Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Averrhoa Bilimbi Linn c Respiration Study in Passive Modified Atsmosphere Storage: Kurniawan Yuniarto; Anang Lastriyanto; Cahyo Mustiko Okta Muvianto; Nurtiti Nurtiti
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.09.2.57-64

Abstract

Passive modified atmosphere storage (P-MAS) is a popular fresh fruits and vegetables storage method. The P-MAS creates naturally gas composition alteration due to aerobic respiration rate during storage which implies to maturity and shelf life. This research studied Averrhoa bilimbii Linn respiration behaviour by applying P-MAS at ambient temperature for 24 hours storage period. The gas composition was measured using typical zirconium and infrared gas sensor to determine oxygen and carbondioxide concentration. Heat and humidity were also logged by modifying SHT10 sensor. Acid titratic and weight loss represented the substrat consumption during respiration. The result investigated fastest respiration rate achieved at about RO2 28,60 ml [O2] kg-1 h-1 and (RCO2) sebesar 56,64 ml [CO2] kg-1 h-1 for an hour storage. The RQ was calculated above 1,0 for all period storage which indicated consumed organic acid material. Titratic acid reduced by 0,03 mg equivalent/100 g and average weigh loss was at about 0,04%. The Averrhoa bilimbi linn was categorized at sour-unripe during 24 hours storahe period and exponantially regression predicted sour-ripe level achieved after 37 hours.
Introduksi Teknologi Pengemasan Gula Aren di Desa Kekait Kabupaten Lombok Barat Hary Kurniawan; Kurniawan Yuniarto; Fakhrul Irfan Khalil
WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Vol. 1 No. 1 (2018): Nopember
Publisher : STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.337 KB)

Abstract

Salah satu sentra penghasil gula aren di NTB berada di Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Gula aren yang diproduksi di Desa Kekait berupa gula merah, gula briket dan gula semut. Gula aren mudah rusak jika disimpan pada suhu ruang, akibat kenaikan kadar air, sehingga gula aren menjadi lembek, umur simpannya pendek, dan harga jual rendah. Solusi yang dapat dilakukan melalui pengemasan. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengintroduksi teknologi pengemasan produk gula aren pada kelompok pengrajin gula aren Maju Bersama di Desa Kekait. Metode yang dilakukan melalui pemberian materi, diskusi serta praktik mengemas produk gula aren. Peserta diberikan penyuluhan mengenai teknik pengemasan gula merah, gula briket dan gula semut menggunakan teknologi vakum. Peserta juga diberikan pengetahuan mengenai Cara Pengolahan Pangan yang Baik dan Benar (CPPB) dalam menunjang kualitas dan kuantitas produk olahan nira aren. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa respons peserta terhadap materi dan praktik yang disampaikan oleh tim sangat baik, peserta sangat komunikatif dan berlangsung secara efektif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mendapatkan wawasan dan keterampilan baru dalam teknik pengolahan nira aren dan pengemasan gula aren sehingga diharapkan perlu dilakukan kegiatan serupa dengan mengoptimalkan potensi dan sumber yang tersedia di lokasi tersebut agar dapat menjadi produk lokal unggulan.
Pembangunan Data Digital dan Sistem Informasi Pertanian Kangkung di Kelompok Tani Embun Pagi, Lombok Barat Cahyo Mustiko Okta Muvianto; Kurniawan Yuniarto; Joko Sumarsono; M Junaidi; Aksan Mujahalyt
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.173 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i2.1778

Abstract

Digitalisasi data komoditas pertanian sangat penting pada era digital seperti saat ini. Kehilangan data setelah gempa Lombok 2018 terjadi pada kelompok tani budidaya kangkung Embun Pagi, desa Bug-Bug, Lingsar, Lombok Barat. Kegiatan pengabdian ini terlaksana dari tim pengabdian Universitas Mataram- perangkat desa Bug-Bug-Unit Pelaksana Tugas Daerah Dinas Pertanian Lombok Barat dan kelompok tani Embun Pagi. Tujuan pengabdian ini adalah membuat basis data digital kangkung dan memberikan pelatihan untuk dalam pembuatan sistem informasi pertanian (SIP) kangkung Embun Pagi. Tahapan pelatihan meliputi pengambilan data spasial-atribut, pengolahan data, pelatihan pembuatan SIP kangkung dan evaluasi pelatihan. Hasil pelatihan ini telah berhasil untuk membuat data digital budidaya kangkung di desa Bug-Bug dengan jumlah lahan kangkung 26 petak atau seluas 4,76 Ha. Data digital yang bisa diakses secara offline meliputi luasan lahan, biaya produksi dan kapasitas produksi. Anggota kelompok tani Embun Pagi yang telah dilatih pemetaan telah mahir membuat SIP Kangkung secara mandiri dengan menggunakan software ArcGIS
Pembangunan Digitasi Pohon Manggis di Desa Karang Bayan (Studi Kasus Kelompok Tani Konta Nyembao) Kurniawan Yuniarto; Selly Oktavianti; Edwin Eka Hartono; M. Alfi Ashabana; Ahmada Mu’ammar; Dony Firmansyah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.679 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.907

Abstract

Revolusi 4.0 dan perkembangan sosial 5.0 menuntut peningkatan efisensi dalam aktivitas usaha di berbagai sektor. Pertanian termasuk salah satu sektor strategis yang dituntut untuk melakukan pembaruan baik di agribisnis maupun agroindustri. Terkait sosial 5.0, desa menjadi salah satu unsur utama dalam menggerakkan bidang agribisnis sehingga memerlukan deseminasi akses terhadap pasar dalam rangka perdagangan komoditas yang fair dan transparan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan tata niaga manggis dalam akses pasar secara online di kelompok tani manggis Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Metode pelaksanaan dengan partisipatif mitra binaan yang di dampingi dengan mengumpulkan data sebaran dan kapasitas produksi manggis di kelompok Konta Nyembao. Pengolahan data dengan menggunakan aplikasi ArcMAP untuk memperoleh infromasi spasial dan atribut kondisi perkebunan manggis di kelompok tani Konta Nyembao, Karang Bayan, Lingsar, Lombok barat. Luaran yang dihasilkan adalah sistem informasi pertanian manggis kelompok tani Konta Nyembao berupa distribusi pohon manggis sebanyak 1.415 pohon dalam sebaran luas penanaman 10,84 Ha. Potensi produksi manggis yang dapat dihasilkan sekitar 41,5 ton per musim manggis.
PEMANFAATAN UV-C CHAMBER SEBAGAI DISINFEKTAN ALAT PELINDUNG DIRI UNTUK PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS CORONA Cahyo Mustiko Okta Muvianto; Kurniawan Yuniarto
Jurnal Abdi Insani Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v7i1.312

Abstract

Penyebaran virus corona tidak hanya terjadi pada interaksi antara penderita (human to human), namun juga dapat menyebar melalui piranti yang digunakan oleh tenaga medis atau biasa disebut alat pelindung diri (APD). Penggunaan kembali APD boleh dilakukan apabila sudah di lakukan tahapan disinfektan sehingga dukungan alat untuk disinfektan APD sangat diperlukan bagi tenaga medis yang menangani virus Corona. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi langkah-langkah dalam pembuatan disinfektan alat penglindung diri dalam penanganan virus Corona berbasis iradiasi sinar UV-C. Pelaksanaan kegiatan ini meliputi: desain dan pembuatan fisik prototype disinfektan UV-C chamber; petunjuk penggunaan dan penyerahan prototype disinfektan ke rumah sakit Unram. Prototype disinfektan UV-C chamber ini memiliki dimensi 1000x1000x2000 mm dan didukung lampu UV-C dengan daya sebesar 200 W. Untuk keperluan disinfektan APD dimana inti DNA virus corona akan hancur apabila terkena paparan iradiasi UV-C sebesar 67 J/m2 maka operasional penyinaran APD dapat dilakukan selama minimal 15 menit. Saat ini, disinfektan UV-C chamber telah dimanfaatkan untuk disinfektan virus corona masker N-95 di Rumah Sakit Unram.
Uji Kinerja Mesin Pencampur Ragi Tempe dengan Kedelai Kurniawan Yuniarto, Surya Abdul M., Fahmi A. H.
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.669 KB)

Abstract

Alat pencampur mekanis biji kedelai dan ragi tempe diujicobakan untuk kegiatan produksi tempe menggantikan metode pencampuran manual menggunakan tangan. Reduksi putaran motor dilakukan secara bertingkat menggunakan rasio dimeter pulley dengan tingkat rasio. Kecepatanmotor 1400 rpm dan tereduksi menjadi rerata 80,5 rpm dengan torsi 1,79 Nm. Dimensi ruang pencampuran berbentuk silinder horizontal berdimensi diameter 0,37 m, tinggi 0,54 m dan panjang 0,65 cm. Volume maksimal yang dapat digunakan untuk pencampuran sebesar 0.056 m3 atau 40% dari volume total ruang pencampuran. Hasil ujicoba pencampuran massa kedelai 10 Kg dan 15 kg, dengan konsentrasi ragi sebesar 2% menghasilkan rendemen pencampuran dengan massa 9,96 Kg, 14,97 kg, atau sebesar 99,91%. Residu biji kedelai yang tertinggal di dalam mesin pencampur sebesar 0,09% karena melekat di dinding maupun sirip silinder. Hasil uji kualitas tempe dari pemanfaatan alat pencampur mekanis diperoleh tekstur tempe yang padat dan kompak sempurna untuk berbagai massa biji kedelai dari 10 dan 15 kg.
Low Budget Respirometer Chamber Design Based on Wireless Sensor Network Cahyo Mustiko Okta Muvianto; Kurniawan Yuniarto; Anang Lastriyanto; Lalu Arioki Setiadi
agriTECH Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.042 KB) | DOI: 10.22146/agritech.65739

Abstract

Fresh fruit respiration information is essential optimizing food storage systems. Meanwhile, respiration is defined as the process of oxygen production and carbon dioxide release during storage in a closed respiratory chamber. Therefore, this study aims to design a low-budget computerized respiratory chamber for enhancing fruit packaging and storage system. Real-time fruit respiration can be measured by applying wireless gas sensors network. The respirometer consisted of 3,600 mL glass jar with a screw stainless lid, while the electrochemical and non-dispersive infrared sensors were mounted on the cover of the glass jar for collecting data on the oxygen, carbon dioxide, and temperature during mangoes’ respiration. Arduino USB port was used to record all measured parameters consisting of oxygen (%) and carbon dioxide concentrations (ppm, as well as temperature in the respiration chamber. Additionally, a controlled cooling chamber was applied to maintain the temperature during storage, while data communication was supported by Xbee S2C based on radio frequency. According to the respirometer real-time reading, there was a decrease in oxygen concentration caused by increasing carbon dioxide release with temperature. The low-budget respirometer was used to measure the respiration rate and record the data through a wireless sensor network system. The data plot shows that the respiration rate increased as the storage temperature and the respiratory quotient ranged from 0.32-0.44.
Thermal Properties, Crystallinity, and Oxygen Permeability of Na-montmorillonite Reinforced Plasticized Poly(lactic acid) Film Yuniarto, Kurniawan; Purwanto, Yohanes Aris; Purwanto, Setyo; Welt, Bruce A.; Purwadaria, Hadi Karia; Sunarti, Titi Candra
Makara Journal of Technology Vol. 20, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introducing unmodified organically clay/Na-montmorillonite (Na-MMT) was applied into plasticized poly(lactic acid) PLA to produce film composites by direct casting. Film composite structure, the crystallinity degree and form, and thermal properties were carried out using X-ray diffraction and differential scanning calorimetry. The effect of Na- MMT to the tortuous path and the crystallinity degree in the plasticized film composites were calculated in oxygen barrier properties. Chromatogram film composites resulted in an intercalated structure that showed peak diffraction angle shift at about 0.2o. Then, a peak diffraction pattern was indicated in α-form crystal structure. Plasticized PLA has a crystallinity degree at 34%, and the addition of Na-MMT increased to 52%. Glass transition temperature improved from 53 °C to 57 °C, and melting temperature remained stable at 167 °C. Filling Na-MMT into plasticized PLA caused to enhance a tortuous path about 28% and improved the oxygen permeability to 80%. As a result, the addition of Na- MMT of 3% into plasticized PLA during film composite preparation using the mixing method resulted in balancing properties related to the crystallinity degree, thermal properties, and oxygen barrier properties.
Ascorbic Acid Degradation in Cut Lemon Packaged Using Oxygen Scavenging Active Film During Storage Yuniarto, Kurniawan; Purwanto, Setyo; Welt, Bruce Ari; Lastriyanto, Anang
Makara Journal of Technology Vol. 22, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oxygen scavenging active film can be used to prevent diffusion of free oxygen due to the action of permeation mechanism. In this study, biodegradable oxygen scavenging plastic film was designed by incorporating an antioxidant agent into plasticized polylactic acid or PLA-PEG (PPLA). Butylated hydroxytoluene (BHT) was added at different concentrations into the matrix of the PPLA film using a direct casting method to produce oxygen scavenging active film. The antiradical activity of the oxygen scavenging active film was observed, which could be applied for preventing vitamin C degradation in cut lemon during storage. The antiradical activity of the active film composite reduced after 4 days of storage at 28 °C. Initial antiradical activities were measured at 99.90%–99.91% after introducing 1%, 5%, and 10% concentrations of BHT into the matrix of the PPLA film. DPPH analysis indicated that a larger concentration of BHT exhibited higher antiradical activity after 4 days of storage surrounded with free oxygen. The final antiradical activities were 35.45%, 54.56%, and 81.65% at 1%, 5%, and 10% BHT concentrations, respectively. Therefore, incorporating a higher BHT fraction into the oxygen scavenging active film composite can certainly prevent the oxidation of cut lemon. The respective final vitamin C levels were 13.5%, 20.6%, and 22.5% after 4 days of storage.
Pembangunan Basis Data Produksi Bawang Putih Sembalun Bumbung Husnan Hadi; Kurniawan Yuniarto; Mi’raj Fuadi; Joko Sumarsono
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 2 (2023): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i2.4195

Abstract

Sistem Informasi Geografis (SIG) dan basis data digital komoditas pertanian sangat diperlukan untuk mendukung era sosial 5.0. Basis data (database) merupakan sekumpulan data-data yang saling berhubungan antara satu dengan yang lain yang disimpan dalam perangkat keras komputer dan akan diolah dengan perangkat lunak. Sistem Informasi Geografi (SIG) adalah sebuah sistem yang menyajikan informasi dalam bentuk grafis dengan menggunakan peta sebagai antar muka dengan fungsi untuk menyimpan dan memanipulasi data geografis. Pembuatan basis data pertanian untuk bawang putih di Desa Sembalun Bumbung, dapat mendukung perkembangan dan keberlanjutan aktivitas usaha tani. Pendampingan pembangunan basis data ini bertujuan untuk menyediakan basis data digital dan membangun sebuah Sistem Informasi Geografis (SIG) berupa pemetaan produksi komoditas bawang putih yang bersifat akurat, informatif dan online melalui WebGIS. Kegiatan pendampingan petani bawang putih menggunakan metode deskriptif, dengan data yang diambil berupa luasan lahan bawang putih, data pemilik lahan, data nama penggarap, data jenis pupuk, data jumlah pupuk, data jenis hama dan pengepul. Produk kegiatan adalah basis data dan peta berisi informasi terkait potensi produksi bawang putih di daerah tersebut yang dapat diakses melalui internet. Terdapat 359 petak lahan bawang putih dengan luas 56,674 ha dengan jumlah potensi produksi sebesar 1.134 ton bawang putih per musim.