Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Pupuk Nitrogen Padat dan Cair Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Khoirudin Khoirudin; Sri Hariningsih Pratiwi; Sulistyawati Sulistyawati
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 5, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pupuk nitrogen padat dan cair terhadap pertumbuhan dan produksi pada tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian dilaksanakan di Dusun Sure, Desa Menyarik Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan dengan jenis tanah lempung dan ketinggian tempat ± 12 m dpl. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni – September 2020. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor terdiri dari empat perlakuan dan enam ulangan dengan perlakuan sebagai berikut:P1 : Pupuk Urea 150 kg ha-1, P2 : Pupuk ZA 250 kg ha-1, P3: Pupuk Hanamaru (NP) 2 ml l-1, P4 : Pupuk Hanamaru (NP) 4 ml l-1. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F), apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%.Berdasarkan hasil penelitian perlakuan pupuk nitrogen padat dan cair menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun. Perlakuan pupuk ZA memberikan bobot buah hektar-1 tertinggi 28,37 ton diikuti perlakuan pupuk urea sebesar 22,97 ton, sedangkan perlakuan pupuk Hanamaru 4 ml l-1 menghasilkan bobot lebih rendah sebesar 10,15 ton dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan pupuk Hanamaru 2 ml l-1 sebesar 10,42 ton.
Efektifitas Pemberian Pupuk Kascing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Sendok (Brasicca rapa L.) Gede Mas Artha U. I; Sulistyawati Sulistyawati; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 2, No 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian pupuk kascing terhadap pertumbuhan dan hasil sawi sendok. Penelitian dilaksanakan di Desa Klampisan, Kec. Kraton, Kab. Pasuruan pada ketinggian ± 6,9 m dpl dengan rata-rata curah hujan 1300 mm tahun-1 pada bulan Agustus - Oktober 2015.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan enam ulangan. Pemberian dosis kascing terdiri dari empat taraf yaitu: K0=   tanpa pupuk kascing, K1 = pupuk kascing 13 ton ha-1, K2 = pupuk kascing 19 ton ha-1 dan K3 = pupuk kascing 26 ton ha-1.Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dosis pupuk kascing 26 ton ha-1 memberikan bobot segar hektar-1 tertinggi yaitu sebesar 5,28 ton ha-1 diikuti perlakuan pupuk kascing 19 ton ha-1 sebesar 4,52 ton ha-1, perlakuan pupuk kascing 13 ton ha-1 sebesar 2,68 ton ha-1 dan bobot segar sawi sendok yang lebih rendah terdapat pada perlakuan tanpa pupuk kascing yaitu 2,45 ton ha-1.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kubis (Brassica oleracea L.) Dataran Rendah Terhadap Efisiensi Pemupukan Nitrogen Dengan Penambahan Pupuk Organik Umar Faruk; Sulistyawati Sulistyawati; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 1, No 1 (2017): JULI 2017
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kubis merupakan sayuran yang banyak mengandung vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh manusia. Salah satu upaya peningkatkan produksi dalam budidaya tanaman kubis adalah dengan memberikan nutrisi bagi tanaman dalam bentuk pupuk anorganik, salah satunya pupuk urea yang mengandung 46% nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman kubis dataran rendah terhadap efisiensi pemupukan nitrogen dengan penambahan bahan organik. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Desa Kedawung Wetan Kec. Grati Kabupaten Pasuruan pada ketinggian ± 4 mdpl dengan suhu rata-rata 22oC-31oC serta curah hujan sebesar 143 mm/bulan pada bulan Juni-September 2016.Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok non-faktorial dengan perlakuan efisiensi pupuk urea yang terdiri dari 4 level yaitu efisiensi N 0% tanpa pupuk granul, efisiensi N 25% dengan pupuk granul, efisiensi N 50% dengan pupuk granul dan efisiensi N 75% dengan pupuk granul yang diulang enam kali.Hasil penelitian menunjukkan efisiensi pemupukan nitrogen sebesar 25% dengan penambahan pupuk organik mampu memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik pada semua parameter pengamatan. Hasil kubis pada perlakuan efisiensi pemupukan nitrogen sebesar 25% dengan penambahan pupuk organik memberikan hasil lebih tinggi yaitu sebesar 42,46 ton ha-1, perlakuan efisiensi pemupukan nitrogen sebesar 50% dengan penambahan pupuk organik memberikan hasil sebesar 39,61 ton ha-1, perlakuan efisiensi pemupukan nitrogen sebesar 75% dengan penambahan pupuk organik memberikan hasil sebesar 39,24 ton ha-1 dan perlakuan pemupukan nitrogen sebesar 100% tanpa pupuk organik memberikan hasil lebih rendah yaitu sebesar 37,95 ton.ha-1.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Meta Meliana; Sulistyawati Sulistyawati; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 5, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kandang sapi yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Maret 2021. Tempat pelaksanaan di Desa Wonosari, Kec. Gondangwetan , Kab. Pasuruan pada ketinggian ± 25 mdpl dengan suhu rata-rata 20 - 34°C. Tanah yang digunakan memiliki kandungan c-organik 2,5%, N 0,193%, P2O5 50,9 ppm, dan K2O 464 cmol kg-1. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan pupuk kandang sapi dengan dosis sebagai berikut : P0 = Tanpa Pupuk Kandang Sapi, P1 = Pupuk kandang sapi 20 ton ha-1, P2 = Pupuk kandang sapi 25 ton ha-1, P3 = Pupuk kandang sapi 30 ton ha-1, yang masing-masing diulang enam kali. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F), apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian membuktikan perlakuan pupuk kandang sapi dengan dosis 30 ton ha-1 menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi namun pada hasil menunjukkan bobot polong tanaman-1, bobot polong petak-1, bobot polong ha-1 tertinggi, yaitu secara berturut- turut sebesar 971,667 g, 22,6722 g dan 25,911 ton ha-1.
Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk Anorganik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays var.saccharata Sturt.) Viki Ashari; A. Zainul Arifin; Sulistyawati Sulistyawati
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 4, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang kambing dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Percobaan dilakukan di lahan sawah Desa Krapyakrejo Kecamatan Gading Rejo Kota Pasuruan. Percobaan dimulai dari bulan Maret - Juni 2018.Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diuji adalah dosis pupuk kandang kambing yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik terdiri dari 5 perlakuan, yaitu: P0 = 0 ton ha-1 pukan+ 100% anorganik, P1 = 10 ton ha-1 pukan + 75% anorganik, P2 = 15 ton ha-1 pukan + 50 % anorganik, P3 = 20 ton ha-1 pukan + 25% anorganik dan P4 = 20 ton ha-1 pukan + tanpa anorganik dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dengan jarak tanam 80 cm x 20 cm.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kandang kambing dan pupuk anorganik memberikan pengaruh nyata pada fase vegetatif tetapi tidak berpengaruh nyata pada fase generatif. Hasil lebih baik diperoleh pada perlakuan 20 ton ha-1 pupuk kandang kambing yang dikombinasikan dengan 25% pupuk anorganik.
Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy (Brassica rapa L.) Pada Lama Fermentasi dan Dosis Bokashi Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala L.) M. Aris Anggo Budi S; Sulistyawati Sulistyawati; M. Zainul Arifin
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 1, No 1 (2017): JULI 2017
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi dan dosis bokashi daun lomtoro yang tepat agar diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy yang optimal. Penelitian dilaksanakan di desa Klampisrejo, kec. Kraton, kab. Pasuruan pada ketinggian 6,7 m dpl dengan rerata curah hujan 1600mm/tahun pada bulan Juni hingga September 2015.Penelitian disusun secara faktorial. Faktor pertama adalah lama fermentasi yaitu; 5 hari, 10 hari dan 15 hari serta faktor kedua adalah dosis bokashi yaitu; 10 ton ha-1, 15 ton ha-1 dan 20 ton ha-1 sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang masing-masing kombinasi diulang tiga kali.Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara perlakuan lama fermentasi dan pemberian dosis bokashi daun lamtoro pada semua parameter pengamatan. Produksi tertinggi terdapat pada perlakuan lama fermentasi 15 hari yaitu sebesar 17,20 ton.ha-1, diikuti lama fermentasi 10 hari sebesar 13,57 ton.ha-1 dan hasil terendah pada lama fermentasi 5 hari sebesar 9,80 ton.ha-1, sedangkan pada perlakuan dosis bokashi daun lamtoro, hasil tertinggi terdapat pada pemberian dosis bokashi 20 ton.ha-1 sebesar 15,67 ton.ha-1, diikuti pemberian dosis bokashi 15 ton.ha-1 sebesar 13,64 ton.ha-1 serta hasil terendah pada dosis bokashi 10 ton.ha-1 sebesar 11,25 ton.ha-1.
Karakterisasi Beberapa Genotip Sorgum (Sorghum bicolor L.) Lokal Jawa Timur M. Jefri Setiyagama; A. Zainul Arifin; Sulistyawati Sulistyawati
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 1, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter beberapa genotip sorgum lokal Jawa Timur. Penelitian dilakukan di Desa Kebotohan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan pada ketinggian 50 m dpl dengan jenis tanah vertisol. Suhu rata-rata 30oC – 37oC dengan curah hujan rata-rata 50 mm/bulan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2017. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan empat genotip lokal tanaman sorgum yang diulang enam kali. Empat genotip tersebut adalah; G1: Genotip sorgum lokal Pasuruan, G2: Genotip sorgum lokal Tulungagung, G3: Genotip sorgum lokal Lamongan dan G4: Genotip sorgum lokal Sampang.Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada karakter kualitatif malai sorgum, demikian juga komponen pertumbuhan vegetatif antara genotip-genotip yang diamati. Perbedaan hanya terjadi pada tinggi tanaman genotip Tulungagung dan luas daun genotipe Lamongan. Perbedaan genotipe sorgum dapat dikenali lebih jelas pada fase generatif, yaitu umur berbunga, umur panen, bobot biji malai-1, bobot 1000 biji dan produksi ha-1.
Pengaruh Kombinasi Bakteri Endofit dan Nitrogen Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Varietas Samhong King Kuni Zakiya; Sulistyawati Sulistyawati; Retno Tri Purnamasari
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 3, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi bakteri endofit dalam menekan penggunaan nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Penelitian dilaksanakan di Desa Purutrejo Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan dengan ketinggian tempat ± 14 mdpl pada bulan September-November 2018. Penelitian terdiri dari perlakuan pemberian nitrogen 200 kg ha-1, perlakuan pemberian bakteri endofit 10 ml dengan nitrogen sebanyak 175 kg ha-1, perlakuan pemberian bakteri endofit sebanyak 20 ml dengan nitrogen 175 kg ha-1, perlakuan pemberian bakteri endofit 10 ml dengan nitrogen sebanyak 150 kg ha -1, perlakuan pemberian bakteri endofit 20 ml dengan nitrogen sebanyak 150 kg ha-1. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang masing-masing kombinasi perlakuan diulang lima kali.Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh nyata pemberian bakteri endofit yang dikombinasikan dengan nitrogen anorganik dalam menekan penggunaan nitrogen anorganik pada tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot kering bagian atas tanaman, bobot kering bagian bawah tanaman dan bobot segar sawi tanaman-1. Kombinasi pemberian bakteri endofit sebanyak 10 ml yang dikombinasikan dengan nitrogen sebanyak 150 kg ha-1 memberikan bobot sawi tertinggi yaitu sebesar 0,59 kg tanaman-1 yang berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Bobot sawi terendah terdapat pada perlakuan yang menggunakan nitrogen 200 kg ha-1 sebesar 0,21 kg tanaman-1.
Pengaruh Pemberian Berbagai Jenis Pupuk Nitrogen Terhadap Jumlah Klorofil Daun Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Slamet Soepriyanto; Sulistyawati Sulistyawati; Retno Tri Purnamasari
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 5, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan di Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, pada bulan April 2020. Untuk mengetahui beda pengaruh pada respon tanaman khususnya unsur Nitrogen dari berbagai jenis pupuk yang diberikan dengan mengamati klorofil daun kacang tanah pada fase vegetatif. Penelitian menggunakan pupuk anorganik yaitu pupuk urea kandungan nitrogen 46% dan pupuk mutiara 16-16-16, sedangkan pupuk organik yaitu pupuk cair BAGITANI dengan kandungan nitrogen sebesar 4% dan pupuk organik padat dengan kandungan nitrogen sebesar 4%. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 16 kali ulangan dengan dosis pemupukan yang direkomendasikan 22,5 kg N ha-1 atau 50 kg Urea (Rahmianna dkk, 2015) yaitu, P0: Kontrol (tanpa pemupukan), P1: Pupuk Urea 0,146 g polibag-1, P2: Pupuk Mutiara 0,410 g polibag-1, P3: Pupuk cair BAGITANI 1,5 ml polibag-1, P4: Pupuk Organik padat 1,49 g polibag-1. Hasil penelitian menunjukkan jumlah klorofil daun kacang tanah yang tidak diberi pupuk sebesar 15,65 mg L-1, pupuk Urea sebesar 18,95 mg L-1, pupuk Mutiara sebesar 18,32 mg L-1, pupuk cair BAGITANI sebesar 17,50 mg L-1 dan pupuk Organik padat sebesar 16,32 mg L-1. Jadi klorofil yang tertinggi dihasilkan dari pemberian pupuk Urea. Faktor jenis pupuk, tingkat kelarutan pupuk & efisiensi serapan Nitrogen oleh tanaman mendukung pembentukan klorofil daun kacang tanah pada fase vegetatif.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong Hijau (Solanum melongena L.) Akibat Pemberian Kombinasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dan Pupuk Nitrogen Indah Afiati; Retno Tri Purnamasari; Sulistyawati Sulistyawati
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 4, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi kombinasi mikoriza dengan pupuk N terhadap hasil terung hijau. Penelitian dilakukan di Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan pada bulan Februari sampai Mei 2020.Rancangan percobaan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama dosis FMA (F), F1 : 0 g tanaman- 1, F2 : 5 g tanaman-1, F3: 10 g tanaman-1, sedangkan faktor kedua adalah dosis Nitrogen (N), N1 : 100 kg tanaman-1, N2: 200 kg tanaman-1, N3: 300 kg tanaman-1. Pengamatan terdiri dari bobot buah segar per tanaman, bobot buah segar per petak, panjang dan diameter buah per tanaman.Hasil penelitian menunjukkan pemberian mikoriza dan pupuk N menunjukkan pengaruh terhadap hasil tanaman terung hijau. Dosis campuran FMA 10 g tanaman-1 dengan pupuk N 200 kg ha-1 memberikan hasil lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya dilihat dari diameter, panjang buah dan bobot segar per petak, masing-masing mencapai 4,05 cm, 25,69 cm dan 179,68 kg.