanded meat due to its high nutritional value and affordability. However, chicken meat has a relatively short shelf life and is susceptible to damage during storage. One way to preserve the quality of chicken meat is to use an edible coating. This study was conducted to determine the effect of adding nutmeg (Myristica fragrans Houtt.) seed essential oil at a specified concentration in chitosan edible coating on the quality of broiler meat fillets during 12 days of storage at cold temperatures. The test parameters used as a reference for the quality of broiler meat fillets include TPC, TVB, TBA, pH, and cooking loss tests. The experimental design in this study was a completely randomized design (CRD) with a factor of variation in the concentration of nutmeg essential oil (0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, and 1%). The data obtained were analyzed using one-way ANOVA. If there is a difference, it is continued with the Duncan Multiple Range Test (DMRT) to determine whether there is a difference in each sample at a significance level of α = 0,05. Then, the potency test was conducted to determine the sample with the best concentration of nutmeg essential oil. The results showed that 1% concentration of nutmeg essential oil showed the best results in maintaining the quality of chicken fillet during cold storage (4oC), based on the efficacy test. There was a difference between the quality of chicken fillet meat in the best concentration sample (addition of 1% nutmeg seed essential oil) and chicken meat samples without coating on the parameters of cooking loss, pH, TBA, and TPC.
KAJIAN KINETIKA FERMENTASI ASAM LAKTAT OLEH Lactococcus lactis FNCC 0086 PADA MEDIA SARI BUAH SEMU JAMBU METE (Anacardium occidentale L.) DENGAN VARIASI SUMBER NITROGEN Utami, Rohula; Widowati, Esti; Kamil, Annisa
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.056 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13544

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku kinetika fermentasi yang terjadi selama proses fermentasi asam laktat pada media sari buah semu jambu mete dengan penambahan ekstrak tauge sebagai sumber nitrogen melalui parameter kecepatan pertumbuhan spesifik (µ), waktu penggandaan (td), jumlah penggandaan (n), hasil pertumbuhan (Yx/s), pembentukan produk (Yp/s), dan efisiensi pembentukan asam laktat selama fermentasi oleh Lactococcus lactis FNCC 0086. Jenis ekstrak tauge yang ditambahkan adalah ekstrak tauge kacang hijau dan ekstrak tauge kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak tauge dapat meningkatkan pertumbuhan sel. Kecepatan pertumbuhan spesifik (μ) pada penambahan ekstrak tauge kacang hijau sebesar 0,551/jam dan ekstrak tauge kedelai sebesar 0,491/jam; waktu penggandaan (td) pada penambahan ekstrak tauge kacang hijau selama 75,48 menit dan ekstrak tauge kedelai selama 84,68 menit; jumlah penggandaan (n) pada penambahan ekstrak tauge kacang hijau sebanyak 3,178 kali dan ekstrak tauge kedelai sebanyak 2,831 kali; hasil pertumbuhan (Yx/s) pada penambahan ekstrak tauge kacang hijau sebesar 1,34x106 sel/mg dan ekstrak tauge kedelai sebesar 1,23x106 sel/mg; pembentukan produk (Yp/s) pada penambahan ekstrak tauge kacang hijau sebesar 0,069 dan ekstrak tauge kedelai sebesar 0,068; serta efisiensi pembentukan asam laktat selama fermentasi pada penambahan ekstrak tauge kacang hijau sebesar 1,605% dan ekstrak tauge kedelai sebesar 1,569%.